Anda di halaman 1dari 45

Pohon masalah

Resiko perilaku mencederai diri


Menurut Yosep, 2009
Akibat
Gangguan sensori/persepsi:
Halusinasi penglihatan
Masalah utama
Isolasi sosial

Penyebab
Harga diri rendah

3. Diagnosa Keperawatan
Menurut Yosep, 2009 diagnosa keperawatan yang muncul adalah :
a. Gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan
b. Isolasi sosial
c. Resiko periaku mencederai diri
d. Harga diri rendah
4.
a.
b.
1)
2)
3)
c.
1)

Rencana Tindakan Keperawatan


Gangguan persepsi sensori halusinasi penglihatan
Tujuan tindakan untuk pasien meliputi :
Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya
Pasien dpat mengontrol halusinasinya
Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal
Tindakan keperawatan
Membantu pasien mengenali halusinasi
Untuk membantu pasien mengenali halusinasi saudara dapat melakukannya dengan cara
berdiskusikan dengan pasien tentang isi halusinasi (apa yang dilihat), waktu terjadi halusinasi,

frekuensi terjadinya halusinasi, situasi yang menyebabkan halusiansi muncul dan respon pasien
saat muncul.
2) Melatih pasien mengontrol halusinasi.
Untuk membantu pasien agar mampu mengontrol halusinasi saudara dapat melatih pasien empat
a)

cara yang sudah terbukti dapat mengendalikan halusinasi. Keempat cara tersebut meliputi :
Menghardik halusinasi adalah upaya mengendalikan diri terhadap halusinasi yang muncul.
Pasien dilatih untuk mengatakan tidak terhadap halusinasi yang muncul atau tidak
mempedulikan halusinasinya. Kalau ini dapat dilakukan, pasien akan mampu mengendalikan diri
dan tidak mengikuti halusinasi yang muncul. Mungkin halusinasi tetap ada namun dengan

1)
2)
3)
4)
b)

kemampuan ini pasien tidak akan larut untuk menuruti apa yang ada dalam halusinasinya.
Tahapan tindakan meliputi :
Menjelaskan cara menghardik halusinasi
Memperagakan cara menghardik
Meminta pasien memperagakan ulang
Memantau penerapan cara ini, menguatkan perilaku pasien.
Bercakap-cakap dengan orang lain
Untuk mengontrol halusinasi dapat juga dengan bercakap-cakap dengan halusinasi orang
lain. Ketika pasien bercakap-cakap dengan orang lain maka terjadi distraksi; focus perhatian

pasien akan beralih dari halusiansi adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain.
c) Melakukan aktifitas yang terjadwal
Untuk mengurangi risiko halusinasi muncul lagi adalah dengan menyibukkan diri dengan
aktifitas yang teratur. Dengan beraktifitas secara terjadwal, pasien tidak akan mengalami banyak
waktu luang sendiri yang seringkali mencetuskan halusinasi. Untuk itu pasien mengalami
halusinasi biasa dibantu untuk mengatasi halusinasinya dengan cara beraktifitas secara teratur

dari bangun pagi sampai tidur malam, tujuh hari dalam seminggu.
Tahapan intervensinya sebagai berikut :
Menjelaskan pentingnya aktifitas yang teratur untuk mengatasi halusinasi
Mendiskusikan aktifitas yang dilakukan pasien
Melatih pasien melakukan aktiftas
Menyusun jadwal aktifitas sehari-hari sesuai dengan aktifitas yang telah dilatih. Upayakan

pasien mempunyai aktifitas dari bangun pagi sampai tidur malam, 7 hari dalam seminggu.
Memantau pelaksanaan jadwal kegiatan, memberikan penguatan terhadap perilaku pasien yang

positif.
d) Menggunakan obat secara teratur
Untuk mampu mengontrol halusinasi pasien juga harus dilatih untuk menggunakan obat
secara teratur sesuai dengan program. Pasien gangguan jiwa yang dirawat dirumah seringkali
mengalami putus obat sehingga akibatnya pasien mengalami kekambuhan. Bila terjadi

kekambuhan maka untuk mencapai kondisi seperti semula akan lebih sulit. Untuk itu pasien

perlu dilatih menggunakan obat sesuai program dan berkelanjutan.


Berikut ini tindakan keperawatan agar pasien patuh menggunakan obat:
Jelaskan guna obat
Jelaskan akibat bila putus obat
Jelaskan cara mendapatkan obat/berobat
Jelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar obat, benar pasien, benar cara,
benar waktu, benar dosis)

5. Implementasi
Menurut Depkes, 2000 Implementasi adalah tindakan keperawatan yang disesuaikan dengan
rencana tindakan keperawatan. Sebelum melaksanakan tindakan keperawatan yang sudah di
rencanakan perawat perlu memvalidasi rencana tindakan keperawatan yang masih di butuhkan
dan sesuai dengankondisi klien saat ini.

6. Strategi Pelaksanaan
Halusinasi
1.
2.
3.
4.
5.

Pasien
Sp1
Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien
1.
Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan
2.

Keluarga
SP 1 k
Mendiskusikan

masalah

yang

keluarga

dirasakan

dalam rawat pasien


Menjelaskan pengertian,

halusinasi
tanda dan gejala halusinasi,
6. Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi
dan jenis halusinasi yang
7. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
8.
Menganjurkan pasien memasukkan cara dialami
pasien
beserta
menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan proses terjadinya.
3.
Mejelaskan
cara-cara
harian
merawat pasien halusinasi
SP II p
SP II k
1. 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 1.
Melatih
keluarga
2. Melaih pasien mengendalikan halusinasi dengan mempraktekkan
cara bercakap-cakap dengan orang lain.

merawat

pasien

3. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal halusinasi


2.
Melatih

cara
dengan
keluaraga

kegiatan harian

melakukan cara merawat


langsung

kepada

halusinasi
SP III k
1.
Membantu

pasien

keluarga

membuat jadwal kegiatan


SP III p

aktifitas di rumah termasuk


1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
minum obat
2. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan
2.
Menjelaskan follow up
melakukan kegiatan (kegiatan yang biasa dilakukan
pasien setelah pulang
pasien)
3. Menganjurkan pasien memasukan dalam kegiatan
harian
SP IV p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2.
Memberikan pendidikan kesehatan tentang
penggunaan obat secara teratur
3. Menganjurkan pasien memasukan dalam kegiatan
harian

7. Evaluasi
Menurut Keliat, 1998 evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari
tindakan keperawatan pada klien.
Evaluasi dapat dilakukan berdasarkan SOAP sebagai pola pikir.
S : respon subjektif dari klien terhadap intervensi keperawatan
O : respon objektif dari klien terhadap intervensi keperawatan
A : analisa ulang atas dasar subjek dan objek untuk mengumpulkan apakah masalah masih ada,
munculnya masalah baru, atau ada data yang berlawanan dengan masalah yang masih ada.
P : perencanaan atau tindakan lanjut berdasarkan hasil analisa pada respon klien

BAB II. ASUHAN KEPERAWATAN KASUS


A. PENGKAJIAN
RUANG RAWAT

: Ruang Kabela

TANGGAL DIRAWAT

: 18 Mei 2013

1. IDENTITAS PASIEN
Inisial
Umur
Jenis kelamin
Agama
Alamat
Pendidikan
Status pernikahan
Tanggal Pengkajian
No. Rekam Medik

: Nn.R.M
: 34 tahun
: Perempuan
: Kristen Protestan
: Liningan Lingkungan III, Tondano
: SD Tidak Tamat
: Belum Menikah
: 18 Juni 2013 Jam : 09.00 WITA
: 14918

2. ALASAN MASUK RUMAH SAKIT


Pasien bicara-bicara sendiri, minum obat tidak teratur
3. FAKTOR PREDISPOSISI dan PRESIPITASI
Pasien pernah masuk Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. V.L Ratumbuysang. Pertama kali masuk
pada bulan September tahun 2008 dan masuk keluar RSJ sebanyak 2 kali, dan terakhir pasien
kembali masuk RSJ pada bulan Mei 2013. Pasien pernah diberikan pengobatan tapi kurang
berhasil karena pasien berobat tidak teratur. Pasien pernah putus dengan pacarnya dahulu.

Disebabkan karena pacarnya sudah punya kekasih lain. Dalam anggota keluarga pasien tidak ada
yang menderita sakit jiwa.

4. PSIKOSOSIAL
a. Genogram

Keterangan
111

:
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
: Orang yang tinggal serumah

b. Konsep diri
1) Citra tubuh
Pasien mengatakan bahwa dirinya menyukai semua anggota tubuhnya
2) Identitas diri
Pasien mampu menyebut identitasnya dengan baik, yaitu nama, umur, agama, alamat, status
perkawinan
3) Peran
Pasien berperan sebagai anak didalam keluarganya. Sedangkan di rumah sakit pasien berperan
sebagai pasien.
4) Ideal diri
Pasien ingin cepat sembuh serta berkumpul bersama keluarga.
5) Harga diri
Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga terutama dengan orang tuanya dalam keadaan
c.

baik. Pasien menyadari bahwa dirinya sakit.


Hubungan Sosial
Dalam kehidupan pasien orang yang paling berarti adalah orangtua. Namun di tempat pasien

dirawat, orang yang paling berarti adalah teman.


d. Kehidupan Spiritual

Pasien menganut agama Kristen Protestan. Menurut pasien sebelum dirawat di RSJ
Ratumbuysang, pasien hampir tiap hari minggu beribadah di gereja. Saat masuk rumah sakit
pasien rutin mengikuti ibadah tiap hari rabu bersama pasien lain.
5. STATUS MENTAL
a. Penampilan
Penampilan pasien tidak rapi, gigi kotor, rambut jarang disisir, kuku kotor
b. Pembicaraan
Saat pengkajian pasien bisa menjawab pertanyaan yang diajukan
c. Aktivitas motorik
Aktivitas pasien tenang
d. Alam perasaan
Takut, karena pasien melihat bayangan laki-laki yang ingin memeluknya
e. Afek pasien
Tidak ada gangguan
f. Interaksi selama wawancara
Pasien kooperatif, mendengar apa yang ditanyakan dan menjawabnya sesuai dengan pertanyaan
yang ditanyakan serta kontak mata baik
g. Gangguan persepsi
Saat pengkajian pasien mengalami halusinasi penglihatan dengan waktu selalu muncul pada
malam hari sebelum pasien tidur. Frekuensi 1-2 jam, isinya adalah melihat seorang hantu lakilaki yang ingin memeluknya. Sedangkan responnya, pasien memanggil perawat yang bertugas di
ruangan tapi mereka tidak mendengarkannya dan pasien pun merasa kesepian dan menyendiri.
h. Proses pikir
Proses pikir pasien sampai pada tujuan pembicaraan.
i. Tingkat kesadaran
Orientasi waktu, tempat dan orang jelas.
j. Memori
Gangguan pada memori jangka panjang
k. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien mudah beralih yaitu saat bertanya, pasien menjawab diluar pertanyaan
l. Kemampuan penilaian
Pasien mengalami gangguan kemampuan penilaian ringan, yaitu dapat mengambil keputusan
sederhana dengan bantuan orang lain.
m. Daya tilik diri
Pasien menyadari dengan penyakit yang dideritanya.
6. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
a. Makan dan minum
Pasien makan 3x/hr, yaitu pagi, sore, dan malam secara mandiri
b. BAB/BAK
Pasien BAB 1x/hr, BAK 4x/hr, secara mandiri
c. Mandi

Pasien mandi 2x/hr, yaitu pagi dan sore, hanya memakai sabun
d. Berpakain dan berhias
Pasien mampu berpakaian tanpa bantuan orang lain
e. Istiraht dan tidur
Tidur siang jam, tidur malam 8 jam, tidak mengalami gannguan tidur
f. Penggunaan obat
Pasien minum obat 3x/hr, setelah makan THP 2mg ( 2 x ), Vit C (2 x 1), Diasepam (0-0-1),
Haloperidol (2 x 1)
7. MEKANISME KOPING
Asertif yaitu cerita dengan orang lain
8. ASPEK MEDIS
a. Diagnosa medis
: Skisofrenia
b. Terapis Medis
: Triheksipenidile 2 mg 2x1 kap
Haloperidol 5 mg 2x1 tab
Diazepam 5 mg 0-0-1 tab
Vit. B Complex 2x1 tab

B. ANALISA DATA

N
O
1.

DATA

MASALAH

DS :
Gangguan persepsi
Pasien mengatakan melihat bayangan
halusinasi penglihatan
hantu
laki-laki
yang
ingin
memeluknya
DO :
Pasien pernah dirawat sebelumnya

2.

namun kurang berhasil karena putus


obat
Pasien takut

Defisit perawatan diri

DS :
Pasien mengatakan merasa lemah
Pasien mengatakan lelah untuk
beraktifitas
3.

DO :
Penampilan kurang Rapi
Rambut jarang disisir
Gigi tampak kotor dan bau
Kuku kaki kotor
DS :
Pasien mengatakan sendiri pada
malam hari
Pasien mengatakan kesepian pada
malam hari
DO :
Pasien tampak sedih dan murung

Isolasi sosial

sensorik

C. POHON MASALAH

Masalah utama

Perubahan persepsi sensorik :


halusinasi penglihatan
Isolasi Sosial

Defisit perawatan diri

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan
2. Isolasi sosial
3. Defisit perawatan diri

NO
1

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Gangguan persepsi
sensorik : halusinasi
penglihatan.
DS :
Pasien mengatakan
melihat bayangan
hantu laki-laki
DO :
1.
Pasien pernah
dirawat sebelumnya
namun kurang
berhasil karena
putus obat

TUJUAN

KRITERIA EVALUASI

TUM
Setelah diberikan
tindakan keperawatan
selama 3 hari, pasien
dapat mengontrol
halusinasi.
TUK
Pasien dapat membina
- Ekpresi wajah bersahabat, 1. Bina hubu
hubungan saling percaya menunjukkan rasa senang,
antara pera
(Sapa pasi
ada kontak mata, mau
perkenalka
berjabat tangan, mau
pasien, bu
menyebutkan nama, mau
menjawab salam, mau duduk perasaan p
berdampingan dengan
perawat, dan mau
mengutarakan masalah yang
2. Pasien dapat mengenal
dihadapinya.
- Pasien dapat menyebutkan 2.1.Adakan ko
halusinasinya
waktu, isi, dan frekuensi
singkat
2.2.Observasi
timbulnya halusinasi
terkait den
2.3.Diskusikan
yang diras
kesempata
mengungk
2.4.Diskusikan
yang dilak
halusinasi
3. Pasien dapat mengontrol - Pasien dapat
3.1.
Identifika
mendemonstrasikan cara
halusinasinya
jika terjadi
mengontrol halusinasi
3.2.Diskusikan
halusinasi
3.3.Bantu pasi
sudah diaj
3.4.Beri kesem
cara yang
4. Pasien dapat
3.5.Jika berha
memanfaatkan obat
- Pasien dapat
4.1.Diskusikan
dengan baik
mendemonstrasikan
dan kerugi

kepatuhan minum obat untuk


4.2.Pantau pas
mencegah halusinasi
obat
4.3.Beri pujian
mengguna
4.4.Diskusikan
obat
2.

Defisit pearawatan
TUM
diri

pasien dapat mandiri


dalam perawatan diri

TUK :
1. Pasien dapt membina
hubungan saling percaya
dengan perawat

2.

3.

4.

5.

menunjukkan tnada-tanda
percaya kepada perawat : 1. Bina hubu
antara pera
Wajah cerah, tersenyum
(Sapa pasi
Mau berkenalan
perkenalka
Ada kontak mata
pasien, bu
Pasien dapat menyebutkan : perasaan p
Penyebab tidak merawat diri,
Pasien mengetahui
Manfaat menjaga perawatan2. Diskusika
pentingnya perawatan diri
diri, Tanda-tanda bersih dan penyebab
rapih
diri, manfa
Pasien menyebutkan
diri, tanda
frekuensi
menjaga
dan
Pasien mengetahui carayang baik
pasien dapat menjelaskan
cara melakukann
cara perawatan diri
perawatan diri
3.1.Diskusikan
:Frekuensi gosok gigi,
perawatan
Frekuensi berhias/berdandan, gosok gigi
Frekuensi gunting kuku
berhias, gu
3.2.Diskusikan
Pasien mempraktekkan
diri yang b
perawatan diri dengan
3.3.Berikan pu
bantuan
oleh
perawat
:
3.1.Bantu pasi
Pasien dapat
Gosok gigi,
mandi, gos
melaksanakan perawatan
Berhias/berdandan, Gunting pakaian, b
diri dengan bantuan
kuku
3.2.Beri pujian
perawat
pasien melaksanakan
melaksana
praktek perawatan diri secara
5.1.Pantau pas
mandiri :
perawatan
Pasien dapat
Gosok
gigi
bangun
pagi
dan
keramas, g
melaksanakan perawatan
sesudah
makan,
gunting ku
diri secara mandiri
Berhias/berdandan sehabis 5.2.Beri pujian
mandi, Gunting kuku setelah melaksana

mulai panjang

E. Implementasi Keperawatan
DX

JAM, HARI/ TANGGAL

IMPLEMENTASI

secara man

1.

Selasa, 18 Juni 2013


08.00

SP 1
Bina hubungan saling percaya dengan pasien
Fase Orientasi
P : Selamat pagi
PS : Selamat pagi ses
P : Kenalkan nama saya Christiany Porong, bisa di panggil
Titie adalah mahasiswa Keperawatan yang praktek di RS
ini selama 3 hari dan ini adalah hari peratama saya praktek
disini. Nama anda ? dan senang dipanggil apa ?
PS: Nama saya Nn. R, dipanggil rina
P : Bagaimana perasaan Nn.R saat ini ?
PS : Baik ses
P : Apakah Nn. R ada keluhan ? karena ses disini ingin
membantu Nn. R untuk memberikan solusi dari masalah
Nn. R
PS : iya ses, tadi malam di kamar mandi saya melihat
bayangan laki-laki yang ingin memeluk saya.
P : Oh, bagaimana kalau kita berbinang-bincang sebentar ?
Nn. R mau ? Nn. R mau didalam atau diluar ?
PS : didalam ses
P : baiklah, kita akan berbicang-binang tentang halusinasi
penglihatan yang Nn. R alami. Maunya berapa lama ?
PS : 20 menit ses
Fase Kerja
P : baiklah, Nn. R yang Nn. R lihat itu adalah halusinasi.
Nn. R tau apa itu halusinasi ?
PS : tidak ses
P : Halusinasi itu adalah sesuatu yang Nn. R lihat tapi tidak
nyata. Halusinasi ada 5 macam, pendengaran, penglihatan,
perabaan, penciuman, pengecapan. Yang Nn. R alami saat
ini adalah halusinasi penglihatan. Tapi ses akan
memberikan Nn. R cara untuk mengatasinya agar sembuh.
Nn. R maukan ?
PS : mau ses
P : Ada 4 cara untuk mengatasinya dan ses akan
mengajarkan cara yang pertama yaitu dengan menghardik.
Kalau Nn. R melihat bayangan itu lagi, Nn. R harus
mengatakan Pergi, kamu tidak nyata sambil menutup
mata. Apa Nn. R sudah mengerti ?
PS : iya, saya mengerti ses
P : kalau begitu coba ulangi yang saya katakan tadi sambil
mempragakannya
PS : pergi, kamu tidak nyata (sambil menutup mata)

10.00

P : Bagus, sekarang Nn. R sudah mengerti cara menghardik


jika bayangan-bayangan itu datang lagi. Bagaimana
perasaan Nn. R sekarang setelah mengetahui bagaimana
cara menghardik halusinasi?
PS : saya senang ses
P : kalau begitu Nn. R bisa mempraktekkannya dalam
jadwal kegiatan Nn. R yang akan di buat oleh perawat
PS : Iya ses
Fase Terminasi
P : Sepertinya waktu kita sudah habis yah, nanti kita
lanjutkan sebentar dan ses akan mengajarkan Nn. R cara
yang kedua. Nn. R bisa jam 10 sebentar ?
PS : iya ses
P : maunya dimana diluar atau di dalam sini ?
PS : disini saja ses
P : baiklah kalau begitu kita ketemuan ditempat ini pada
jam 10 yah. Sampai ketemu sebentar
SP 2
Bina hubungan saling percaya dengan pasien
Fase Orientasi
P : selamat siang Nn. R
PS : selamat siang ses
P : bagaimana perasaan hari ini ? apakah Nn. R masih
melihat bayangan itu? Sesuai dengan janji kita tadi, kita
akan berbincang-bincang sedikit yah. Mau Nn. R berapa
lama ?
PS : iya ses, 20 menit
P : maunya dimana ? disini saja atau di tempat lain?
PS : disini saja
Fase Kerja
P : cara yang kedua untuk mengontrol halusinasi yaitu
dengan
bercakap-cakap dengan orang lain. Jadi kalau Nn. R
melihat bayangan lagi Nn. R bisa bercakap-cakap dengan
orang lain seperti tolong saya melihat bayangan, mari kita
berakap-cakap. Nn. R mengerti kan ?
PS : iya ses
P : coba Nn. R ulagi apa yang ses katakan tadi?
PS : (mengulangi sambil memperagakannya)
P : bagus, ternyata Nn. R mampu melakukannya.
Fase Terminasi
P : bagaimana perasaan Nn. R setelahm saat latihan tadi?
PS : senang ses
P : bagaimana kalau latihan bercakap-cakap kita masukkan

Rabu, 19 Juni 2013


08.00

Kamis, 20 Juni 2013


08.00

dalam daftar kegiatan harian ? maunya jam berapa ?


PS : Jam 8 dan jam 6 sore ses
P : baiklah kalau begitu, Nn. R juga bisa mempragakan saat
melihat bayangan itu lagi
PS : iya ses
P : sepertinya waktu kita sudah selesai, nanti ses datang
besok pagi lagi untuk mengajarkan cara yang ketiga. Kita
jumpa disini lagi jam 8 yah
PS : iya ses
P : kalau begitu ses permisi dulu, sampai bertemu besok
lagi
SP 3
Bina hubungan saling percaya.
Fase Orientasi
P : selamat pagi Nn. R, masih ingat dengan saya ?
PS : selamat pagi ses, iya ses Titie
P : bagaimana perasaan hari ini ? Apakah Nn. R masih
melihat bayangan ?
PS : iya ses
P : apakah Nn. R sudah pakai 2 cara yang kita latih
sebelumnya ?
PS : iya ses
P : bagus, kalau begitu sesuai janji kita kemarin kita akan
belajar cara yang ketiga yaitu kegiatan terjadwal. Mau
dimana kita bicara ?
PS : disini saja ses
P : mau berapa lama ? bagaimana kalau 30 menit ?
PS : iya ses
Fase Kerja
P : apa saja kegiatan yang bisa Nn. R lakukan ?
PS : mandi, menyanyi, ibadah, bermain bersama, makan,
P : wah banyak sekali kegiatannya yah. Bagaimana kalau
kita latih 2 kegiatan hari ini ? sekarang Nn. R menyanyi
setelah itu berdoa yah. Nn. R bisa kan ?
PS : iya ses, (sambil memperagakan)
P : bagus sekali ternyata Nn. R bisa memperagakannya.
Kegiatan ini bisa Nn. R lakukan agar mencegah bayangan
tersebut muncul.
PS : iya ses
Fase terminasi
P : bagaimana perasaan Nn. R setelah bercakap-cakap cara
yang ketiga ?
PS : senang ses
P : wah bagus! Coba sebutkan 3 cara yang sudah kita

belajar untuk mencegah bayangan tersebut.


PS : menyebutkan (menghardik, bercakap-cakap dengan
orang lain, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal)
P : bagus sekali! Mari kita masukkan dalam kegiatan
jadwal harian Nn. R yahh. Bagaimana kalau besok kita
belajar cara keempat cara mencegah halusinasi yaitu
dengan menggunakan obat yang baik. Bagaimana kalau
jam 8 ?
PS : iya ses
P : kita bertemu disini lagi yah, sampai jumpa besok lagi
yah
SP4
Membina hubungan saling percaya dengan pasien
Fase Orientasi
P : selamat pagi Nn. R
PS : selamat pagi ses
P : bagaimana perasaan Nn. R hari ini ? apakah
bayangannya masih muncul lagi ? apakah Nn. R memakai
ketiga cara yang kita diskusikan pada hari sebelumnya ?
PS : iya ses
P : apakah pagi ini Nn. R sudah minum obat ?
PS : sudah ses
P : oh bagus! Bagaimana kalau kita mendiskusikan obatobat yang Nn. R minum ? kita akan mendiskusikan 20
menit saja yah di tempat ini
PS : iya ses
Fase Kerja
P : Nn. R minum obat sangatlah penting supaya bayangan
yang Nn. R lihat dan mengganggu selama ini tidak muncul
lagi. Berapa macam obat yang diminum?
PS : ada 4 ses
P : iya warna yang putih (THP) 2 kali sehari jamnya 7 pagi
dan 7 malam, gunanya untuk rileks dan tidak kaku.
Sedangkan yang merah jambu (HLP) 2 kali sehari jamnya
sama gunanya untuk pikiran biar tenang dan yang kuning
untuk daya tahan tubuh biar Nn. R tidak sakit.
PS : iya ses
P : Kalau bayangan sudah hilang obatnya tidak boleh
diberhentikan. Nanti dikonsultasikan dengan dokter, sebab
kalau putus obat, Nn. R akan kambuh dan sulit
mengembalikan kekeadaan yang semula.
PS : iya ses

Rabu, 19 Juni 2013


14.00

2.

P : Kalau obat habis Nn. R bsia minta ke dokter untuk


mendapatkan obat lagi. Nn. R harus minum obat teratur
dengan cara yang benar. Yaitu diminum sesudah makan dan
tepat jamnya.
PS : iya ses
P : bagaimana perasaan Nn. R setelah kita bercakap-cakap
tentang obat?
PS : senang ses
P : Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah
bayangannya?
PS : sudah 4 ses
P : bagus ternyata Nn. R masih ingat. Mari kita masukan
jadwal minum obat pada kegiatan harian Nn. R .
PS : iya ses
P : kalau begitu ses permisi dulu yah karena waktu kita
sudah habis. Nanti kita bertemu lagi lain waktu. Selamat
siang Nn. R

SP1
Bina hubungan saling percaya dengan pasien
Fase Orientasi
Selamat Pagi. Kenalkan nama saya Christiany Porong
mahasiswa Poltekkes Jurusan Keperawatan yang praktek di
RS ini selama 3 hari mulai dari hari ini sampai tanggal 20
Juni 2013. Nama Nona siapa ? Senang dipanggil sapa ?
PS : Pagi, suster. Nama saya Rina nama panggilan Rina.
: Bagaimana perasaan R saat ini ? R sudah mandi dan gosok
gigi ?
PS : sudah mandi jam 5 dan belum sikat gigi, tidak ada sikat
gigi
: baiklah bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang
kebersihan diri tujuannya untuk R dapat mengetahui jenisjenis kebersihan diri, sehingga tidak terserang penyakit.
Pertama yaitu mandi. Sebelum diajarkan Berapa lama kita

berbicara ? 20 menit ya ? Mau dimana ? disini aja ya di


ruang tengah. Setuju ?
PS : setuju Suster.
Fase Kerja
: Berapa kali R mandi dalam sehari? Menurut R apa
kegunaannya mandi ? Menurut R apa manfaatnya kalau
kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang
yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya ?
PS : 1 hari sekali, kadang tidak gosok gigi, alasannya tidak ada
sikat gigi, agar gigi bersih mulut bau.
: Kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri terutama
gigi masalah apa menurut R yang bisa muncul ?
PS : gigi ompong.
Kamis, 20 Juni 2013P :Betul sekali, jadi, suster disini akan mengajarkan cara gosok
08.30
gigi yang benar sesuai janji kita 20 menit. Baiklah caranya .
Pertama, kumur-kumur dengan air bersih. Lalu oleskan
pasta gigi ke sikat gigi. Gosok gigi dengan sikat gigi dari
atas ke bawah beberapa kali, lalu gosok kesisi depan gigi
sampai kebelakang gigi, depan gigi dan bagian dalam gigi,
tengah-tengah gigi juga. Lalu buang busa atau cairan dari
gosok gigi tadi. Dan terakhir kumur-kumur 2-3x. Apa R
bisa mengerti? Coba di praktekkan kembali ?
PS : R dapat mempraktekkan kembali.
: Bagus, baiklah kegiatan menggosok gigi kita masukkan ke
jadwal kegiatan harian,setelah makan pagi dan makan siang
jam 8 pagi dan jam 2 siang. Setuju ?
PS : iya suster.
Fase Terminasi
bagaimana perasaan R saat berbincang-bincang tadi, coba R
jelaskan dan mempraktekkan kembali cara menggosok gigi
dengan benar. R dapat melakukannya dengan baik, baiklah
pertemuan kita sampai disini. Besok kita akan berbincangbincang lagi tentang jadwal yang telah kita buat dan
mempraktekkan perawatan diri yang kedua dan ketiga yaitu
berdandan/berhias dengan gunting kuku.
PS : iya ses
P : berapa lama R punya waktu untuk berbincang-bincang
dengan saya besok? Bagaimana kalau 20 menit saja?
di mana R mau berbincang-bincang dengan saya besok?
PS : disini saja ses

P : Ya sudah... bagaimana kalau besok kita melakukannya


di ruangan tengah ini lagi ?selamat pagi sampai jumpa
besok.

SP 2
Membina hubungan saling percaya dengan pasien.
Fase orientasi
P :Selamat Pagi R masih ingat dengan saya?
PS : Masih suster Titie
Benar, Bagaimana perasaannya hari ini ? masih ingat dengan
yang kemarin R lakukan? sesuai dengan janji kita kemarin,
hari ini R akan melakukan perawatan diri yang kedua yaitu
berdandan/berhias sesuai dengan kesepakatan kita kemarin,
kita akan melakukannya selama 20 menit, kesepakatan kita
kemarin Kita akan melakukannya di ruang tengah, Agar
tubuh tetap terawat apakah setuju ?
PS : Setuju Suster.
Fase Kerja
: Sebelum kita lanjut , coba R perlihatkan kepada saya
bagaimana cara menggosok gigi sesuai yang kemarin
dijelaskan dan dipraktekkan ?
: pasien dapat mempraktekkan dengan benar
: Hebat, R dapat melakukannya dengan baik... sekarang, mari
kita mempraktekkannya perawatan diri yang kedua
berdandan/berhias. Caranya siapkan sisir, bedak, dan kaca.
sisir rambut, kemudian mulai berdandan sesuai yang
dinginkan. Ketiga menggunting kuku kaki, caranya siapkan
alat gunting kuku, kemudian gunting kuku dari ibu jari
samapi jari kelinci. bagaimana masih bisa ???
: R dapat mempraktekkannya meskipun masih malu.
: Bagus... R dapat mempraktekkan dengan baik..bagaimana
kalau kegiatan di masukkan kedalam jadwal kegiatan
harian?apabila kuku R mulai panjang.
PS : iya ses
Fase Terminasi
P : Bagaimana perasaan setelah kita berbincang-bincang tadi?
Apa-apa perawatan yang telah dilakukan ?
PS : iya suster, menggosok gigi, berdandan/berhias dan
menggunting kuku.
bagus, nah R sudah dapat mempraktekkan 3 perawatan diri
yang telah diajarkan, Baiklah... pertemuan hari ini kita

akhiri. Nanti kita bertemu lagi di lain waktu karena ses


sudah selesai praktek disini yah

A . Pengkajian Keperawatan
1. Identitas
a. Identitas klien
Nama

Tn. RR

Umur

37 Tahun

Kelamin

Laki laki

Agama

Kr. Protestan

Pendidikan

STM

Pekerjaan

TIdak ada

Alamat

Kleak lingkungan V Manado

Suku / bangsa

Minahasa / Indonesia

Tgl Masuk

09 10 2007

Tgl pengkajian

10 09 2007

No R.M

Diagnosa medis

2233
Skizofrenia

b. Penanggung Jawab
Nama

Ny. A.R.

Umur

56 thn

Kelamin

Perempuan

Pekerjaan

IRT

Agama

Kr. Protestan

Alamat

Kleak lingkungan V manado

Hubungan

Ibu kandung

2. Riwayat Kesehatan
a. Alasan MRS : Ingin berobat supayah sembuh
b. Keluhan Utama
-

Saat MRS : klien marah marah, mengamuk dan melempar

Saat dikaji :

barang.

*
*

Klien mengatakan mendengar suara / bisikan yang menyuruhnya

latihan karate.
*

Klien banyak bicara, suka tertawa dan bicara sendiri

Klien menggerak gerakan tangan saat bercerita.

3. Faktor Predisposisi
a. Klien sebelumnya pernah mengalami gangguan jiwa, bahkan sudah empat
kali masuk keluar RS jiwa yaitu :
No
1.
2.
3.
4.

Tanggal MRS
29-01-1997
11-10-2001
06-07-2003
09-10-2005
-Sekarang

Tanggal Keluar
10-12-1997
02-06-2003
09-12-2003

b. Pengobatan sebelumnya
Pengobatan sebelumnya kurang behasil karena klien sudah tidakmau minum
obat lagi (klien putus obat)
c.Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Dalam keluarga hanya klien yang mengalami gangguan jiwa.
d.

Pengalaman masa lalu yang menyenangkan dan tidak menyenangkan


-

Saat dikaji klien mengatakan pengalaman yang menyenangkan waktu

menjadi juara karate.


-

Keluarga mengatakan klien sudah tidak bias ikut kuliah karena sakit,

sehingga klien marah-marah, membentak dan melempar barang.


Masalah keperawatan :

4.

Perilaku kekerasan

Resiko mencederai orang lain dan lingkungan

Pemeriksaan Fisik
a. Tanda vital :
TD
b. BB
c. Kesadaran :
5. Psikososial

: 110/80 mmHg SB : 36 C
: 54 Kg
Compos mentis

TB : 160 Cm

N : 82 x/m

R : 21 x/m

a.

Genogram

b. Konsep Diri
-

Citra tubuh

Klien mengatakan menyukai semua bagian tubuhnya, saat ditanya bagian


tubuh yang disukai adalah tangan.
-

Identitas

Klien dapat menyebutkan identitas dirinya, klien mengatakan bahwa


dirinya adalah seorang laki-laki.
-

Peran

Sebelum sakit dirumah klien mempunyai tanggungjawab sebagai anak,


klien dapat melakukan pekerjaan dirumah.Klien rajin mengikuti kegiatan ibadah.
Tetapi setelah sakit klien dirawat dirumah sakit jiwa. Klien mengatakan bahwa
dirumah sakit klien adalah seorang pasien yang mendapat pengobatan.
-

Ideal diri

Klien berharap dapat segera pulang dirumah,membantu org tua dan latihan
karate
-

Harga diri

Klien mengatakan jika sudah pulang dirumah klien ingin bergaul dengan
teman-temannya klien menerima keadaan klien dan mengatakan bahwa klien tidak
malu jika dia dirawat dirumah sakit jiwa
c.

Hubungan social
-

Orang terdekat : ibu kandung klien

Peran serta dalam masyarakat

Sebelum sakit klien sering mengikuti kegiatan masyarakat seperti kerja


bakti dan kegiatan pemuda. Setelah di rumah sakit, klien jarang mengikuti kegitan
dalam masyarakat.klien hanya mengikuti kegiatan dalam rumah sakit dan itupun
jika klien suka.

d. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Sebelum sakit klien adalah org yang pemalu,tetapi setelah sakit klien banyak
bicara, frekuensi bicara cepat.saat dirumah sakit. Klien suka menyendiri dan tidak
mau berbicara dengan teman-teman diruangan. Dengan teman-teman didalam
ruangan,klien kebanyakan duduk ditempat tidur.
Masalah keperawatan : isolasi sosial ; menarik diri
6. Status Mental
a. Penampilan
Cara berpakain rapi, penampilan sesuai usia, kebersihan cukup, postur tubuh
sedang, ekspresi wajah kadang serius saat bercerita, kontak mata tajam, status
kesehatan secara umum baik (tidak ada penyakit serius yang diderita), cara
berjalan baik.
b. Pembicaraan
Frekuensi bicara cepat, volume suara keras,kata kata yang diucapkan jelas
tapi dalam memberi jawaban terlalu panjang.
c. Aktivitas motorik
-

Klien suka jalan- jalan diruangan, dapat melakukan aktivtas jika

disuruh perawat.
-

Klien tampak bersemangat, klien suka menggerak gerakan tangan

saat bicara
d. Interaksi selama wawancara
Klien kooperatif, dapat menjawab pertanyaan dengan baik, kontak mata
kadang tidak mau menatap perawat.ekspresi wajah saat bercerita serius, klien
senang saat diajak bicara, klien tampak malu-malu saat bercerita.
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial ; menarik diri.
e. Alam perasaan
Klien mengatakan rasa senang.
f. Afek
Labil (tidak sesuai)
g. Persepsi
Klien sering mengatakan sering mendengar suara / bisikan ditelinga yang
menyuruhnya latihan karate

Masalah Keperawatan

: Halusinasi Pendengaran

h. Isi pikir
Klien mengatakan bahwa ia akan latihan karate, klien mengatakan bahwa ia
akan memenangkan pertandingan dan akan menjadi juara. Saat menceritakan hal
ini, ekspresi klien menjadi serius.
Masalah keperawatan

: Perubahan isi pikir

i. Proses pikir
Arus pikir cukup baik, klien mampu menjawab pertanyaan.ekspresi diri saat
berbicara kadang kurang jelas, tetapi sulit bagi klien un tuk mengganti topik
pembicaraan jika tidak ditanyakan perawat.
j. Tingkat kesadaran
Orentasi waktu, orang dan tempat baik
k. Memori
Daya ingat jangka panjang baik, daya ingat jangka pendek baik. klien dapat
menyebutkan kejadian penting yang ia alami.
l. Tingkat kosentrasi dan kalkulasi
-

Klien dapat menghitung sederhana misalnya 20 7 = 13

Klien dapat melakukan kalkulasi dan mengurangi secara berurutan

misalnya mengurangi 3 dari 100 secara berurutan.


m. Kemampuan penilaian
Klien dapat mengambil keputusan sederhana, klien dapat memberikan
penilaian terhadap benda / sesuatu yang dilihatnya jika ditanyakan.
n. Daya tilik diri
Klien mengatakan bahwa dirinya berada dirumah sakit dan sebagai pasien
yang dirawat di RS. klien mengatakan bahwa klien sudah sembuh dan ingin
pulang di rumah.
7. Kebutuhan Perenanaan Pulang
a. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan
Makan disiapkan oleh perawat dirumah sakit dan orang tua dirumah.
Pakaian dirumah sakit diberikan oleh perawat dan keluarga perawat kesehatan diri
memerlukan bantuan minimal oleh perawat di RS

b. Kegiatan hidup sehari-hari


*

Perawatan diri

Mandi

: Dilakukan sendiri, frekuensi 2x sehari, mandi

menggunakan sabun mandi gosok gigi pakai pasta gigi tiap pagi. mandi dikamar
mandi.
*
*
-

BAB

: Frekuensi 1x / hari, dapat dilakukan ditoilet.

BAK

Ganti pakaian :

: Frekuensi 4 5 x / hari, dapat dilakukan ditoilet.


Dapat dilakukan sendiri, tiap pagi hari ganti pakaian

sehabis mandi menggunakan kaus dan celana pendek.


c. Nutrisi
Klien mengatakan menyukai makan disini frekuensi 3x / hari jenis nasi, ikan,
sayur, buah, (siang hari) frekuensi kudapan 1x / hari siang hari nafsu makan ;
baik, porsi dihabiskan, BB sekarung ; 54 kg.
d. Istirahat dan tidur
Masalah tidur ; ada
Saat bangun tidur klien mengatakan rasah lesu, tidur malam jam 12.00,
bangun pagi ; 02.30. Gangguan tidur ; klien mengatakan sulit untuk tidur dan
bangun terlalu pagi.masalah keperawatan : gangguan pola tidur.
e. Penggunaan obat
Pasien minum obat terlalu dimavitor oleh perawat yang bertugas
f. Pemeliharahan kesehatan.
Pasien mendapatkan perawatan lebih lanjut dan system pendukung (keluarga)
untuk memelihara kesehatan.
g. Aktivitas dalam rumah
Klien melakukan kegiyatan seperti menyapu mengepel dan mencuci pakaian
sendiri.
h. Aktivitas diluar rumah
Pasien sering jalan jalan disekitar rumah.
8. Mekanisme Koping

Saat

halusinasi

: klien

suka marah,

memberontak, melempar barang

(displacement). Pasien suka jalan diruangan, Jika ada masalah suka pukul teman,
tidak mau bicara dengan orang lain.
9. Aspek Medik.
Diagnosa medik : Skizofrenia
Therapi medis

: CPZ
THP

: Cloropomazin 100 mg 3 x 1
: 2 mg 3 x 1,5 mg

Haloperidol : 5mg 3 x 2 mg

Analisa Data
N
o
1

Data / Sign
Ds :
Klien mengatakan mendengar suara/ bisikan yang
menyuruhnya latihan karate
Do :

Masalah /Problem
Gangguan persepsi
sendiri :
Halusinasi
pendengaran

Klien suka bicara sendiri, tertawa dan senyum sendiri


2

klien banyak bicara


Ds :
Keluarga mengatakan klien suka marah:, melempar
barang jika sakit

Resiko mencederai
orang lain dan
lingkungan

Do :
Klien bicara cepat dank eras.
Saat bercerita klien suka menggerak-gerakkan tangan
Ekspresi wajah serius saat bercerita
3

Kontak mata tajam


Ds :

Isolasi sosial/

Keluarga mengatakan klien suka mengurung diri dirumah

menarik diri

dan bicara sendiri


Do
- Klien suka berdiam diri dalam kamar
- Klien tidak suka berbicara dengan teman-temannya dalam
ruangan
- Klien tampak malu-malu saat bercerita dengan perawat
4 Ds :
Klien mengatakan sulit untuk tidur malam dan sering
bangun cepat
Do :
Tidur malam jam 12.00 ,bangun pagi jam 03.00
Masalah Keperawatan
-

Halusinasi pendengaran

Ganguan pola tidur

Resiko mencederai orang lain dan lingkungan

Isolasi sosial ; Menarik diri

Gangguan pola tidur

B. Diagnosa keperawatan
1. Resiko mencederai orang lain dan lingkungan B/d halusinasi pendengaran
2. Gangguan persepai sesori B/d menarik diri
3. Isolasi social ; menarik diri b/d respon pasca trauma
4. Gangguan pola tidur b/d halusinasi pendengaran

10-09 Resiko

Perencanaan Keperawatan
Kriteria
Tujuan
Intervensi
Evaluasi
TUM :

2007

mencederai

Tidak terjadi

orang lain dan

tindakan

lingkungan

kekerasan

perilaku

yang akan

berhubungan

mencederai

dengan

diri sendiri,

perubahan

orang lain dan

persepsi

lingkungan.

sensori :

TUK :

No/

Diagnosa

Tgl

Keperawatan

halusinasi

1.

Rasional

1.1 Klien

1.1.1

1.1.1

pendengaran. Klien dapat

dapat

Bina hubungan

Hubungan saling

yang ditandai

membina

mengungkap

saling percaya

percaya sebagai

dengan

hubungan

kan

Salam terapeutik

dasar inteaksi

Ds :

saling

perasaanya

Perkenalan diri

yang terapeutik

Keluarga

percaya.

secara verbal.

Jelaskan tujuan

perawat dan

mengatakan

interaksi

klien.

klien suka

Ciptakan

marah:,

lingkunga yang

melempar

tenang

barang jika

buat kontrak

sakit

yang jelas

Do :

tepat waktu.

Klien bicara

1.1.2.

cepat dan

Dorong dan beri

keras.

kesempatan klien

Saat bercerita

untuk

1.1.2

klien suka

mengungkapkan

Ungkapkan

menggerak-

perasaannya.

perasaan klien

gerakkan

kepada perawat

tangan

sebagai bukti

Ekspresi

klien mulai

wajah serius

mempercayai

saat bercerita

perawat.

Kontak mata
tajam
TUK 2:
2.

2.1

2.1.1

2.1.1

Klien dapat

Klien dapat

Adakan kontak

Mengurangi

mengenal

membedakan

yang sering dan

waktu kosong

halusinasi.

hal nyata dan

singkat secara

bagi klien

tidak nyata.

bertahap,

sehingga
mengurangi
frekuensi
halusinasi klien.

2.1.2
Observasi
tingkah laku
verbal yang
berhubungan
dengan halusinasi
- Isi bicara, mata
melotot, tiba-tiba
melotot, tiba-tiba
tetawa,
2.1.3
Gambarkan

2.1.3

tingkah laku

Klien mungkin

halusinasi pada

tidak mampu

klien. apa yang

untuk

klien dengar.

mengungkapkan

perasaannya,
maka perawat
dapat
memvalidasi
klien untuk
ungkapkan rasa
2.1.4

terbuka.

Terima hal-hal

2.1.4

yang nyata bagi

Meningkatkan

klien tetapi tidak

orientasi realita

bagi perawat

klien dan rasa

2.2.1

2.2.1

percaya diri
2.2.1

Klien dapat

Bersama klien

Peran serta aktif

menyebutkan

mengidentifikasi

klien sangat

situasi yang

situasi yang

menentukan

tidak

menimbulkan dan efektivitas

menimbulkan

tidak

tindakan perawat

halusinasi :

menimbulkan

yang dilaukan.

sifat, waktu,

halusinasi.

frekuensi.
2.2.2

2.2.2

Bersama klien

Membantu klien

menentukan

untuk mengontrol

faktor pencetus

halusinasinya bila

halusinasi.

factor
pencetusnya telah
diketahui

2.2.3

2.2.3

Dorong klien

Upaya untuk

mengungkapkan

memutus

perasaannya

halusinasi,perlu

ketika sedang

dilakukan klien

berhalusinasi

sendiri agar
halusinasinya

3.

3.1

3.1.1

tidak berlanjut.
3.1.1

Klien dapat

Klien dapat

Mengidentifikasi

Tindakan yang

mengontrol

menyebutkan

bersama klien,

bias dilakukan

halusinasi

tindakan yang

tindakan apa

klien merupakan

bias dilakukan

yang dilakukan

upaya memutus

bila sedang

bila sedang

halusinasi.

berhalusinasi

berhalusinasi
3.1.2

3.1.2

Beri pujian

Memberikan hal

tehadap

yang positif,

ungkapan klien

pengakuan akan

tetang

menigkatnya

tindakannya.

harga diri

4.

4.1

4.2.1

4.2.1

Klien dapat

Klien dapat

Diskusikan

Meningkatkan

memanfaat

minum obat

dengan klien

pengetahuan dan

kan obat

secara teratur

tentang obat

motifasi klien

untuk

sesuai aturran

untuk magontrol

untuk

mengontrol

dan indikasi

halusinasi

melakuakan hal-

halusinasi

hal yang positif


4.2.2.

4.2.2

Bantu untuk

Memastikan klien

mamastikan klien

dapat minum obat

telah minum obat

secara teratur

secara teratur
untk mengontrol
halusinasi
10-09 Perubahan

TUM :

2007

persepsi

Klien dapat

sensori :

berhubungan

halusinasi

dengan

pendengaran

orangan lain

berhubungan

sehingga

dengan

halusinasinya

menarik diri

dapat dicegah.

ditandai

TUK :

dengan :

1.

Klien

Klien dapat

1.1

1.1.1

1.1.1

mengatakan

membina

Klien dapat

Bina hubungan

Kejujuran,

mendengar

hubungan

menerima

saling percaya,

kesedihan, dan

suara/ bisikan

saling percaya kehadiran

sikap terbuka dan

penerimaan,

yang

dengan

empati, terima

meningkatkan

menyuruhnya

perawat.

klien apa adanya,

kepercayaan

perawat

latihan karate

sapa klien dengan hubungan antara

Do :

ramah, tepat janji, perawat klien.

Klien suka

jelaskan tujuan

bicara sendiri,

pertemuan,

tertawa dan

2.

pertahankan

senyum

Klien dapat

kontak mata.

sendiri klien

mengenal

2.1

2.1.1

2.1.1

banyak bicara

perasaan yang

Klien dapat

Pengetahuan

Mengetahui

menyebabkan

menyebutkan

klien tentang

sejauh mana klien

perilaku

penyebab

menarik diri.

tentang menarik

menarik diri.

menarik diri.

diri sehingga
perawat dapat
merencanakan

3.

3.1

3.1.1

selanjutnya.
3.1.1

Klien dapat

Klien dapat

Berikan

Mengetahui

berhubungan

menyebutkan

kesempatan pada

pemahaman klien

dengan orang

cara

klien untuk

tehadap informasi

lain secara

berhubungan

mengungkapkan

yang diberikan.

bertahan.

dengan orang

perasaan

lain:

penyebab

- Membalas

menarik diri.

sapaan

3.1.2

3.1.2

perawat

Dorong klien

Membantu klien

- Menatap mata

untuk

dalam

- Mau

menyebutkan

mempertahankan

berinteraksi

cara berhubungan

hubungan

4.1.

dengan orang lain Interpersonal.

4.

Klien dapat

4.1.1

4.1.1

klien

memelihara

Libatkan klien

Mengidentifikasi

mendapatkan

hubungan

dalam kegiatan

hambatan untuk

dukungan dari dengan

tak dan adc

dirasakan klien

keluarga

diruangan

keluarga

4.1.2
Disesuaikan
tentang manfaat
berhubungan
dengan anggota
keluarga

Implementasi
Tanggal
11-9-2007
09.00-09.50

Evaluasi

No Dx
Dx.I dan II

Keperawatan
Salam terapeutikselamat

Keperawatan
: Klien dapat

TUK 1

pagi (tersenyum),

meyebutkan

meperkenalkan diri, berjabat

identitas Nama

tangan, duduk berhadapan,

saya R, senang

mengingatkan konterak,

dipanggil R

nama saya Tino, saya


mahasiswa Akper Bethesda

: Bicara spontan,

Tomohon praktik disini

suara terdengar

selama 3 hari, nama anda

jelas, ekspresi

siapa?

tampak tenang,

Senang dipanggil apa?

senyum, mengaruk

apakah anda mempunyai

kepala.

masalah?
Apa yang dipikirkan R, saya

: Hubungan saling

akan membantu R?

percaya harus di

Selamat pagi R

tingkatkan

- Mengingatkan kontrak topik,


waktu dan tempat

apakah

masih ingat dengan


pertemuan kita tadi, sekarang
akan membicarakan apa?
- Mengevaluasi kemampuan
klien TUK 1 apakah anda
masih ingat dengan saya?
- Membantu klien
mengidentifikasi situasi yang
menyebabkan halusinasinya?
- Apakah R mendengar suara,
pada saat kapan saja R
mendengar suara itu? apa isi
suara itu?

: Pertemuan
berikutnya 10.00

- Mendorong klien
mengungkapkan perasaan R
bagaimana perasaan R saat
itu?
- Memberi pujian atas
ungkapan R saat itu
bagus R karena R telah

mengungkapkan perasaan

suara di telinga

R.

yang menyuruh

- Menyimpulkan kemampuan

Saya mendengar

saya latihan karate.

klien selama interaksiR tadi


TUK 2

mengatakan mendengar

Kontak mata

suara tersebut,itu yang

tajam, tangan

namanya R sedang

digerak-gerakkan,

berhalusinasi.memang R

bicara cepat dan

dapat mendengar suara itu,

keras.

tapi hanya R yang bisa dan


saya tidak mendengar suara

itu.

halusinasi, TUK 2

- Mengakhiri petemuan :

Klien mengenal

tercapai.

baiklah pertemuan kita


sampai disini
- Mengadakan kontrak untuk

Pertemuan

pertemuan berikutnya, topic,

berikutnya pukul

waktu, dan tempatnya

02.00 siang. topik

sebentar kita ketemu lagi

mengontrol

ya? jam 11.00 kita akan

halusinasi

membicarakan cara
mengontrol halusinasi.
- Mengingatkan kontrak
apakah R masih ingat kita
akan membicarakan apa?
- Mengevaluasi kemampuan
klien.
TUK 1. R, masih ingat saya?
- Membantu klien
mengidentifikasi situasi yang
menyebabkan halusinasi
apakah R mandengar
suara? saat sedang apa? apa
isi suara itu?
- Memberi pujian atas
ungkapan klien
bagus R, R dapat
mengungkapkan perasaan R
- Mengakhiri pertemuan

berikutnya
,tempat,waktu,kita ketemu

: Untuk mengontrol

lagi H? jam 12.00 kita akan

halusinasi ada 4

bicara cara mengontrol

cara-caranya yaitu :

halusinasinya? apakah R

setuju
Salam terapeutik :salam

tidak mau
-

menyapu

baru bangun?

dan

apakah R masih ingat,

mengepel
-

sekarang kita akan


membicarakan apa.

12.45-13.00

TUK 3

Harus

siang R nampaknya kamu

- Meningatkan kontrak

12-09- 2007

Mengatakan

mengevaluasi kemampuan

Minta tolong
perawat

Rajin minum
obat

- Klien pada tuk sebelumnya


apakah R masih ingat

: Kontak mata ada,

halusinasi R.

bicara sedikit pelan,

- Mengkaji tindakan apa yang


sering dilakukan klien untuk

sering tertawa dan


tersenyum

mengontrol
halusinasinya.selama ini

: TUK 3 tercapai,

apa yang R lakukan untuk

klien dapat

mengontrol halusinasi R.

menyebutkan cara

- Mendiskusikan dengan klien

memutus/atau

cara untuk memutuskan

mengontrol

halusinasiuntk mengontrol

halusinasi

halusinasi ada 4 cara.


Pertama : harus berani

: Membuat konrak

melawan dengan mengatakan baru, lanjutkan


tidak mau mendengar suara
itu lagi.
Kedua : melakukan banyak
aktivitas (menyapu,
mengepel)
Ketiga : meminta tolong.
perawat bila sedang
halusinasi.
keempat : minum obat
teratur
- Menyuruh klien mengulang
apa yang sudah didiskusikan
coba ulangi apa yang saya
katakan.
- Memberikan pujian atas
kemampuan klien
R tadi sudah menyebutkan

intervansi lainnya.

cara untuk memutuskan


halusinasi, itu bagus sekali,
nanti R coba lagi.
- Mengakhiri kontrak.
baiklah R, sampai ketemu
lagi?
- Mengadakan kontrak untuk
petemuan selanjutnya.
- Salam terapeutik selamat
siang R mengingatkan
kontrak dan waktu.
- Mengevaluasi kemampuan

: Klien dapat
mengenali jenis

klien tetang tuk sebelumnya

dan jumlah obat

apakah R masih ingat

diminum

tentang cara mengontrol

- Klien

halusinasinya.

menyebutkan warna

- Diskusikan dengan klien

masing-masing obat

obat yang diminum

- Klien akan

saat ini minum obat 3 jenis,

minum obat teratur.

nama obat cpz (kuning dan


orange) halloperidol (putih

: Klien

kecil) terhadap (putih kecil)

memperhatikan obat

diminum 3x sehari.

yang dijelaskan oleh

Kegunaan obat

perawat

mengendalikan emosi, semua - Klien

TUK4

obat haru diminum secara

menanyakan satu-

teratur, agar suara tidak

persatu obat yang

datang lagi.

diberikan.

- Meminta klien untuk

- Klien minum

mengulangi seperti apa yang

obat sebelum makan

telah didiskusikan

siang.

coba R sebutkan apa yang


didiskusikan tadi.
- Memberikan pujian
bagus, R pintar.

: TUK 4 tercapai,
klien dapat
menyebutkan jenis

- Mengakhiri kontrak .

nama dan guna

- Mengadakan fase terminasi

obat, untuk

besok ses tidak lagi disini

mengontrol

akan pindah ruangan

halusinasi klien.

- Menilai respon klien


,ia mantri tapi kalau ada
waktu dating lagi ya ses.

Anda mungkin juga menyukai