Anda di halaman 1dari 8

Publish in www.wahyukurniawan.web.

id
Mechanical Engineering

MEKANIKA KEKUATAN BAHAN


(MECHANICS OF MATERIALS)

BAGIAN 2

B. Tegangan dan regangan


Jika suatu benda diberi beban, akan mengalami perubahan bentuk (deformasi)
 memanjang, memendek, membesar, mengecil dsb.

1. Regangan normal karena beban aksial


material yang menerima pembebanan akan mengalami deformasi.
Perbandingan antara deformasi dengan panjang mula-mula disebut sebagai
regangan.

δ = satuan panjang
L = satuan panjang
ε = tanpa satuan
atau dapat ditulis :
L  L L
 1 
L L
ε = regangan
L = panjang mula-mula
L1 = panjang setelah dikenai beban

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 1


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

Contoh :
Sebuah batang panjang 0,6 m dengan penampang seragam, mengalami deformasi
sebesar δ = 150 μm =150 x 10-6 m. Maka
regangannya adalah :

2. Diagram tegangan - regangan


Diagram yang menunjukkan hubungan antara tegangan dan regangan (σ−ε)
tidak sama untuk setiap material. Diagram ini merupakan sifat material yang penting.
Untuk mendapatkan diagram σ−ε dari suatu material harus dilakukan uji tarik

Diagram tegangan-regangan : Material ulet.

Baja Karbon rendah : Pada tegangan luluh  tegangan konstan walaupun regangan
bertambah
Titik luluh jelas

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 2


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

Pada aluminium : Titik luluh tidak jelas


σu = tegangan ultimate = kekuatan ultimate
σy = tegangan yield (luluh) = kekuatan luluh
σB = tegangan patah = kekuatan patah

Bahan liat tidak tahan geser. Patah pada tegangan geser terbesar (sudut 450)

Ukuran ke-liatan (ductility)

Diagram tegangan-regangan : Material getas.

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 3


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

Yang termasuk bahan getas diantaranya besi tuang, gelas, batu (keramik),
bahan komposit, dsb
Bahan getas tidak tahan tarik, patah pada tegangan tarik terbesar (sudut 0o)

3. Mengetahui kekuatan luluh dengan offset,


Bahan yang titik luluhnya tidak jelas, tegangan luluh dapat dicari dengan
metode offset. Kekuatan luluh pada ofset 0,2% yaitu titik potong antara kurva σ−ε
dengan garis yang sejajar dengan bagian lurus dari kurva yang ditarik dari nilai ε
sebesar 0,2%

4. Beban tekan
Bahan liat : kekuatan tekan dan tarik sama (pada tekan tidak ada ‘necking’)
Bahan getas : kekuatan ultimate tekan jauh lebih tinggi daripada kekuatan tarik,
karena retak-retak kecil yang ada mempengaruhi kekuatan tarik, tetapi tidak
mempengaruhi kekuatan tekan

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 4


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

5. Tegangan dan regangan yang sesungguhnya

6. Hukum Hooke’s : Modulus Elastisitas


Pada umumnya elemen struktur (mesin) didesain agar deformasinya kecil, dan
hanya bergerak pada daerah garis lurus pada diagram σ−. Pada daerah ini, tegangan
berbanding lurus dengan regangan : σ = E ε. Persamaan ini disebut : hukum Hook.
(Robert Hook, 1635-1703). Koefisien E disebut modulus elastisitas disebut juga
modulus Young (Thomas Young, 1773 – 1829). Karena ε tanpa satuan, maka
satuan E sama dengan satuan σ
Kekuatan suatu material dipengaruhi oleh paduannya, perlakuan panas, dan
proses manufacturing, tetapi modulus elastisitas material selalu tetap.

Tegangan terbesar dimana hukum Hooke


masih berlaku disebut batas proporsional
bahan.
Pada bahan yang luluhnya jelas, maka batas
proporsional hampir berimpit dengan
tegangan luluh
Pada beberapa bahan, penambahan bahan
paduan, perlakuan panas dan proses
pembuatan mengubah kekuatan, duktilitas,
ketahanan korosi dsb.

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 5


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

Modulus elastisitas atau modulus young atau young’s modulus (E)


menyatakan kekakuan (stiffness) bahan. Modulus elastisitas ditunjukkan oleh
kemiringan garis pada kurva tegangan-regangan pada daerah elastic. Pada daerah
elastic berlaku hukum hooke.

7. Kekakuan (stiffness)
E menunjukkan mudah-tidaknya bahan berubah bentuk  menunjukkan
kekakuan (stiffness) bahan. E ditunjukkan oleh kemiringan garis linier pada diagram
σ−ε.

8. Deformasi batang karena beban aksial


Batang BC, panjang L dibebani beban terpusat P. Jika tegangan yang timbul σ
tidak melebihi batas proporsional, maka berlaku hukum Hook :
σ=Eε
Atau :
ε = σ /E = P/AE
Mengingat bahwa ε = δ/L, atauδ = εL, maka bisa dituliskan :

9. Fatigue (lelah)
Properties kelelahan suatu material (ex:
baja dan aluminium) ditunjukkan pada gambar
disamping.
Untuk material baja apabila diberikan tegangan
dibawah ultimate strength (tegangan maksimal
sebelum terjadi fracture/patah), pada suatu siklus
tertentu tegangannya akan konstan. Ketika tekanan
itu dikurangi di bawah endurance limit (batas
ketahanan), kegagalan-kegagalan kelelahan tidak

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 6


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

terjadi untuk setiap bilangan siklus. Hal ini berbeda dengan almunium, tegangannya
akan tutun bersamaan dengan makin banyaknya siklus yang diberikan.

Contoh :
Tentukan deformasi yang terjadi pada batang
baja setelah diberikan beban sesuai dengan
gambar disamping. Jika diketahui :
E  29  10 6 psi
D  1.07 in. d  0.618 in.
Solusi :
Bagilah batang baja tersebut menjadi beberapa bagian, kemudian gambarkan free
body diagramnya

Menentukan gaya dalam setiap bagian, diperoleh :


P1  60  10 3 lb

P2   15  10 3 lb

P3  30  10 3 lb

Sehingga total defleksinya :


Pi Li 1  PL PL PL 
    1 1  2 2  3 3 
i Ai E i E  A1 A2 A3 

L1  L2  12 in. L3  16 in. 
1      
 60  10 3 12  15  10 3 12 30  10 3 16 
 
 
29  10  6  0 .9 0 .9 0 .3 
A1  A2  0.9 in 2 A3  0.3 in 2
3
 75 .9  10 in.

10. Poisson’s Ratio (Perbandingan angka rasio)


Suatu bahan jika ditarik maka akan mengalami
deformasi memanjang (longitudinal) dan melintang (lateral).
Poisson’s ratio adalah perbandingan antara tegangan
lateral dan tegangan longitudinal.
Jika suatu batang ditarik pada satu arah :
– Memanjang pada arah beban (longitudinal)  εx
– Memendek pada arah beban (lateral)  εy
Poisson ratio ν = - εy / εx
 Nilai ν adalah 0<ν<0.5

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 7


Publish in www.wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering

11. Regangan Geser

Contoh :
Sebuah balok segi-empat dari material dengan
modulus geser G = 90 ksi terikat pada dua plat-plat
horizontal. Plat bagian bawah direkatkan sedangkan
plat bagian atas diberikan gaya horizontal sebesar P.
Jika diketahui plat bagian atas digerakkan sejauh 0,04
in. Tentukan a) tegangan geser rata-rata pada material
tersebut. b) besarnya P.
Jawab :
a. Tentukan sudut deformasi rata-rata atau regangan
geser blok.
0.04 in.
 xy  tan  xy   xy  0.020 rad
2 in.
Dengan menggunakan hukum hooke maka,
 
 xy  G xy  90  103 psi 0.020 rad   1800 psi

b. Dengan menggunakan persamaan tegangan geser, maka diperoleh P :

P   xy A  1800psi8in.2.5in.  36103lb
P  36 . 0 kips

Mekanika Kekuatan Bahan | Create By Wahyu Kurniawan 8