Anda di halaman 1dari 37

Laporan Kasus:

Diare Akut dehidrasi


Ringan-Sedang
Dokter Pembimbing:
dr. Abdurrachman Erman, SpA
Koas:
Ghisqy Arsy Mulki
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015

IDENTITAS

A. Identitas Pasien

Nama

Jenis Kelamin

: Perempuan

Usia

: 6 bulan

Alamat

: Kp Garogol

No RM

: 704440

Tgl Masuk

Ruang perawatan

: An. Z

: 15 Februari 2016 (jam 23.13)


: Samolo 3

ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Keluhan Utama: BAB Cair


Bab cair dirasakan 4x sehari sejak 4 hari lalu, bab berwarna hijau
disertai ampas, lendir (+), darah (-). Muntah (-), Anak rewel
susah menyusui nafsu makan berkurang. Demam disangkal, batuk
(-), pilek (-). BAK jarang.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Os memiliki riwayat Penyakit jantung bawaan sejak kecil. Riw


kejang (-)
RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA

Asma (-), TBC (-)

RIWAYAT PENGOBATAN
Os sedang tidak mengalami pengobatan jangka panjang.
RIWAYAT ALERGI
Os tidak memiliki riwayat alergi
RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Lingkungan Os sekitar tempat tinggal tidak terlalu bersih.
Sumber air bersih tersedia, mempunyai jamban keluarga, untuk
keseharian meminum menggunakan air galon.

RIWAYAT KEHAMILAN IBU


Ibu kontrol secara teratur ke dokter kandungan setiap bulan.
Tidak ada masalah selama kehamilan dan janin di dalam
kandungan dinyatakan sehat.
RIWAYAT PERSALINAN IBU
Cara persalinan
:
Keadaan bayi
:
Berat lahir
:
Umur kehamilan :

Normal
Sehat/ normal
2500 gr
36 minggu

RIWAYAT NUTRISI
Os masih meminum ASI ekslusif disertai makanan pendamping.

RIWAYAT PERKEMBANGAN

-tengkurap (+), mengoceh (+), Duduk (+)


Kesan : tumbuh kembang baik

RIWAYAT IMUNISASI

tidak lengkap : hanya sampai bulan ke 2 imunisasi pentabio


Alasan karena orang tua pasien takut untuk imunisasi karena penyakit jantung
yang diderita anaknya.

RIWAYAT IMUNISASI

KESAN:
Imunisasi Dasar
tidak Lengkap

PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM
Tampak sakit sedang
KESADARAN
Composmentis E4, M5, V6=15
TANDA VITAL
Nadi
: 150x/m
Laju Pernapasan : 40x/m
Suhu Tubuh
: 37,2C

STATUS ANTROPOMETRI

Antropometri:
BB
: 6,8 kg
TB
: 73 cm
STATUS GIZI
BB / Umur
: 6,8/7,8 x 100%
= 87,17%
TB / Umur
: 73/72 x 100% = 101,38%
BB/ TB
: 6,8/7,8 x 100%
= 87,17%
Kesan : Gizi Cukup

STATUS GENERALIS

Kepala :
Bentuk dan ukuran
: Normochepal, Ubun-ubun tidak cekung,
Tidak terdapat tanda peradangan
Rambut
: Warna hitam, distribusi merata, tidak
mudah dicabut
Mata
: Mata cekung, Konjungtiva Anemis (-/-)
,Sklera Ikterik (-/-), Refleks Cahaya (+/+), Edema
palpebra (+/
+), air mata (+/+)
Hidung
: Normonasi, Nafas cuping hidung (-/-)
Epitaksis (-/-), Bekas trauma (-/-), Sekret (-/-)

STATUS GENERALIS
Mulut
Lidah
Tenggorokan
Leher
Genitalia

: sianosis (+), Mukosa bibir kering


: Tidak kotor
: Tonsil T1/T1 tidak hiperemis.
: Tidak teraba pembesaran KGB
: Fimosis (-)

Thorax :
Jantung
I : iktus kordis kuat angkat tidak terlihat.
P : iktus kordis kuat angkat teraba.
P : redup, batas jantung tidak melebar.
A : bunyi jantung murni I dan II, tidak ditemukan gallop, murmur(+)
Paru-paru
Paru (depan)
I : simetris kanan dan kiri, terlihat retraksi subcostal, bantuan otot nafas (-)
P : vokal fremitus kanan dan kiri normal.
P : sonor di kedua lapang paru.
A : vesikuler normal, Ronkhi -/- (basah halus), wheezing -/-

Abdomen
Inspeksi : cembung, tidak ada benjolan.
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba.
Perkusi : Timpani dikeempat kuadran abdomen.

Ekstremitas superior
Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-), sianosis (-)
Ekstremitas inferior
Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-), sianosis (-)

Refleks Fisiologis
Refleks biseps
: ++/++
Refleks brachioradialis : ++/++
Refleks triceps
: ++/++
Refleks patella
: ++/++
Refleks aschilles
: ++/++
Refleks Patologis
Babinski
: -/Chaddock
: -/-

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

- Laboratorium (15/02/16)
Hemoglobin
: 13.6 g/dL
(13-17 g/dL)
Leukosit
: 6.6 ribu/L
(6000-17000 /L)
Hematokrit
: 43 %
( 35-43 %)
Trombosit
: 135 L
(150-450)
Kimia Elektrolit
: 134 meq/L
(135-147)
MCV/VER
: 88.1 fl
(73-101)
MCH/HER
: 27.9 pg
(23-31)
MCHC/KHER
: 31.6 g/dL
(26-34)

RESUME

An. Z, usia 6 bulan datang dengan keluhan, Bab cair dirasakan 4x


sehari sejak 4 hari lalu, bab berwarna hijau disertai ampas,
lendir (+), darah (-). Muntah (-), Anak rewel susah menyusui
nafsu makan berkurang. Demam disangkal, batuk (-), pilek (-).
Pemeriksaan Laboratorium : Hb = 13,6 leukosit = 6.6ribu
hematokrit = 43% T=135meq/L

DAFTAR MASALAH

-BAB cair
-Sianosis

DIAGNOSA KERJA
Diagnosis Klinis
: diare akut dengan dehidrasi ringan sedang
e.c viral infection
Diagnosis Gizi
: Gizi Cukup
Diagnosis Imunisasi
: Imunisasi dasar tidak lengkap
Diagnosis Tum-Bang : sesuai dengan usia

Differential Diagnosis : -Diare Akut dehidrasi ringan sedang, ec bakterial


infection

TERAPI
1) Cairan
a. Oralit 510cc dalam 3 jam pertama
b. IVFD RL 680ml per hari 680 : 24 = 28 tpm mikro = 7 tpm makro
2) Zinc 1x20 mg selama 10 hari
3) Nutrisi MPA (Makanan pendamping ASI), buah-buahan terutama pisang.
4) Edukasi Promotif/ preventif 1. ASI tetap diberikan, 2. Cuci tangan
sebelum memberi bayi makan, 3. kebersihan lingkungan, BAB di jamban,
4. Penyediaan air minum yg bersih, 5. Masak makanan hingga matang.
5) Probiotik 3x1/2 sach

Prognosis
Quo ad Vitam : ad Bonam
Quo ad Functionam : ad Bonam

FOLLOW UP
16-02-2016
S: BAB cair 3 x kuning kehitaman, muntah (-), demam (+), kembung (+), rewel (+)
O: TTV: Suhu : 38,4 oC
Nadi : 110x/menit
RR : 30x/menit
Kepala
: UUB cekung (-) Nafas cuping hidung Bibir sianosis +, mukosa bibir kering (+)
Thorax : Paru : simetris, retraksi +/+, ronki-/-, wheezing -/: Cor BJ I/II Reg (+), murmur (+), gallop (-)
Abdomen : kembung (+), BU > 12x
Ekstrimitas sup & inf : Sianosis (+), edema (-)
A : Diare akut Ringan-Sedang e.c Viral infection
P : -IVFD RL 6tpm
: -Cefotaxim 2x 350mg
: -Zink 1x1 selama 10 hari
: -Lbio 2x1sach

FOLLOW UP
17-02-2016
S: BAB cair sudah tidak ada, muntah (-), demam (-), kembung (-), rewel (+)
O: TTV: Suhu : 37,4 oC
Nadi : 128x/menit
RR : 30x/menit
Kepala
: UUB cekung (-) Nafas cuping hidung Bibir sianosis +, mukosa bibir kering (+)
Thorax : Paru : simetris, retraksi +/+, ronki-/-, wheezing -/: Cor BJ I/II Reg (+), murmur (+), gallop (-)
Abdomen : dbn
Ekstrimitas sup & inf : Sianosis (+), edema (-)
A : Diare akut Ringan-Sedang e.c Viral infection
P : -IVFD RL 6tpm
: -Cefotaxim 2x 350mg
: -Zink 1x1 selama 10 hari
: -Lbio 2x1sach

DEFINISI DAN ETIOLOGI


DIARE

Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi


lebih lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling
sedikit 3 kali dalam 24 jam. Sementara untuk bayi dan anakanak, diare didefinisikan sebagai pengeluaran tinja >10 g/kg/24
jam, sedangkan rata-rata pengeluaran tinja normal bayi sebesar
5-10 g/kg/ 24 jam

EPIDEMIOLOGI

Penyakit diare masih merupakan masalah global dengan


derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai
negara terutama di negara berkembang, dan sebagai salah
satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan
kematian anak di dunia. Menurut data World Health
Organization (WHO), diare adalah penyebab nomor satu
kematian balita di seluruh dunia, dimana setiap tahun 1,5
juta balita meninggal dunia akibat diare.

Etiologi

Menurut World Gastroenterology Organization global guidelines 2010, etiologi


diare akut dibagi atas empat penyebab:

1. Bakteri : Shigella, Salmonella, E. Coli, Gol. Vibrio, Bacillus cereus, Clostridium


perfringens, Stafilokokus aureus, Campylobacter aeromonas
2. Virus : Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus, Coronavirus, Astrovirus
3. Parasit : Protozoa, Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Balantidium coli,
Trichuris trichiura, Cryptosporidium parvum, Strongyloides stercoralis
4. Non infeksi : malabsorpsi, keracunan makanan, alergi, gangguan motilitas,
imunodefisiensi, kesulitan makan, dll. (Simadibrata, 2006).

Beberapa mikroorganisme penyebab diare akut yang


dapat menyebabkan diare pada manusia.
Bakteri

Virus

Parasit

Aeromonas

Astrovirus

Balantidium coli

Bacillus cereus

Calcivirus

Blastocystis homonis

Campylobacter jejuni

Enteric adenovirus

Cryptosporidium parvum

Clostridium perfringens

Coronavirus*

Entamoeba histolytica

Clostridium defficille

Rotavirus

Giarda lambia

Escherichia coli

Norwalk virus

Isospora belli

Plesiomonas shigeloides

Herpes simplex virus*

Strongyloides stercoralis

Salmonella

Cytomegalovirus

Trichuris trichiura

Shigella

Staphylococcus aureus

Vibrio cholera

Yersinia enterocolitica

Patomekanisme

Osmotik

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015

Sekretorik

Gangguan motilitas usus


Hipoperistaltik

pertumbuh
an bakteri

Diare
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015

Hiperperistaltik
Penurunan
penyerapa
n makanan
Diare

Manifestasi klinis

Infeksi usus menimbulkan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya


bila terjadi komplikasi ekstra intestinal termasuk manifestasi neurologik.
Gejala gastrointestinal bisa berupa diare, kram perut, dan muntah.
Sedangkan manifestasi sistemik bervariasi tergantung pada penyebabnya.

Diagnosis

Anamnesis

Diare karena kelainan kolon seringkali berhubungan dengan tinja berjumlah kecil
tetapi sering, bercampur darah dan ada sensasi ingin ke belakang.

Pasien dengan diare akut infektif datang dengan keluhan khas, yaitu mual, muntah,
nyeri abdomen, demam, dan tinja yang sering, malabsorptif, atau berdarah
tergantung bakteri patogen yang spesifik.

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik perlu diperiksa: berat badan, suhu tubuh, frekuensi denyut
jantung dan pernapasan serta tekanan darah.

Selanjutnya perlu dicari tanda-tanda utama dehidrasi: kesadaran, rasa haus, dan
turgor kulit abdomen dan tanda-tanda tambahan lainnya: ubun-ubun besar cekung
atau tidak, mata: cowong atau tidak, ada atau tidaknya air mata, bibir, mukosa
mulut dan lidah kering atau basah

Pernapasan yang cepat dan dalam indikasi adanya asidosis metabolik. Bising usus
yang lemah atau tidak ada bila terdapat hipokalemia

Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium lengkap pada diare akut umumnya tidak diperlukan,


Hanya pada keadaan tertentu mungkin diperlukan, misalnya penyebab dasarnya
tidak diketahui atau ada sebab-sebab lain selain diare akut atau pada penderita
dengan dehidrasi berat

Pemeriksaan tinja baik makroskopik maupun mikroskopik dapat dilakukan untuk


menentukan diagnosa yang pasti. Secara makroskopik harus diperhatikan
bentuk, warna tinja, ada tidaknya darah, lender, pus, lemak, dan lain-lain.
Pemeriksaan mikroskopik melihat ada tidaknya leukosit, eritrosit, telur cacing,
parasit, bakteri, dan lain-lain

Penatalaksanaan

Menurut Kemenkes RI (2011), prinsip tatalaksana diare pada balita adalah


LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare)

program LINTAS DIARE yaitu:

1. Rehidrasi menggunakan Oralit osmolalitas rendah

2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut

3. Teruskan pemberian ASI dan Makanan

4. Antibiotik Selektif

5. Nasihat kepada orang tua/pengasuh

Oralit

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah tangga
dengan memberikan oralit osmolaritas rendah, dan bila tidak tersedia berikan
cairan rumah tangga seperti air tajin, kuah sayur, air matang.

a. Diare tanpa dehidrasi

Umur < 1 tahun : - gelas setiap kali anak mencret

Umur 1 4 tahun : - 1 gelas setiap kali anak mencret

Umur diatas 5 Tahun : 1 1 gelas setiap kali anak mencret

b. Diare dengan dehidrasi ringan sedang

Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan selanjutnya
diteruskan dengan pemberian oralit seperti diare tanpa dehidrasi.

c. Diare dengan dehidrasi berat

Penderita diare yang tidak dapat minum harus segera dirujuk ke Puskesmas untuk di
infus.

Zinc

Zinc mengurangi lama dan beratnya diare. Zinc juga dapat


mengembalkan nafsu makan anak. Pemberian zinc yang dilakukan di
awal masa diare selama 10 hari ke depan secara signifikan
menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien.

Dosis zinc untuk anak-anak:

Anak < 6 bulan

: 10 mg (1/2 tablet) per hari

Anak 6 bulan

: 20 mg (1 tablet) per hari

Daftar Pustaka

Juffrie, M., et al, 2010. Buku Ajar Gastroenterologi - Hepatologi Jilid 1. Jakarta : Balai Penerbit
IDAI.

Suraatmaja, S., 2007. Kapita Selekta Gastroenterologi Anak. Jakarta. 1-43.

World Gastroenterology Organization (WGO). 2012. WGO Practice Guideline: Acute Diarrhea.
World Gastroenterology Organization (WGO). Available from:
www.worldgastroenterology.org/global-guidelines.html. [Accesed 17 August 2014].

Simadibrata, M.K., Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I., , Setiati, S.. 2009. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing.

Hadi, S., 2002. Gastroenterologi. Bandung : Penerbit Alumni.

Kementrian Kesehatan Indonesia, 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia, Kementrian Kesehatan
Indonesia. Available from: http://www.depkes.go.id/downloads/profil%20(4%20Sept
%202013).pdf. [Accesed 17 August 2015].

Kementrian Kesehatan Indonesia, 2011. Buku Panduan Manajemen Terpadu Bayi Sakit (MTBS).
Available from: http://depkes.go.id. [Accesed 17 August 2015].

THANKYOUUUU