Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di era yang semakain canggih ini terdapat beberapa alat-alat baru yang tidak
dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari salah satunya yaitu baterai.
Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan
tenaganya dalam bentuk listrik.
Penggunaan baterai ini sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari manusia
seperti dalam penggunaaan pada laptop, televisi, hanphone, dll.

Pengaruh

penggunaan baterai sangat diperlukan dan bersifat positif cukup besar . Baterai
yang digunakan tentunya tidak sama, terdapat beberapa macam baterai sesuai
dengan kegunaannya.
Oleh karena itu, teknologi yang semakin canggih membuat sebagian orang
berpikir bagaiman cara pembuatan baterai dan apa saja bahan-bahan yang
diperlukan dalam baterai. Dalam kajian ini, kita akan bahan macam-macan baterai
dan apa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan baterai?
1.2.2. Komponen apa saja yang terdapat dalam baterai?
1.2.3. Apa saja jenis-jenis dari baterai?
1.2.4. Bagaimana prinsip kerja dari baterai?
1.3 Tujuan

Baterai

1.3.1 Mengetahui penggunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari.


1.3.2 Mengetahui bahan-bahan dalam pembuatan baterai.
1.3.3 Mengetahui macan-macam baterai.
1.3.4 Mengetahui cara kerja baterai.

Baterai

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Baterai
Baterai telah ada mungkin lebih lama dari Anda. Pada tahun 1938,
arkeolog Wilhelm Konig menemukan beberapa pot tanah liat yang aneh saat
menggali di Khujut Rabu, sekarang bernama Baghdad, Irak. Sebuah wadah yang
memiliki panjang sekitar 5 inci (12,7 cm), berisi sebuah batang besi terbungkus
tembaga berasal dari sekitar tahun 200 SM. Pengujian menunjukkan bahwa bejana
tersebut dulu pernah diisi dengan zat asam seperti cuka atau anggur, yang
membuat Konig percaya bahwa bejana ini merupakan sebuah baterai kuno. Sejak
penemuan tersebut, para ilmuan telah menghasilkan replika pot yang sebenarnya
mampu menghasilkan muatan listrik. Baterai Baghdad tersebut mungkin telah
digunakan untuk ritual agama, tujuan pengobatan , atau bahkan elektroplating.

Pada tahun 1799, fisikawan Italia Alessandro Volta menciptakan baterai


pertama dengan susunan lapisan seng, karton atau kain, dan perak yang direndam

Baterai

di air garam. Pengaturan ini, yang disebut tumpukan volta, ini bukan perangkat
pertama untuk menciptakan listrik, tapi ini adalah yang pertama memancarkan
listrik yang stabil, arus yang tahan lama. Namun, ada beberapa kelemahan dari
penemuan Volta. Ketinggian di mana lapisan bisa ditumpuk terbatas karena berat
tumpukan akan membuat air garam keluar dari karton atau kain. Cakram logam
juga cenderung cepat korosi, memperpendek umur baterai. Meskipun begitu,
satuan gaya gerak listrik yang digunakan hingga saat ini adalah Volt untuk
menghormati prestasi Volta.

Terobosan berikutnya dalam teknologi baterai datang pada tahun 1836


ketika kimiawan Inggris, John Frederick Daniell menemukan sel Daniell. Pada
awal baterai ini, piring tembaga ditempatkan di bagian bawah wadah kaca dan
larutan sulfat tembaga dituangkan di atas piring mengisi setengah wadah kaca.
Kemudian pelat seng digantung dalam wadah, dan larutan sulfat seng
ditambahkan. Karena tembaga sulfat lebih padat daripada seng sulfat, larutan seng
melayang di atas larutan tembaga dan dikelilingi lempeng seng. Kabel yang
terhubung ke plat seng mewakili terminal negatif, sedangkan yang terhubung ke
pelat tembaga adalah terminal positif. Tentu saja, pengaturan ini tidak akan
berfungsi dengan baik dalam senter, tapi untuk aplikasi stasioner ini bekerja

Baterai

dengan baik. Bahkan, sel Daniell adalah cara yang umum digunakan untuk
memberi listrik pada bel pintu dan telepon sebelum generasi listrik
disempurnakan.
Pada tahun 1898, Colombia Dry Cell menjadi yang pertama baterai komersial
yang tersedia dijual di Amerika Serikat. Produsen, Perusahaan Karbon Nasional,
kemudian menjadi Perusahaan Baterai Eveready, yang memproduksi merek
Energizer.
2.2 Pengertian Baterai
Baterai adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistem
starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen kelistrikan lainnya.
Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkannya bila
dierlukan dan mensuplainya ke masing-masing sistem kelistrikan atau alat yang
memerlukannya. Karena di dalam proses baterai kehilangan energi kimia, maka
alternator mensuplainya kembali ke dalam baterai (yang disebut pengisian).
Baterai menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia. Siklus pengisian dan
pengeluaran ini terjadi berulang kali dan terus menerus.
2.3 Macam-macam Baterai
Baterai dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
2.3.1. Baterai Primer yaitu batere yang hanya digunakan satu kali, dan setelah
habis isi (Recharge).
a. Baterai Kering

Baterai

Sel Leclanche merupakan sel primer sehingga tidak dapat diisi kembali.
Oksidasi terjadi pada anode seng (Zn) dan reduksi terjadi pada katoda korbon (C)
yang bersifat inert (sukar bereaksi). Elektrolitnya adalah pasta yang basah terdiri
dari MnO2, ZnCl2, NH4Cl, dan karbon hitam. Perbedaan potensial antara kedua
elektroda

itu

sekitar

1,5

volt,

sel

ini

disebut

sel

kering.

Reaksi pada anoda sangat sederhana, yaitu oksidasi Zn menjadi Zn 2+


Oksidasi

:Zn(s) Zn2+(aq) +2e-

Reduksi

:2MnO2(s) +H2O(l) +2e- Mn2O3(s) +2OH-(aq)

Reaksi

asam

basa

terjadi

antara

NH4+ dan

OH-

Reaksi asam basa : NH4+(aq) + OH-(aq) NH3(g) + H2O(l)


b.Baterai Merkurium
Baterai merkurium merupakan baterai kecil pertama yang dikembangkan
secara komersial pada awal tahun 1940-an. Anoda berupa logam seng dan katoda
berupa merkurium (II) oksida (HgO). Elektrolit yang digunakan larutan potassium
hidroksida (KOH) pekat. Potensial yang dihasilkan 1,35 volt. Keuntungan
baterai ini adalah potensial yangdihasilkan mendekati konstan.
Reaksi redoks yang terjadi dalam sel adalah sebagai berikut.

Baterai

Zn(s) + 2OH(aq)

ZnO(s) + H2O(l) + 2e (anode)


Hg(l) + 2OH(aq) (katode)

HgO(s) + H2O(l) + 2e

Potensial sel yang dihasilkan adalah 1,35 V.

c.Baterai Perak Oksida


Baterai perak oksida menggunakan seng sebagai anoda dan Ag2O sebagai
katoda, serta basa sebagai elektrolit. Voltase yang dihasilkan 1,54 volt.
d. Baterai Perak-Seng

Kontruksinya
Setengah
Anoda

Baterai

adalah

reaksi
:

sel

Zn(s) +

waktu
2

sebagai
digunakan
OH-(aq)

adalah
ZnO(s) +

berikut
sebagai

:
berikut

H2O(l) +

:
2e-

Katoda

AgO(s) +

H2O(l) +

2e-

Ag(s) +

OH-(aq)

ZnO(s) +

Ag(s)

------------------------------------------------------------------Keseluruhan

Zn(s) +

AgO(s)

Setengah reaksi dan keseluruhan reaksi adalah sebaliknya pada waktu pengisian.
Kapasitas penyimpanan listrik dari sel Perak-Seng adalah yang tersebar dari selsel yang ada di perdagangan, yaitu sekitar enam (6) kali lebih besar dari pada sel
Timbal. (Pb) dengan ukuran yang sama. Kelemahan sel ini adalah hanya dapat
diisi beberapa ratus kali sebelum elektrodenya rusak, dan harganya tinggi.
e.Baterai Alkaline

Baterai Alkalin pada dasarnya sama dengan sel Leclanche, tetapi bersifat basa,
karena menggunakan KOH sebagai pengganti NH4Cl dalam pasta. Reaksi yang
terjadi
Anoda
Katoda

adalah
:

Zn(s) +

sebagai
2

OH-(aq)

berikut

Zn(OH)2 +

:
2e-

: 2 MnO2(s) + 2 H2O(l) + 2 e- 2 Mn(OH)2(s) + 2 OH-(aq)

Potensial baterai alkalin juga 1,5 volt.

Baterai

2.3.2. Baterai Sakunder yaitu batere yang bias digunakan berkali kali dengan
mengisi kembali muatannya, apabila telah habis energinya setelah dipakai.
a. Baterai Nikel-Kadmium

Baterai Nikel Kadmium merupakan baterai yang dapat diisi ulang . Rekasi sel
yang

terjadi

Anoda

Katoda

sebagai

Cd(s) +

NiO2(s) +

OH-(aq)

2H2O(l) +

2e-

berikut

Cd(OH)2(s) +
Ni(OH)2(s) +

2e-

2OH-(aq)

---------------------------------------------------------------------------Keseluruhan : Cd(s) + NiO2(s) + 2 H2O(l) Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s)


b. Baterai Litium
Baterai litium adalah baterai yang dapat diisi ulang, ringan dan
menghasilkan potensial yang tinggi (sekitar 3,0 V). Baterai ini sering digunakan
sebagai baterai dalam telepon selular (HP), laptop dan kamera digital. Litium
memiliki potensial oksidasi(E0= -3,04V) yang lebih besar dibadinglogam lainnya dan
hanya 6,94 g litium yang diperlukan untuk menghasilkan 1 mol electron. Baterai
litium terdiri atas anoda litium (terbuat dari logam litium murni), katoda oksida
logam atau sulfide logam yang dapat bergabung dengan ion Li+, dan elektrolit

Baterai

yangmengandung garam litium (misalnya LiClO4) dalam pelarut organic. Jika


katodanya MnO2, sebagai contoh reaksi pada electrode :
Kelebihan :
Beratnya yang relatif lebih ringan dibanding baterai nikel-kadmium.
Mampu menyimpan daya lebih banyak hingga 20% sebelum diisi ulang (recharge).
Lithium ion tidak memiliki efek memori artinya tidak perlu menunggu sampai
habis kapasitas penggunaannya untuk diisi ulang artinya walau kapasitasnya
masih 50% bisa langsung diisi ulang bandingkan dengan baterai nikel-kadmium
yang boleh diisi ulang jika kapasitasnya sudah habis.
Lithium ion bisa didaur ulang jika telah rusak atau habis masa pakainya.
Kekurangan :
Memiliki masa pakai relatif terbatas yaitu sekitar 2-3 tahun setelah pembuatan
baterai supaya mendapatkan kinerja yang optimal.
Sensitif terhadap suhu jadi jika terlalu panas mudah sekali meledak termasuk
kasus meledaknya baterai ketika diisi ulang (re-charge).
Mudah rusak apabila kita sering mengisi ulang hingga menunggu habis
kapasitas penggunaannya.

Baterai

10

c. Sel Bahan Bakar


Sel bahan bakar menggunakan gas hydrogen dan oksigen yang dipisahkan oleh
elektroda berpori yang terbuat dari karbon dan nikel.Elektrolit yang digunakan
adalah larutan KOH. Sel jenis ini digunakan oleh pesawat antariksa seperti apollo.
Dalam reaksinya juga dihasilkan air yang dapat diminum oleh asronot.
Keuntungan sel ini antara lain tidak perlu mengganti elektroda seperti baterai lain
dan bahan bakar dapat dimasukkan secara kontinu untuk menghasilkan tenaga.
Kelemahannya adalah biaya tinggi dan ukurannya lebih besar.
2.4 Aplikasi Baterai pada Mobil
Di dalam baterai mobil terdapat elektrolit asam sulfat, elektroda positif
dan negatif dalam bentuk plat. Plat-plat dibuat dari timah atau berasa dari timah.
Karena itu baterai tipe ini sering disebut baterai timah. Ruangan dalamnya dibagi
menjadi beberapa sel (biasanya 6 sel, untuk baterai mobil) dan di dalam masingmasing sel terdapat beberapa elemen yang terendam dalam elektrolit.

2.4.1.Elemen Baterai
Antara plat-plat positif dan plat-plat negatif masing-masing dihubungkan
oleh plate strap (pengikat plat) terpisah. Ikatan plat-plat positif dan negatif ini
dipasangkan secara berselang-seling yang dibatasi oleh separator dan fiberglass.
Jadi satu kesatuan dari plat, separator dan fiberglass disebut elemen baterai.
Penyusunan plat-plat seperti ini tujuannya memperbesar luas singgungan antara

Baterai

11

bahan aktif dan elektrolit, agar listrik yang dihasilkan besar. Dengan kata lain
kapasitas baterai menjadi besar.
Gaya elektromotif (EMP) yang dihasilkan satu sel kira-kira 2,1 V, pada
segala ukuran plat. Karena baterai mobil mempunyai 6 sel yang dihubungkan
secara seri, EMP output yang dihasilkan ialah kira-kira 12 Volt.
2.4.2.

Elektrolit
Elektrolit baterai ialah arutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis

elektrolit pada baterai saat ini dalam keadaan pnuh ialah 1,260 atau 1,280 (pada
temperatur 20 C). Perbedaan ini disebabkan perbandingan antara air sulingan
dengan asam sulfat pada masing-masing tipe berbeda. Elektrolit yang berat
jenisnya 1,260 mengandung 65% air sulingan dan 35% asam sulfat, sedangkan
elektrolit yang berat jenisnya 1,380 mengandung 63% air sulingan dan 37% asam
sulfat.
Elektolit baterai adalah asam yang kuat, sehingga dapat membakar kulit,
mata dan merusak pakaian. Bila elektrolit mengenai kulit atau pakaian, basuhlah
segera dengan air, dan netralkan asam dengan campuran soda (sodium bicarbonate
[NaHCO3]) dan air. Bila asam mengenai mata, bilaslah dengan air beberapa menit,
kemudian hubungilah dokter.
2.4.3.

Baterai

Kotak Baterai

12

Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak


baterai. Ruangan dalamnya dibagi menjadi 6 ruangan atau sel. Pada kotak baterai
terdapat garis tanda permukaan atas dan bawah (upper level dan lower level).
Plat-plat posisinya ditinggikan dari dasar dan diberi penyekat, tujuannya
agar tidak terjadi hubungan singkat apabila ada bahan aktif (timah dan lain-lain)
terjatuh dari plat.
2.4.4.

Sumbat Ventilasi
Sumbat ventilasi adalah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Di

samping itu untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan
uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar
lewat lubang ventilasi sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian
ventilasi dan menetes kembali ke bawah.
2.5 Prinsip Kerja Baterai
Baterai adalah perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC, yaitu
dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi
listrik melalui reaksi elektro kima, Redoks (Reduksi Oksidasi). Terdapat 2
proses yang terjadi pada baterai
1. Proses Pengisian : Proses pengubahan energi listrik menjadi energi kimia.
Bila baterai dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir ke
elektroda positif (PbO2) melalui beban dari elektroda negatif (Pb), kemudian
ion-ion negatif mengalir ke elektroda positif dan ion-ion positif mengalir ke

Baterai

13

elektroda negatif. Arus listrik dapat mengalir disebabkan adanya elektron yang
bergerak ke dan/atau dari elektroda sel melalui reaksi ion antara molekul
elektroda dengan molekul elektrolit sehingga memberikan jalan bagi elektron
untuk mengalir.
Reaksi kimia yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut:
Setiap molekul cairan elektrolit Asam sulfat (H2SO4) dalam sel tersebut
pecah menjadi dua yaitu ion hydrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion
sulfat yang bermuatan negatif (SO42-)
Bila baterai dibebani, maka tiap ion negatif sulfat (SO42-)akan bereaksi
dengan plat timah murni (Pb) menjadi timah sulfat (PbSO4) sambil
melepaskan dua elektron. Sedangkan sepasang ion hidrogen (2H+ ) akan
bereaksi dengan plat timah peroksida (PbO2) menjadi timah sulfat (PbSO4)
sambil mengambil dua elektron dan bersenyawa dengan satu atom oksigen
untuk membentuk air (H2O). Pengambilan dan pemberian elektron dalam
proses kimia ini akan menyebabkan timbulnya beda potensial listrik antara
kutub-kutub sel baterai.
Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi (tenaga baterai) habis alias
dalam keadaan discharge.
PbO2 = Timah peroxida (katub positif / anoda)
Pb = Timah murni (kutub negatif/katoda)
2H2SO4= Asam sulfat (elektrolit)
PbSO4 = Timah sulfat (kutub positif dan negatif setelah proses pengosongan)
H2O= Air yang terjadi setelah pengosongan

Baterai

14

Pada saat baterai dalam keadaan discharge maka hampir semua asam melekat
pada pelat-pelat dalam sel sehingga cairan eletrolit konsentrasinya sangat rendah
dan hampir melulu hanya terdiri dari air (H 2O), akibatnya berat jenis cairan
menurun menjadi sekitar 1,1 kg/dm3 dan ini mendekati berat jenis air yang 1
kg/dm3. Sedangkan baterai yang masih berkapasitas penuh berat jenisnya sekitar
1,285 kg/dm3. Nah, dengan perbedaan berat jenis inilah kapasitas isi baterai bisa
diketahui apakah masih penuh atau sudah berkurang yaitu dengan menggunakan
alat hidrometer. Hidrometer ini merupakan salah satu alat yang wajib ada di
bengkel baterai (bengkel yang menyediakan jasa setrum/cas baterai). Selain itu
pada saat baterai dalam keadaan discharge maka 85% cairan elektrolit terdiri dari
air (H2O) dimana air ini bisa membeku, cover baterai pecah dan pelat-pelat
menjadi rusak.
2. Proses Pengosongan : Proses pengubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik
dialirkan yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi pada saat
pengosongan. Pada proses ini setiap molekul air terurai. Ion oksigen yang bebas
bersatu dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (PbO2).
Sedangkan tiap pasang ion hidrogen (2H+) yang dekat plat negatif bersatu dengan
ion negatif Sulfat (SO4--) pada plat negatif untuk membentuk asam sulfat.

Baterai

15

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang telah disusun terdapat kesimpulan bahwa penggunaaan
baterai tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat berbagai
macam baterai yang diguanakn namun yang sering digunakan yaitu baterai jenis
litium yaitu penggunan pada Hp dan Laptop.

Baterai

16