Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PEMERIKSAAN FISIK

PENDENGARAN

DISUSUN OLEH :
1. Christin Selyana Putri
2. Desy Anggraini

(S15056)
(S15057)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2016

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang atas
rahmat dan bimbinganNya kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir ini.
Tugas ini merupakan hasil dari tugas mandiri bagi para mahasiswa, untuk belajar
dan mempelajari lebih lanjut tentang topik pemeriksaan fisik telinga.
Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk menumbuhkan proses belajar mandiri
kepada mahasiswa, agar kreativitas dan penguasaan materi kuliah dapat optimal sesuai
dengan yang diharapkan.
Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam
mengetahui tentang pemeriksaan fisik telinga. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat dan
senantiasa menjadi sahabat dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang, kritik dan
saran dari dosen pengampu mata kuliah dan juga teman-teman sangat kami harapkan untuk
perbaikan dan penyempurnaan dalam belajar pada masa mendatang.
Surakarta, 13 juni 2016

Penyusun

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL

..................................................................................................

KA TA PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR ISI

.................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

......................................................................................

B. Rumusan masalah

......................................................................................

C. Tujuan penulisan

......................................................................................

D. Manfaat

.....................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Alat pemeriksaan

.............................................................................

B. Cara pemeriksaan

.............................................................................

C. Cara pemeriksaan ketajaman .............................................................................


BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan

......................................................................................

B. Saran

......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Telinga merupakan salah satu alat indera yang penting bagi manusia. Oleh karena itu
harus sangat dijaga akan kebersihan dan kesehatan telinga. Adapun yang melatar
belakangi pembentukan makalah ini adalah karena semakin banyaknya penyakit yang
berhubungan dengan telinga. Maka penulis berharap dengan adanya makalah ini bisa
membantu pembaca untuk semakin menjaga kebersihan telinga, serta melakukan
pemeriksaan fisik terhadap telinga.

B. Rumusan masalah
1. Apa yang digunakan dalam pemeriksaan telinga?
2. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan telinga secara baik?
3. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan ketajaman pendengaran?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui alat yang digunakan dalam pemeriksaan telinga.
2. Untuk mengetahui cara pemeriksaan telinga secara baik.
3. Untuk mengetahui cara melakukan pemeriksaan ketajaman pendengaran.

D. Manfaat
1. Mengetahui alat yang digunakan dalam pemeriksaan telinga.
2. Mengetahui cara pemeriksaan telinga secara baik.
3. Mengetahui

cara

pemeriksaan

iv

ketajaman

pendengaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Alat yang digunakan dalam pemeriksaan telinga.


Sebelum mengetahui alat apa yang digunakan, lebih baik jika kita mengetahui
anatomi dari telinga terlebihi dahulu, antaranya adalah telinga bagian luar, bagian
tengah dn bagian dalam.
1.

Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari aurikula, liang telinga luar meatusakustikus eksternus,

dan membran timpani yang membatasi ujung dalam liang telinga luar.Aurikula
terdiri atas auricula elastika (daun telinga) dan lobulus auricula (cuping telinga).
Daun telinga mempunyai bentuk yang khas disebabkan ad anya lempeng tulang
rawan.
Lempengan tulang rawan tersebut dilapisi oleh kulit tipis yang mengandung
folikel rambut,

kelenjar se bacea dan keringat. Meatusakustikus eksternus

membentang dari auricular sampai membrane timpani. 1/3 bagian luar mempunyai
dinding tulang rawan elastis, dan 2/3 bagian dalam berdinding tulang.Dalam liang
telinga ditemukan serumen, yang merupakan gabungan sekret kelenjar sebacea
dan kelenjar serumen (modifikasi kelenjar keringat).Membran timpani berbentuk
oval dan letaknya obliq menutupi bagian terdalam liang telinga luar. Pada membran
timpani melekat maleus (tulang pendengaran). Bagian atas membran timpani tidak
mengandung serat serat kolagen dan disebut bagian flasida (membrane Shrapnell).

2. Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan suatu rongga berbentuk seperti lensa bikonkaf,
dinding lateralnya adalah membrane timpani dan dinding
permukaan luar dari telinga dalam. Rongga ini

medialnya adalah

dilalui oleh tiga tulang

pendengaran. Rongga ini berhubungan dengan nasofaring melalui tuba auditorius (


Eustachius). Telinga tengah terdiri atas rongga timpani dan tuba auditorius.

3. Telinga Dalam
Telinga dalam terdiri dari system saluran yang tak beraturan (labirin
membranosa) yang dibatasi oleh tulang. Labirin membranosa terdiri atas ductus

cochlearis ( skala media), Utrikulus dan Sacculus, Ductus semicirkularis, ductus


dan saccus endolymphaticus.

Gejala penyakit pada telinga adalah: Kehilangan pendengara,Pusing atau


sensasi berputar ,Telinga berdenging atau bunyi mendengung,Pengeluaran
cairan,Nyeri telinga.
Adapun alat yang digunakan dalam pemeriksaan telinga adalah Lampu
kepala,Corong telinga,Otoskop,Pelilit kapas,Pengait serumen,Pinset telinga.
B. Pemeriksaan fisik dengan baik
1.

Garpu tala
Pemeriksaan fisik telinga dilakukan dengan pemeriksa duduk didepan pasien.

Pasien duduk dengan posisi badan condong sedikit ke depan dan kepala
pasienlebih tinggi dari pemeriksa untuk memudahkan melihat liang telinga dan
membran timpani.

Pemeriksaan fisik telinga mencakup hal-hal berikut:


1.Pemeriksaan telinga luar
2.Pemeriksaan otoskopik

Pemeriksaan Telinga Luar


a. Inspeksi Struktur Telinga Luar
Inspeksi pina untuk melihat ukuran, posisi, bentuknya dan amati apakah ada
kelainan. Pina harus terletak dibagian tengah dan harus
besarnya wajah dan kepala. Amati

adanya

sesuai dengan

pengeluaran cairan. Jika ada

pengeluaran cairan catatlah warna, konsistensi dan kejernihannya.

b.

Palpasi struktur Telinga Luar


Pina dipalpasin untuk mencari ada tidaknya nyeri tekan,pembengkakan, atau
nodulus. Tarik pina dengan lemah lembut ke atas atau ke bawah atau dengan
menekan tragus dan mintalah pasien untuk menatakan jika sakit. Nyeri palpasi
pada tragus menunjukkan adanya infeksi meatus akustikus ekaternus (MAE)
atau adanya masalah pada persendian temporomandibular. Daerah telinga
posterior harus diperiksa untuk melihat adnya jaringan parut atau
2

pembengkakan. Nyeri tekan mungkin menun jukkan suatu proses supuratif


pada tulang mastoid

Pemeriksaan Otoskopik
Pemeriksaan telinga dengan memakai otoskop untuk melihat

visualisasi

struktur telinga dengan baik. Gunakan Otoskop dengan speculum dengan ukuran
yang nyaman di telinga pasien dan periksa apakah menghasilkan cahaya yang baik.

C. Pemeriksaan Ketajaman Pendengaran.


Melakukan uji Schwabach dengan benar,Melakukan uji Rinne dengan
benar,Melakukan uji Weber dengan benar.Pemeriksaan dilakukan pada telinga kanan
dan kiri.Dapat membuat kesimpulan hasil pemeriksaan dengan Keterangan :
0= tidak dilakukan
1= dilakukan tapi tidak benar
2= dilakukan dengan benar
Nilai :
Total skor
X 100 = ...............

BAB III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Seperti kita semua tahu, telinga manusia adalah organ vital dari sistem sensorik tubuh. Harus tepat,
telinga merupakan organ sistem pendengaran, yang bertanggung jawab untuk indera
pendengaran. Ini melakukan fungsi utama menerima gelombang suara dan mengirimkan
sinyal ke otak. Dengan cara ini, kita dapat mendeteksi dan menginterpretasikan jenis suara yang
berbeda. Selain pendengaran, telinga kita adalah penting untuk penentuan posisi kepala dan
menjaga keseimbangan Badan. Tiga bagian utama dari telinga manusia adalah telinga luar, telinga
tengah, dan telinga bagian dalam. Kerja dari telinga manusia adalah sedemikian rupa sehingga
gelombang suara melakukan perjalanan dari telinga luar ke telinga tengah, yang kemudian
diteruskan ke telinga bagian dalam bentuk gelombang kompresi. Di telinga bagian dalam,
gelombang kompresional diubah menjadi impuls listrik yang dirasakan oleh otak. Dengan cara ini,
kita dapat mendengar dan membedakan berbagai jenis suara. Mari kita bahas secara singkat tentang
bagian-bagian yang berbeda dari telinga manusia dan peran mereka dalam mendengar
. B. Saran
Semoga dapat memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa tentang mekanisme persalinan
normal.
Semoga dapat memberikan manfaat bagi penulis dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan
sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik di lapangan.