Anda di halaman 1dari 16

Makalah

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada
Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar

DI SUSUN OLEH :
NAMA

DANAR YOSTIYA FAUZI

NPM

13630060

PRODI

Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN ini dengan baik.
Makalah ini disusun sedemikian rupa dengan sistematika penulisan
sederhana sehingga mudah dipahami para pembacanya. Terselesaikannya tugas ini
tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
hingga terselesaikannya makalah ini.
Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih
memiliki kekurangan-kekurangan yang dikarenakan keterbatasan kemampuan dan
pengetahuan penulis. Untuk itu sumbang saran dan kritik yang sifatnya
membangun penulis harapkan dari semua pihak guna perbaikan dalam makalahmakalah selanjutnya.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Metro, Juni 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................

KATA PENGANTAR .................................................................................

ii

DAFTAR ISI ...............................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................

A. Latar Belakang ................................................................................

B. Rumusan Masalah ...........................................................................

C. Tujuan Penulisan .............................................................................

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................

A. Pengertian Hakikat Manusia ...........................................................

B. Kepribadian Bangsa Timur .............................................................

C. Pengertian, Unsur, dan Faktor Perubahan Kebudayaan ..................

D. Hubungan Manusia dengan Kebudayaan ........................................

E. Wujud Kebudayaan .........................................................................

F. Orientasi Nilai Budaya ....................................................................

BAB III PENUTUP .....................................................................................

12

A. Kesimpulan .....................................................................................

12

B. Saran .............................................................................................

12

DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia memiliki jenis kebudayaan yang beragam. Di setiap daerah
memiliki adat istiadat yang berbeda pula oleh karena itu manusia dan
kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana kita
tinggal disitu pula terdapat kebudayaan.
Manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan satu sama lain.
Setiap manusia memiliki kebudayaan yang berbeda beda sesuai dengan
lingkungannya, walaupun demikian hal itu tidak menjadi hambatan. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan kebudayaan seperti faktor
lingkungan, alam, dan manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya seiring
dengan berkembangnnya teknologi informasi.
Masih banyak yang belum dipaparkan secara jelas dan terperinci.
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut maka dalam penyusunan tugas
ini, penulis memilih judul MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian hakikat manusia ?
2. Kepribadian bangsa timur ?
3. Pengertian, unsur, dan faktor perubahan kebudayaan ?
4. Hubungan manusia dengan kebudayaan ?
5. Wujud dari kebudayaan ?
6. Orientasi nilai budaya ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian hakikat manusia.
2. Mengatahui Bagaimana kepribadian bangsa timur.
3. Mengetahui pengertian, unsur, dan faktor perubahan kebudayaan.
4. Mengetahui hubungan manusia dengan kebudayaan.
5. Mengetahui wujud dari kebudayaan.
6. Mengetahui orientasi nilai budaya.

iv

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hakikat Manusia
Hakikat manusia adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh
setiap manusia. Kata manusia berasal dari kata manu dari bahasa
Sanksekerta atau mens dari bahasa Latin yang berarti berpikir, berakal
budi, atau bisa juga dikatakan homo yang juga berasal dari bahasa Latin.
Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk
lainnya adalah dapat dikatakan bahwa manusia dilengkapi dengan akal,
pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di
dunia. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki
derajat paling tinggi di antara ciptaan yang lain.
Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan
kedudukan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Berikut penjelasan
yang lebih rinci mengenai makhluk individu dan makhluk sosial.
1. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu mempunyai sifat-sifat individu khas
yang berbeda dengan manusia lainnya. Manusia berbeda dengan manusia
lainnya. Manusia sebagai individu bersifat nyata, yaitu mereka berupaya untuk
selalu merealisasikan kepentingan, kebutuhan, dan potensi pribadi yang
dimilikinya. Hal tersebut akan terus menerus berkembang menyesuaikan
dengan perkembangan kehidupan yang dialaminya dan pertumbuhan yang ada
pada dirinya. Setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan
kemampuan

pribadinya

guna

memenuhi

berbagai

kebutuhan

dan

mempertahankan hidupnya
2. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial, artinya makhluk yang
tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia normal
memerlukan orang lain dan hidup bersama-sama dengan orang lain untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kenyataan ini sesuai dengan pendapat

Aristoteles, menyatakan bahwa manusia adalah zoom politicon, yang berarti


selain sebagai makhluk individu.
Manusia juga termasuk dalam makhluk sosial yang harus berinteraksi
dengan manusia lain. Pada zaman purba, ketika kebutuhannya belum lengkap.
Manusia sering memenuhi kebutuhannya dengan membuat dan mencari
sendiri. Namun dengan semakin meningkat kebutuhan hidupnya, manusia
membutuhkan

orang

lain

untuk

mendukung

kehidupannya.

Pada

perkembangan secara lebih luas dan kompleks, manusia membutuhkan tata


masyarakat, lembaga-lembaga sosial, dan juga membutuhkan negara.
B. Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian diartikan sebagai suatu pola sikap yang mencerminkan sifat
atau karakter seseorang dengan lingkungannya. Kepribadian bangsa timur
dapat diartikan sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang
mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam
berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi
rakyat. Seperti di negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil
memegang poster protes dan di Negara Thailand, mereka berdemokrasi
dengan tertib dan damai.
Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah
lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas
dalam berbagai negara yang mencerminkan negara tersebut memiliki suatu
kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah
Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Dan
terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut
versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang
membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Hal tersebut
merupakan ciri khas kepribadian yang unik.
Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa solidaritas
yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong royong yang
dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan suatu

vi

sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Bangsa timur juga
memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masingmasing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih dilaksanakan
oleh bangsa timur.
Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan upacaraupacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah. Contohnya daerah
Bali yang masih melaksanakan tarian khas daerahnya yaitu tarian pendet,
kecak, tarian barong. Terbuka dengan negara lain merupakan salah satu
kepribadian yang dimilki oleh bangsa timur.
C. Pengertian, Unsur, dan Faktor Perubahan Kebudayaan
1. Pengertian Kebudayaan
Secara

etimologis

kebudayaan

berasal

dari

bahasa

Sansekerta

budhayah, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal.
Sedangkan ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan
secara sistematis dan ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul
Primitive Culture, bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang di
dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat
manusia sebagai anggota masyarakat. Pada sisi yang agak berbeda.
Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan
manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang
harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam
kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan,
dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar,
yang semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.
Secara lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia,
yang meliputi :
a) Kebudayaan materiil (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda-benda
ciptaan manusia, misalnya kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.

vii

b) Kebudayaan non-materiil (bersifat rohaniah), yaitu semua hal yang


tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya agama, bahasa, ilmu
pengetahuan, dan sebagainya
2. Kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif (biologis), melainkan
hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar.
3. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa
masyarakan kemung kinannya sangat kecil untuk membentuk kebudayaan.
Sebaliknya,

tanpa

kebudayaan

tidak

mungkin

manusia

dapat

mempertahankan kehidupannya.
2. Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat

(1985)

menyebutkan

ada

tujuh

unsur-unsur

kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur


kebudayaan universal tersebut adalah :
a) Kesenian
b) Sistem teknologi dan peralatan
c) Sistem organisasi masyarakat
d) Bahasa
e) Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
f) Sistem pengetahuan
g) Sistem religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita memang sudah
mulai memudar, faktor dari budaya luar memang sangat mempengaruhi
pertumbuhan kehidupan di negara kita ini. Contohnya saja anak muda jaman
sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk mengetahui juga
mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan
hanya orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan
kebudayaan asli negara kita tetapi juga para anak muda harus senang dan
mencintai kebudayaan asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang
menjelaskan soal 7 unsur budaya universal yaitu :

viii

1. Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang
dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka. sehingga lahirlah kesenian
yang dapat memuaskan.
2. Sistem teknologi dan peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang barang
dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan
membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain.
3. Sistem organisasi masyarakat
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun
diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki
kelemahan dan kelebihan masing masing antar individu sehingga timbul
rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
4. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah
sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia.
Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa
Inggris.
5. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang barang
dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan
membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
6. Sistem pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang
berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda
pula, sehingga perlu di sampaikan agar yang lain juga mengerti.
7. Sistem religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul
karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

ix

3. Faktor Perubahan Kebudayaan


Pengertian perubahan kebudayaan sendiri adalah adanya ketidak
sesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga
terjadilah keadaan yang ti- dak sesuai dengan fungsinya bagi kehidupan.
Perubahan kebudayaan yang terjadi dalam suatu bangsa tidak luput dari
faktor-faktor yang mempengaruhi. Menurut Soerjono Soekanto faktor-faktor
tersebut terbagi m- enjadi 2, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri
yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya
1) Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi.
2) Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang
sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan
baru (Invention), dan proses pembaharuan atau melengkapi atau
mengganti yang telah ada (Innovation).
3) Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah
kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi
pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha
memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
4) Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada
struktur pemerintahan pada suatu negara.
b. Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui
interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan,
yang diantaranya:
1) Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar
pada suatu negara baik seluruh wujud budaya
2) Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini
disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan
kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan
liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak
lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan
keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum lainnya.

3) Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi),


Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat
khasnya (Akulturasi), dan budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).
D. Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika
manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan
objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal, maksud- nya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu
kesatuan

yang

butuh,ketika

manusia

menciptakan

kebudayaan,dan

kebudayaan itu tercipta oleh manusia. Contoh-Contoh Hubungan Antara


Manusia dengan Kebudayaan :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di
Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di
Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak
yang di besarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani
untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak
desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai
( sense of value ).
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan
sosial tinggi, rendah dan menengah.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan
kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi

xi

Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang


pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara
mereka bergaul.
E. Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
1. Wujud Gagasan
Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada
dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan
sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Sistem gagasan yang telah
dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat
menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung
budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan
berbagai

berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara

berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem
gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
2. Wujud Perilaku (Aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada.
Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan
(difoto dan difilm).
Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan
lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing
aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.
3. Wujud Benda Hasil Budaya
Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba
dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik.
Contoh: bangunan bangunan megah seperti piramida, tembok cina,
menhir, alat rumah tangga seperti kapak
F. Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai budaya
merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran
sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga

xii

dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan
merupakan sebuah sistem nilai nilai budaya.
Secara fungsional sistem nilai ini mendorong individu untuk berperilaku
seperti apa yang ditentukan. Mereka percaya, bahwa hanya dengan berperilaku
seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu
menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau
sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh
karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu.
Sebab, nilai nilai tersebut merupakan wujud ideal dari lingkungan sosialnya.
Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan
wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah olah berada diluar
dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan
yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly
(1994) kelima masalah pokok tersebut adalah: (1) masalah hakekat hidup, (2)
hakekat kerja atau karya manusia, (3) hakekat kedudukan manusia dalam
ruang dan waktu, (4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar, dan (5)
hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
Pola orientasi nilai budaya yang hitam putih tersebut di atas merupakan
pola yang ideal untuk masing masing pihak. Dalam kenyataannya terdapat
nuansa atau variasi antara kedua pola yang ekstrim itu yang dapat disebut
sebagai pola transisional. Kerangka Kluckhohn mengenai lima masalah dasar
dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia dapat dilihat
pada Tabel 1.
Tabel 1. Skema Kluckhohn: Lima Masalah Dasar Yang Menentukan
Orientasi Nilai Budaya Manusia
Orientasi Nilai Budaya
Masalah Dasar Dalam
Hidup

Konservatif

Transisi

Progresif

Hakekat Hidup

Hidup itu
buruk

Hidup itu
baik

Hidup itu sukar


tetapi harus
diperjuangkan

xiii

Hakekat Kerja/karya

Kelangsungan
hidup

Hubungan Manusia Dengan


Waktu

Orientasi ke
masa lalu

Kedudukan
dan
kehormatan /
prestise
Orientasi ke
masa kini

Mempertinggi
prestise

Hubungan Manusia Dengan


Alam

Tunduk
kepada alam

Selaras
dengan alam

Menguasai alam

Hubungan Manusia Dengan


Sesamanya

Vertikal

Horizontal/
kolekial

Individual/mandiri

Orientasi ke masa
depan

Meskipun cara mengkonsepsikan lima masalah pokok dalam kehidupan


manusia yang universal itu sebagaimana yang tersebut diatas berbeda beda
untuk tiap masyarakat dan kebudayaan, namun dalam tiap lingkungan
masyarakat dan kebudayaan tersebut lima hal tersebut di atas selalu ada.
Sementara itu Koentjaraningrat telah menerapkan kerangka Kluckhohn
di atas untuk menganalisis masalah nilai budaya bangsa Indonesia, dan
menunjukkan titik titik kelemahan dari kebudayaan Indonesia yang
menghambat pembangunan nasional. Kelemahan utama antara lain mentalitas
meremehkan mutu, mentalitas suka menerabas, sifat tidak percaya kepada diri
sendiri, sifat tidak berdisiplin murni, mentalitas suka mengabaikan
tanggungjawab.
Kerangka Kluckhohn itu juga telah dipergunakan dalam penelitian
dengan kuesioner untuk mengetahui secara objektif cara berfikir dan bertindak
suku suku di Indonesia umumnya yang menguntungkan dan merugikan
pembangunan.
Selain itu juga, penelitian variasi orientasi nilai budaya tersebut
dimaksudkan disamping untuk mendapatkan gambaran sistem nilai budaya
kelompok kelompok etnik di Indonesia.

xiv

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia di ciptakan pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang tidak
bisa hidup sendiri. Manusia harus berinteraksi untuk mencapai kebutuhannya
dengan adanya interaksi kita akan terjalin hubungan silaturahim dengan orang
lain dan mengenal kepribadian satu sama lain seperti kepribadian bangsa timur
yang identik dengan tepo seliro atau tingkat toleransi yang tinggi dan
sebagainya.
Di setiap daerah pun memiliki budaya yang berbeda beda. Kita sebagai
manusia tidak dapat terlepas dari kebudayaan karena dimana kita tinggal disitu
pula terdapat kebudayaan. Kebudayaan sendiri memiliki wujud dan orientasi
nilai budaya.
B. Saran
Saran yang dapat di berikan adalah walaupun kita memiliki bermacam
macam kebudayaan kita tetap harus saling menjaga dan menghormati satu
sama lain karena kebudayaan yang kita miliki kelak akan menjadi kebanggaan
tersendiri.

xv

DAFTAR PUSTAKA
http://katsuyuki89.blogspot.com/2013/05/kepribadian-bangsa-timur.html
https://anwarabdi.wordpress.com/2013/04/07/ibd-pengertian-kebudayaan/
https://yanuirdianto.wordpress.com/2013/03/10/96/
http://atikkaa.blogspot.com/2012/03/faktor-faktor-yang-menyebabkan.html
https://parkjiyoung.wordpress.com/2013/01/07/hubungan-manusia-dankebudayaan/
http://aghamisme.blogspot.com/2012/10/pengertian-kebudayaan-dan-wujud.html

xvi