Anda di halaman 1dari 16

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN

HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)


DALAM SERUM
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kolesterol

adalah

molekul

yang

ditemukan

dalam

sel.

Merupakan sejenis atau lipid yang merupakan molekul atau yang


menyerupai. Kolesterol adalah sejenis lipid yang disebut steroid.
Steroid adalah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini
terdiri dari 4 cicin atom karbon. Semua hormon steroid terdapat dari
perubahan struktur dasar kimia kolesterol
HDL ( High Density Lipoprotein ) adalah kompleks lipid dan
protein yang didominasi protein dan berfungsi mengikat kolesterol dan
trigliserida dalam sistem sirkulasi darah. Kolesterol yang berikatan
dengan HDL sebagai pembawa memiliki efek positif bagi tubuh,
sehingga disebut kolesterol baik.
Trigliserida adalah lemak darah yang dibawa oleh serum
lipoprotein. Trigliserida adalah penyebab utama penyakit penyakit
arteri dan biasanya dengan kolesterol menggunakan lipoprotein
elektroforesis. Bila terjadi peningkatan konsentrasi trigliserida maka
terjadi peningkatan VLDL, yang menyebabkan hiperlipoprotein.
Masukan alkohol dapat menyebabkan peningkatan sementara kadar
trigliserida.
Konsumsi karbohidrat yang tinggi dapat sewaktu waktu
meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, tetapi dapat segera
menurun kembali. Jadi tidak benar bahwa untuk mengurangi kadar
trigliserida dalam darah orang harus mengkonsumsi karbohidrat
rendah. Padahal konsumsi karbohidrat tinggi dapat secara tidak
langsung mengurangi konsumsi lemak, sehingga ikut mengendalikan
kadar lemak dalam darah. ( Winarno, 2008 )
Trigliserida adalah bentuk lemak lain yang bisa berasal dari
makanan atau dibentuk sendiri oleh tubuh. Trigliserida dalam darah
REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
yang normal harus di bawah 150 mg/dl. Beberapa orang yang
mempunyai trigliserida tinggi lantaran penyakit lain atau keturunan.
Apabila merupakan faktor keturunan maka harus segera mengubah
gaya hidup. Trigliserida bukan kolesterol melainkan salah satu lemak
yang terdapat dalam darah yang dikemas dalam bentuk lipoprotein.
Sejumlah faktor dapat mempengaruhi tingginya kadar trigliserida
dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi serta
minuman beralkohol.
OLeh

karena

itu

pada

percobaan

kali

ini

di

lakukan

pemeriksaan trigliserida dan high density lipoprotein (HDL) dalam


serum untuk mengetahui kadar trigliserida dan high density lipoprotein
(HDL) dalam serum.
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui
dan memahami cara menentukan pemeriksaan kadar trigliserida dan
high density lipoprotein (HDL) dalam serum.
1.3 Tujuan Praktikum
Untuk melakukan pemeriksaan trigliserida secara fotometer
dengan menggunakan gliserol-3-fosfat-oksidasi (GPO) dan enzim
lipoprotein lipase (LPL) dengan mengukur absorbansinya pada
spektrofotometri pada panjang gelombang 546 nm.

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Umum
Lipid plasma yang utama yaitu kolesterol, trigliserida, fosfolipid
dan asam lemak bebas tidak larut dalam cairan plasma. Agar lipid
plasma dapat diangkut dalam sirkulasi, maka susunan molekul lipid
tersbut perlu dimodifikasi, yaitu dalam bentuk lipoprotein yang bersifat
larut dalam air (Gunawan, 2009).
Lipoprotein plasma yang mengandung apolipoprotein (apo)
B100

telah diidentifikasi sebagai kendaraan yang mentranspor

kolesterol

kedalam

dinding

arteri.

Mereka

adalah

lipoprotein

berdensitas rendah (LDL), erdensitas menengah (IDL), berdensitas


sangat rendah (VLDL) dan lipoprotein Lp (a) (Katzung, 2002).
Lipoprotein terbagi menjadi 5 fraksi sesuai dengan berat
jenisnya yang dibedakan dengan cara ultrasentrifugasi (Majid, 2010).
1)

Kilomikron merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar


dan mengandung ApoB48. Kandungannya sebagian besar
trigliserida (80-95%) untuk dibawa ke jaringan lemak dan otot
rangka. Kilomikron juga mengandung kolesterol (2-7%) untuk
dibawa ke hati. Setelah 8-10 jam sejak makan terakhir, kilomikron
tidak ditemukan lagi di dalam plasma. Adanya kilomikron sewaktu
puasa dianggap abnormal.

2) Lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) dibentuk dari asam


lemak bebas di hati dengan kandungan Apo B100. VLDL
mengandung 55-80% trigliserida dan 5-15% kolesterol.
3) Lipoprotein densitas sedang (IDL) juga mengandung trigliserida
(20-50%) dan kolesterol (20-40%). IDL merupakan zat antara

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL. IDL
disebut juga VLDL sisa.
4) Lipoprotein densitas rendah (LDL) merupakan lipoprotein
pengangkut kolesterol terbesar (40-5o%) untuk disebarkan ke
seluruh endotel jaringan perifer dan pembuluh nadi. LDL
merupakan metabolit VLDL yang disebut juga kolesterol jahat
karena efeknya yang aterogenik, yaitu mudah melekat pada
dinding sebelah dalam pembuluh darah dan menyebabkan
penumpukan lemak yang dapat menyempitkan pembuluh darah.
Proses tersebut dinamakan aterosklerosis. Tingginya kolesterolLDL (kol-LDL) bisa terjadi akibat kurangnya pembentukan reseptor
LDL seperti pada kelainan genetik (hiperkolesterolemia familial),
atau jenuhya reseptor LDL yang ada sehubungan konsumsi
makanan yang terlalu banyak mengandung kolesterol tinggi dan
lemak jenuh, tingginya kadar VLDL, serta kecepatan produksi, dan
eliminasi LDL. ,Jaringan yang banyak mengandung LDL adalah
hati dan kelenjar adrenal. Peningkatan kadar kol-LDL di dalam
darah akan menyebabkan metabolisme LDL terganggu.
5) Lipoprotein densitas tinggi (HDL) merupakan lipoprotein yang
mengandung Apo AI dan Apo AII dengan kandungan trigliserida
(5-10%)

dan

kolesterol

(15-25%).

HDL

mempunyai

efek

antiaterogenik kuat sehingga disebut juga kolesterol baik. Fungsi


utama HDL yaitu mengangkut kolesterol bebas yang terdapat
dalam endotel jaringan perifer termasuk pembuluh darah, ke
reseptor HDL di hati untuk dijadikan empedu dan dikeluarkan ke
usus kecil untuk mencerna lemak dan dibuang berupa tinja.
Dengan demikian, penimbunan kolesterol di perifer berkurang.
Kadar HDL diharapkan tinggi di dalam darah. Namun, kadarnya

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
rendah pada orang gemuk, perokok, penderita diabetes mellitus
yang tidak terkontrol, dan pemakai pil KB.
Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh kita
dan dibagi menjadi beberapa yaitu : LDL (Low Density Lipoprotein),
HDL (High Density Lipoprotein), Total kolesterol dan Trigliserida. LDL
merupakan kolesterol jahat yang membuat endapan dan menyumbat
arteri. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL
tersebut untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk
ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar kolesterol dapat berfungsi
sebagaimana mestinya.HDL merupakan kolesterol baik karena
kemampuannya membersihkan pembuluh darah arteri. Kelebihan
kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL
untuk dibawa kembali ke hati. Yang selanjutnya kolesterol ini akan
diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam
empedu (Sitti, 2011).
Faktor yang mempengaruhi keseimbangan kolesterol dalam
jaringan jiak terjadi peningkatan karena (1) pengambilan lipoprotein
yang mengandung kolesterol oleh reseptor,misalnya LDL; (2) ambilan
lipoprotein

yang

mengandung

kolesterol

oleh

lintasan

tidak

diperantarai reseptor; (3) ambilan kolesterol bebas dari lipoprotein


yang kaya akan kolesterolitu ole membran sel; (4) sintesis kolesterol;
dan (5) hidrolisis ester kolesteril oleh enzim ester kolesteril hidrolase.
Penurunan terjadi karena (1) aliran keluar kolesterol dari membran sel
ke lipoprotein dengan potensial kolesterol rendah,khususnya HDL 3
atau HDL nasen,yang digalakkan oleh LCAT (lesitin : kolesterol asiltransferase); (2) esterifikasi kolesterol oleh ACAt (asel-KoA:kolesterol
asiltransferase) dan (3) penggunaan kolesterol untuk sintesis
senyawa-senyawa steroid lainnya dalam hati (Murray dkk. 2009).
Trigliserida merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam
darah. Jenis ini merupakan hasil dari uraian kerja tubuh terhadap
REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang telah
dikonsumsi dan masuk ketubuh, serta juga dibentuk di hati. Setelah
mengalami proses didalam tubuh trigliserida ini diserap oleh usus dan
masuk kedalam plasma darah untuk kemudian disalurkan ke jaringanjaringan tubuh, trigliserida juga merupakan lemak darah yang dibawa
oleh serum lipoprotein. Trigliserida adalah penyebab utama penyakitpenyakit arteri dan biasanya dibandingkan dengan kolesterol dengan
menggunakan lipoprotein elektroforesis. Bila terjadi peningkatan
trigliserida maka terjadi peningkatan VLDL yang menyebabkan
hiperlipoproteinemia (Graha, 2010).
Trigliserida diluar hati, dan berada didalam jaringan misalnya
jaringan pembuluh darah,otot, jaringan lemak akan dihidrolisis oleh
enzim lipoprotein lipase. Sisa hidrolisis kemudian oleh hati di
metabolisasikan menjadi kolesterol LDL (Graha, 2010).
LDL (kolesterol jahat) mengandung lebih banyak lemak dari
pada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein
utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B).
Sebaliknya HDL (kolesterol baik) dalam operasinya membersihkan
kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah. Protein utama yang
membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein-A). HDL ini mempunyai
kandungan lemak yang lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi
sehingga lebih berat. Kadar kolesterol HDL diatas 60 berarti sangat
baik. Makin tinggi kadar kolesterol HDL, makin rendah resiko untuk
mendapat serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol LDL yang
baik adalah lebih rendah dari 130, dan semakin rendah akan semakin
baik.Kolesterol Total sebaiknya berkadar di bawah 200. Sedangkan
Trigliserida merupakan sejenis lemak yang ditemukan di dalam makan
seperti daging, keju, ikan dan kacang-kacangan dan juga dibuat
sendiri oleh tubuh. Kadar Trigliserida paling baik adalah di bawah 150
(Sitti, 2010).

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
HDL disintesis dalam usus dan hati yang memiliki kandungan
apoprotein yang relatif tinggi. HDL mendapat kolesterol dari lipoprotein
lain dan sel-sel lain. Oleh karenanya, LDL adalah bentuk kolesterol
utama dalam darah,dan VLDL adalah bentuk utama dari trigliserida
serum saat puasa (Rubenstein dkk, 2005).
Lipid darah diangkut dengan 2 cara, yaitu (Gunawan, 2009) :
1. Jalur Eksogen
Trigliserida dan kolesterol yang berasal dari makanan dalam
usus dikemas sebagai kilomikron. Kilomikron ini akan diangkut
dalam saluran limfa lalu kedalam darah via duktus torasikus. Di
dalam jaringan lemak trigliserida dalam kilomikron mengalami
hidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada permukaan sel
endotel. Akibat hidrolisis ini maka akan terbentuk asam lemak dan
kilomikron remnan. Asam lemak dalam jaringan lemak atau sel otot
untuk

diubah

menjadi

trigliserida

kembali

(cadangan)

atau

dioksidasi (energy).
2. Jalur Endogen
Trigliserida dan kolesterol yang disintesis oleh hati diangkut
secara endogen dalama bentuk VLDL kaya trigliserida dan
mengalami hidrolisis dalam sirkulasi oleh lipoprotein lipase yang
juga menghidrolisis kilomikron menjadi partikel lipoprotein yang
lebih kecil yaitu IDL dan LDL.
Lipoprotein densitas tinggi (HDL) merupakan lipoprotein yang
mengandung Apo AI dan Apo AII dengan kandungan trigliserida (510%) dan kolesterol (15-25%). HDL mempunyai efek antiaterogenik
kuat sehingga disebut juga kolesterol baik. Fungsi utama HDL yaitu
mengangkut kolesterol bebas yang terdapat dalam endotel jaringan
perifer termasuk pembuluh darah, ke reseptor HDL di hati untuk
dijadikan empedu dan dikeluarkan ke usus kecil untuk mencerna
lemak dan dibuang berupa tinja. Dengan demikian, penimbunan
kolesterol di perifer berkurang. Kadar HDL diharapkan tinggi di dalam

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
darah. Namun, kadarnya rendah pada orang gemuk, perokok,
penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol, dan pemakai pil KB.
Peningkatan

kadar

trigliserida

dapat

dijumpai

pada:

hiperlipoproteinemia, infark miokardial akut, hipertensi, thrombosis


serebral, arteriosklerosis, diet tinggi karbohidrat. Juga dapat dijumpai
pada : hipotiroidisme, sindrom nefrotik, sirosis Laennec atau alkoholik,
DM tak terkontrol, pancreatitis, sindrom Down, stress, kehamilan.
Nilai rujukan untuk kadar kolesterol total dan trigliserida serum
dan plasma,sesuai dengan usia dan jenis kelamin, yang merupakan
hal yang layak untuk menyelidiki etiologi hiperlipidemia bila kadar
kolesterol total atau trigliserida serum meningkat diatas 90 persen.
Bahkan upaya menurunkan kadar yang masih dalam batas-batas nilai
rujukan dapat membantu menetapkan resiko. Kolesterol HDL
serum,sebagai faktor resiko,hendaknya dievaluasi jika kadarnya
rendah. Rentang nilai rujukan kolesterol HDL yang didapat untuk lakilaki adalah 25 sampai 65 mg/100 ml; untuk wanita,32 hingga 79
mg/100ml (Speicher, 1996).

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM

BAB 3 METODE KERJA


3.1 Alat praktikum
Adapun alat yang digunakan adalah kuvet, mikro pipet 10 L,
mikro pipet 1000 L, pipet tetes, rak tabung, tabung reaksi, tabung
tentrifuge, spoit, dan spektofotometer.
3.2 Bahan praktikum
Adapun bahan yang digunakan adalah aquades, darah, reagen
Trigliserida, larutan standar, dan tissue.
3.3 Cara kerja
a. Prosedur pengambilan sampel.
Diambil darah 1 jam sebelum praktikum. Dipasang turniquit
pada lengan atas dan tangan dikepal. Bagian kulit yang akan
ditusuk jarum untuk diambil darahnya diberi kapas alkohol. Di ambil
darah pada vena sebanyak 5 ml dan masukkan ke dalam tabung
vacuum tube lab 5 ml. Bekas tusukan jarum diberi kapas alkohol.
b. Penyiapan serum
Disiapkan alat dan bahan, kemudian dimasukkan darah
kedalam tabung sentrifuge. Disentrifuge selama 15 menit pada
kecepatan 6000 rpm. Setelah terbentuk 2 lapisan, diambil serum
darah dan dimasukkan kedalam tabung reaksi.
REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
c. Pengukuran bbsorban blanko
Disiapkan alat dan bahan, kemudian dipipet 10 L aquadest
kedalam kuvet. Ditambahkan 1000 L reagen RGT kemudian
diinkubasi selama 10 menit pada suhu 25 oC (suhu kamar). Setelah
itu diukur absorbannya pada spektrofotometer dengan panjang
gelombang 546 nm. Dicatat hasilnya.
d. Pengukuran absorban standar
Disiapkan alat dan bahan, kemudian dipipet 10 L larutan
standart ke dalam kuvet. Ditambahkan 1000 L reagen RGT
kemudian diinkubasi selama 10 menit pada suhu 25 oC (suhu
kamar).Setelah itu diukur absorbannya pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm. Dicatat hasilnya.
e. Pengukuran Absorban Sampel
Disiapkan alat dan bahan, kemudian dipipet 10 L serum
darah ke dalam kuvet. Ditambahkan 1000 L reagen RGT
kemudian diinkubasi selama 10 menit pada suhu 25 oC (suhu
kamar). Setelah itu diukur absorbannya pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm. Dicatat hasilnya.

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Data Pengamatan
Probandu
s

Jenis
Pemeriksaa

I
II

Absorban

Absorban

Sampel

Standar

0,747
0,747

0,676
0,512

n
Trigliserida
Trigliserida

Hasil
0,234 g/dL
0,291 g/dL

Perhitungan :
1. Probandus I
Absorbansi Standar

: 0,676

Absorbansi Sampel

: 0,747

Konsentrasi Standar

: 0,2 g/dL

Albumin=

Absorben sampel
x Konsentrasi standar (g /dL)
Absorban standar

0,747
x 0,2
0,676

0,234 g/dL

2. Probandus II
Absorbansi Standar
REZKI REYNITA
150 2013 0088

: 0,512
MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
Absorbansi Sampel

: 0,747

Konsentrasi Standar

: 0,2 g/dL

Albumin=

Absorben sampel
x Konsentrasi standar (g /dL)
Absorban standar

0,747
x 0,2
0,512

0,291 g /dL

4.2 Pembahasan
Darah merupakan bagian terpenting dari manusia yang memiliki
fungsi utama dalam memelihara homeostasis tubuh. Fungsi darah
sebagian besar dilaksanakan oleh plasma dan berbagai konstituennya
dimana plasma terdiri atas air, elektrolit, metabolit, nutrient, protein
dan hormon.
Didalam tubuh juga terdapat trigliserida yang merupakan
substansi lemak lain dalam darah dimana kadar trigliserida yang tinggi
berhubungan dengan risiko penyakit jantung, demikian juga dengan
kolesterol.
Adanya peningkatan trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan
berat badan (obesitas), aktivitas fisik, merokok, komsumsi alkohol
berlebihan, diet tinggi karbohidrat, kelainan genetik dan lain
sebagainya. Orang dengan trigliserida tinggi biasanya memiliki nilai
LDL yang tinggi dan nilai HDL yang rendah dan nilai kolesterol total
yang tinggi. LDL merupakan kolesterol jahat yang membentuk
endapan dan menyumbat arteri. Dari hati, kolesterol diangkut oleh
lipoprotein yang bernama LDL tersebut untuk dibawa ke sel sel
tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lainREZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
lain agar kolesterol dapat berfungsi sebagaimana mestinya. HDL
merupakan kolesterol baik karena kemampuannya membersihkan
pembuluh darah arteri. Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali
oleh lipoprotein yang disebut HDL untuk dibawa kembali ke hati,
dimana selanjutnya kolesterol ini akan diuraikan lalu dibuang ke dalam
kandung empedu sebagai asam empedu.
Kolesterol terdapat dalam jaringan dan lipoprotein plasma, bisa
sebagai kolesterol bebas atau tergabung dengan asam lemak rantaipanjang, sebagai ester kolesteril. Kolesterol merupakan prazat semua
senyawa steroid dalam tubuh, seperti kortikosteroid atau Kolesterol
juga adalah hasil khas metabolisme hewan dan dengan demikian
terdapat dalam segala makanan yang berasal dari hewan seperti
merah telur, daging, hati dan otak.
Tujuan dilakukan pengujian trigliserida adalah untuk mengetahui
keadaan kolesterol dalam tubuh yang merupakan salah satu
penyebab penyakit penyakit arteri dengan mengukur absorbansinya
pada spektrofotometri pada panjang gelombang 546 nm.
Sebelum dilakukan pengujian, langkah pertama yang dilakukan
adalah darah disentrifuge. Hal ini dilakukan untuk memisahkan antara
serum dan plasma darah. Setelah disentrifuge, bagian yang diambil
adalah bagian serum karena di bagian serum itu terdapat asam lemak
dalam hal ini trigliserida dan albumin dan apabila bagian yang
mengendapnya diambil sulit untuk dibaca oleh alat spektrofometer.
Digunakan metode spektrofotometer karena spektofotometer
adalah instrument yang digunakan untuk pengujian kuantitatif atau
untuk menetapkan kadar suatu sampel. Dan sampel darah yang akan
ditetapkan kadarnya mengandung senyawa-senyawa yang memiliki
panjang gelombang sinar tampak, oleh karena itu spektrofotometer
mudah untuk menginterpretasikan kadarnya.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka di
peroleh kesimpul sebagai berikut : dari semua probandus I dan II
memiliki kadar trigliserida yang tidak normal.
REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka di
peroleh kesimpul sebagai berikut : dari semua probandus I dan II
memiliki kadar trigliserida yang tidak normal.
5.2 Saran
Alat dan bahan agar lebih dilengkapi guna pengefisienan waktu
pada saat praktium berlangsung.

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Klinik. Universitas Muslim
Indonesia : Makassar.
Ganiswarna G. Sulistia. 1995. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. UI Press.
Jakarta.
Graha, Chairinniza. 2010. Question & Answer: Kolesterol. PT Elex Media
Komputindo. Jakarta.
Gunawan, Sulistia. 2009. Farmakologi dan Terapi. FK UI: Jakarta.
Katzung, Bertram G. 2002. Farmakologi Dasar dan Klinik. Salemba
Medika: Jakarta.
Majid, Cak. 2010. Ilmu Pemantapan Serum. Penerbit Buku Kedokteran :
Jakarta.
Murray, Robert K, dkk. 2009. Biokimia Harpe Edisi 27. Buku Kedokteran
EGC. Jakarta.
Rubenstein, David,dkk. 2005. Kedokteran Klinis. Erlangga. Jakarta.
Sacher, Ronal. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Edis 11.Buku kedokteran EGC. Jakarta.
Sitti, Fadliah, 2011. Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Serum Darah.
Penerbit Buku Kedokteran : Jakarta.
REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA DAN


HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)
DALAM SERUM
Speicher, Carl E. 1996. Pemilihan Uji Laboratorium yang Efektif. Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.

REZKI REYNITA
150 2013 0088

MASDIANA TAHIR S.Farm.,M.Sc.,Apt