Anda di halaman 1dari 11

Laporan Kimia Fisika Penentuan Tegangan Permukaan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomena-

fenomena tersbut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat
peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair
pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air,
gelembung-gelembung sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan
zat cair yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapile. Hal tersebut dapat terjadi karena
adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair
dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)
yang berada pada keadaan diam (statis).
Suatu molekul dalam fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh
molekul lainnya yang secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah. Gejala
ini yang disebut dengan tegangan permukaan.
Oleh karena itu dilakukan percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode
berat tetes agar dapat mengetahui nilai tegangan permukaan dari suatu larutan dan dapat
menganalisa fenomen-fenomena yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari dengan
mempelajari tentang tegangan permukaan.
1.2

Tujuan

Mempelajari tentang tegangan permukaan zat cair

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan

Mengetahui konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari

TINJAUAN PUSTAKA
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Selain itu,
tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair
untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar
atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas
permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di
permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung

ke bawah tampak silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan zat cair namun zat
cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaan-nya sekecil
mungkin.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)
yang berada dalam keadaan diam (statis). Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F
persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setia garis di permukaan fluida.
Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan
dalam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul
pembentuknya), sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat dari permukaan
fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung cincin
(Dianometer) sehingga tegangan permukaan fluida memiliki nilai sebesar :
Dimana :

= tegangan permukaan (N/m)


F = Gaya (Newton)
L = Panjang permukaan selaput fluida (m)

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka
dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pad tegangan
permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi
antara cairan dan udara. (Hamid.2010)
(Hamid.2010)
Faktor yang mempengaruhi
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang,
sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya
kohesi antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa besar gaya kohesinya
lebih kecil dari pada gaya adesinya dan pada zat yang non-adesiv berlaku sebaliknya. Salah
satu model peralatan yang sering digunakan untuk mengukur tegangan permukaan zat cair
adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut
kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut
kontak ini timbul akibat gaya tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya
tarik-menarik antara molekul zat yang berbeda (adesi).
Molekul biasanya saling tarik-menarik. Dibagian dalam cairan, setiap molekul cairan
dikelilingi oleh molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada
molekul cairan lainnya karena molekul cairan tarik-menarik satu dengan yang lainnya, maka
terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam caian.

Sebaliknya molekul cairan yang terletak di permukaan di tarik oleh molekul cairan yang
berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang
berarah ke bawah karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang
terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat
mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh
selaput elastis yang tipis.
Ada beberapa metode dalam melakukan tegangan permukaan :
-

Metode kenaikan kapiler

Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/ cairan yang naik melalui suatu
kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur
tegangan
permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan permukaan tidak bias untuk mengukur
tegangan antar muka.
-

Metode tersiometer Du-Nouy


Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan utnuk mengukur tegangan permukaan

ataupun
tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan
suatu cincin platina iridium yang diperlukan sebanding dengan tegangan permukaan atau
tegangan antar muka dari cairan tersebut.
(Atfins. 1994)
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada
pada
permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan.
Faktor-faktor yang menpengaruhi :
-

Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya

energy
kinetik molekul
-

Zat terlarut (solute)

Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan


permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan

akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk
lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa
disebut dengan surfaktan.
-

Surfaktan

Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cnderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang
jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh
dari
surfaktan.
Sturktur surfaktan secara 3 dimensi
Molekul surfaktan yang bersifat amfifil yaitu suatu molekul yang mempunyai dua
ujung yang terpisah, yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrifobik). Sifat
surfaktan yang amfifil menyebabkan surfaktan diadsorpsi pada antar muka baik itu cair/gas
(yang tidak saling bercampur).
Surfaktan akan selalu berada pada antar muka suatu cairan (berbeda jenis), bila
jumlah gugus hidrofil dan lipofilnya seimbang. Tapi, apabila suatu surfaktan memiliki gugus
hidrofil lebih besar lipofil, maka surfaktan akan lebih berada pada fase air dan sedikit berada
pada antar muka. Sebaliknya, bila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih kecil dari
lipofil maka surfaktan akan lebih berada pada fase minyak dan sedikit berada pada antar
muka.
Surfaktan dapat digunakan menjadi dua golongan besar yaitu, surfaktan yang larut
dalam minyak dan surfaktan yang larut dalam pelarut air.
Surfaktan yang larut dalam minyak : Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini,
yaitu senyawa polar berantai panjang, senyawa fluorocarbon, dan senyawa silicon.
Surfaktan yang larut dalam pelarut air : Golongan ini banyak digunakan antara lain
sebagai zart pembasah, zat pembusa, zat pengemulsi, zat anti busa, detergen, zat flotasi,
oencegah korosi, dan lai-lain. Ada empat yang temasuk dalam golongan ini yaitu surfaktan
anion yang bermuatan negative, surfaktan yang bermuatan positif, surfaktan nonion yang tak
terionisasi dalam larutan, dan surfaktan amfoter yang bermuatan negative dan
positif
bergantung pada pH-nya.
Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan
hydrogen pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala hidrofiliknya

terentang menjauhi permukaan air. Sabun dapat membentuk misel (miceves), suatu molekul
sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari
molekul sabun bersifat hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar, sedangkan ujung ion
bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Karena adanya rantai hidrokarbon, sebuah molekul
sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air, tetapi dengan mudah akan
tersuspensi di dalam air. Larutan surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang
mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu. Perubahan yang mendadak ini disebabkan
oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa molekul surfaktan menjadi satu,
yaitu pada konsentrasi kritik misel (KMK).
Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya
antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan
cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antar muka cairan dan gas. Namun,
tegangan yang mirip juga ada pada tegangan antar muka cairan-cairan, atau padatan dan gas.
Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antar muka.
(Douglas.2001)
PEMBAHASAN
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar
permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut terjadi karena
pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya kohesi
antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan
cairan.
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Selain itu,
tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair
untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar
atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha untuk membentuk luas
permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di
permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung
ke bawah tempat silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan zar cair namun zat
cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaannya sekecil
mungkin.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)

yang berada pada keadaan diam (statis). Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F
persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida.
Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan
alam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul
pembentuknya). Sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat perlahan
dari
permukaan fluida, besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk mengimbangi gaya-gaya
permukaan fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung
cincin (dianometer). Sehingga tegangan permukaan fluida memiliki nilai sebesar :
Dimana :

= tegangan permukaan (N/m)


F = Gaya (Newton)
L = Panjang permukaan selaput fluida (m)

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antar muka
dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada
tegangan permukaan karena gaya adhesi dua cairan yang tidak bercampur lebih besar dari
pada adhesi antara cairan dan udara.
Faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan yaitu :
Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energi
kinetik molekul.
Zat terlarut (solute)
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan
permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan
akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan caiaran membentuk
lapisan monomolekular, maka akan menurunkan tegangan permukaan. Zat tersebut biasa
disebut dengan surfaktan.
Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang
jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh
dari
surfaktan.
Aplikasi konsep tegangan dalam kehidupan sehari-hari antara lain. Mencuci dengan air
panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih, gelembung sabun atau air
berbentuk bulat, dank lip tidak tenggelam dalam air.

lebih
bersih.Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu air, makin kecil
tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk membasahi benda.
Dimana :

= tegangan permukaan (N/m)


F = Gaya (Newton)
L = Panjang permukaan selaput fluida (m)

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antar muka
dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada
tegangan permukaan karena gaya adhesi dua cairan yang tidak bercampur lebih besar dari
pada adhesi antara cairan dan udara.
Faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan yaitu :
Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energi
kinetik molekul.
Zat terlarut (solute)
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan
permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan
akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan caiaran membentuk
lapisan monomolekular, maka akan menurunkan tegangan permukaan. Zat tersebut biasa
disebut dengan surfaktan.
Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang
jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh
dari
surfaktan.
Aplikasi konsep tegangan dalam kehidupan sehari-hari antara lain. Mencuci dengan air
panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih, gelembung sabun atau air
berbentuk bulat, dank lip tidak tenggelam dalam air.
-lebih Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang
bersih.Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu air, makin kecil
tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk membasahi benda.
Karena itu, mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran pada pakaian lebih mudah larut
dan cucian menjadi lebih bersih. Detergen sintetis modern juga didesain untuk meningkatkan
kemampuan air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu dengan menurunkan
tegangan permukaan air. Banyak kotoran yang tidak larut dalam air segar, tetapi larut dalam

air yang diberi detergen.


Gelembung sabun atau air berbentuk bulat. Gelembung sabun atau tetes air berbentuk
bulat
karena dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. Gelembung sabun memiliki
dua
selaput tipis pada permukaannya dan diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air
tipis. Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan
cenderung
memperkecil luas permukaannya. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan
berusaha
memperkecil luas permukaannya, timbul perbedaan tekanan udara di bagian luar selaput
(tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput. Tekanan udara yang berada di
luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan
kontraksi, karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih kecil. Setelah
selaput
berkontraksi, maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut
tertekan, sehingga menaikkan tekanan udara di dalam selaput sampai tidak terjadi kontraksi
lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi kontransi lagi, besarnya tekanan udara di antara
dua selaput sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang
mengerutkan selaput. Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada bagian luar
tetes air. Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat adanya gaya kohesi, maka timbul
tegangan permukaan. Bagian tetes air ditarik ke dalam, akibatnya air berkontraksi
dan
cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut
membantu menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air
sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan
selaput air.
Klip tidak tenggelam dalam air. Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas
permukaan
air, molekul-molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip
tersebut, sehingga molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke
atas untuk menopang klip tersebut. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya
lebih besar dari kerapatan air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka
seharusnya klip tenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini merupakan salah
satu contoh dari adanya tegangan permukaan. Dalam kenyataannya, bukan hanya
klip
(penjepit kertas), tetapi juga bisa benda lain seperti jarum. Apabila kita meletakkan jarum

secara hati-hati di atas permukaan air, maka jarum akan terapung. Adanya
tegangan
permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air.
Metode tegangan permukaan: Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur
dengan
melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya
dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan
antar muka. Sudut kontak air dan pipa kapiler. Dengan metode pipa kapileryaitu dengan
mengukur tegangan permukaan zat cair dan sudut kelengkungannya denganmemakai pipa
berdiameter. Salah satu ujung pipa tersebut dicelupkan kedalam permukaan zat cair maka zat
cair tersebut permukaannya akan naik sampai ketinggian tertentu.
Metode tersiometer Du-Nouy : Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk
mengukur
tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang
diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan
sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan
tersebut.
Perhitungan tegangan permukaan dengan metode Du Nouy :
Y= (Skala yang terbaca (dyne))/(2 x keliling cincin) x Faktor Koreksi.
Metode Drop Out (tetes) : bila cairan tepat akan menetes, maka gaya tegangan
permukaan
sama dengan gaya yang disebabkan oleh massa cairan sebagai berat itu sendiri. Gaya berat
cairan = m.g.
Pada grafiik pengaruh surfaktan dapat dilihat pada konsentrasi surfaktan 10 tegangan
permukaannya 31,5264, pada konsentrasi surfaktan 20 % tegangan permukaannya 30,0460,
pada konsentrasi surfaktan 30 % tegangan permukaannya 25,8729. Sehingga
dapat
disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi surfaktan maka tegangan permukaannya akan
semakin kecil.
Pada grafik pengaruh suhu dapat dilihat pada suhu 66 C tegangan permukaannya
14,7624, pada suhu 71 C tegangan permukaannya 9,9618, pada suhu 74 C
tegangan
permukaannya 9,4084. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu
maka
tegangan permukaan akan semakin kecil.
Pada grafik pengaruh surfaktan tegangan permukaannya semakin kecil
apabila
konsentrasi surfaktannya besar, dikarenakan keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas
sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Tapi apabila zat yang ada dipermukaan

cairan membentuk lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan zat
tersebut yang disebut dengan surfaktan.
Pada grafik pengaruh suhu, tegangan permukaan semakin kecil pada saat
suhu
semakin tinggi. Karena suhu mempengaruhi tegangan permukaan, karena pada saat suhu
meningkat, energy kinetic molekul juga meningkat, dan tegangan permukaan menurun.
Prinsip dari percobaan ini yaitu menentukan tegangan permukaan dengan metode
berat tetes, yang meliputi faktor-faktor suhu, surfaktan, dan zat terlarut dalam melakukan
percobaan ini. Melihat perubahan tegangan permukaan dengan menggunakan suhu yang
berbeda-beda, dan dengan surfaktan yang berbeda pula konsentrasinya.
BAB 5
PENUTUP
5.1

Kesimpulan

menegang,

Tegangan permukaan zat cair adalah kecendrungan permukaan zat cair untuk

sehingga permukaannya seperti ditutup oleh suatu lapisan elastis.


Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah suhu:
tegangan suatu
permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energy
kinetic
molekul; zat terlarut (solute): keberadaan zat terlarut mempengaruhi tegangan permukaan,
penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan
akan bertambah besar; surfaktan: zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka.
mencuci

Aplikasi konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari antara lain,

dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih, gelembung sabun
atau air berbentuk bulat, dank klip tidak tenggelam dalam air.
5.2

Saran
Sebaiknya dalam percobaan tegangan permukaan tidak hanya
menggunakan metode berat tetes tetapi dengan metode yang lain misalnya
metode cincin.

DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P. W. 1994. Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1. Erlangga: Jakarta.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika jilid 1. Erlangga: Jakarta.


Hamid, Rimba. 2010. Penuntun Kimia Fisik. Universitas Hauoleo: Kendari