Anda di halaman 1dari 19

Laporan Kasus

Kolik renal + anemia + Hidronefrosis


Sinistra Gr III-IV e.c Ca Cervix
Oleh
Desy Elisa Kismiliansari

I4A011057

Pembimbing

Dr.dr.Heru Prasetya, Sp.B,Sp.U

Pendahuluan
Kolik renal adalah nyeri yang bersifat hilang timbul yang
disebabkan oleh obstruksi akut di ginjal,pelvis renal atau
ureter.
Nyeri dirasakan di flank area yaitu daerah sudut
kostovertebra kemudian dapat menjalarke dinding depan
abdomen, ke regio inguinal, hingga ke daerah kemaluan.
Kolik renal sering disertai hematuria, dan demam, bila
disertai infeksi.
Penyebab paling umum kolik renal adalah batu ginjal
(nephrolithiasis). Bertambah parahnya nyeri bergantung pada
posisi batu, letak batu, ukuran batu, ukuran, atau sifat abrasi
batu ginjal.

Anemia merupakan salah satu indikator buruknya nutrisi


dan status kesehatan seseorang. Anemia dapat meningkatkan
risiko mortalitas ibu dan anak, menghambat perkembangan
kognitif dan psikologis anak, dan menurunkan produktifitas
seseorang.
Penyebab lain dari anemia yang sering terjadi antara lain
akibat kehilangan darah banyak saat menstruasi, infeksi parasit,
infeksi kronik, keganasan, defisiensi mikronutrien (asam folat,
vitamin B12, vitamin A, riboflavin), dan hemoglobinopati.\

Kanker Serviks atau kanker leher rahim merupakan salah


satu penyakit yang paling banyak terjadi bagi wanita. Kanker
Serviks sering juga disebut dengan kanker mulut rahim. Kanker
Serviks merupakan penyakit kanker kedua terbanyak yang
dialami oleh wanita di seluruh dunia.
Menurut International Agency for Research on Cancer
(IARC), 85% dari kasus kanker di dunia, yang berjumlah sekitar
493.000 dengan 273.000 kematian, terjadi di negara-negara
berkembang. Di Indonesia pengidap Ca Cervix adalah terbanyak
diantara pengidap kanker lainnya, bahkan di seluruh dunia
adalah nomer kedua setelah Cina

LAPSUS

Nama penderita : Ny. R


Jenis kelamin : Perempuan
Umur
: 46
Pekerjaan
: ibu rumah tangga
Alamat
: semangat dalam, Kop Kuning
MRS
: 12 Februari 2016
No. RMK
: 1-08-96-53

Keluhan utama : Nyeri Pinggang kiri


Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang yang


sudah dirasakan 4thn SMRS. Rasa nyeri dirasakan
hilang
timbul,
terkadang
mendadak.
Pasien
mengatakan, walaupun meminum obat untuk pereda
rasa nyeri, nyeri tetap ada. Terkdang diikuti mual dan
muntah. Kemudian pasien memeriksakan dirinya ke
rumah sakit.. Didiagnosis Ca serviks sejak April 2012,
pasien telah menjalani 9 kali kemoterapi, sejak 1 bulan
ini pasien mengeluhkan nyeri pinggang kiri. Pasien
sempat dioperasi pada ginjal kirinya karena terdapat
pembengkakan ginjal. Operasi sekitar 3 minggu SMRS.
Sebulan terakhir pasien mulai sulit BAK. Nyeri saat BAK
(+) Mual (-). Muntah (-). BAK lewat kateter keluhan (-).

Riwayat Penyakit Dahulu


Ca Cervik ( sejak 2012)

Riwayat Penyakit Keluarga

Status Generalis

Keadaan umum : Pasien Tampak kesakitan


Kesadaran : Compos Mentis
Tanda vital : Tekanan darah : 120/90 mmHg
Nadi : 96x/menit
RR : 24 x/menit
Suhu aksiler : 36,70C
Status Lokalis :
Kepala
: anemis (+), ikterik(+)
Leher : pembesaran KGB (-), peningkatan JVP(-)
Thorax : simetris, sonor (+), SN: vesikuler, RH (-),WH(-)
Abdomen : Datar, BU(+), timpani, defans muscular (-)
Ekstremitas : akral hangat (+), edema (-), parese (-).
Punggung belakang : terlihat benjolan di punggung sebelah kiri,
ukuran kurang lebih 10 cm, teraba keras, immobile, permukaan licin,
nyeri tekan (+).
Status urologis:
Flank mass : +/+ kurang lebih 10 cm
a/r Suprapubic: tumor (-)
a/r OUE : terpasang folley cateter, urin jernih
CVA : nyeri ketok (+), bulging (-),balltoment (-)

Pemeriksaan penunjang
Dari PA tanggal 20-8-2014 :
didapatkan Papillary Adenocarsinoma Cervik Uteri

Dari PA tanggal 15-2-2016


didapatkan Transisional Ca Buli-buli

9/3/16
18:04

11/3/16
07:22

Nilai

8,0

11,5

11,0-16,0 g/dl

Leukosit

16,2

14,8

4,65-10,3 ribu/ul

Eritrosit

2,94

4,3

4-5,50 jt/ul

Hematokrit

26,3

36,9

32,0-44,0 Vol%

Trombosit

338

297

150-356 ribu/ul

RDW-CV

17,9

15

12,1-14,0 %

MCV

89,6

85,8

75,0-96,0 fl

MCH

27,2

26,7

28,0-32,0 pg

MCHC

30,4

31,2

33,0-37,0 %

Gran %

74,7

82,3

50,0-70,0 %

Limfosit %

16,8

9,9

25,0-40,0 %

MID%

8,5

4,0-11,0 %

Gran#

12,10

12,14

2,5-7,0 ribu/ul

Limfosit#

2,7

1,5

1,25-4,0 ribu/ul

MID#

1,4

ribu/ul

GDS

116

<200 mg/dl

SGOT

28

0-46 U/I

SGPT

15

0-45 U/I

Ureum

22

10-50 mg/dL

Kreatinin

0,5

0,7-1,4 mg/dL

130,8

135-146 mmol/l

3,1

3,4-5,4 mmol/l

Hemoglobin

Natrium
Kalium

Pemeriksaan
Warna-kekeruhan

Hasil

Nilai Rujukan
Kuning Keruh

Kuning Jernih

BJ

1,105

1,005-1,030

pH

6,5

5,0-6,5

Negatif

Negatif

1+

Negatif

Glukosa

Negatif

Negatif

Bilirubin

Negatif

Negatif

1+

Negatif

Positif

Negatif

Urobilinogen

0,2

0,1-1,0

Leukosit

2+

Negatif

Leukosit

20-25

0-3

Eritrosit

10-15

0-2

Selinder

Negatif

Negatif

Epithel

1+

1+

Bakteri

2+

Negatif

Kristal

Negatif

Negatif

Lain-lain

Negatif

negatif

Keton
Protein Albumin

Darah Samar
Nitrit

URINALISA (SEDIMEN)

Diagnosis
Kolik renal + anemia + Hidronefrosis Sinistra
Gr III-IV e.c Ca Cervix
Tumor urether
Adneksitis
Diagnosis klinis : Kolik renal + anemia +
Hidronefrosis Sinistra Gr III-IV e.c Ca Cervix
Diagnosis etiologi : Kolik renal
Diagnosis komplikasi : anemia
Diagnosis penyerta

Penatalaksanaan

IVFD RL 20 tpm
Inj. Ranitidin 2x1
Inj. ketorolak 3x1
Inj. Ceftraxone 2x1
Pro URS dan Dj Stent Sinistra

Tanggal Follow
S
up
12/2/2016
Nyeri (+)
Lemas (+)
Ma/mi(</<)

TD: 110/70
N: 86
T: 36 C
R: 19x/mnit

Kolik
renal+anemia+ca Pro URS Dilatasi + Dj stent
carvik+HN sinistra Gr III-IV snistra
Obs TNRS
Inf. NS 20 tpm
Inj. Ceftriakson 2x1
Inj. Ranitidine 2x1
Inj. Ketorolac 3x30 mg

13/2/2016

Nyeri (+)
Lemas (+)
Ma/mi(</<)

TD: 120/80
N: 87
T: 36,2 C
R: 19x/mnit

Kolik
renal+anemia+ca Pro URS Dilatasi + Dj stent
carvik+HN sinistra Gr III-IV snistra
Obs TNRS
Inf. NS 20 tpm
Inj. Ceftriakson 2x1
Inj. Ranitidine 2x1
Inj. Ketorolac 3x30 mg

14/2/2016

Nyeri (<)
Lemas (+)
Ma/mi(+/+)

TD: 110/70
N: 80
T: 36,4 C
R: 18 x/mnit

Kolik
renal+anemia+ca Pro URS Dilatasi + Dj stent
carvik+HN sinistra Gr III-IV snistra
Obs TNRS
Inf. NS 20 tpm
Inj. Ceftriakson 2x1
Inj. Ranitidine 2x1
Inj. Ketorolac 3x30 mg

15/2/2016

Nyeri (+)
Perdarahan vagina (+)
Ma/mi(</<)

TD: 100/70
N: 80
T: 36,9 C
R: 20x/mnit

Kolik
renal+anemia+ca Pro URS Dilatasi + Dj stent
carvik+HN sinistra Gr III-IV snistra
Obs TNRS
Inf. NS 20 tpm
Inj. Ceftriakson 2x1
Inj. Ranitidine 2x1
Inj. Ketorolac 3x30 mg

Pembahasan
Diagnosis dari kolik renal
,Pada
anamnesis
akan
ditemukan
gejala-gejala
berupa nyeri hilang timbul
yang menjalar dari punggung,
perut bagian bawah, genital
dan
bagian
dalam
paha.
Nyerinya bersifat mendadak
dan hilang timbul. Selain itu
dapat pula ditemukan mual
dan
muntah,
perut
yang
membesar, demam, gangguan
berkemih yaitu nyeri kandung
kemih terasa di bawah pusat,
terasa nyeri saat buang air
kecil, polakisuria, hematuria,
anuria, oliguria.

Dari pasien didaptkan


adanya berupa rasa nyeri
yang hilang timbul,
adanya rasa mual dan
muntah, perut yang
membesar, adanya rasa
nyeri yang menjalar pada
bagian pinggang belakang
hingga perut bagian
bawah

Pada tahap awal, terjadinya


kanker serviks tidak ada gejala
spesifik. Biasanya timbul gejala
berupa ketidakteraturan siklus
haid,
amenorhea,
hipermenorhea, dan penyaluran
sekret vagina yang sering atau
perdarahan intermenstrual, post
koitus
serta
latihan
berat.
Perdarahan yang khas terjadi
yaitu
darah
yang
keluar
berbentuk
mukoid.
Nyeri
dirasakan dapat menjalar ke
ekstremitas bagian bawah dari
daerah lumbal.Pada tahap lanjut,
gejala yang mungkin dan biasa
timbul lebih bervariasi, sekret
dari vagina berwarna kuning,
berbau dan terjadinya iritasi
vagina serta mukosa vulva.
Perdarahan
pervagina
akan
makin sering terjadi dan nyeri
makin progresif.

Pada pasien ini


dirasakan nyeri yang
menjalar dari arah
punggung ke bagian
pinggang dan ke arah
ekstremitas bawah, dan
juga pasien ini adanya
perdarahan dari
pervagina . Dari hasil PA
didapatkan didapatkan
Papillary
Adenocarsinoma Cervik
Uteri

Dari hasil
pemeriksaan
penunjang anemia
tampak jelas jika
kadar hemoglobin
kurang dari 7 g/dL

Dari hasil lab, pada


tanggal 8 , Hb
pasien hanya 8,0 ,
kemudian pasien
diberikan tranfusi
PRC 1 kolf , dan
baru diperiksa lab
baru tanggal 11,
dengan Hb 11,5
g/dl

Terima Kasih