Anda di halaman 1dari 22

PEMERIKSAAN STATUS

MENTAL
OLEH :
M. Thanthawi Jauhari
M. Reyyan Al. Faj
Sarah Nadia Rahmayanti

Pembimbing :
dr. Prasila Darwin SpKj

PEMERIKSAAN STATUS
MENTAL
Pemeriksaan status mental
merupakan gambaran keselurhan
tentang pasien yang didapat dari
hasil observasi pemeriksa dan kesan
yang dimunculkan oleh pasien pada
saat wawancara.

Secara garis besar gambaran


status mental
Deskripsi umum
Penampilan
Perilaku dan aktivitas psikomotor
Sikap terhadap pemeriksa

Mood dan afek


Mood
Afek
Keserasian afek

Pembicaraan
Persepsi
Pikiran
Proses dan bentuk piker
Isi pikir

Sensorium dan kognisi


Kesadaran
Orientasi dan daya ingat
Konsentrasi dan perhatian
Kemampuan membaca dan menulis
Kemampuan visuospasial
Pikiran abstrak
Intelegensi dan kemampuan informasi
Bakat kreatif
Kemampuan menolong diri sendiri

Pengendalian impuls
Daya nilai dan tilikan
Taraf dapat dipercaya

Deskripsi Umum
PENAMPILAN

Merupakan pemeriksaan suatu gambaran


tentang penampilan pasien dan kesan fisik
secara keseluruhan, seperti yang
dicerminkan dari postur, pakaian, dan
dandanan.
Istilah umum yang digunakan untuk
mengggambarkan penampilan antara lain
tampak sehat, sakit, agak sakit, seimbang,
kelihatan tua, kelihatan muda, kusut,
seperti anak-anak, dan kacau.

Perilaku dan Aktifitas Psikomotor


Pengamatan ditujukan terhadap
aspek kualitas dan kuantital aktivitas
psikomotor, seperti adanya
manerisme, tics gerak-gerik, kejang,
perilaku stereotipik, ekopraksia,
hiperaktivitas, agitasi, fleksibilitas,
rigiditas, cara berjalan dan kegesitan.
Kegelisahan, telapak tangan basah,
dan manifestasi fisik lainnya diamati.

Sikap terhadap pemeriksa

Sikap pasien terhadap pemeriksa


dapat digambarkan sebagai sikap
yang kooperatif, bersahabat, penuh
perhatian, berminat, jujur, merayu,
defensive, merendahkan, bingung,
berbelit-belit, apatis, hostil,
bercanda, menyenangkan,
mengelak, atau berhati-hati.
Perhatikan pula kemampuan
membentuk rapport selama
wawancara.

Mood dan Afek


Mood
Mood di definisikan sebagai suasana perasaan yang bersifat
pervasive dan bertahan lama, yang mewarnai persepsi
seseorang terhadap kehidupannya.

Afek
Merupakan respon emosional saat sekarang, yang dapat
dinilai melalui ekspresi wajah, pembicaraan sikap dan gerak
gerik tubuh paisen.

Keserasian Afek
Pemeriksa mempertimbangkan keserasian respon pasien
terhadap topic yang sedang didiskusikan dalam wawancara.

Pembicaraan
Pemeriksa harus mengamat karakteristik
saat pasien berbicara.
Yang dinilai dalam hal bicara ini adalah
kuantitas dan kualitasnya. Yang dimaksud
kuantitas adalah jumlah pembicaraan,
apakah pasien banyak atau sedikit bicara
saat pemeriksaan. Sedangkan secara
kualitas dapat dilihat dari isi bicaranya,
apakah memberikan informasi yang
banyak atau sedikit.

Persepsi
Persepsi adalah daya mengenal
kualitas, hubungan serta perbedaan
suatu benda, melalui proses
mengamati, mengetahui dan
mengartikan. Memindahkan stimuli
fisik menjadi informasi psikologik,
sehingga stimulus sensoris berada
dalam genggamannya.

Pikiran
Gangguan pada pikiran dibagi menjadi 2 yaitu gangguan
proses pikir/ bentuk pikir dan gangguan isi pikir.

Proses Pikir (bentuk pikir)


Proses pikiran dapat digambarkan dengan ketentuan
sebagai berikut
asosiasi longgar (tidak relevan),
flight of idea (perubahan topik),
racing (pikiran cepat),
tangensial (awal dari topik tanpa kesimpulan),
derailment (tidak relevan ekstrim),
neologisme (menciptakan kata-kata baru),
clang association (berima kata),
punning (berbicara dalam teka-teki),
blocking (pembicaraan tiba - tiba dihentikan),
poverty (konten terbatas).

Isi Pikir
Untuk menentukan apakah pasien mengalami halusinasi atau
tidak, tanyakan beberapa pertanyaan berikut.
"Apakah Anda mendengar suara-suara ketika tidak ada orang lain di
sekitar?"
"Dapatkah Anda melihat hal-hal yang tidak ada orang lain dapat
melihat?"
"Apakah Anda memiliki sensasi yang tidak dapat dijelaskan lainnya
seperti bau, suara, atau perasaan?"

Yang penting, selalu bertanya tentang halusinasi perintah dan


menanyakan apa yang pasien akan lakukan dalam menanggapi
halusinasi perintah ini. Misalnya, tanyakan "Ketika suara-suara
memberitahu Anda melakukan sesuatu, Anda mematuhi
instruksi mereka atau mengabaikan mereka?
Jenis halusinasi pendengaran meliputi auditorik (hal
pendengaran), visual (melihat hal-hal), gustatory (mencicipi
hal), taktil (sensasi perasaan), dan penciuman (berbau hal-hal).

Untuk menentukan apakah pasien


mengalami delusi, tanyakan
beberapa pertanyaan berikut.
"Apakah Anda memiliki pikiran bahwa
orang lain berpikir yang aneh?
"Apakah Anda memiliki kekuatan khusus
atau kemampuan?"
"Apakah televisi atau radio memberikan
pesan khusus?"

Sensorium dan kognisi


Kesadaran

Kesadaran adalah isi dari pikiran atau fungsi


mental dimana seseorang mengetahuinya.
Kesadaran adalah persepsi yang dirubah oleh
emosi dan pikirannya sendiri.
Kesadaran juga dapat didefinisikan sebagai
keadaan berfungsinya indera khusus

Orientasi dan Memori


Memori merupakan suatu fungsI dimana informasi yang
disimpan di otak kemudian didapatkan kembali secara disadari.
Memori merupakan kemampuan untuk membangkitkan kembali
pesan, pengalaman dan apa yang sudah dipelajari di masa
lampau, yang menyangkut 3 pokok proses mental:
Registrasi, yaitu kemampuan merasakan, mengenal dan mengeluarkan
informasi di susuna saraf pusat.
Retensi, yaitu kemampuan menahan atau menyimpan informasi yang
sudah diregistrasi.
Recall, yaitu kemampuan untuk mendapatkan kembali informasi yang
sudah disimpan.

Fungsi memori biasanya dibagi menjadi empat bidang : ingatan


jauh (remote memory), daya ingat masa lalu yang belum lama
(recent memory), dan penyimpanan daya ingat segera
(immediate retention and recall)

Konsentrasi dan Perhatian


Konsentrasi pasien dapat terganggu karena
berbagai alasan. Pasien diminta menghitung
100-7 secara serial sebanyak 7 kali
Perhatian dinilai dengan kalkulasi atau
meminta pasien mengeja dari belakang
huruf yang terdapat kata DUNIA. Dapat pula
ditanyakan nama benda yang dimulai
dengan huruf tertentu.

Kemampuan Membaca dan


Menulis
Pasien diminta untuk menulis kalimat pejamkan mata
anda dan melaksanakan perintah yang telah dibaca

Kemampuan Visuospasial
Pasien diminta untuk meniru gambar jam dan
pentagonal yang berhimpitan pada satu sudut.

Pikiran Abstrak

Nilai apakah pasien dapat menyebutkan persamaan


apel dan jeruk, meja dan kursi, lukisan dan puisi.
Pasien yang mengalami reaksi katastrofik dan
kerusakan otak tidak dapat berfikir abstrak

Kemampuan informasi dan intelegensi


Intelegensi pasien berhubugan dengan
kosa kata dan pengetahuan umum yang
dimilikinya seperti nama presiden saat ini
dan informasi-informasi terkini.

Pengendalian Implus
Dinilai kemampuan pasien untuk
mengontrol impuls seksual, agresif, dan
impuls lainya. Control impuls dapat dinilai
dari informasi terakhir perilaku pasien
yang diobservasi selama wawancara.

Daya nilai dan tilikan


Daya Nilai
Apakah pasien memahami akibat dari perbuatan
yang dilakukan dan apakah pemahamannyaini
mempengaruhi dirinya.

Tilikan
Tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian
pasien bahwa mereka sakit. Pasien mungkin
menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama
sekali atau mungkin menunjukkan kesadaran
bahwa mereka sakit tetapi melemparkan
kesalahan pada orang lain, faktor eksternal atau
bahkan faktor organik yang lain.

Tilikan dibagi menjadi 6 derajat


tilikan derajat 1 menyangkal bahwa dirinya sakit
tilikan derajat 2 Mengakui dan menyangkal bahwa dirinya
sakit pada saat yang bersamaan.
tilikan derajat 3 menyalahkan orang lain/faktor eksternal
sebagai penyebab sakitnya
tilikan derajat 4 sadar bahwa sakitnya disebabkan oleh
sesuatu yang tidak diketahui dalam dirinya
tilikan derajat 5 sadar bahwa dirinya sakit tetapi tidak bisa
menerapkan dalam mengatasinya (tilikan intelektual)
tilikan derajat 6 sadar bahwa dirinya sakit dan sudah bisa
menerapkannya sampai kesembuhannya (tilikan
emosional sejati)

Taraf dapat dipercaya


Pemeriksa dapat menilai kejujuran
dan keadaan yang sebenarnya dari
yang dikatakan pasien.