Anda di halaman 1dari 6

Publish in www.wahyukurniawan.

com
Mechanical Engineering

KRISTAL MATERIAL
(TATANAN ATOMIC)

Bagian 2

2. STRUKTUR KUBIK
a. Logam Kubik Pemusatan-Ruang (bcc)
Besi berkristalisasi dalam sistem kubik. Pada suhu ruang, terdapat sebuah atom
besi di setiap sudut dari sel satuan tersebut, dan sebuah atom yang lain di pusat-ruang
sel satuan (Gambar 4). Besi merupakan jenis logam berstruktur kubik pemusatan-
ruang (bcc) yang paling sering ditemui, namun bukan satu-satunya. Kromium dan
tungsten (wolfram) juga memiliki struktur logam bcc.

Gambar 4

Setiap atom besi di dalam struktur logam bcc ini dikelilingi oleh delapan atom
besi terdekat, apakah atom tersebut terletak di sudut ataupun di pusat sel-satuan.
Oleh karena itu, setiap atom memiliki lingkungan sekitar yang sama (Gambar 4.a).
Ada dua atom logam dalam setiap sel satuan bcc. Satu atom terletak di pusat dan
delapan oktan (seperdelapan bagian dan sebuah lingkaran), terletak pada kedelapan
sudut (Gambar 5).

Gambar 5

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 1


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Material dengan struktur logam bcc memiliki kontak atom di sepanjang


diagonal ruang (d.r.) dari sel satuan. Jadi, dari Gambar 5.b dapat ditulis :
(d.r.) logam bcc = 4R = a logam bcc
atau
a logam bcc = 4R /

di mana a adalah konstanta kisi.


Selanjutnya dapat dikembangkan konsep mengenai faktor penumpukan (PF,
packing factor) atomik dari suatu logam bcc dengan mengasumsikan atom-atomnya
berbentuk bola (model bola-keras) dan kemudian menghitung fraksi volume dari sel
satuan yang ditempati oleh atom-atom tersebut :

Ada dua atom per sel satuan di dalam suatu logam bcc, dan kita menganggap atom
berbentuk bola, sehingga :

b. Logam Kubik Pemusatan Sisi (fcc)


Susunan atomik dalam tembaga (Gambar 6) tidak sama dengan susunan atomik
dalam besi, meski keduanya berstruktur kubik. Selain sebuah atom di setiap sudut sel
satuan tembaga, ada satu atom lagi di pusat setiap sisi kubus, tetapi tidak ada satu
atom pun di pusat kubus.
Struktur kubik pemusatan-sisi (fcc) ini, seperti halnya bcc, merupakan struktur
umum dari berbagai logam. Aluminium, tembaga, timbal, perak, dan nikel memiliki
struktur ini (begitu pula besi pada suhu tinggi).

Gambar 6

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 2


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Struktur logam fcc memiliki empat atom per sel satuan. Kedelapan oktan
sudutnya jika dijumlah menghasilkan satu atom, dan masing-masing dari keenam
pemusatan-sisi menambahkan setengah atom sehingga jumlah atom totalnya adalah
empat atom per sel satuan. Karena atom-atom tersebut saling bersinggungan di
sepanjang diagonal sisi (d.s.), kita dapat menuliskan:
(d.s.) logam fcc = 4R = a logam fcc

Atau, untuk konstanta kisi,

a logam fcc = 4R/

Gambar 7

Faktor penumpukan untuk suatu logam fcc adalah 0,74, yang lebih besar
daripada faktor penumpukan untuk logam bcc yang besarnya 0,68. Perbedaan ini
memang dapat dipahami, karena setiap atom dalam suatu logam bcc hanya memiliki
delapan tetangga saja. Setiap atom di dalam suatu logam fcc memiliki 12 tetangga.
Jumlah ini dapat dilihat pada gambar 7; atom pemusatan-sisi bagian-depan memiliki
empat tetangga terdekat, empat tetangga saling bersinggungan pada bagian belakang,
dan empat tetangga lainnya (yang tidak tampak) yang berada di depan.

c. Struktur Kubik Pemusatan Sisi Lain


Struktur logam di Gambar 6 dan 7 bukanlah satu-satunya struktur fcc. Masih
ada beberapa lainnya. Gambar 8 menampilkan struktur molekuler metana padat,
CH4, dengan kelima atomnya menempati posisi fcc sebagai satu satuan molekuler.
Struktur NaC1 yang tampak pada Gambar 1 (bagian 1) juga merupakan
struktur fcc. Pusat-pusat dari setiap sisi sepenuhnya identik dengan sudut-sudutnya.
Pada senyawa NaC1, di mana atom-atom tidak sejenis saling "bersentuhan," dimensi-
dimensi sel-satuannya diperoleh dengan menjumlahkan kedua jari-jarinya:

a NaC1 fcc = 2(rNa+ + RC1-)

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 3


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Hubungan ini diperlihatkan pada Gambar 8.

Gambar 8

Struktur kubik-intan juga merupakan struktur fcc. Gambar 9.a memperlihatkan


ikatan kovalen dan bukan memperlihatkan atom-atom atau ion-ion sferis yang saling
bersinggungan; namun demikian, bukan masalah, karena tujuan kita adalah
mengamati apakah pusat dari semua sisinya, sepenuhnya identik dengan sudut-
sudutnya. Namun, terdapat delapan atom per sel satuan untuk rata-rata dua atom per
posisi fcc. Percobaan menunjukkan bahwa jarak interatomik C—C sama dengan
0,154 nm (pusat-ke-pusat) dalam struktur ini.

Gambar 9

Pengamatan yang lebih teliti terhadap Gambar 9.b menunjukkan bahwa


diagonal ruangnya empat kali lebih besar daripada nilai ini. Jadi :
(d.r) intan = 4(C-C) = (a intan)
atau
a intan = 4 (0,154 nm)/
sehingga menghasilkan konstanta kisi, a sebesar 0,356 nm.

Silikon, banyak dimanfaatkan untuk semikonduktor, memiliki struktur kubik-


intan. Demikian pula halnya, galium arsenida (GaAs) memiliki struktur fcc yang
sangat mirip di mana pada struktur senyawa ini atom- atom pada Gambar 9.a
berganti-ganti antara galium dan arsenik.

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 4


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

d. Struktur Kubik Sederhana


Kata sederhana mungkin terkesan bertentangan di dalam frasa struktur kubik
sederhana karena struktur seperti ini bisa saja lebih rumit dibandingkan beberapa
struktur bcc dan fcc. Dalam pengertian kristalografik, sederhana berarti suatu
struktur kristal hanya memiliki satu sel satuan penuh sebagai unit ulang. Ingat bahwa
suatu struktur bcc diulang pada pusat dari sel satuan dan juga pada sudut-sudutnya.
Demikian pula struktur fcc diulang pada pusat-pusat sisinya dan pada sudut-
sudutnya. Sel kubik sederhana (sc) tidak memiliki titik ulang pada kedua lokasi
terpusat tadi.

Gambar 10

Alkali halida, CsCl, adalah kubik sederhana (Gambar 10.a). Ion- ion klorin, Cl-
terletak di sudut-sudut sel; ion Cs+ terletak di pusat-pusat sel. Tetapi senyawa ini
bukan bcc, karena pusat selnya memiliki sebuah ion yang berbeda dengan ion yang
terdapat di sudut-sudut sel!
Suatu paduan yang terdiri dari ~50 persen tembaga dan ~50 persen seng,
disebut kuningan-β', juga kubik sederhana (sc). Kita bebas memilih lokasi dan sudut
sel-satuan—kita dapat menempatkannya pada atom seng (Gambar 11.a) atau pada
atom tembaga (Gambar 11.b).

Gambar 11

Struktur-struktur kubik sederhana ini adalah struktur biner; artinya, masing-


masing memiliki dua komponen. Oleh karena itu, suatu dimensi sel-satuan pasti
mengenal dua jari-jari. Dari Gambar 10.b
A tipe-CsCl = 2(rcs+ + Rc1-) /

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 5


Publish in www.wahyukurniawan.com
Mechanical Engineering

Bilangan koordinasi untuk struktur kubik sederhana tipe-CsC1 adalah delapan.


Oleh karena itu, rasio jari-jarinya harus lebih besar daripada 0,73.
Kalsium titanat, CaTiO3, merupakan senyawa ketiga yang memiliki struktur sc.
Dalam bentuk kubiknya, kalsium titanat memiliki ion Ca2+ pada setiap sudut sel-
satuan, satu ion Ti4+ pada pusat, dan ion 02- pada pusat dan masing-masing dari
keenam sisi (Gambar 12). Jadi struktur senyawa ini bukan struktur bcc atau fcc,
karena lokasi-lokasi yang terpusat ini tidak mereplikasi sudut-sudut sel. (Perhatikan
dari Gambar 12.b bahwa kita dapat memilih lokasi untuk titik asal sel satuan.)

Gambar 12

Material Teknik | Create By Wahyu Kurniawan 6