Anda di halaman 1dari 16

SNI 06-2388-2006

Minyak pala

Badan Standardisasi Nasional

ICS 71.100.60

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Standar Nasional Indonesia

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

SNI 06-2388-2006

Daftar isi.....................................................................................................................................i
Prakata .....................................................................................................................................ii
1

Ruang lingkup .................................................................................................................. 1

Istilah dan definisi ............................................................................................................ 1

Syarat mutu ..................................................................................................................... 1

Pengambilan contoh ........................................................................................................ 1

Cara uji ............................................................................................................................ 2

Syarat lulus uji ................................................................................................................. 7

Pengemasan.................................................................................................................... 7

Lampiran A (normatif) Daftar nomor acak ............................................................................... 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Daftar isi

SNI 06-2388-2006

Standar Nasional Indonesia (SNI) ini merupakan revisi dari SNI 06-2388-1998, Minyak pala.
Standar ini di susun oleh Panitia Teknis 71-01 Teknologi Kimia.
Tujuan dari revisi ini mengingat adanya perkembangn teknologi, serta untuk menunjang
ekspor. Oleh karena itu dalam penyusunan standar ini memperhatikan ISO 3215:1998, Oil of
Nutmeg, Indonesia Type (Myristica fragrans) (Houtt).
Standar ini telah dibahas melalui rapat-rapat teknis, Rapat Konsensus Nasional di Jakarta
pada tanggal 6 Desember 2004 di Jakarta. Hadir dalam rapat tersebut wakil-wakil produsen,
konsumen, asosiasi, laboratorium penguji, eksportir dan instansi terkait.

ii

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Prakata

SNI 06-2388-2006

Ruang lingkup

Standar ini menetapkan syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji,
pengemasan dan syarat penandaan minyak pala.

Istilah dan definisi

2.1
minyak Pala
minyak yang diperoleh dengan cara penyulingan biji tanaman pala (Myristica fragrans)
(Houtt)

Syarat mutu
Tabel 1

No
1
1.1
1.2
2
3
4
5
6
7

4
4.1

Persyaratan mutu minyak pala

Jenis uji

Satuan

Keadaan
Warna
Bau
Bobot Jenis 20oC/20oC
Indeks bias (nD20)
Kelarutan dalam etanol 90% pada suhu
20oC
Putaran optic
Sisa penguapan
Miristisin

Persyaratan

Tidak berwarna-kuning pucat


Khas minyak pala
0,880 - 0,910
1,470 - 1,497
1:3 jernih, seterusnya jernih

%
%

(+)8o (+)25o
Maksimum 2,0
Minimum 10

Pengambilan contoh
Pengambilan contoh mewakili setiap drum

Contoh diambil dari setiap drum.


a) Ambil contoh dari setiap drum dengan alat pipa logam tahan karat atau pipa kaca dengan
panjang 125 cm dan diameter 2 cm. Ujung pipa dapat ditutup atau dibuka dengan
sumbat bertangkai panjang;
b) Masukkan alat pipa logam ke dalam drum, sehingga minyak dapat terambil dari lapisan
atas hingga lapisan bawah;
c) Ambil contoh empat kali pada empat sudut yang menyilang berhadapan kemudian
dicampur menjadi satu dan dikocok;
d) Ambil dari campuran tersebut 80 ml untuk dianalisa dan 80 ml lagi sebagai arsip contoh
e) Masukkan contoh ke dalam botol bersih, kering dan tidak mempengaruhi contoh;
f) Botol kemudian di segel dan diberi etiket yang bertuliskan nomor drum/ lot, tanggal
pengiriman contoh, identitas pengambil contoh, nama produsen atau eksportir;
g) Tutup kembali drum dan disegel setelah pengambilan contoh.

1 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Minyak pala

SNI 06-2388-2006

Pengambilan contoh mewakili lot (maksimum 50 drum)

a) Ambil contoh dari tiap-tiap drum yang dipilih secara acak berdasarkan daftar nomor acak
terlampir dan berasal dari satu tangki pencampur, seperti tersebut pada 5.1;
b) Ambil contoh sebanyak 30 % dari jumlah drum, minimal 5 drum per lot. Kemudian contoh
dicampur menjadi satu dan dikocok sampai rata;
c) Ambil 80 ml untuk dianalisa dan 80 ml untuk arsip contoh;
d) Masukkan contoh ke dalam botol bersih, kering, berwarna coklat dan bertutup asah;
e) Botol kemudian di segel dan diberi etiket yang bertuliskan nomor drum/lot, tanggal
pengiriman contoh, identitas pengambil contoh, nama produsen atau eksportir;
f) Tutup kembali drum dan disegel setelah pengambilan contoh.

Cara uji

5.1 Keadaan
5.1.1

Penentuan warna

5.1.1.1

Prinsip

Metode ini didasarkan pada pengamatan visual dengan menggunakan indera penglihatan
langsung, terhadap contoh minyak pala.
5.1.1.2

Peralatan

a) tabung reaksi kapasitas 15 ml atau 20 ml;


b) pipet gondok atau pipet berskala kapasitas 10 ml;
c) kertas atau karton berwarna putih ukuran 20 cm x 30 cm.
5.1.1.3

Cara kerja

a) Pipet 10 ml contoh minyak pala;


b) Masukkan kedalam tabung reaksi, hindari adanya gelembung udara;
c) Sandarkan tabung reaksi berisi contoh minyak pala pada kertas atau karton berwarna
putih;
d) Amati warnanya dengan mata langsung, jarak pengamatan antara mata dan contoh
30 cm.
5.1.1.4

Penyajian hasil uji

Hasil uji yang disajikan harus sesuai dengan warna contoh minyak pala yang diamati.
Apabila contoh minyak pala yang diamati berwarna kuning muda, maka warna contoh
minyak pala dinyatakan kuning muda.
5.1.2

Bau

Metode ini didasarkan pada pengamatan visual dengan menggunakan indera penciuman
langsung (hidung) terhadap contoh minyak pala.
5.2
5.2.1

Penentuan bobot jenis


Prinsip

Perbandingan antara berat minyak dengan berat air pada volume dan suhu yang sama.
2 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

4.1

SNI 06-2388-2006

Peralatan

a) neraca analitik dengan ketelitian 0,001 g;


b) penangas air yang dilengkapi dengan thermostat;
c) piknometer berkapasitas 5 ml.
5.2.3

Cara kerja

a) Cuci dan bersihkan piknometer, kemudian bilas berturut-turut dengan etanol dan dietil
eter.
b) Keringkan bagian dalam piknometer tersebut dengan arus udara kering dan sisipkan
tutupnya
c) Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit dan timbang (m)
d) Isi piknometer dengan air suling yang telah dididihkan dan biarkan pada suhu 20oC,
sambil menghindari adanya gelembung-gelembung udara.
e) Celupkan piknometer ke dalam penangas air pada suhu 20oC 0,2oC selama 30 menit
f) Sisipkan penutupnya dan keringkan piknometernya
g) Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit, kemudian timbang
dengan isinya (m1)
h) Kosongkan piknometer tersebut, cuci dengan etanol dan dietil eter, kemudian keringkan
dengan arus udara kering.
i) Isilah piknometer dengan contoh minyak dan hindari adanya gelembung udara
j) Celupkan kembali piknometer ke dalam penangas air pada suhu 20 oC 0,2oC selama
30 menit. Sisipkan tutupnya dan keringkan piknometer tersebut.
k) Biarkan piknometer di dalam lemari timbangan selama 30 menit dan timbang (m2)
5.2.4

Penyajian hasil uji

Bobot jenis = d 20
=
20

m2 m
m1 m

Dengan:
m adalah massa, piknometer kosong (g);
m1 adalah massa, piknometer berisi air pada 20oC;
m2 adalah massa, pikonometer berisi contoh pada 20oC.
5.3
5.3.1

Penentuan indeks bias


Prinsip

Metode ini didasarkan pada pengukuran langsung sudut bias minyak yang dipertahankan
pada kondisi suhu yang tetap
5.3.2

Bahan kimia

aquades
5.3.3

Peralatan

a) refraktometer;
b) penangas air;
c) lampu natrium.

3 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.2.2

SNI 06-2388-2006

Cara kerja

a) Alirkan air melalui refraktometer agar alat ini berada pada suhu dimana pembacaan akan
dilakukan;
b) Suhu kerja harus dipertahankan dengan toleransi 0,2oC;
c) Sebelum minyak ditaruh di dalam alat, minyak tersebut harus berada pada suhu yang
sama dengan suhu dimana pengukuran akan dilakukan;
d) Pembacaan dilakukan bila suhu sudah stabil.
5.3.5

Penyajian hasil uji

t
Indeks bias n t = n 1 + 0.0004 (t1 t )
D
D
Dengan :
t

nD1 adalah pembacaan yang dilakukan pada suhu pengerjaan ;


t
nD
adalah indeks bias pada suhu 20o;

t1 adalah suhu yang dilakukan pada suhu pengerjaan;


t adalah suhu referensi (20oC);
0,0004, adalah faktor koreksi.
5.4
5.4.1

Penentuan putaran optik


Prinsip

Metoda ini didasarkan pada pengukuran sudut bidang dimana sinar terpolarisasi diputar oleh
lapisan minyak yang tebalnya 10 cm pada suhu tertentu.
5.4.2

Bahan kimia

a) larutan sukrosa anhidrat murni, konsentrasi 26,00 g sukrosa per 100 ml air;
b) khloroform, untuk mengencerkan contoh minyak berwarna gelap sebelum dilakukan
pengujian.
5.4.3

Peralatan

a) polarimeter, dengan ketelitian + 0,03o, yang ditempatkan dan dipergunakan dalam


ruangan gelap dengan kondisi stabil;
b) sumber cahaya digunakan lampu natrium atau alat lain yang menghasilkan sinar
monokhromatik dengan panjang gelombang 589,3 nm 0,3 nm;
c) tabung polarimeter berukuran 100 mm 0.05 mm;
d) thermometer.
5.4.4

Cara kerja

a) Nyalakan sumber cahaya dan tunggu sampai diperoleh kilauan yang penuh;
b) Isi tabung polarimeter dengan contoh minyak yang sebelumnya telah dibawa pada suhu
tertentu, usahakanlah agar gelembung-gelembung udara tidak terdapat didalam tabung;
c) Letakkan tabung di dalam polarimeter dan bacalah putaran optik dekstro (+) atau levo (-)
dari minyak, pada skala yang terdapat pada pada alat;
d) Dengan menggunakan termometer yang disisipkan pada lubang ditengah-tengah,
periksalah bahwa suhu minyak dalam tabung adalah 20oC 1oC;

4 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.3.4

SNI 06-2388-2006

5.4.5

Penyajian hasil uji

Putaran optik harus dinyatakan dalam derajat lingkar sampai mendekati 0,01o. putaran optik
dekstro harus diberi tanda positif (+) dan putaran optik levo harus diberi tanda negatif (-).
5.5

Penentuan kelarutan dalam etanol

5.5.1

Prinsip

Kelarutan minyak pala dalam etanol absolut atau etanol yang diencerkan yang menimbulkan
kekeruhan dan dinyatakan sebagai larut sebagian atau larut seluruhnya, berarti bahwa
minyak tersebut membentuk larutan yang bening dan cerah dalam perbandinganperbandingan seperti yang dinyatakan.
5.5.2

Bahan kimia

a) etanol 90 %;
b) larutan pembanding untuk kekeruhan yang baru saja dibuat dengan menambahkan
0,5 ml larutan perak nitrat 0,1 N ke dalam 50 ml larutan natrium khlorida 0,0002 N dan
dikocok. Tambahkan satu tetes asam nitrat encer (25 %) dan amati setelah 5 menit.
Lindungi dari sinar matahari langsung.
5.5.3

a)
b)

Peralatan

gelas ukur 50 ml;


gelas ukur tertutup 10 ml atau 25 ml.

5.5.4

Cara kerja

a) Tempatkan 1 ml contoh minyak dan diukur dengan teliti di dalam gelas ukur yang
berukuran 10 ml atau 25 ml;
b) Tambahkan etanol 90 %, setetes demi setetes. Kocoklah setelah setiap penambahan
sampai diperoleh suatu larutan yang sebening mungkin pada suhu 20oC;
c) Bila larutan tersebut tidak bening, bandingkanlah kekeruhan yang terjadi dengan
kekeruhan larutan pembandingan, melalui cairan yang sama tebalnya;
d) Setelah minyak tersebut larut tambahkan etanol berlebih karena beberapa minyak
tertentu mengendap pada penambahan etanol lebih lanjut.
5.5.5

Penyajian hasil uji

Hasil uji dinyatakan sebagai berikut:


Kelarutan dalam etanol 90 % = 1 volume minyak, menjadi jenih dengan maksimum 3 volume
etanol. Bila larutan tersebut tidak sepenuhnya bening, catat apakah kekeruhan tersebut
lebih besar dari pada, sama atau lebih kecil dari pada kekeruhan larutan pembanding.
5.6
5.6.1

Penentuan sisa penguapan


Prinsip

Senyawa yang tidak menguap diperoleh dengan cara menguapkan minyak pala di atas
penangas air.

5 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

e) Catatlah hasil rata-rata dari sedikitnya tiga pembacaan, masing-masing pembacaan tidak
berbeda lebih dari 0,08o.

SNI 06-2388-2006

a)
b)
c)
d)

Peralatan

penangas air;
cawan penguapan;
desikator yang berisi desikan;
neraca analitik dengan ketelitian 0,1 mg.

5.6.3

Cara kerja

a) Panaskan cawan penguapan di atas penangas air selama 60 menit, kemudian dinginkan
dalam desikator selama 20 menit, di timbang (Wo).
b) Timbang dengan teliti kira-kira 5 g contoh minyak pala dalam cawan tersebut yang telah
diketahui bobotnya (W1).
c) Panaskan di atas penangas air selama 4 (empat) jam, dinginkan dalam desikator selama
20 menit, kemudian ditimbang.
d) Ulangi pekerjaan sampai diperoleh bobot tetap (W2).
5.6.4

Penyajian hasil

Sisa penguapan =

Dengan:
adalah bobot cawan penguapan kosong (g);
W0
adalah bobot cawan penguapan contoh (g);
W1
W
adalah bobot cawan penguapan contoh setelah dipanaskan (g).
5.7
5.7.2

Penentuan miristisin menggunakan kromatografi gas cair


Prinsip

Komponen-komponen minyak pala dipisahkan dengan teknik GLC, dan masing-masing


komponen diukur kadarnya berdasarkan luas puncak.
5.7.3

Bahan kimia

air suling
5.7.4

Peralatan

a) instrumen kromatografi gas lengkap terdiri dari:


- tabung gas berisi gas nitrogen HP dengan regulatornya
- tabung gas berisi gas hidrogen dengan regulatornya
- tabung gas berisi gas udara tekan dengan regulatornya
- kolom terbuat dari gelas atau logam yang inert untuk kolom kemasan panjang
2m 4 m diameter inchi
b) detektor ionisasi nyala (flame ionization detector );
c) rekorder-integrator;
d) alat suntik dengan volume 1 mikroliter.
5.7.5

Kondisi analisis

a) Panjang kolom
b) Isi kolom-fasa diam

: Silica, 25 mm. 0,25 mm


: carbowax 20 M
6 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

5.6.2

SNI 06-2388-2006

Fasa gerak
: nitrogen
Kecepatan alir
: 1 ml/ menit
Detektor
: flame ionization detector
Suhu detektor
: 250 oC
Kecepatan alir hirogen : 30 ml/ menit
Kecepatan alir gas tekan : 300 ml/ menit
Atenuasi
: Disesuaikan
Suhu injektor
: 200oC
Sistem kolom:
Suhu awal
: 50oC, (5 menit)
Suhu akhir
: 200oC
Kenaikan suhu
: 3oC/menit
Volume contoh
: 0,1 mikroliter
Kecepatan kertas
: 0,25 cm/ menit
Split ratio
: 1 : 100 ml

5.7.6

Penyajian hasil uji

Kadar miristisin dinyatakan dalam persen.

Syarat lulus uji

Contoh dinyatakan lulus uji apabila memenuhi persyaratan butir 3.

Pengemasan

Minyak pala dikemas dalam wadah tertutup rapat, tidak mempengaruhi dan dipengaruhi isi,
aman selama penyimpanan dan pengangkutan.

Syarat penandaan

Pada setiap pengiriman, bagian luar drum diberi keterangan dengan cat yang tidak mudah
luntur:
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

produksi indonesia;
nama barang;
nama perusahaan/eksportir;
nomor drum;
nomor lot;
berat bersih;
berat kotor;
negara tujuan;
dan lain-lain keterangan yang diperlukan.

7 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)

SNI 06-2388-2006

Tabel A.1

Daftar nomor acak

Baris
(Line)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

78994
40909
46582
29242
68104
17156
50711
35449
75622
01020
08327
76829
89708
89836
25903
71345
61454
80376
45144
12191
62936
31588
29787
45603
31606
10452
37016
66726
07380
71621
03466
12692
52192
56691
74952
18752
61691
49197
19436
39143
82244
59427
94095
11751
69902
21680
75350
29643
82749
36342

36244
58485
73570
89792
81339
02182
94789
52409
82729
55151
89989
41229
30641
55817
61370
03422
92263
09109
54373
88527
59120
96798
96048
00745
64782
33074
64633
93685
74438
57683
13263
32931
30491
72529
43042
43693
04914
63948
87291
61803
67549
56155
95770
69469
03995
25352
46992
22085
23443
42092

36273
70369
33004
88694
97090
82504
07171
75095
76916
36132
24260
19706
21267
56747
66081
01015
14647
30470
05505
58852
73957
43668
84726
84635
34027
76718
67301
25409
82120
58256
23917
97387
44998
44998
66063
58869
32867
43111
78947
71584
14606
76491
42878
07826
25521
27821
25556
25165
42581
52075

25475
93930
61795
60285
20601
19130
02103
77720
72657
51971
08613
30094
56501
75195
54076
58025
08473
40200
90074
51175
35969
10111
17512
43079
56734
99556
50949
37498
17890
47702
20417
32822
17833
73570
15677
53017
28325
60207
75859
13543
09756
23708
25991
44097
11758
92161
55906
69675
25514
83926

84953
34880
86477
07190
78940
93747
99057
39729
58992
32155
66798
69430
95182
06813
67442
19703
34124
46558
24783
11534
21698
01714
39450
52724
09365
10026
91298
00816
40963
74724
11315
57775
94663
86860
18573
22661
82319
70667
76501
09621
71494
97999
37584
07511
64968
23592
62339
20251
32827
42815

61793
73059
46736
07796
20233
80910
98775
03205
32756
60935
25339
92399
72442
80343
52964
77313
10740
61742
86299
87215
47287
77255
43618
14262
20009
00013
74903
99262
55757
89419
52305
92674
23062
682125
43520
39610
65589
39343
93946
63301
91307
40131
56966
88976
61902
43921
33968
39641
35325
71500

50243
06825
60640
27011
22803
78260
37997
09313
01154
64867
62860
93749
21445
47403
23323
04555
40039
11543
80900
04876
39394
56079
30629
05760
93559
78411
73631
14471
13492
03025
33072
76549
95725
40436
97521
63795
96046
60607
95714
69817
61222
52060
68623
30122
32121
10479
91717
65786
93268
69216

63423
80257
70345
85941
96070
25136
18325
43545
84090
35424
57375
22081
17276
47403
02718
83425
05620
92121
15155
85584
08778
24690
24356
89373
73384
95107
57897
10232
68294
63519
07723
37635
38463
31303
83248
02622
98498
15328
92518
52140
66592
90390
83454
67542
23165
37879
15756
30689
32911
01390

8 dari 8

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Lampiran A
(normatif)
Daftar nomor acak

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan

BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN


Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 3-4
Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270
Telp: 021- 574 7043; Faks: 021- 5747045; e-mail : bsn@bsn.or.id