Anda di halaman 1dari 47

Assalamu’alaikum

wr wb
drg. H. Ahmad Syaify,
Sp.Perio
Bagian Periodonsia FKG UGM.
e-mail: ahmad_syaify@yahoo.com
GINGIVAL
ENLARGEMENT
drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio
(K)
Perhatikan gambar di atas…
Betapa tidak menarik isi
rongga mulut yang seperti ini.
Gigi dan gusi yang berada di
balik bibir, menjadi point of
interest bagi penampilan
seseorang.
BANDINGKAN GAMBAR INI DENGAN YANG SEBELUMNYA !
Periodonsium

 Periodosium sering disebut juga


jaringan periodontal

 Adalah jaringan yang mengelilingi dan


mendukung gigi geligi
 Secara anatomis jaringan
periodontal terdiri dari:
1. Gingiva
2. Ligamen periodontal
3. Tulang alveolar
4. Sementum
GINGIVA

 Bagian dari mukosa rongga mulut


yang menutup prosesus alveolaris
dan mengeliling bagian leher gigi.

 Merupakan bagian terluar dari


jaringan periodontal yang nampak
secara klinis.
Gambaran Gingiva Normal
Warna : merah jambu (coral pink)
Bentuk : tepi tajam berbentuk kerah baju (collar
like),
sesuai ruang celah gigi.
Konsistensi : kenyal, melekat pada struktur di
bawahnya.
Tekstur : pada margin gingiva halus/licin, pada
attached
gingiva teksturnya khas – stippling
Ukuran : tergantung elemen seluler, interseluler,
dan
suplai vaskuler. Kondisi patologis ---
gingiva
membesar.
Gambaran klinis gingiva
Gusi
abnormal/
patologis
GINGIVAL ENLARGEMENT
Gusi membesar akibat hiperplasi
maupun hipertropi, radang
kronis atau akut. Karena obat-
obatan, faktor hormonal, dan
oral hygiene yang buruk
HATI-HATI DEPOSIT PADA
GIGI !!
Deposit pada
permukaan gigi
 Acquired pellicle
 Plaque
 Calculus
 Stain
 Food debris
 Materia Alba
Gingival Enlargement
• Enlargement inflamasi
• Enlargement karena obat
• Enlargement berhubungan dengan penyakit
sistemik
• Enlargement neoplastik
• Enlargement semu
Distribusi enlargement:
 Lokal : terbatas pada gingiva satu atau
sekelompok gigi
 General : meliputi gingiva seluruh mulut
 Marginal : sisi margin gingiva
 Papillary : papila interdental
 Diffuse : meliputi margin, attached dan
papila
 Discrete : seperti tumor bisa bertangkai/
tidak bertangkai
Skor enlargement gingiva

0 : Tidak ada enlargement


1 : Enlargement terjadi pd interdental
papila
2 : Enlargement meliputi papila dan
margin gingiva
3 : Enlargement menutup mahkota ¾ atau
lebih
Enlargement Gingiva
A. Kronis (lokal/ general )

 Gambaran klinis :
Tahap awal penggembungan kecil papila inter dental
dan atau margin gingiva  bertambah besar menutup
permukaan mahkota gigi. Biasanya pelan tanpa sakit
kecuali jika ada komplikasi akut atau trauma.

 Etiologi :
Plak dan OH jelek (iritasi tumpatan atau alat ortho )
Enlargement Gingiva
B. Kondisi Akut
Gingival abses : Periodontal abses ;
 Terlokalisir.  Biasanya akibat perluasan
 Sakit, enlargement gingiva, ttp juga
 Lesi berkembang cepat. melibatkan jar periodontal
 Terjadi mendadak.  Perluasan infeksi poket ke jar
 Terbatas pada margin gingiva. periodontal
 Gigi yg berdekatan sensitif  Perluasan inflamasi poket ke
pada perkusi. lateral < terjadi jika drainase
 Warna merah bengkak halus, poket mengecil
mengkilat,  Kompleks poket, abses tjd di
 Lesi biasanya hilang dg bag dalam yg tertutup
sendirinya permuka an,
 Etiologi bakteri yang masuk  Kalkulus tertinggal saat skaling
melalui sikat gigi, impaksi  Trauma gigi atau kesalahan
makanan
pada perawatan endodontik
Enlargement gingiva
karena obat2 an
Gambaran Klinis :
 Lokasi mulai interdental  fasial dan lingual

 Menutup sebagian mahkota gigi  oklusal

 Uncomplicated inflamation

 Warna pucat, tidak ada tendensi perdarahan

 Biasanya generalized

 Dapat terjadi dengan sedikit plak


Enlargement terkait Faktor
Sistemik
Etiologi :
Terjadi jika kondisi sistemik pasien terstimulasi iritan lokal :
hormonal (kehamilan, pubertas, nutrisi (defisiensi vit C), alergi
dan non spesifik

Enlargement pd kehamilan :
Terjadi pd marginal gingiva dan biasanya general. Bisa terjadi
singel atau multipel tumor. Gingiva merah, mengkilat, lunak dan
halus. Sering terjadi perdarahan spontan. Biasa terjadi 3 bulan
kehamilan. Reduksi terjadi setelah selesai kehamilan. Hilang
setelah iritasi lokal dihilangkan
Enlargement terkait Faktor
Sistemik
Enlargement pd pubertas
Terjadi selama masa pubertas baik laki dan
perempuan. Sering pada permukaan fasial, jarang di
lingual. Setelah melewati pubertas enlargement
berkurang dan hilang bila iritasi lokal dihilangkan

Defisiensi vitamin C
Def vit C tidak menyebabkan enlargement, tapi
menyebabkan hemorhagi, degenerasi kolagen ,
oedema jaringan ikat  plak.
defisiensi vit C + inflamasi  enlargement
Enlargement
GingivaPubertal
 Prevalensi dan keparahan penyakit
periodontal meningkat pada masa
pubertas
 Inflamasi gingiva, berwarna merah,
mengkilat, edema, enlargement karena
iritan lokal
 Masa mentruasi sering disertai perdarahan
gingiva, prevalensi gingivitis meningkat
 Mobolitas gigi tidak berkaitan dengan
siklus menstruasi.
 Bakteri saliva dilaporkan meningkat pada
masa mentruasi
FAKTOR HORMONAL
 Perubahan hormon seksual (estrogen &
progesteron) berlangsung pada masa
pubertas dan kehamilan.
 Pada gingiva menimbulkan perubahan:
inflamasi non spesifik, dan tendensi
perdarahan.
 Pada hewan coba diberin progesteron –
terjadi dilatasi dan peningkatan
permeabilitas mikrovaskuler gingiva.
Peny. periodontal pada
kehamilan
 Kehamilan bukan penyebab gingivitis, tetapi terjadi
perubahan respon gingival thdp bakteri plak.
 Keparahan gingivitis meningkat mulai trimester I, makin
parah sampai bln ke-8, kemudian mulai menyusut bulan
ke-9.
 Gingivitis meluas, tendensi enlargement/edematous
dan bleeding meningkat.
 Kehamilan juga meningkatkan tooth mobility, pocket
depth, gingival fluid.
Obat2 penyebab Enlargement
Gingiva
 Phenitoin
Obat anti konvulsan utk terapi epilepsi. Sering pada pasien
muda. Tidak ada korelasi keparahan enlargement dengan dosis
obat yg diminum
 Cyclosporin
Suatu agen imunosupresive untuk menghindari adanya
penolakan terhadap transplantasi organ. Berpengaruh pada
respon seluler dan humoral imun respon. Dosis > 500 mg/hr
membuat enlargement gingiva
 Nifedipine
Calsium chanel bloker, menurunkan hipertensi dengan dilatasi
pembuluh darah perifer

Idiophatic gingival fibromatosis :


Kondisi yang tidak diketahui penyebabnya (gingivomatosis,
elephantiasis, fibroma diffuse)
Fungsi Vitamin C
 Biosintesis kolagen
 Mitosis sel dan jaringan
 Elastisitas pembuluh darah/kapiler
 Menurunkan permeabilitas kapiler
 Menaikkan daya kemotaksis PMN
 Mempengaruhi pembentukan tulang
 Memelihara integritas mikrovaskuler jaringan
periodontal
 Turut memelihara ekuilibrium bakteria plak di
rongga mulut
Defisiensi Vitamin C
 Disebut L-ascrobic acid, asam askorbat
 Larut dalam air, sedikit larut dlm alkohol,
tidak larut dalam lemak.
 Tidak disimpan dalam hepar dan kortek
adrenal
 Kadar vitamin C dalam darah lebih dari 0,2
– 0,4 mg/100 ml.
 Rendah = 0,1 - 0,2 mg/100 ml
 Defisiensi = kurang 0,1 mg/100 ml
 Tianggi = lebih 0,4 mg/100 ml
Pengaruh pada jaringan
periodontal
1. edema & hemorragi
lig.periodontal
2. osteoporosis elveolar bone
3. tooth mobility
4. degenerasi collagen fibers
5. gingivits, periodontitis
Enlargement gingiva karena
phenitoin
Enlargement gingiva berhub
mouth breathing
Enlargement non spesifik
(granuloma pyogenikum )

Seperti enlargement yg terjadi karena


trauma. Tidak ada pengaruh faktor
sistemik.

Gambaran klinis : lesi bervariasi dari


discrete, spherical sampai seperti tumor
dengan permukaan bertonjol -tonjol
Penyakit Sistemik penyebab
Enlargement Gingiva

 Leukemia :
Biasanya diffuse atau marginal. Bisa lokal
ataupun general. Konsistensi kaku, tp ada
tendensi pecah dan hemorhagi. Biasa tjd
pd leukimia akut atau subakut, jarang pd
kronis
Leukemia
 Terjadi proliferasi neoplastik dari jaringan
pembentuk leukosit (sumsum tulang).
 Menyebabkan peningkatan jumlah
leukosit dalam sirkulsi, organ tubuh,
termasuk gingiva.
 Lesi orofariongeal merupakan keluhan
awal pada lebih 10% kasus leukemia
Manifestasi Leukemia
pada gingiva
 Umumnya ditemukan pada kondisi akut, tetapi
manifestasi gingiva tdk nampak pada leukemia kronis.
 Gingiva lunak, berwarna merah gelap dan bengkak –
sampai menutup bagian insisal gigi geligi (leukemic
gingival enlargement)
 Sering terjadi perdarahan spontan – pasien datang ke
DRG
 Kerusakan jaringan periodontal berlangsung cepat,
kerusakan alveolar crest dan periapikal sehingga gigi
goyah.
 Sering dijumpai ulserasi oral dan infeksi
 Granulomatous disease
Nama lain : Wegners granulomatosis
Manifestasi awal penyakit ini pada regio oro- fasial dan
termasuk ulserasi mukosa oral, enlargement gingiva,
malposisi gigi, respon dari luka yang lama sembuh.

Gambaran klinis : warna merah ungu, mudah berdarah


Etiologi : tidak diketahui, tapi kondisi ini dianggap terkait
faktor imunologi
Wegner’s granulomatosis
(strawberry gums )
Neoplastic enlargement

Fibroma :
Pada jaringan ikat gingiva atau ligamden periodontal.
Pertumbuhan lambat. Bentuk spherical tumor, tendensi
kaku dan nodular, tapi kadang lunak dan vaskuler
Kista gingiva :
Pada marginal dan attached gingiva, lokasi lingual
kaninus dan premolar bawah. Tidak sakit tapi dapat
meluas  erosi tulang alveolar. Kista ini tumbuh dari
epitel odontogenik
False enlargement
Bukan enlargement sebenarnya tapi tampak seperti
penambahan ukuran tulang dan jaringan gigi

 Underlying osseus lession :


Enlargement tulang exostosis, pagets disease,
displasia fibrous, osteoma dll

 Underlying dental tissues :


Selama tahapan pertumbuhan gigi, sebelah labial gigi
tampak membesar  development enlargement
Kasus enlargement gingiva localized,
pasien pria 23 tahun. Suspect epulis
Dilakukan eksisi enlargement
SEBELUM SESUDAH