Anda di halaman 1dari 11

I.

Buat ringkasan mengenai sediaan dan dosis obat2 antidepresan yang


tercantum di bahan kuliah di atas!

A. Mono amine uptake inhibitor1


1. Antidepresan Trisiklik
NO
.
1.

Nama Obat
Imipramine

Sediaan

Tablet : 10 mg, 25
mg, 50 mg
Kapsul : 75 mg, 100
mg, 125 mg, 150 mg

Dosis

Adult :
- Outpatient : 75 mg/dayPO
dapat ditingkatkan hingga 150
mg/day
- Inpatient : 100-150 mg/day PO
dapat ditingkatkan hingga 200
mg/day
Pediatric :
- 1.5 mg/kg/day PO q8hr; dapat
ditingkatkan setiap 3-4 hari

2.

clomipramine

Kapsul : 25 mg, 50
mg, 75 mg

3.

desipramine

Tablet: 10mg, 25mg,


50mg, 75mg, 100mg,
150mg

dengan 1 mg/kg
Geriatric :
- 5-50 mg/day PO
Adult :
- 25 mg PO qDay , ditingkatkan
bertahap hingga 100 mg/hari
lebih dari 2 minggu
Pediatric:
- 10 tahun 25 mg PO qDay,
ditingkatkan bertahap hingga
maksimal 3mg/kg/hari atau 100
mg/hari apabila kurang
Geriatric:
- 25 mg PO qDay,ditingkatkan
bertahap hingga 100 mg/hari
lebih dari 2 minggu.
Adult :
- 100-200 mg PO qHS atau
terbagi q12hr, 300 mg/day pada
depresi berat
Pediatric:
- 12 tahun 25-50 mg PO qDay
dapat ditingkatkan hingga 100
mg/hari PO qDay atau q8-12hr,
tidak boleh lebih dari 150
mg/hari

Geriatric
-

25-100 mg PO qhs atau terbagi


q 12hr, 150 mg/day pada
depresi berat

4.

Amitriptyline

Tablet: 10mg, 25mg,


50mg, 75mg, 100mg,
150mg.

Adult :
- 25-50mg PO qhs, ditingkatkan
dari 25mg setip5-7 hari sampai
100-200mg/hari.
Pediatric :
- 25-50mg/hari dalam dosis
terbagi, ditingkatkan bertahap
sampai100mg/hari dalam dosis
terbagi.
Geriatric:
- 10-25 mg PO q.h.s

2. Selective Serotonin Reuptake Inhibitor ( SSRI)1


NO
.
1.

Nama Obat
Citalopram

Sediaan

Tablet: 10mg, 20mg,


40mg
Sirup: 10mg/5ml

Dosis

2.

escitalopram

Tablet: 5mg, 10mg,


20mg

Adult:
- 20mg PO qDay, jika dibuthkan
dapt ditingkatkan sampai
40mg/hari setelah paling
sedikit 1 minggu.
Pediatric
- 12 tahun, 10mg PO qDay,
dapat diyingkatkan 5 mg/hari
setiap 2 minggu sampai 40 mg
PO qDay.
- 12 tahun, 20 mg PO qDay
setip 2 minggu sampai 40mg
qDay.
Geriatric:
- >60 tahun, tidak melebihi
20mg PO qDay.
Adult:
- 10mg PO qDay dpat

Sirup: 5mg/5ml

3.

fluoxetine

Tablet:
10mg,20mg,60mg
Kapsul:
10mg,20mg,40mg
Sirup: 20mg/5ml

4.

Fluvoxamine

Tablet: 25mg, 50mg,


100mg
Kapsul: 100mg,
150mg

5.

Paroxetine

Tablet: 10mg, 20mg,


30mg, 40mg
Kapsul: 7,5mg
Suspensi oral:
10mg/5ml

ditingkatkan sampai 20mg/hari


setelah 1 minggu
Pediatric:
- 12 tahun, 10mg PO qDay;
dosis dapat ditingkatkan setelah
lebih dari 3 minggu tidak
melebihi 20mg/hari
Geriatric:
- 10mg/hari
Adult:
- 20mg PO qDay
Pediatric
- > 8 tahun, 10-20mg PO qDay
- Dimulai dari 8mg pada anak
dengan BB rendah
- Dosis dapat ditingkatkan
bertahap setelah 1 minggu,
tidak boleh melebihi 20mg per
hari.
Geriatric
- 10mg PO qDay, dapat di
tingkatkan bertahap dari 10-20
mg setelah beberapa minggu.
Adult:
- Tablet konvensional:50mg qhs,
dapat ditingkatkan menjadi
50mg/hari setiap 4-7 hari
sampai 100-300 mg/hari.
- Kapsul: 100mg PO qDay
Pediatric:
- 8-17 tahun (tablet
konvesional): 25 mg PO qhs
Geriatric:
- Tablet konvensional: 25mg
qhs, dapat ditingkatkan
50mg/hari bertahap setiap
minggu
Adult:
- 20mg PO qDay, dapt
ditingkatkan menjadi
10mg/hari setiap minggu tidak
boleh melebihi 50mg/hari
Pediatric:
- Tidak boleh untuk anak-anak
Geriatric:
- harus digunakan dengan hati

6.

Sertraline

tablet: 25mg, 50mg,


100mg
konsentrat oral:
20mg/ml

hati karena efek sedasi sangat


tinggi.
adult:
- 50mg PO qDay, dapat
ditingkatkan menjadi 25 mg
pada interval 1 minggu, tidak
boleh melebihi 200 mg qDay
Pediatric:
- Tdak boleh pda anak <6 tahun
- 6-12 tahun: 25mg PO qDay
- 12-17 tahun: 50mg PO qDay
Geriatric:
- 25mg PO qDay, dapt
ditingkatkan

3. Nor Adrenalin Reuptake Inhibitor1


NO
.
1.

Nama Obat
Atamoxetine

Sediaan

Kapsul:10mg, 18mg,
25mg, 40mg, 60mg,
80mg, 100mg

Dosis

Dosis awal 40 mg/day


ditingkatkan setelah

PO

3 hari

hingga 80 mg PO qday atau q12hr

4. Serotonin and noradrenalin re uptake inhibitor (SNRI)1


NO
.
1.

Nama Obat
venlafaxine

Sediaan

Tablet: 25mg,
37,5mg, 50mg, 75mg,
100mg
Tablet,extended
release: 37,5mg,
75mg, 150mg, 225mg
Kapsul, extended
release: 37,5mg,
75mg, 150 mg

Dosis

Adult:
- Intermediet release: 75mg/hari
PO setiap 8-12 jam, dapat
ditingkatkan menjadi
75mg/hari minimal setelah
pemakaian 4 hari.
Pediatric:
- Anak-anak: 37,5mg/hari PO
- Remaja: 37,5-75mg/hari PO
- Pemeliharaan: anak, 75150mg/hari, remaja 150300mg/hari
Geriatric:
- Intermediate release: 25-

2.

desvenlafaxine

Tablet, extended
release: 25mg, 50mg,
100mg

3.

milnacipran

Tablet: 12,5mg,
25mg, 50mg, 100mg

4.

duloxetine

Kapsul:
20mg,30mg,40mg,
60mg

50mg/hari PO setiap 8-12 jam


- Extended release: 37,5 mg PO
sekali sehari.
Adult:
- 50 mg PO sekali sehari
Pediatric:
- Tidak boleh
Adult:
- 12,5mg PO sekali pada hari
pertama,
- 25 mg/hari dibagi setiap 12 jam
pada hari ke 2-3,
- 50mg/hari dibagi setiap 12 jam
pada hari ke 4-7,
- Hari ke 8 dan seterusnya
100mg/hari dibagi setiap 12
jam
- Tidak boleh lebih dari
200mg/hari.
Peditric:
-tidak boleh pada usia 17 tahun.
Adult:
- Dosis awal 40-60 mg/hari PO
(gunakan dosis tunggal setiap
hari atau dibagi setiap 12 jam
untuk 1 minggu jika pasien
hanya butuh untuk terapi)
Pediatric:
- <7 tahun tidak boleh
- 7-17 tahun: dosis awal 3060mg/hari; setelah 2 minggu,
dosis dapat dipertimbangkan
untuk ditingkatkan menjadi
60mg/hari.
Geriatric:
- 20mg PO setiap hari.

B. Monoamine Oksidasi Inhibitor (MAOI)1


1. Generasi 1
NO
.
1.

Nama obat

Sediaan

Phenelzine

Tablet: 15mg

Dosis

Adult:
- 15 mg PO setiap 8 jam, tidak
boleh di tingkatkan melebihi
20-30mg setiap 8 jam

2.

tranylcypromine

Tablet: 10mg

Pediatric
- Tidak boleh
Geriatric
- 15 mg PO setiap 8 jam, tidak
boleh di tingkatkan melebihi
20-30mg setiap 8 jam
15 mg PO setiap 12 jam

2. Generasi 2
NO.
1.
2.

Nama Obat
Moclobemide
selegline

Sediaan
Tablet: 150 mg
Tablet/kapsul:
1,25mg, 5mg

Dosis
300-600 mg/hari
5mg PO saat sarapan dan 5 mg saat
makan siang (10mg/hari)

C. Noradenergic and Spesific Serotogenic Antidepresant (NaSSAs)1


NO
1.

Nama Obat
Mirtazapine

2.

Trazodone

Sediaan
Tablet: 7,5mg,
15mg, 30mg, 45mg

Tablet: 50mg,
100mg, 150mg,
300mg

Dosis
Adult:
- 15mg PO qhs
Geriatric
- 7,5 mg/hari PO qhs
Adult:
- 150mg/hari PO dibagi setiap 812 jam
- Ditingkatkan menjadi
50mg/hari setiap 3-7 hari
Pediatric:
- 6-12 tahun, 1,5-2 mg/kg/hari
PO dosis awal terbagi.
- >12 tahun 25-50 mg/hari PO;
ditingkatkan menjadi 100-150
mg dalam dosis terbagi
Geriatric
- 25-50 mg PO qhs

II.

Jelaskan mekanisme kerja lithium pada bipolar disorde!


Pada tahun 1949 dokter psikiatrik Australia, John cade menggambarkan terapi

untuk

luapan manik dengan lithium (Eskalith). Sambil melakukan percobaan pada

binatang, Cade menemukan bahwa lithium carbonate menyebabkan binatang menjadi


letargis, jadi mengarahkannya untuk memberikan obat kepada beberapa pasien psikiatrik
yang teragitasi, yang mendapatkan manfaat terapeutik dari obat ini Pada saat sekarang
litium banyak digunakan dalam pengobatan gangguan afektif bipolar, penggunaan ini
meluas melalui dunia Barat. Scho memperkirakan 1-2 dari 1000 orang dalam populasi di
negara-negara Denmark, Swedia, Norwegia, Inggris, Kanada, dan Amerika, mendapat
pengobatan litium. Sejak diperkenalkannya litium dalam bidang psikofarmakologi oleh
Cade timbul satu konsensus bahwa litium efektif dalam pengobatan akut mania dan
sebagai profilaksia gangguan efektif bipola. Namun pengakuan FDA (Food and Drug
Administrasion) baru pada tahun 1970 untuk pengobatan episode manik dan pada tahun
1974 untuk pengobatan profiklasis gangguan efektif bipolar dengan litium.2
A. Mekanisme kerja lithium3
Lima belas tahun yang lalu, sebuah editorial meringkas literatur tentang
mekanisme kerja lithium sebagai tahap akhir dari pertentangan antara dua teori yang
cukup dikenal pada saat itu. Dua teori tersebut yaitu :

Teori lama : Penghambatan proses penggantian second messenger salah satu sistem
signaling, AMP siklik, mungkin melalui protein (protein G) yang menjadi penengah
antara reseptor neurotransmitter dan enzim yang mensintesis AMP siklik (adenilat

siklase).
Teori baru : Penghambatan enzim penting dalam sistem singnaling lain, inositol
monophosphatase (IMPase).
Dengan adanya pertentangan antara dua teori ini, periode 15 tahun terakhir ini

telah menyebabkan munculnya teori-teori baru. Sebuah hipotesis yang terkenal


menjelaskan tentang efek terapi dan profilaksis lithium dalam gangguan afektif, bahwa
penghambatan IMPase mengganggu siklus fosfatidilinositol (PI). PI dimodifikasi dan
dibelah untuk membentuk dua second messenger, yaitu inositol 1,4,5-trisphosphate (IP3)
dan diasilgliserol (DAG). IP3 melepaskan kalsium yang akan disimpan di retikulum
endoplasma. IP3 selanjutnya dimetabolisme menjadi inositol bebas. Lithium menghambat
proses terakhir dalam siklus ini, dengan menghambat IMPase sehingga mengurangi
tingkat inositol. DAG, second messenger lainnya yang berasal dari PI, diubah menjadi
senyawa lain, yang bereaksi dengan inositol bebas di bawah kerja enzim PI sintase untuk
kembali membentuk PI.
Dengan ditemukannya peranan penting siklus PI sebagai sistem messenger kedua,
reduksi inositol yang diinduksi lithium segera diasumsikan berpotensi penting sebagai
mekanisme kunci dari kerja lithium. Berridge (1989) menyatakan bahwa kekurangan
inositol yang diinduksi lithium di otak, yang merupakan organ yang tidak memiliki
inositol karena adanya sawar darah otak, menyebabkan penipisan substrat untuk
phosphatidylinositol resynthesis yang hanya terjadi pada neuron yang terlalu aktif. Teori
ini bisa menjelaskan tentang aktivitas terapeutik spesifik lithium pada keadaan
psikopatologis dengan efek minimal pada perilaku normal. Belmaker dan Kofman (1993)
menemukan bahwa injeksi langsung inositol ke otak menghilangkan balik efek lithium
pada perilaku tikus, mendukung konsep bahwa penurunan inositol menimbulkan efek
perilaku. Namun, sulit untuk membuktikannya secara in vivo, bahwa lithium memang
mengurangi konsentrasi second messenger dan beberapa ilmuwan telah mengklaim
bahwa konsentrasi inositol yang lebih tinggi diperlukan untuk merangsang kerja PI
synthase.

Daftar pustaka
1. www.madscape.com
2. Ag,Riskianti.2015. Lithium Sebagai Anti Manik. Diambil dari
http://dokumen.tips/documents/lithium-sebagai-anti-manik.html pada tanggal 25 Mei
2016
3. Belmaker, R.H., Galiga Agam. 2009. Bipolar Disorder : Neurochemistry and Drug
Mechanisms. Diakses Melalui http://www.discoverymedicine.com/R-HBelmaker/2009/07/25/bipolar-disorder-neurochemistry-and-drug-mechanisms pada 25
Mei 2016

TUGAS RINGKASAN FARMAKOLOGI

Disusun oleh :
Abdul Aziz
G1A113072

Dosen Pengampu :
Dr. Ave Olivia Rahman, M.Sc

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016