Anda di halaman 1dari 11

ALIRAN PSIKOLOGI FUNGSIONALIS

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang memandang bahwa manusia harus dipandang secara menyeluruh.
Apa yang dilakukan manusia sebagai aksi adalah hal yang kompleks yang merupakan manifestasi dari jiwa dan
mempunyai maksud tertentu bukan hanya disebabkan oleh sesuatu hal. Fungsionalisme memandang bahwa
pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
Beberapa ciri fungsionalisme diantaranya adalah menekankan fungsi dibanding elemen mental, memandang
penting kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan lingkungannya, serta menerima berbagai metode
dalam mempelajari aktivitas mental manusia.
Terdapat dua metode yang digunakan dalam fungsionalisme, yaitu : Metode observasi tingkah laku terbagi
menjadi Metode Fisiologis dan Metode Variasi Kondisi, serta Metode Instrospeksi.
Pendiri fungsionalisme adalah William James dan John Dewey. Aliran Fungsionalisme terdiri atas aliran
fungsionalisme Chicago ( John Dewey, James Rowland Angel ) dan fingsionalisme California ( James Cattel
dan Thorndike ).
Fungsionalisme

1.1 Latar belakang


Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai
manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan
manusia dan lingkungannya. Maksudnya, Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat adalah sebuah
sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami secara
terpisah.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam
menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas
dalam hubungan pikiran and perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya
merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi
organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsifungsi dan bukan hanya fakta-fakta
dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang
dimainkannya dalam kehidupan.
Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa
terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi)suatu tingkah laku tersebut
terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan
untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri psikis dan social
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang yang dibahas dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut
Apa yang dimaksud dengan aliran fungsionalisme?
Apa ciri ciri dari aliran fungsionalisme?
Metode apa yang digunakan dalam aliran fungsionalisme?
Ada beberapa aliran yang terdapat pada aliran fungsionalisme?
Apa kekurangan dari aliran fungsionalisme?
2.1 Fungsionalisme
Fungsionalisme merupakan orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan
menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara

kebutuhan manusia dan lingkungannya. Maksudnya, Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat


adalah sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami
secara terpisah.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam
menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas
dalam hubungan pikiran and perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya
merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi
organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsifungsi dan bukan hanya fakta-fakta
dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang
dimainkannya dalam kehidupan.
Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa
terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi)suatu tingkah laku tersebut
terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan
untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri psikis dan social.
2.2 Ciri Ciri dari Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme memiliki beberapa ciri khas, yaitu :
Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.
Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis
Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan
adalah sesuatu yang terpenting.
Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai
bidang dan kelompok manusia.
Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus danbrespons adalah
suatu kesatuan.
Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang dari biologi.
Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan sangat membantu pemahaman tentang
fungsi mental.
Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia, meskipun sebagian
besar riset dilakukan di Univ. Chicago ( pusat perkembangn fungsionalisme) menggunakn metode
eksperimen, pada dasarnya aliran fungsionalisme tidk berpegang pada satu metode inti. Metode yang
digunnakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi.
2.3 Metode dalam Aliran Fungsionalisme
Aliran ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya
mempelajari struktural. Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi
tingkah laku dan instropeksi.
1.
Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi,
mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem
sarafnya.
b. Metode Variasi Kondisi
Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan fisiologi, karena manusia
mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi inilah yang merupakan metode eksperimen dari
aliran fungsionalisme.
2.
Metode Instrospeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus sehingga jiwa
menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif sehingga sulit di sistematikan dan sulit
dikuantitatifkan
2.4 Beberapa Aliran Fungsionalisme

Fungsionalisme mempunyai 2 (dua) aliran, namun pendiri fungsionalisme itu sendiri


adalah :
1. William James (1842-1910)
James termasuk pendukung aliran evolusionalisme dan bersamaan John Dewey mendirikan aliran
fungsionalisme. James tergolong orang yang berpikiran bebas. Yaitu bebas mengeluarkan dan
mengembangkan ide atau kritik yang orisinil. Salah satu cirri jalan pikirannya adalah berusaha sedekat
mungkin dengan kenyataan. Teori emosi menjelaskan tentang hubungan antara perubahan fisiologis
dengan emosi, Emosi identik dengan perubahan-perubahan peredaran darah, Emosi adalah hasil dari
persepsi seseorang tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh terhadap rangsang dari luar dan
Membantah pernyataan bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan pada tubuh.
2.

Aliran Fungsionalisme Chicago

Terdapat banyak tokoh Fungsionalisme di Universitas Chicago sehingga dapat dikatakan menjadi aliran
tersendiri yang disebut Fungsionalisme Chicago. . John Dewey (1859-1952)
Pada tahun 1886 menulis buku yang berjudul Psychology dan dalam bukunya ini beliau
mengenalkan cara orang Amerika belajar ppsikologi yaitu melalui cara pragmatisme
Sarjana-sarjana di Amerika kurang tertarik dengan pertanyaan Apakah jiwa itu? tetapi lebih tertarik
pada pertanyaan Apakah kegunaan jiwa?
John Dewey juga menganjurkan metode yang Ia sebut dengan Learning by doing (belajar sambil
melakukan)
Dewey berpendapat bahwa segala pemikiran dan perbuatan harus selalu mempunyai tujuan, oleh
karena alasan itulah ia menentang teori elementarisme.
b. James Rowland Angell
James memiliki tiga pandangan terhadap fungsionalisme, yaitu:
Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation (aktivitas bekerjanya jiwa) sebagai lawan
dari psikologi tentang elemen-elemen mental,
Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dasar kesadaran. Ini juga disebut sebagai
teori emergensi dari kesadaran,
Fungsionalisme adalah psiko-phisik, yaiitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri dari
badan dan jiwa.
2. Aliran Fungsionalisme Columbia
Selain di Chhicago, Fungsionalisme juga mempunyai banyak tokoh di Teachers College Columbia yang
disebut aliran Columbia. Ciri aliran ini adalah kebebasannya meneliti tingkah laku yang dianggap sebagai
kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan psikologi tak perlu ersifat deskriptif karena yang penting adalah
korelasi tingkah laku dengan tingkah laku lain.
a. James MC Keen Cattel (1866-1944)
Keen Cattel mengusung teori mengenai kebebasan dalam mempelajari tingkah laku. Ia mempunyai dua
pandangan mengenai aliran fungsionalisme, yaitu:
Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme karena manusia dianggap sebagai keseluruhan
yang merupakan suatu kesatuan,
Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, karena yang penting adalah
fungsi tingkah laku. Sehingga yang harus dipelajari adalah hubungan (korelasi) antara satu tingkah laku

dengan tingkah laku lainnya.


Dapat dikatakan bahwa semua cabang-cabang psikologi modern merupakan perkembangan dari
fungsionalisme. Dalam percobaanya Cattel menemukan kapasitas individual kemudian ia menciptakan
alat-alat untuk mengukur kapasitas, kemampuan individual yang sekaran kita kenal sebagai
psikotes / mental test.
b.Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Edward Lee pernah bekerja di Teachers College of Columbia dibawah kepemimpinan James Mc. Keen
Cattel. Thorndike lebih menekankan penelitiannya pada cara dan dasar belajar. Dasar pembelajaran yaitu
asosiasi dan cara coba-salah (trial and error). Ia merumuskan beberapa prinsip:
The Law of Effect yaitu hukum yang menyatakan intensitas hubungan antara stimulus-respons akan
meningkat jika mengalami keadaan yang menyenangkan, sebaliknya akan melemah jika keadaan
tak menyenangkan.jika terjadi suatu keadaan akan terjadi asosiasi dengan keadaan yang sebelumnya yaitu
hubungan stimulus-respon atau responsrespons.
The Law of Exercise atau The Law of use and disuse adalah hukum bahwa stimulus-respons dapat
timbul atau didorong dengan latihan berulangulang. Jika tak dilatih hubungan tersebut akan melemah dan
kemudian menghilang.

PENDAHULUAN
Psikologi sebagai suatu ilmu yang relatif muda apabila dibandingkan dengan ilmu-ilmu
yang lain. Namun demikian telah cukup lama masalah psikologi dibicarakan oleh para
ahli. Psikologi pada mulanya merupakan bagian dari filsafat yang kemudian memisahkan
diri namun ini bukan berarti psikologi tidak terkena pengaruh dengan filsafat.
Terpisahnya psikologi dari filsafat dapat diidentifikasi dengan adanya aliran pertama
dalam psikologi yaitu strukturalisme (Wilhelm Wundt, 1832-1920). Kemudian aliran
selanjutnya yaitu fungsionalisme yang merupakan reaksi terhadap strukturalisme
tentang keadaan-keadaan mental.
Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme.
Aliran fungsionalisme juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat. Aliran
fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analytis, yang berpusat
kepada seorang tokoh. Fungsionalisme memiliki macam-macam tokoh antara lain Willian
James, John Dewey, James Rowland Anggell dan James Mc.Keen Cattell.
Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada
masanya, dan merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi.
Adapun sekiranya dalam tulisan ini akan membahas mengenai aliran fungsionalisme
yang merupakan aliran yang banyak mempengaruhi aliran-aliran psikologi modern.
PEMBAHASAN

Psikologi fungsional (William James)

William James (1842-1910) merupakan pelopor psikologi fungsional di Amerika.


Psikologi fungsional memandang psikis (mind) sebagai fungsi atau sesuatu yang
digunakan oleh organisme untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan
lingkungannya. Karena itu psikologi fungsional mempunyai pandangan yang berbeda
dengan psikologi struktural dari Wundt. Psikologi fungsional mempelajari psikis tidak
bertitik tolak pada komposisi atau struktur mental yang terdiri dari elemenelemen, tetapi dari proses mental yang mengarah pada akibat-akibat yang
praktis.
Salah satu teori James yang sangat populer adalah teori mengenai emosi.
Menurutnya gejala kejasmanian merupakan sebab timbulnya emosi. Pada waktu yang
bersamaan seorang ahli fisiologi Denmark yaitu Carl Lange mengajukan teori yang sama
dengan teori James, sehingga teori itu lalu dikenal sebagai teori James-Lange tentang
emosi. Teori ini pada umunya dipandang sebagai teori yang lama dan kontroversial
dibandingkan dengan teori-teori emosi yang lain.

Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada
masanya, dan merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi.
Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme.
Aliran fungsionalisme juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat. Aliran
fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analytis, yang berpusat
kepada seorang tokoh. Fungsionalisme memiliki macam-macam tokoh antara lain Willian
James, John Dewey, J.R.Anggell dan James Mc.Keen Cattell .

A.

Definisi Fungsionalisme
Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses
mental dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran
dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Maksudnya,
Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat adalah sebuah sistem dari beberapa
bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami secara terpisah.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi
kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya.
Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran and perilaku.
Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk
manifestasi dari pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan
emosi adalah adaptasi organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada
fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha
menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam
kehidupan. Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya
mempersoalkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa
dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi. Fungsionalisme lebih
menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan untuk
melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri psikis dan sosial.

B.

Ciri-ciri Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme memiliki beberapa ciri khas, yaitu :

1)
2)

3)
4)
5)

6)

Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.


Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi
biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam
hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting.
Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi
berbagai bidang dan kelompok manusia.
Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respons
adalah suatu kesatuan.
Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang
dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan sangat
membantu pemahaman tentang fungsi mental.
Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia, meskipun
sebagian besar riset dilakukan di Univ. Chicago (Pusat perkembangan fungsionalisme)
menggunakan metode eksperimen, pada dasarnya aliran fungsionalisme tidak
berpegang pada satu metode inti. Metode yang digunnakan sangat tergantung dari
permasalahan yang dihadapi.

C.

Metode metode dalam Fungsionalisme


Aliran ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya
mempelajari struktural. Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai
metode observasi, tingkah laku dan instropeksi .

1)

Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:

a.

Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi, mempelajari
perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem sarafnya.

b.

Metode Variasi Kondisi


Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan fisiologi,
karena manusia mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi inilah yang
merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme.

2)

Metode Instrospeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus
sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif
sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan.
D.

Aliran dalam Fungsionalisme

Fungsionalisme mempunyai 2 (dua) aliran, namun pendiri fungsionalisme itu sendiri


adalah :
1)

William James (1842-1910)


James termasuk pendukung aliran evolusionalisme dan bersamaan John Dewey
mendirikan aliran fungsionalisme. James tergolong orang yang berpikiran bebas. Yaitu
bebas mengeluarkan dan mengembangkan ide atau kritik yang orisinil. Salah satu ciri
jalan pikirannya adalah berusaha sedekat mungkin dengan kenyataan.

2)

Teori Emosi

Menjelaskan tentang hubungan antara perubahan fisiologis dengan emosi.

Emosi identik dengan perubahan-perubahan peredaran darah.

3)

Emosi adalah hasil dari persepsi seseorang tentang perubahan-perubahan yang


terjadi pada tubuh terhadap rangsang dari luar.
Membantah pernyataan bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan pada tubuh.
Aliran Fungsionalisme Chicago
Terdapat banyak tokoh Fungsionalisme di Universitas Chicago sehingga dapat dikatakan
menjadi aliran tersendiri yang disebut Fungsionalisme Chicago.

a.

John Dewey (1859-1952)

Pada tahun 1886 menulis buku yang berjudul Psychology dan dalam bukunya ini
beliau mengenalkan cara orang Amerika belajar psikologi yaitu melalui cara pragmatism.

Sarjana-sarjana di Amerika kurang tertarik dengan pertanyaan Apakah jiwa itu?


tetapi lebih tertarik pada pertanyaan Apakah kegunaan jiwa?

John Dewey juga menganjurkan metode yang ia sebut dengan Learning by doing
(belajar sambil melakukan)

Dewey berpendapat bahwa segala pemikiran dan perbuatan harus selalu mempunyai
tujuan, oleh karena alasan itulah ia menentang teori elementarisme.

b.

James Rowland Angell


James memiliki tiga pandangan terhadap fungsionalisme, yaitu:

Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation (aktivitas bekerjanya


jiwa) sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental.

Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dasar kesadaran. Ini juga


disebut sebagai teori emergensi dari kesadaran,

Fungsionalisme adalah psiko-phisik, yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme


yang terdiri dari badan dan jiwa.

E.

Sumbangsih bagi Dunia Psikologi

1.

Mengembangkan ruang lingkup psikologi dari segi kelompok subyek (anak, binatang)
maupun bidang kajian (psikologi abnormal, psychological testing, psikologi terapan). Hal
ini dimungkinkan karena aliran fungsionalisme lebih terbuka kepada perbedaan
individual dan bidang aplikasi daripada strukturalisme. Salah satu pelopor
psychological testing adalah James McKeen Cattell, mantan murid Wundt. Selanjutnya
bidang psychological testing ini menjadi salah satu bidang kajian penting dan paling
populer dalam psikologi.

2.

Memperkenalkan pentingnya perilaku nyata sebagai representasi dari aktivitas mental.


Pandangan ini mempersiapkan jalan bagi berkembangnya aliran baru, behaviorisme yang
berpegang pada perilaku nyata sebagai satu-satunya obyek psikologi

3.

Memperkenalkan konsep penyesuaian diri sebagai obyek psikologi. Konsep adaptasi


dan adjustmen ini menjadi konsep yang sangat penting dan sentral bagi beberapa
bidang studi psikologi selanjutnya, seperti kesehatan mental dan psikologi abnormal.

Psikologi Fungsionalisme
Sejak sekitar 1900 sampai memasuki 1930-an fungsionalisme digunakan dalam psikologi Amerika
untuk membedakan teori-teori yang memfokuskan pada pembelajaran dan fungsi-fungsi adaptasional perilaku
mulai dari mereka(seperti E.B. Titchener dan Gestalt Psichology(psikologi Gestalt)yang mempunyai perhatian
pada
hal-hal
semacam
struktur
kesadaran
dan
pengalaman.
Dalam Antropologi dan sosiologi, fungsionalisme merujuk pada
penjelasan mengenai institusi social, kebiasaan, keyakinan, dan sebagainya, yang berhubungan dengan fungsi
(peran atau tujuan) yang mereka mainkan dalam mempertahankan masyarakat yang dimaksud.
Sebagai sebuah istilah umum, sekarang penjelasan fungsionalisbiasanya berarti penjelasan dalam hal peran
yang dijalani oleh sebuah fenomena baik secara sadar maupun tidak sadar, secara lahir maupun batin, pada
individu,
kelompok,
maupun
masyarakat(fungsi
social)yang
dimaksud.
Ciri Fungsionalisme

Lebih menekankan pada fungsi mental daripada elemen-elemen mental.

Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin.
Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu
yang terpenting

Fungsionalisme juga sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri
bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.

Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respon adalah suatu
kesatuan

Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang dari biologi. Maka
pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan sangat membantu pemahaman terhadap fungsi mental.

Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia. Meskipun sebagian besar
riset di Uni. Chicago (pusat berkembangnya aliran fungsionalisme) menggunakan metode eksperimen, pada
dasarnya aliran fungsionalisme tidak berpegang pada satu metode inti. Metode yang digunakan sangat
tergantung dari permasalahan yang dihadapi
Teori Evolusi Darwin

Pada saat manusia berinteraksi dengan lingkungannya, ia harus beradaptasi.

Proses adaptasi inilah yang menyebabkan terjadinya seleksi alam, baik dalam artian kelompok species
yang unggul (Darwin) maupun dalam arti karakteristik dari species yang bertahan, misalnya anggota tubuh
(Spencer).

Proses adaptasi sifatnya spesifik, hanya berlaku untuk lingkungan tertentu. Suatu kelompok species
yang well-adapted dalam suatu lingkungan bisa saja tidak dapat beradaptasi pada lingkungan lain.

Sebagai seorang dualist yang percaya pada pemisahan mind-body, Darwin mengaplikasikan juga
pandangannya ini kepada perkembangan fungsi mental makhluk hidup. Kelompok makhluk hidup yang paling
sukses dalam beradaptasi dengan lingkungannya adalah mereka yang memiliki fungsi mental paling tinggi,
dalam hal ini adalah manusia.

Pentingnya adaptasi ini menyebabkan aliran fungsionalisme sering dipandang sebagai psychology of
adaptation.

Aliran Fungsionalisme
Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang memandang bahwa manusia harus dipandang secara
menyeluruh. Apa yang dilakukan manusia sebagai aksi adalah hal yang kompleks yang merupakan manifestasi
dari jiwa dan mempunyai maksud tertentu bukan hanya disebabkan oleh sesuatu hal. Fungsionalisme
memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
1.

Konsep Fungsionalisme

Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai
manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia
dan lingkungannya.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi
organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsifungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari
fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang
dimainkannya dalam kehidupan.
Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada masanya, dan
merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi. Pendekatan fungsionalisme
berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme. Aliran fungsionalisme juga keluar dari pragmatism
sebagai sebuah filsafat. Aliran fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analytis, yang
berpusat kepada seorang tokoh. Fungsionalisme memiliki macam-macam tokoh antara lain Willian James, John
Dewey, J.R.Anggell dan James Mc.Keen Cattell.
2.

Tokoh-tokoh
John Dewey (1859-1952)
Latar belakangnya adalah seorang guru dan mendapat gelar PH.D dalam bidang filsafat. Ia kemudian mengajar
di University of Chicago dan ikut dalam perkembangan fungsionalisme di Chicago. Tahun 1904 pindah ke
Columbian University dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya.
Pandangan utamanya bahwa sebuah aksi psikologis adalah suatu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipecah ke
dalamm bagian-bagian atau elemen (seperti yang dilakukan oleh strukturalisme). Maka setiap psychological
events tidak bisa dipandang sebagai konstruk-konstruk abstrak. Akan lebih bermanfaat apabila difokuskan pada
fungsi psy. Events tersebut, yaitu dalam konteksnya sebagai adaptasi manusia.

James Rowland Angell (1867-1949)


Berasal dari keluarga terpelajar, ayah dan kakeknya pernah menjabat sebagai rektor dari universitas besar di AS.
Ia memperoleh gelar M.A. dari Harvard dan menjadi murid William James di sana. Sepanjang karirnya ia tidak
pernah mendapat gelar Ph.D namun memperoleh 23 gelar doktor honoris causa. Ia menjabat kepala departemen
psikologi dan pernah menjabat sebagai presiden dari APA.
Functional psychology adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam
menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam
hubungan mind and body.

3.

Harvey A. Carr (1873-1954)


Carr menggantikan Angell sebagai Kepala Departemen Psikologi di Chicago setelah menerima gelar Ph.Dnya.
Pada masa ini fungsionalisme sudah menjadi aliran yang mapan dan tidak terlalu bersaing lagi dengan
strukturalisme.
Bagi Carr, aspek penting dari psikologi adalah perilaku adaptif manusia. Ia menjelaskan berbagai fungsi mental
manusia (perception, learning, emotion dan thinking )dengan kerangka berpikir perilaku adaptif manusia.
Ciri Ciri Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme memiliki beberapa ciri khas, yaitu :

Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.

Mampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah
sesuatu yang terpenting.

Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai
bidang dan kelompok manusia.

Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respons adalah
suatu kesatuan.

Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang dari biologi.

Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia, Metode yang
digunnakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi.

4.

Metode metode dalam Fungsionalisme


Aliran ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya mempelajari struktural. Metode
yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi tingkah laku dan instropeksi.

Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:


Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi, mempelajari perilaku yang dikaitkan
dengan organ-organ tubuh dan sistem sarafnya.
Metode Variasi Kondisi

10

5.
1.

2.

Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan fisiologi, karena manusia mempunyai
sudut psikologis. Metode variasi kondisi iniah yang merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme.
Metode Instrospeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus sehingga jiwa menunjukkan
fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan.
Aliran dalam Fungsionalisme
Fungsionalisme mempunyai 2 (dua) aliran, namun pendiri fungsionalisme itu sendiri adalah :
Aliran Fungsionalisme Chicago
Terdapat banyak tokoh Fungsionalisme di Universitas Chicago sehingga dapat dikatakan menjadi aliran
tersendiri yang disebut Fungsionalisme Chicago.
- John Dewey (1859-1952)
Pada tahun 1886 menulis buku yang berjudul Psychology dan dalam bukunya ini beliau
mengenalkan Cara orang Amerika belajar psikologi yaitu melalui cara pragmatisme. Sarjana-sarjana di Amerika
kurang tertarik dengan pertanyaan Apakah jiwa itu? tetapi lebih tertarik pada pertanyaan Apakah kegunaan
jiwa? John Dewey juga menganjurkan metode yang Ia sebut dengan Learning by doing (belajar sambil
melakukan) Dewey berpendapat bahwa segala pemikiran dan perbuatan harus selalu mempunyai tujuan, oleh
karena alasan itulah ia menentang teori elementarisme.
James Rowland Angell
James memiliki tiga pandangan terhadap fungsionalisme, yaitu:

Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation (aktivitas bekerjanya


jiwa) sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental,

Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dasar kesadaran. Ini juga


disebut sebagai teori emergensi dari kesadaran,

Fungsionalisme adalah psiko-phisik, yaiitu psikologi tentang keseluruhan organisme


yang terdiri dari badan dan jiwa.
Aliran Fungsionalisme Columbia
Selain di Chhicago, Fungsionalisme juga mempunyai banyak tokoh di Teachers College Columbia yang disebut
aliran Columbia. Ciri aliran ini adalah kebebasannya meneliti tingkah laku yang dianggap sebagai kesatuan
yang tak dapat dipisahkan dan psikologi tak perlu ersifat deskriptif karena yang penting adalah korelasi tingkah
laku dengan tingkah laku lain.
James MC Keen Cattel (1866-1944)
Keen Cattel mengusung teori mengenai kebebasan dalam mempelajari tingkah laku. Ia mempunyai dua
pandangan mengenai aliran fungsionalisme, yaitu:

Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme karena manusia dianggap


sebagai keseluruhan yang merupakan suatu kesatuan,

Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, karena yang
penting adalah fungsi tingkah laku. Sehingga yang harus dipelajari adalah hubungan (korelasi) antara satu
tingkah laku dengan tingkah laku lainnya.
Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Edward Lee pernah bekerja di Teachers College of Columbia dibawah kepemimpinan James Mc. Keen Cattel.
Thorndike lebih menekankan penelitiannya pada cara dan dasar belajar. Dasar pembelajaran yaitu asosiasi dan
cara coba-salah (trial and error). Ia merumuskan beberapa prinsip:

The Law of Effect yaitu hukum yang menyatakan intensitas hubungan antara stimulusrespons akan meningkat jika mengalami keadaan yang menyenangkan, sebaliknya akan melemah jika keadaan
tak menyenangkan.

The Law of Exercise atau The Law of use and disuse adalah hukum bahwa stimulusrespons dapat timbul atau didorong dengan latihan berulang- ulang.

11