Anda di halaman 1dari 24

BAB II

LAPORAN PENDAHULUAN

2.1 Konsep Dasar Persalinan Normal


2.1.1 Pengertian
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada
janin. (Saefuddin, 2006 : 100)
Persalinan normal adalah proses kelahiran bayi dengan tenaga ibu sendiri tanpa
bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi. Persalinan adalah proses pengeluaran
hasil konsepsi (janin dan ari) yang dapat hidup ke dunia luar dan rahim melalui jalan
lahir atau dengan jalan lain. (Rustam Mohtar, 1998)
Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi
oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh
perubahan progresif pada serviks, dan diakhiri dengan plasenta. (Carolyn, 2007 : 672)
2.1.2 Etiologi

Teori penurunan hormone

1-2 minggu sebelum partus mulai, terjadi penurunan hormone progesterone dan
estrogen. Fungsi progesterone sebagai penenang otot otot polos rahim dan akan
menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila progesterone
turun.

Teori placenta menjadi tua

Turunnya kadar hormone estrogen dan progesterone menyebabkan kekejangan


pembuluh darah yang menimbulkan kontraksi rahim.

Teori distensi rahim

Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemik otot-otot rahim
sehingga mengganggu sirkulasi utero-plasenta.

Teori iritasi mekanik

Di belakang servik terlihat ganglion servikale(fleksus franterrhauss). Bila ganglion


ini digeser dan di tekan misalnya oleh kepala janin akan timbul kontraksi uterus.

Induksi partus (induction of labour). Partus dapat pula ditimbukan dengan

jalan:
a. Gagang laminaria: beberapa laminaria dimasukan dalam kanalis servikalis
b.
c.

dengantujuan merangsang fleksus franskenhauser.


Amniotomi: pemecahan ketuban
Oksitosin drips pemberian oksitosin menurut tetesan per infus
(Sinopsis Obstetri1998)

2.1.3 Bentuk-bentuk persalinan

Persalinan spontan

Bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri

Persalinan Buatan

Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar

Persalinan anjuran

Bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan
rangsangan
(Sinopsis Obstetri, 1998)
2.1.4 Istilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang dilahirkan :
a. Abortus
1) Terhentinya dan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup diluar
kandungan.
2) Umur hamil sebelum 28 minggu.
3) Berat janin kurang dari 1000gr.
b. Persalinan prematuritas
1) Persalinan sebelum umur 28 sampai 36 minggu.
2) Berat janin kurang dari 2,499gr
c. Persalinan aterm
1) Persalinan antara umur hamil 37 sampai 42 minggu
2) Berat janin diatas 2,500gr
d. Persalinan serotinus
1) Persalinan melampaui umur hamil 42 minggu.
2) Pada janin terdapat tanda maturitas.
e. Persalinan presipitatus

Persalinan berlangsung cepat kurang dari 3jam (Manuaba 1998)


f. Persalinan partus imaturus
Penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin kurang dari 1000gr
atau kehamilan dibawah 28 minggu.
(Sinopsis Obstetri, 1998)
2.1.5 Permulaan Terjadinya Persalinan
Dengan penurunan hormone progesteron menjelang persalinan dapat terjadi
kontraksi. Kontraksi otot rahim menyebabkan:
1. Turunnya kepala masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke
36 dapat menimbulkan sesak dibagian bawah diatas simpisis pubis dan sering ingin
kencing atau susah kencing karena kandung kemih tertekan kepala.
2. Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.
3. Terjadi perasaan sakit didaerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan
tertekannya pleksus frankenhouser yang terletak sekitar serviks (tanda persalinan
palsu-false labour)
4. Terjadi perlunakan serviks karena terdapat kontraksi otot rahim
5. Terjadi pengeluaran lendir dimana lendir penutup seviks dilepaskan
(Manuaba 1998)
2.1.6 Tanda dan gejala Persalinan
1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin
pendek.
a. His paling tinggi di fundus uteri yang lapisan ototnya paling tebal dan
puncak kontraksi terjadi simultan diseluruh bagian uterus. Sesudah tiap his. Otototot korpusuteri menjadi lebih pendek dari pada sebelumnya yang disebut sebagai
refraksi. Oleh karena serviks kurang mengandung otot, serviks tertarik dan
terbuka (penipisan dan pembukaan), lebih-lebih jika ada tekanan oleh bagian
janin yang keras. Umpamanya kepala..
(Ilmu Kebidanan 2008)
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu :
a. Pengeluaran lendir
b. Lendir bercampur darah
3. Dapat disertai ketuban pecah

4. Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks.


a. Pelunakan serviks
b. Pendataran serviks
c. Terjadi pembukaan serviks
(Manuaba 1998)
2.1.7 Faktor-faktor penting dalam persalinan
1. Power
a. His (kontraksi otot rahim)
b. Kontraksi otot dinding perut
c. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan
d. Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
2. Pasanger
Janin, plasenta
3. Passage
Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.
(Manuaba 1998)
2.1.8 Mekanisme Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu :
1. Kala I : Waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10
cm.
Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan
meningkat (frekuensi dan kekuatan) hingga serviks membuka lengkap (10 cm) kala
satu persalinan terdiri atau dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif
a. Fase laten
1) Dimulai sejak awal berkontrasksi yang menyebabkan penipisan dan
pembukaan serviks secara bertahap.
2) Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm.
3) Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam.
4) Kontraksi mulai teratur tetapi lamanya masih diantara 20-30 detik.

b. Fase aktif
1) Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap
(kontraksi dianggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam
waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih).
2) Dan pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi
dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nuli para atau primigravida) atau
lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).
3) Terjadi penurunan bagian terbawah janin
(Asuhan Persalinan Normal, 2008)
Dalam buku-buku, proses membukanya serviks disebut dengan berbagai
istilah: melembek (softening), menipis (thinned out ), obblitrasi (obblitrated )
mendatar dan tertarik keatas (effaced and taken up) dan membuka (dillatation).
2. Kala II : Kala pengeluaran janin janin, waktu uterus dengan kekuatan his tambah.
Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat dan lebih lama. Kirakira2-5 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ke ruang panggul, sehingga
terjadilah tekanan pasa otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris yang
menimbulkan masa mengedan karena tekanan pada rectum, ibu seperti merasa mau
buang air besar, dengan terasa tanda anus membuka pada waktu his, kepala janin
mulai kelihatan. Vulva membuka dan perineum meregang. Dengan his mengedan
yang terpimpin, akan lahirlah kepala dengan diikuti badan rahim
(Sinopsis Obstertri 1998)
3. Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran
Setelah kala II kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit dengan
lahirnya bayi, sudah melepaskan plasenta.
Lepasnya plasenta sudah diperkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda
dibawah ini:
a. Uterus menjadi bundar
b. Uterus terdorong keatas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim
c. Tali pusat bertambah panjang
d. Terjadi perdarahan
Melahirkan plasenta dilakukan dengan dorongan ringan secara creede pada
fundus uteri
4. Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam

Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan post partum


paling sering terjadi pada 2 jam pertama.
Observasi yang dilakukan:
a. Tingkat kesadaran penderita
b. Pemeriksaan tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, pernafasan
c. Kontraksi uterus
d. Terjadinya perdarahan
Perdarahan dianggap normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc.
(Manuaba1998).
Lamanya perdarahan pada primi dan multi adalah:
Kala
Primi
I
13 jam
II
1 jam
III
jam
Lama Persalinan 14 jam
(Sinopsis Obstetri 1998)

Multi
7 jam
jam
jam
7 jam

Perbedaan primigravida dengan multigravida:


Primi
Serviks mendatar (effacement) dulu Mendatar
baru dilatasi
Berlangsung 13-14 jam
(Sinopsis Obstetri, 1998)

Multi
dan
membuka

bersamaan
Berlangsung 6-7 jam

Frekuensi minimal penilaian dan intervensi dalam persalinan normal


Parameter

Frekuensi pada fase laten

Frekuensi pada fase aktif

Tekanan darah
Suhu badan
Nadi
Denyut jantung

Setiap 4 jam
Setiap 4 jam
Setiap 30-60 menit
Setiap 1 jam

Setiap 4 jam
Setiap 2 jam
Setiap 30-60 menit
Setiap 30 menit

janin
Kontraksi
Pembukaan

Setiap 1 jam
Setiap 4 jam

Setiap 30 menit
Setiap 4 jam

serviks
Penurunan

Setiap 4 jam

Setiap 4 jam

bisa

Pemeriksaan dalam
Pada setiap pemeriksaan dalam, catatlah hal-hal sebagai berikut:
- Warna cairan amnion
- Dilatasi serviks
- Penurunan kepala (yang dapat dicocokan dengan periksa luar)
Jika serviks belum membuka pada pemeriksaan dalam pertama, mungkin
diagnosis inpartu belum dapat ditegakkan.
- Jika terdapt kontraksi yang menetap, periksa ulang wanita tersebut setelah 4
jam,untuk melihat perubahan pada serviks. Pada tahap ini jika serviks terasa
tipis danterbuka maka wanita tersebut dalam keadaan inpartu, jika tidak
terdapat perubahan, maka diagnosisnya adalah persalinan palsu.
- Pada kala II persalinan lakukan pemeriksaan dalam setiap jam.
Penurunan kepala janin menurut system persalinan
Perikasa dalam
= 5/5

Keterangan
Kepala diatas PAP mudah digerakan

= 4/5

H= I-II

Sulit digerakan, bagian terbesar kepala belum masuk


kedalam panggul

= 3/5

H=II-III

Bagian terbesar kepalabalum masuk panggul

= 2/5

H=III+

Bagian terbesar kepalasudah masuk panggul

=1/5

H=III-IV

Kepala didasar panggul

=0/5

H=IV

Di Perinium

(Maternal Neonatal, 2007:N-9)

BAB III
TINJAUAN KASUS

A Pengkajian
1

Identitas Klien

Nama ibu

: Ny. Heni

Nama Suami : Tn. Angga Wijaya

Umur

: 23 Tahun

Umur

: 26 Tahun

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: D3

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: PNS

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Suku/Bangsa : Palembang/Indonesia

Alamat

Alamat

: Seputih Banyak
Lam-Teng

: Seputih Banyak
Lam-Teng

Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil anak pertama. Usia kehamilan cukup bulan mengeluh
perutnya mules dan menjalar sampai ke pinggang sejak pukul 04.00 Wib.

3.

Riwayat Perkawinan
Kawin pertama umur

: 22 tahun

Menikah

: 1 kali

Lama

: 1 tahun

Status

: Menikah

Riwayat kesehatan
a Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan hamil anak pertama. Usia kehamilan cukup bulan
mengeluh perutnya mules dan menjalar sampai ke pinggang sejak pukul
b

04.00 Wib.
Riwayat kesehatan yang lalu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC dan
HIVaids, penyakit menurun seperti diabetes mellitus, asma, dan penyakit
c

menahun seperti jantung, TBC, dan ginjal.


Riwayat kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga ibu dan suaminya tidak ada yang menderita
penyakit menular seperti TBC dan HIVaids, penyakit menurun seperti
diabetes mellitus, asma, dan penyakit menahun seperi jantung, TBC, dan

ginjal.
Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak ada riwayat kehamilan kembar, baik dalam keluarga
ibu atau pun suaminya.

Riwayat menstruasi
Amenorrhoe
: 9 bulan
Menarche
: 13 tahun
Lama
: 6 7 hari
Banyak
: 3x ganti pembalut / hari
Siklus
: 28 hari
Teratur / tidak : teratur
Flour albus
: tidak terdapat penguaran flour albus
HPHT
: 1 mei 2006
HPL
: 8 februasi 2007

Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu

Persalinan
Ha

Tmp

mil

ke-

Tgl
Lahir

UK

pers
alina
n

1.

Usia

Nifas
Komplik

Jnis
Pers

Peno

alina

long

asi

ibu

Anak

bay J
i

anak

BP

PB

La

km

kta

plk

si

si

Hamil ini

Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencananya setelah
melahirkan ia ingin memakai kb suntik 1 bulan.

Riwayat kehamilan sekarang


Ibu mengatakan hamil anak ke: 1

KB

Pengerakan janin yang pertama kali dirasakan pada umur kehamilan 3 bulan
Pengerakan janin dalam 24 jam terakhir : Ibu merasakan sebelum mules
perutnya dirasakan gerakan janin sedikit berkurang.
ANC
:
TM I
: Frekuensi
: 1 x di Posyandu
Keluhan
: Ibu mengatakan mual muntah di pagi hari.
Terapi
: Vit B6, kalk
TMII

Frekuensi

: 1 x di Posyandu

Keluhan
: Tidak ada keluhan
Terapi
: Tablet Fe, Kalk, Vit C
TM III
: Frekuensi
: 2 x di Posyandu
Keluhan
: Tidak ada keluhan
Terapi
: Fe, Kalk, Vit C
Imunisasi TT : TT 1
: Pada usia kehamilan 2 bulan.
TT 2
: Pada usia kehamilan 5 bulan.
Senam hamil: Ibu mengatakan tidak pernah melakukan senam hamil, hanya
berjalan-jalan di pagi hari.
Perawatan payudara : Ibu mengatakan selalu membersihkan puting susunya saat
mandi dengan air hangat.
10 Pola Kebiasaan sehari-hari
No.

Pola Kebiasaan

a.

Nutrisi

Uraian

Sebelum Hamil

Sesudah Hamil

Makan (jenis 3x / hari, porsi sedang 3x / hari, porsi sedang


dan

(pagi,

siang,

malam), (pagi, siang, malam),

frekuensi)

biasanya makan nasi, biasanya makan nasi,


lauk tempe / tahu, sayur

lauk tempe / ikan,


sayur

Minum (jenis Air putih, 6 gelas/ Air putih, 8 gelas/


dan

hari, dan teh hangat

hari.

frekuensi)
Buah-buahan
(jenis

Buah pisang kadang Pisang dan papaya 3

dan kadang

hari sekali

jumlah)
b.

Eliminasi

BAK

5 6 kali/ hari, kuning 8 - 9 kali/ hari,

(frekuensi,

jernih, bau khas, sedang

warna,

bau,

konsistensi,

kuning

jernih,

bau

khas, sedikit-sedikit

jumlah)
BAB

1 kali/ hari, kuning, 1 kali/ hari, kuning,

(frekuensi,

padat, bau khas, banyak

padat, bau khas, cukup

Tidur malam

7 jam / hari

8 jam / hari

Tidur siang

Tidak ada

3 jam / hari

Keluhan

Tidak ada

Seiring dengan usia

warna,

bau,

konsistensi,
jumlah)
c.

Istirahat

kehamilan keluhannya
adalah
tidur

pada
yang

posisi
sedikit

kurang nyaman
d.

Aktivitas

Kegiatan

Ibu sehari-harinya hanya Ibu

sehari-harinya

sehari hari mengerjakan pekerjaan hanya


(di

rumah rumah

atau

di

Personal

Mandi

hygine

Mencuci

rumah,

untuk tidur.
2 kali / hari (pagi dan 2 kali / hari (pagi dan
sore)

Sikat gigi

pekerjaan

siang hari digunakan

tempat kerja)
e.

mengerjakan

sore)

2 kali / hari (pagi dan 2 kali / hari (pagi dan


malam)

malam)

3 hari sekali

3 hari sekali

rambut
Ganti pakaian 2 kali / hari (setelah 2 kali / hari (setelah
dalam

mandi)

mandi)

Ganti pakaian 2 kali / hari (setelah 2 kali / hari (setelah


luar

mandi)

11 Perilaku kesehatan (kebiasaan-kebiasaan)


Merokok
: tidak
Minum jamu
: tidak

mandi)

Minuman keras
: tidak
Pantangan (makan/minum): ibu mengatakan tidak ada pantangan dalam hal makan
dan minum.
12 Psikologis
Ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan ini.

B Pemeriksaan Fisik
1

Keadaan umum ibu : baik


Kesadaran

: composmentis

Tanda-tanda vital :
TD

: 110/80 mmHg

RR

: 80 x/menit

Temp : 370C

TB/BB : 157 cm / 55 kg

LILA

Pemeriksaan fisik

: 24 x/menit

: 24 cm
a Rambut

Tidak ada ketombe, tidak mudah rontok

dan tidak mudah dicabut, warna hitam dan agak kotor


b Mata :

Bentuk simetris, konjungtiva merah muda,

sklera tidak ikterik dan tidak ada oedema


c Hidung

Bersih, tidak ada polip, penciuman baik,

bersih
d Gigi & mulut

Bersih, tidak ada ada caries dan

tidak ada stomatitis


e Telinga

Bentuk simetris, bersih dan fungsi

pendengaran baik
f Leher

Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid

dan vena jugularis


g Dada

abnormal.
h Payudara
Bentuk

: menonjol, simetris

Bentuk simetris, tidak ada benjolan

Areola mamae : terdapat hiperpigmentasi


Colostrum

: sudah keluar

Benjolan

: tidak terdapat benjolan yang abnormal

Bekas luka

: tidak terdapat bekas luka

Kebersihan

: bersih
i Abdomen

Bentuk

: simetris

Pembesaran

: sesuai dengan usia kehamilan

Bekas luka

: tidak terdapat bekas luka akibat operasi.

j. Ekstermitas
Atas

: tidak ada oedema, gerakan normal, tidak ada luka, bentuk


simetris

Bawah

: tidak ada oedema, tidak ada varises, reflek patela (+) fungsi
ekstermitas baik

k.

Genetalia
Tanda chadwick : terdapat tanda chadwik biru ke ungu-unguan.
Varices

: Tidak terdapat varices pada genetalianya.

Oedema

: : Tidak terdapat oedema pada genetalianya.

Bekas luka

: Tidak terdapa bekas luka

Kelenjar bartholini : tidak ada pembesaran kelenjar bartolini


Pengeluaran

: lendir bercampur darah

Hemoroid

: tidak terdapat hemoroid

Kebersihan

: bersih

(Palpasi)
Leopold

:
1 Leopold I

TFU pertengahan pusat dan Px, (36 cm)

pada fundus teraba bagian yang lunak, tidak melenting dan


kurang bundar berarti bokong.
2 Leopold II

Pada perut bagian sebelah kiri teraba ada

tahanan yang lebar, datar dan lurus berarti punggung, bagian


kanan teraba bagian kecil-kecil berarti ekstermitas.
3 Leopold III :

Bagian bawah teraba bulat, keras dan

melenting berarti kepala


4 Leopold IV : BAP (Konvergen)
TBJ

= (TFU 11) x 155


= (36 11) x 155
= 3875 gram

Frekuensi His

(Auskultasi)
DJJ

: 2 x dalam 10 menit, lemah, lamanya < 20 detik

:
: 140 x/menit

(Perkusi)
Reflek patela

: (+) / (+)

Pemeriksaan Dalam
Tanggal

: 2 februari 2007

Pukul

: 09.30 WIB

Vulva/pengeluaran pervaginam : blood slym


Perineum

: kaku, tidak ada bekas luka

Vulva

: tidak ada oedema dan varises

Periksa rugea : tebal, tiak ada benjolan


Porsio

: tebal, lunak, pembukaan 1 cm

Serviks

: tebal

Ketuban

: belum pecah/utuh (+)

Presentasi

: kepala, UUK kiri depan

Penurunan

: hodge I

II INTERPRESTASI DATA DASAR


1

Diagnosa
Ibu G1P0A0 hamil 39 minggu, janin tunggal, hidup, PUKI, memanjang intrauterin,
presentasi kepala, inpartu kala I fase laten.
Dasar :
a

Ibu mengatakan hamil anak pertama

HPHT

: 1 Mei 2006

TP

: 8 Februari 207

Pada pemeriksaan leopold di dapat hasil


Leopold I

: TFU pertengahan pusat-PX, fundus teraba bokong

Leopold II : bagian kiri teraba bagian keras, panjang diri bagian kanan ibu
teraba bagian kecil (ekstermitas)
Leopold III : bagian terendah teraba kepala
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP
DJJ

: 140 x/menit

Hasil pemeriksaan dalam pukul : 09.30 Wib


Vulva

: pengeluaran pervagina berupa blood slym, tidak ada oedema,


tidak ada varises dan bekas luka, tidak ada hemoroid.

Rugea

: tebal, tidak ada benjolan

Porsio

: lembut dan tipis, pembukaan 2 cm

Serviks

: tebal

Ketuban

: belum pecah/utuh (+)

Presentasi : UUK kiri depan


Penurunan : hodge II

Masalah
Fase laten memanjang
Dasar :
Ibu melaui fase laten lebih dari 8 jam.

III

Kebutuhan
a

Mengatasi kebutuhan nutrisi ibu untuk mengantisipasi kelelahan

Memberikan support kepada ibu

Pertolongan persalinan yang aman dan nyaman

IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


Potensial terjadinya partus lama akibat fase laten yang memanjang
Dasar :
-

Ibu inpartu kala II

Fase laten berlangsung lebih dari 8 jam

IV

Ibu hamil anak 1

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Kolaborasi dengan dokter bila ada komplikasi pada kala I proses persalinan.

V RENCANA ASUHAN KEBIDANAN


1

a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini

Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis pada saat proses


persalinan

Observasi kala I menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada komplikasi

Siapkan ruangan bersalin, alat, kebutuhan fisik dan psikologis ibu serta
persiapkan bidan dengan memperhatikan teknik aseptik dan antiseptik

VI

Penyuluhan cara mengejan yang efektif


a

Jelaskan manfaat mengejan yang efektif

Ajarkan ibu cara mengejan yang efektif

Observasi cara mengejan ibu

Penyuluhan mengatasi rasa nyeri


a

Jelaskan penyebab nyeri

Ajarkan cara mengatasi nyeri

Pemenuhan nutrisi (asuhan sayang ibu)


a

Beri ibu makan jika lapar

Beri ibu minum jika haus

Beri ibu minuman manis sebagai penambah tenaga

Suruh ibu istirahat jika lelah

IMPLEMENTASI LANGSUNG
1

a. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini ibu telah memasuki kala I
persalinan dengan fase laten memanjang

Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis

Melakukan observasi kala I menggunakan lembar observasi dan partograf,


mengenai DJJ, penurunan kepala, pembukaan serviks, frekuensi his dan tanda
vital

Persiapan persalinan :
1

Ruang bersalin

Menyiapkan alat persalinan


Partus set, heating set, air DTT dan klorin, pakaian bayi, handuk, tempat
sampah kering dan basah.

Menyiapkan alat resusitasi

Menyiapkan pakaian bayi

Memantau kemajuan persalinan dengan partograf

PD setiap 4 jam 1 x atau indikasi inpartu

Menyiapkan alat penanganan syok dan perdarahan

Memenuhi kebutuhan fisik ibu, makan, minum, BAK dan BAB

Memenuhi kebutuhan psikologis ibu


Memberikan dukungan persalinan

10 Menyiapkan alat (pelidung diri) untuk bidan: mitela, masker barascort,


kacamata, hand scoen, spatu booth.
11 Melakukan penyuluhan mengenai cara mengejan yang efektif
a

Menjelaskan manfaat mengejan efektif pada ibu, apabila ibu mengejan


dengan baik dapat membantu mempercepat penurunan kepala dan
pengeluaran bayi.

Mengajarkan cara mengejan yang efektif, mengejan dilakukan pada saat


his dan telah memasuki kala II persalinan, sehingga diafragma berfungsi
lebih baik, badan ibu dilengkungkan dengan dagu di dada atau mata
melihat perut, kaki ditarik kearah badan sehingga lengkungan badan
dapat membantu mendorong janin.

12 Mengobservasi cara mengejan ibu


2

Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh fase laten
yang memanjang
a

Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Nyeri disebabkan karena adanya


kontraksi uterus yang akan membantu mendorong janin untuk turun

Mengajarkan cara mengatasi nyeri, ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila masih
bisa, kemudian menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, agar
pembukaan serviks lebih cepat.

Ibu bersedia untuk miring ke kiri

Kemajuan persalinan baik

Hasil pengawasan kala I dengan partograf


DJJ

: 140 x/menit

Penurunan kepala : hodge II


TTV :

TD

: 110/80 mmHg

Nadi

: 80 x/menit

RR

: 22 x/menit

Suhu

: 37 0C

Kandung kemih : kosong


Frekuensi His

: 2 x dalam 10 menit, lemah, lamanya < 20 detik

VII. Evaluasi
Tanggal

: 2 februari 2007

Pukul

: 09.30 WIB

: Ibu mengeluh perutnya mules dan menjalar sampai ke pinggang.

: - Kedaan umum : baik


- Kesadaran : composmentis.
- TTV : TD
: 110/80 mmHg
N

: 80 x/menit

RR

: 24 x/menit

Temp

: 370C

- LILA : 24 cm
- Payudara : Areola mamae
Colostrum
- Leopold

: terdapat hiperpigmentasi
: sudah keluar

Leopold I

: TFU pertengahan pusat dan Px, (36 cm) pada fundus


teraba bagian yang lunak, tidak melenting dan kurang
bundar berarti bokong.

Leopold II

: Pada perut bagian sebelah kiri ibu teraba ada tahanan


yang lebar, datar dan lurus berarti punggung (pu-ki),
bagian

kanan

teraba

bagian

kecil-kecil

berarti

ekstermitas.
Leopold III

: Bagian bawah teraba bulat, keras dan melenting berarti


kepala

Leopold IV

: BAP (Konvergen)

- DJJ

: 140 x / menit

- Frekuensi His

: 2 x dalam 10 menit, lemah, lamanya < 20 detik

/v

: blood slym

- VT

: Serviks tebal, portio tebal dan lunak, pembukaan 1 cm,


ketuban (+), kepala (UUK kiri depan) H 1

- HPHT
- HPL
A

: 1 mei 2006
: 8 februasi 2007

: Ibu G1P0A0 hamil 39 minggu, janin tunggal, hidup, PUKI, memanjang


intrauterin, presentasi kepala, inpartu kala I fase laten.

: -

Observasi TTV dan keluhan.

Tirah baring (bed rest).

Observasi CHPB.

Kolaborasi dengan dokter.

Pengawasan Kala I
Tgl

Wakt Pembuka Kondisi


an

TD

Pol R

Kondisi janin
Temp Obat

cair Kontraksi

DJJ

Penuruna Ketuban/

02-02-

serviks

9.30

2 cm

2007

110/ 80

yang

diberikan

24 370C -

80

uterus/his

n kepala

Kekuatan

140

lemah,

x/mn

lama

<20 t (+)

detik,

2x

dalam

10

mnt
10.00

81

Kekuatan

145

lemah,

x/mn

lama < 20 t (+)


detik

2x

dalam

10

mnt
10.30

80

Kekuatan

150

lemah,

x/mn

lama < 20 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
11.00

79

Kekuatan

152

lemah,

x/mn

lama < 20 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
11.30

80

26 37,80
C

Kekuatan

140

lemah,

x/mn

lama < 20 t (+)


detik

4/5

penyusup
an

+/0

frekuensi
2x

dalam

10 mnt
12.00

75

Kekuatan

135

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
12.30

80

Kekuatan

144

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
13.00

76

Kekuatan

140

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
02-022007

13.30 3 cm

80

37,30

Kekuatan

134

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt

4/5

+/0

14.00

76

Kekuatan

130

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
14.30

75

Kekuatan

135

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
15.00

78

Kekuatan

132

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
15.30

75

37,80

Kekuatan

140

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi
2x

dalam

10 mnt
16.00

73

Kekuatan

135

sedang,

x/mn

lama 20-40 t (+)


detik
frekuensi

2x

dalam

10 mnt

16.3

Kekuatan

kuat lama > x/mnt


40

140

dtk (+)

frekuensi
2x

dalam

10 mnt
17.0

Kekuatan

kuat lama > x/mnt


40

145

dtk (+)

frekuensi
2x

dalam

10 mnt
02-02-

17.3

2007

4 cm

73

370

Kekuatan

kuat lama > x/mnt


40

dtk (+)

frekuensi
2x

135

dalam

10 mnt

3/5

+/0