Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan darah rutin:

HITUNG LEUKOSIT

SOP
UPT PUSKESMAS
IBRAHIM ADJIE
PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

:
:
:
:

3
09 Mei 2016
1-2

Tanda Tanga Kepala Puskesmas

dr.S. Nurhasijati Ningsih


NIP 196811201999032004

Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun


adalah bahan kimia organik maupun
anorganik yang menyebabkan gangguan
atau bahaya bagi kesehatan manusia atau
bahkan menyebabkan kematian.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah
untuk mencegah bahaya akibat pekerjaan
di laboratorium dan mendorong petugas
laboratorium bekerja dengan baik dan
benar.
Dilaksanakan berdasarkan pedoman tentang bahan
berbahaya dan beracun dan alat pelindung diri.
1. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat mudah
meledak (eksplosive)
Hindarkan dari benturan
Hindarkan dari gesekan
Hindarkan dari loncatan Api dan Panas
2. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat
pengoksidasi (Oksidizing)
Hindarkan dari panas
Hindarkan dari bahan yang bersifat mudah
terbakar dan reduktor
3. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat mudah
terbakar (Flamable)
Jauhkan bahan dan formulasi dari udara
Jauhkan bahan dan formulasi dari sumber api
4. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat
beracun (toxic)
Hindari kontak atau masuk ke dalam tubuh
5. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat
berbahaya (Harmful)
Hindari kontak atau masuk ke dalam tubuh
6. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat
menyebabkan iritasi (Irritant)
Hindari terhirup pernafasan
Hindari kontak dengan kulit dan mata
7. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat korosif
(Corrosive)
Hindari terhirup pernafasan
Hindari kontak dengan kulit dan mata
8. Penanganan Bahan Kimia yang bersifat
Berbahaya Bagi Lingkungan (Dangerouse for
Environmental)
Hindari pembuangan langsung ke lingkungan
1. LABORATORIUM

DOKUMEN TERKAIT

Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang


Benar, Depkes, 1999

PERALATAN
PETUGAS

1. AnaIis Laboratorium
2. Cleaning Service