Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM FISIKA

1.

Judul Praktikum

: Gerak Parabola

2.

Tujuan Praktikum

: Memahami komponen mendatar dan komponen vertikal dari gerak


parabola

3.

Tanggal Praktikum

: .

4.

Alat dan Bahan

: Bola kecil (2 buah), bidang miring, mistar, alas karton atau buku.

5.

Dasar Teori:

v0

Sebuah benda yang dilempar dengan kecepatan awal


dan sudut elevasi akan membentuk
lintasan berbentuk parabola. Pada arah sumbu mendatar, benda mengalami GLB dengan
persamaan:

v x v0 x v0 cos const

x x0 (v0 cos )t

Sedangkan pada arah sumbu vertikal, benda mengalami GLBB dengan persamaan:

v y v0 sin gt

y y0 (v0 sin )t 12 gt 2

Untuk gerak yang tidak ada gesekannya, maka jumlah energi potensial dan energi kinetiknya tetap
(Teorema Konsvervasi Energi Mekanik). Secara matematis, jika P dan Q adalah sembarang titik
pada lintasan benda, maka dapat ditulis:

mghP 12 mvP2 mghQ 12 mvQ2

6.

Cara/prosedur praktikum:
PERCOBAAN P1:
(1)

Angkat dua bola kecil pada ketinggian yang sama. Bola 1 ditahan dengan tangan sedangkan

bola 2 ditahan pada tepi buku atau karton (Perhatikan gambar!).


(2)

Lepaskan bola pertama tanpa kecepatan awal dan sentillah arah mendatar bola kedua pada
saat yang bersamaan. Amatilah apakah kedua bola menyentuh lantai pada saat bersamaan
pula atau tidak. Catat hasil pengamatan Anda ke tabel A.

(3)

Ulangi percobaan yang sama 3 kali lagi. Catat hasil pengamatan ke tabel A.

(4)

Setelah selesai, silahkan lanjutkan ke Percobaan P2!

PERCOBAAN P2:
(1)

Susun bidang miring, meja dan bola seperti pada gambar! Pada dasar bidang miring
letakkan kertas untuk mempermulus gerak bola. Ukur ketinggian bola mula-mula dari meja
(yaitu jarak antara titik P dan meja). Ukur ketinggian meja dari lantai (yaitu jarak antara
titik Q dan lantai). Masukkan hasil pengukuran tersebut ke tabel B.

(2)

Lepaskan bola dengan tenang (tanpa kecepatan awal). Bola akan menuruni bidang miring,
lalu bergerak sepanjang meja dan akhirnya jatuh dengan membentuk lintasan parabola.

Misalkan bola jatuh di lantai pada titik R. Ukur jarak titik R ke kaki meja (yaitu ukurlah
jarak X seperti pada gambar). Masukkan hasil pengukuran ke tabel C.
(3)
7.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada

Data Pengamatan:
Tabel A
Percobaan
ke:

Bola 1 dan bola 2 jatuh ke lantai


pada waktu yang sama, hampir
sama, atau jauh berbeda?

Jika waktunya tidak sama, mana


yang lebih sampai dahulu, bola 1
atau bola 2?

1
2
3
4

Tabel B
Ketinggian bola mula-mula dari meja:

(.) cm

Ketinggian meja dari lantai:

(.) cm

Tabel C
Jarak posisi jatuh bola pada lantai ke kaki
meja (jarak X):
8.

(.) cm

Pertanyaan-pertanyaan:
(1)

Berdasarkan data tabel A, dari keseluruhan percobaan dapat disimpulkan bola 1 dan bola 2
jatuh dalam waktu yang sama, hampir sama, atau berbeda jauh?

(2)

Secara teori, bola 1 dan bola 2 pada Percobaan P1 apakah akan jatuh pada waktu yang sama
atau tidak sama? Jelaskan alasannya dan tunjukkan secara matematis dasar jawaban Anda!

(3)

Sesuaikah hasil teori pada poin (2) dengan hasil percobaan pada poin (1) ? Jelaskan!

(4)

Sekarang kita beralih ke Percobaan P2. Dengan Teorema Konservasi Energi Mekanik,
tentukan besar kecepatan bola ketika berada di titik Q dengan menggunakan data pada Tabel
B dan nilai g = 9,8 m/s2 !

(5)

Dengan menggunakan persamaan gerak parabola dan nilai kecepatan bola di titik Q pada poin
(4), tentukan jarak posisi jatuh bola ke kaki meja (yaitu tentukan besar jarak X)!

(6)

Bandingkan hasil pada poin (5) dengan hasil pengukuran pada Tabel C! Apakah kedua nilai
tersebut sama, hampir sama, atau berbeda jauh? Jelaskan!

(7)

Dari Percobaan P1 dan P2 ini, kesimpulan apa yang dapat Anda tarik?