Anda di halaman 1dari 16

AKHLAQ

SSQ 1
Adab-Adab Dalam Berteman
Indikator keberhasilan :

Santri mengenal seluruh teman dalam kelompoknya


Santri mengetahui adab-adab dalam berteman sehingga tidak ada permusuhan
Santri mengetahui alamat rumah, sekolah, dan kelas teman dalam kelompoknya
Dalam hal adab dan tata cara bergaul dengan teman sebaya, ada etika-etika yang

sebaiknya dan perlu diperhatikan. Berikut ini adalah tuntunan dari firman Allah dalam
AlQuran dan juga sunnah Nabi dari Hadits-hadits nabi yang menerangkan tentang adab dan
tata cara bergaul dengan teman sebaya. Etika yang perlu diperhatikan antara lain sebagai
berikut :
1. Saling Mencintai dan menyukai teman
Dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw. yang berbunyi, tidak
sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya
sendiri. (HR. Bukhari). Juga diterangkan dan dinyatakan dalam hadits yang lain yang
bunyinya, Perumpamaan dua orang bersaudara adalah seperti kedua belah tangan, yang
satu membasuh yang lain. (HR. Abu Naim)
2. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa
Adab dan cara bergaul dengan teman sebaya adalah saling tolong menolong antara
teman dalam hal kebaikan dan taqwa. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firmannya pada AlQuran, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Ayat di atas juga mengandung makna anjuran dan larangan untuk tidak memberikan
bantuan dan tolong menolong dalam hal keburukan, berbuat dosa, kejelekan, maksiat dan
pelanggaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Juga diterangkan dalam dalil hadits Nabi
tentang perintah tolong menolong yang artinya, "Jadilah kamu orang-orang yang
mensyafaati orang lain terhadap dirimu, agar kamu mendapat pahala. (HR. Abu Dawud)
3. Dilarang atau jangan mencari-cari kesalahan, keburukan atau aib orang lain
Dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw. yang artinya, "Hai orang-orang yang
beriman dengan lidahnya, dan belum masuk iman itu dalam hatinya, jangan kamu
mengumpat orang lain, dan jangan kamu mencari-cari aib orang lain, karena orang suka
mencari-cari aib saudaranya sesama muslim itu, maka Allah akan mencari-cari aibnya.

Dan orang yang aibnya ditampakkan oleh Allah, maka akan diketahui oleh umum,
sekalipun ia bersembunyi di dalam rumah." (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim).
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan),
karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan
orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu
yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa
jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat:12)
4. Adab Berbicara
Hendaknya berbicara dengan teman sebaya dengan lemah lembut, dengan muka yang
manis, ramah dan suka memberikan kemudahan kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi
Muhammad saw, "Sesungguhnya Allah menyukai kepada orang yang suka memberi
kemudahan (kepada orang lain) dan selalu jernih mukanya". (HR. Baihaqi).
5. Memaafkan kesalahan teman bila mereka lupa atau tidak sengaja melakukan
kesalahan
Seorang muslim tidak boleh memendam dendam, apalagi mendiamkan saudaranya
labih dari 3 hari. Hindari kata-kata Tiada maaf bagi mu, hendaknya seorang muslim saling
memaafkan.
6. Tidak menghina dan meremehkan teman
7. Tidak pelit dan tidak sombong kepada teman
Seorang muslim tidak boleh sombong terhadap saudaranya, karena sombong adalah
pakaian kebesaran Allah. Sebaliknya seorang muslim harus tawadhu, rendah hati dan kasih
sayang sesama manusia apalagi sesama muslim. janganlah kamu memalingkan mukamu
dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. (QS Lukman:18)
8. Suka mengucapkan salam kepada teman
Dalam Islam memberi dan mengucapkan salam adalah salah satu kewajiban manusia
di antara sesama muslim. Memberi salam kepada orang lain, merupakan adab pergaulan yang
dianjurkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah saw. : Sebagaimana sabda Nabi yang artinya ,
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu tidak akan masuk surga sehingga
kamu beriman, dan kamu tidak (dianggap) beriman sehingga kamu saling cintamencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu yang apabila kamu mengerjakan dengan

sungguh-sungguh, maka kamu akan berkasih-kasihan? Maka mereka menjawab: mau, ya


Rasulullah. Sabda beliau : ucapkan salam di antara sesama kamu". (HR. Muslim).
Setia kawan dan berbuat dengan segala keikhlasan, termasuk di dalamnya memelihara
kehormatan saudara, menyelamatkan jiwanya, dan juga melindungi harta miliknya dari
kejahatan orang lain. Dalil sabda Nabi Muhammad saw. yang artinya, "Barangsiapa yang
menolak untuk mengaibkan kehormatan saudaranya, maka penolakannya itu menjadi
pelindung dari api neraka. (HR. Tirmidzi).
Hal-hal yang sebagaimana tersebut di atas adalah merupakan tata cara atau adab
dalam pergaulan dengan teman sebaya. Untuk memelihara, menjaga dan mempererat dengan
sesama teman sebaya, maka hendaknya kita perlu berpegang pada petunjuk-petunjuk Allah
yang tersirat dalam firmannya dan juga petunjuk dari Rasul Allah dalam hadits-hadits di atas
tentang adab dan tata cara pergaulan. Dengan demikian dapat tercipta pergaulan hidup
sesama teman yang serasi dan penuh kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam.
http://islamiwiki.blogspot.com/2014/07/cara-bergaul-dengan-teman-menurut.html

AKHLAQ
SSQ 2
Adab-Adab Di Dalam Masjid
Indikator keberhasilan :

Santri mengetahui apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam masjid
Santri dapat mempraktikkan adab-adab di dalam masjid ketika salat
Masjid adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Memakmurkan masjid

merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Allah
Azza wa Jalla berfirman dalam surat At Taubah:18
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari akhir dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan
tidak takut (kepada apapun) kecuali Allah, maka mudah-mudahan mereka termaksud
orang yang mendapatkan petunjuk.
Amalan ini sangat mulia dan penting, apalagi di zaman sekarang dimana masjidmasjid mulai sepi dari para jamaah yang shalat lima waktu. Padahal Rasulullah Saw telah
mencontohkan bahwa pertama kali yang beliau lakukan dalam membangun masyarakat
madani adalah dengan membangun masjid dan meramaikannya. Masjid pada zaman
Rasulullah Saw sangatlah sederhana bangunan fisiknya, namun aktifitasnya tidak pernah
berhenti 24 jam.
Dari masjid itulah, beliau memberikan bimbingan, petunjuk, mengajarkan agama,
maupun menyusun strategi untuk menguatkan umat Islam. Hal ini tentunya perlu menjadi
bahan renungan kita bersama. Masjid pada zaman Rasulullah Saw ibarat pabrik yang
memproduksi hidayah dan petunjuk sehingga bisa menyebar ke seluruh alam. Sedangkan saat
ini, kita melihat banyaknya orang yang tidak lagi peduli agama dan maraknya kemungkaran
karena ternyata masjid-masjid ini sudah sepi dari jamaah. Oleh karena itu, untuk mencapai
kejayaan Islam maka tidak ada jalan lain kecuali dengan memakmurkan masjid melalui amal
agama dalam masjid, sehingga dengan makmurnya masjid maka masyarakat sekitar akan
makmur pula dengan cahaya agama.
Ketika berada di masjid, hendaknya kita meneladani Rasulullah Saw yang telah
memberi kita petunjuk berupa adab-adab masjid sebagai berikut :

1. Mengikhlaskan Niat Kepada Allah Taala


Hendaknya seseorang yang ingin ke masjid mengikhlaskan niatnya sehingga Allah
Taala menerima ibadah yang ia lakukan di masjid. Hendaknya ia mendatangi masjid
untuk menunaikan tugas seorang hamba yaitu beribadah kepada Allah Taala tanpa
dilandasi rasa ingin dipuji manusia atau ingin dilihat oleh masyarakat. Karena
sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dari niatnya.
2. Berwudhu sebelum berangkat ke mesjid
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Apakah kalian mau aku
tunjukan kepada apa-apa yang Allah menghapus dengannya dosa-dosa dan
mengangkat dengannya derajat?, para shahabat berkata,tentu ya rasulallah!,
beliaupun bersabda, sempurnakanlah whudhu dan perbanyaklah langkah
menuju mesjid(HR.Muslim)
3. Berpakaian Indah
Sangat dianjurkan untuk berpakaian paling indah ketika menuju ke masjid. Akan
lebih baik lagi jika memakai pakaian putih, karena Rasululah Saw sering berpakaian
putih. Tentang berpaiakan indah, Allah Swt berfirman, Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. (QS. AI-Araf: 31).
Berdasarkan ayat tersebut, maka disunnahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih
ketika hari Jumat dan Hari raya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

bersabda,Sesungguhnya Allah itu maha indah dan menyukai yang indah-indah.


Termasuk perhiasan yaitu bersiwak dan memakai wangi-wangian.
4. Menghindari Makanan Tidak Sedap Baunya
Maksudnya adalah larangan bagi seseorang yang makan makanan yang tidak
sedap baunya, seperti mengonsumsi bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, dan
termasuk juga merokok atau yang lainnya yang menyebabkan mulut berbau.
Dari Jabir radhiallahuanhu bahwasanya Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
bersabda, Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan
semisalnya), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya
malaikat terganggu dengan bau tersebut, sebagaimana manusia.
Hadis tersebut dapat dijadikan persamaan kepada segala sesuatu yang berbau tidak
sedap yang bisa menganggu orang yang sedang shalat atau beribadah. Namun jika
seseorang sebelum ke masjid memakai sesuatu yang bisa mencegah bau yang tidak
sedap tersebut dari dirinya seperti memakai pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada
larangan baginya setelah itu untuk pergi ke masjid.
5. Bersegera Menuju Masjid
Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah bersegera menuju masjid. Rasulullah Saw
bersabda, Seandainya manusia mengetahui keutamaan shof pertama, dan tidaklah
mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi,
dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya
mereka akan berlomba-lomba. (Muttafaq Alaihi).
6. Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan
Hendaknya berjalan menuju shalat dengan khusyuk, tenang, dan tentram. Nabi
Shallallahualaihi Wasallam melarang umatnya berjalan menuju shalat secara tergesagesa walaupun shalat sudah didirikan. Abu Qatadah radhiallahuanhu berkata, Saat
kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahualaihi Wasallam, tiba-tiba beliau
mendengar suara kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau
mengingatkan,Apa yang terjadi pada kalian? Mereka menjawab, Kami tergesagesa menuju shalat. Rasulullah menegur mereka, Janganlah kalian lakukan hal
itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan dengan tenang,
dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat yang terlewat
sempurnakanlah.
7. Adab bagi wanita

Tidak terlarang bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid. Jika seorang wanita
hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan, yaitu :
Meminta izin kepada suami atau mahramnya
Tidak menimbulkan fitnah
Menutup aurat secara lengkap
Tidak berhias dan memakai parfum
Perbuatan kaum wanita yang memakai parfum hingga tercium baunya dapat
menimbulkan fitnah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam,
Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluiar menuju
masjid, maka tidak akan diterima shalatnya sehingga ia mandi [9]
8. Mengagungkan Masjid
Bentuk pengagungan terhadap masjid berupa hendaknya seseorang tidak bersuara
dengan suara yang tinggi, bermain-main, duduk dengan tidak sopan, atau
meremehkan masjid. Hendaknya juga ia tidak duduk kecuali sudah dalam keadaan
berwudhu untuk mengagungkan rumah Allah Taala dan syariat-syariat-Nya.
9. Berdoa ketika menuju masjid
Ketika keluar dari rumah untuk menuju masjid hendaknya membaca doa:
Yaa Allah berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan

di

pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berilah cahaya di
atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya.
(Muttafaq Alaih).
10. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid dan berdoa
Ketika masuk masjid maka dahulukan kaki kanan, sedangkan ketika keluar maka
dahulukan kaki kiri. Sebab masjid adalah tempat paling mulia di muka bumi, sehingga
kita harus menghormatinya. Sahabat Anas Bin Malik Ra berkata: Termasuk sunnah
apabila engkau masuk masjid untuk mendahulukan kakimu yang kanan dan
apabila keluar maka dahulukanlah kakimu yang kiri. (HR. Baihaqi)
11. Berdoa ketika masuk dan keluar masjid
Doa masuk Masjid
Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para
kerabatnya, Ya Allah bukakanlah pintu-pintu rohmat-Mu untukku. (HR Muslim).
Sedangkan doa keluar masjid adalah:
Ya Allah berilah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para
kerabatnya, Aku mohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim dan Abu Dawud).

12. Shalat Tahiyatul Masjid

Ketika masuk ke masjid sebelum duduk disunahkan shalat dua rakaat yaitu shalat
Tahiyyatul Masjid. Rasulullah Saw bersabda: Apabila salah seorang diantara
kalian masuk masjid, maka hendaklah shalat dua rokaat sebelum ia duduk.
(Muttafaq Alaihi). Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat
sebelum duduk di dalam masjid. Tujuan ini sudah tercapai dengan shalat apa saja
yang dikerjakan sebelum duduk. Oleh karena itu, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah
rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan
sebelum duduk.
Merupakan suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena
pada hakikatnya tidak ada dalam hadis ada shalat yang namanya tahiyatul masjid.
Akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat dua rakaat sebelum duduk.
Karenanya jika seorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat qabliah atau sunah
wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya. Syariat ini berlaku untuk laki-laki
maupun wanita. Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, di mana
tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahualaihi Wasallam
shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi beliau datang dan langsung naik
ke mimbar. Syariat ini juga berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil haram.
Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin
duduk di dalamnya.
13. Menuggu Ditegakkannya Shalat Dengan Berdoa Dan Berdzikir
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, Setelah shalat dua rakaat
hendaknya orang yang shalat untuk duduk menghadap kiblat dengan
menyibukkan diri berdzikir kepada Allah, berdoa, membaca Alquran, atau diam
dan janganlah ia membicarakan masalah duniawi belaka. Terdapat keutamaan
yang besar bagi seorang yang duduk di masjid untuk menunggu shalat, berdasarkan
sabda Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam,Apabila seseorang memasuki masjid,
maka dia dihitung berada dalam shalat selama shalat tersebut yang menahannya
(di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian
selama dia berada pada tempat shalatnya, Mereka mengatakan, Ya Allah,
curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak
menyakiti orang lain dan tidak berhadats.
14. Larangan Keluar Setelah Adzan Kecuali Ada Alasan

Jika kita berada di dalam masjid dan azan sudah dikumandangkan, maka tidak
boleh keluar dari masjid sampai selesai dtunaikannya shalat wajib, kecuali jika ada
uzur.
15. Larangan Lewat di Depan Orang Shalat
Harap diperhatikan ketika kita berjalan di dalam masjid, jangan sampai melewati
di depan orang yang sedang shalat. Hendaklah orang yang lewat di depan orang yang
shalat takut akan dosa yang diperbuatnya. Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
bersabda,Seandainya orang yang melintas dihadapan orang yang shalat
mengetahui akan apa yang terjadi padanya, niscaya dia akan rela untuk
berdiri(menunggu)

selama

40

(hari/bulan/tahun)

dari

pada

melintas

dihadapannya.(Mutaffaq Alaihi)
Yang terlarang adalah lewat di depan orang yang shalat sendirian atau di depan
imam. Adapun jika lewat di depan makmum maka tidak mengapa. Hal ini didasari
oleh perbuatan Ibnu Abbas radhiallahuanhu ketika beliau menginjak usia balig.
Beliau pernah lewat di sela-sela shaf jamaah yang diimami oleh Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam dengan menunggangi keledai betina, lalu turun
melepaskan keledainya baru kemudian beliau bergabung dalam shaf. Dan tidak ada
seorang pun yang mengingkari perbuatan tersebut. Namun demikian, sebaiknya
memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum.
16. Mengaitkan Hati Dengan Masjid
Berusaha untuk selalu mengaitkan hati dengan masjid dengan berusaha
mendatangi masjid sebelum shalat, menunggu shalat dengan berdzikir dan beribadah,
dan tidak buru-buru beranjak. Keutamaan inilah yang akan dinaungi oleh Allah Taala
ketika nanti tiada naungan selain naungan-Nya. Sebagaimana dalam hadis, Tujuh
jenis orang yang Allah Taala akan menaungi mereka pada hari tiada naungan
kecuali naungan-Nya dan laki-laki yang hatinya selalu terkait dengan masjid)
17. Mengucapkan salam kepada orang yang berada di masjid
Dari abu Hurairah Radhiyallahu anhu Beliau berkatabahwasannya nabi
Shallallahu alaihi wa sallam

masuk ke masjid dan kemudian masuk (pula)

seorang laki-laki maka kemudian (laki-laki) itu shalat dan kemudian menghampiri
(Rasulullah saw) dan mengucapkan salam, maka nabi Shallallahu alaihi wa
sallam menjawab, alaikassalam.(HR.Bukhori). Sahabat melakukan salam karena
mengamalkan perintah nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang bersabda,tidaklah
kalian masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman

sehingga kalian saling mencintai, dan tidaklah kalian saling mencintai, apakah,
kalian mau aku tunjukan sesuatu yang apabila kalian mengamalkannya kalian
akan saling mencintai?sebarkanlah salam diantara kalian!!(HR.Bukhori). Dan
bagi yang diberi salam wajib baginya untuk menjawabnya, berdasarkan hadits nabi
Shallallahu alaihi wa sallam,Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada
lima, yaitu : menjawab salam.(Muttafaq alaihi).
18. Tidak Mengambil Tempat Khusus Di Masjid
Nabi Shallallahualaihi Wasallam melarang seorang shalat seperti gagak mematuk,
dan melarang duduk seperti duduknya binatang buas, dan mengambil tempat di
masjid seperti unta mengambil tempat duduk [43]. Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
hikmahnya adalah karena hal tersebut bisa mendorong kepada sifat pamer, riya, dan
sumah, serta mengikat diri dengan adat dan ambisi. Demikian itu merupakan musibah.
Maka dari itu, seorang hamba harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak
terjerumus ke dalamnya
19. Anjuran Untuk Berpindah Tempat Ketika Merasa Ngantuk
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahualaihi Wasallam, Jika salah seorang di
antara kalian mengantuk, saat berada di masjid, maka hendaknya ia berpindah
dari tempat duduknya ke tempat lain
20. Dibolehkan tidur di dalam masjid
Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang kemalaman, tidak punya sanak
saudara, maupun untuk memakmurkan masjid dengan Itikaf. Dahulu para shahabat
Ashabus Suffah (orang yang tinggal di masjid) mereka senantiasa tidur di dalam
Masjid Nabawi. (HR. Bukhari) Bahkan, sahabat Abu Hurairah Ra termasuk Ashabush
Shuffah yang senantiasa memakmurkan masjid. Imam Ibnu Hajar menegaskan bahwa
bolehnya tidur di dalam masjid adalah pendapat jumhur ulama. Dari Abbad Bin
Tamim Ra dari pamannya bahwasanya dia melihat Rasulullah Saw tidur terlentang di
dalam masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain.
(Muttafaq Alaihi). Imam AI-Khattabi berkata: Hadits ini menunjukkan bolehnya
bersandar, tiduran dan segala bentuk istirahat di dalam masjid.
21. Dibolehkan makan dan minum di masjid
Makan dan minum di dalam masjid dibolehkan asal tidak mengotori masjid.
Sahabat Abdullah Bin Harits Ra berkata: Kami pernah makan daging bersama
Rasulullah Saw di dalam masjid. (HR. Ibnu Majah)

22. Dilarang berjual beli di dalam masjid


Tidak diperbolehkan berjual beli di dalam masjid, karena masjid adalah murni
untuk beribadah dan menyembah kepada Allah. Termasuk juga menempelkan dan
menyebarkan brosur yang berisi iklan produk tertentu di dalam masjid. Rasulullah
Saw bersabda, Apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka
katakanlah padanya: Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!
23. Larangan Lewat di Dalam Masjid Dengan Membawa Senjata Tajam
Janganlah seseorang lewat masjid dengan membawa senjata tajam, seperti pisau,
pedang, dan sebagainya ketika melewati masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu
seorang muslim bahkan bisa melukai seorang muslim. Terkecuali jika ia menutup
mata pedang dengan tangannya atau dengan sesuatu. Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam bersabda, Apabila salah seorang di antara kalian lewat di dalam masjid
atau pasar kami dengan membawa lembing, maka hendaklah ia memegang mata
lembing itu dengan tangannya sehingga ia tidak melukai orang muslim
24. Tidak Membicarakan Dunia di Masjid
Hendaknya tidak membicarakan urusan dunia di dalam masjid, terutama urusan
partai dan politik praktis, karena itu bisa menghapuskan amal-amal baik selama
berada di masjid. Imam Al-Ghazali menuturkan sebuah riwayat, Berbincang-bincang
dunia dalam masjid itu menggerogoti pahala-pahala seperti binatang ternak memakan
rerumputan. Rasulullah Saw bersabda, Akan ada di akhir zaman, suatu kaum yang
duduk-duduk di masjid berkelompok-kelompok, di depan mereka adalah dunia. Maka
janganlah kalian duduk-duduk bersama mereka, karena sesungguhnya Allah tidak
memiliki hajat (tidak melimpahkan kebaikan) pada mereka.(HR. Ath-Thabrani)
\

AKHLAQ
SSQ 3
6 Hak dan Kewajiban Muslim atas Muslim Lainnya
Indikator keberhasilan :

Santri mengetahui apa saja yang termasuk hak sesama muslim


Santri mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memenuhi hak sesama muslim
Santri mengetahui akibat dari tidak terpenuhinya hak sesama muslim
Enam Hak dan Kewajiban Muslim atas Muslim Lainnya berdasarkan hadits Shahih

Muslim. Rasulullah Saw bersabda "Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam:
(1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia
mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat,
(4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa:
Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka
antarkanlah (jenazahnya ke kuburan). (HR. Muslim).

1.

Mengucapkan salam
Mengucapkan

salam

(Assalamu'alaikum

semoga

Anda

berada

dalam

keselamatan) adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena hal tersebut merupakan penyebab
tumbuhnya rasa cinta dan dekat di kalangan kaum muslimin sebagaimana dapat disaksikan
dan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw "Demi Allah tidak akan masuk surga
hingga kalian beriman dan tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah
kuberitahukan sesuatu yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan rasa cinta di antara
kalian?, Sebarkan salam di antara kalian" (HR. Muslim).

Rasulullah saw selalu memulai salam kepada


siapa saja yang beliau temui dan bahkan dia memberi
salam kepada anak-anak jika menemui mereka.
Sunnahnya adalah yang kecil memberi salam kepada
yang besar, yang sedikit memberi salam kepada yang banyak,
yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki,
akan tetapi jika yang lebih utama tidak juga
memberikan salam maka yang lainlah yang hendaknya
memberikan salam agar sunnah tersebut tidak hilang.
Jika yang kecil tidak memberi salam, maka
yang besar memberikan salam, jika yang sedikit tidak
memberi salam, maka yang banyak memberi salam agar
pahalanya tetap dapat diraih. Ammar bin Yasir r.a. berkata, Ada tiga hal yang jika
ketiganya diraih maka sempurnalah iman seseorang: Jujur (dalam menilai) dirinya,
memberi salam kepada khalayak dan berinfaq saat kesulitan (HR. Muslim).
Jika memulai salam hukumnya sunnah maka menjawabnya adalah fardhu kifayah,
jika sebagian melakukannya maka yang lain gugur kewajibannya. Misalnya jika seseorang
memberi salam atas sejumlah orang maka yang menjawabnya hanya seorang maka yang lain
gugur kewajibannya. Allah Taala berfirman "Apabila kamu dihormati dengan sesuatu
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balalaslah
dengan yang serupa (QS. An-Nisaa': 86).
Tidak cukup menjawab salam dengan mengucapkan: Ahlan Wasahlan saja, karena
dia bukan termasuk yang lebih baik darinya, maka jika seseorang berkata:
Assalamualaikum, maka jawablah: Waalaikumus salam, jika dia berkata : Ahlan,
maka jawablah : Ahlan juga, dan jika dia menambah ucapan selamatnya maka itu lebih
utama.
2.

Memenuhi Undangan
Misalnya seseorang mengundangmu untuk makan-makan atau lainnya maka

penuhilah dan memenuhi undangan adalah sunnah muakkad serta hal itu dapat menarik hati
orang yang mengundang serta mendatangkan rasa cinta dan kasih sayang. Dikecualikan dari
hal tersebut adalah undangan pernikahan, sebab memenuhi undangan pernikahan adalah
wajib dengan syarat-syarat yang telah dikenal. "Dan siapa yang tidak memenuhi
(undangannya) maka dia telah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhori dan
Muslim). Hadits jika seseorang mengundangmu maka penuhilah termasuk juga

undangan untuk memberikan bantuan atau pertolongan. Karena engkau diperintahkan untuk
menjawabnya, maka jika dia memohon kepadamu agar
engkau menolongnya untuk membawa sesuatu misalnya

atau

membuang sesuatu, maka engkau diperintahkan untuk


menolongnya. "Setiap mumin satu sama lainnya
bagaikan bangunan yang saling menopang (HR.
Bukhori dan Muslim).
3.

Memberi nasihat
Yaitu jika seseorang datang meminta nasihat kepadamu dalam suatu masalah maka
nasihatilah karena hal itu termasuk agama
sebagaimana hadits Rasulullah Saw, "Agama
adalah nasihat: Kepada Allah, Kitab-Nya,
Rasul-Nya dan kepada para pemimpin kaum
muslimin serta rakyat pada umumnya." (HR.
Muslim).
Jika seseorang datang kepadamu tidak

untuk meminta nasihat, namun pada dirinya terdapat bahaya atau perbuatan dosa yang akan
dilakukannya, maka wajib baginya untuk menasihatinya walaupun perbuatan tersebut tidak
diarahkan kepadanya, karena hal tersebut termasuk menghilangkan bahaya dan kemunkaran
dari kaum muslimin. Jika tidak terdapat bahaya dalam dirinya dan tidak ada dosa padanya
dan dia melihat bahwa hal lainnya (selain nasihat) lebih bermanfaat maka tidak perlu
menasihatinya kecuali jika dia meminta nasihat kepadanya maka saat itu wajib baginya
menasihatinya.
4.

Menjawab Hamdalah Saat Bersin, Yarhamukallah, sebagai rasa syukur


kepadanya yang memuji Allah saat bersin.
Jika dia bersin tetapi tidak mengucapkan hamdalah, maka dia

tidak berhak untuk diberikan ucapan tersebut, dan itulah balasan bagi
orang yang bersin tetapi tidak mengucapkan hamdalah. Menjawab
orang yang bersin (jika dia mengucapkan hamdalah) hukumnya
wajib, dan wajib pula menjawab orang yang mengucapkan
Yarhamukallah

dengan

ucapan

Yahdikumullah

wa

yuslih

balakum, dan jika seseorang bersin terus menerus lebih dari tiga kali
maka keempat kalinya ucapkanlah Aafakallah (Semoga Allah
menyembuhkanmu) sebagai ganti dari ucapan Yarhamukallah.

5.
jika

Menjenguk saat sakit


Hal ini merupakan hak orang sakit dan kewajiban saudara-saudaranya seiman, apalagi
yang

sakit

memiliki kekerabatan, teman dan tetangga maka

membesuknya

sangat

dianjurkan.

Cara

menjenguk

sangat

tergantung orang yang sakit dan penyakitnya.


Kadang

kondisinya

dikunjungi,

maka

menuntut
yang

untuk
utama

sering
adalah

memperhatikan keadaannya. Disunnahkan bagi


yang membesuk orang sakit untuk menanyakan keadaannya, mendoakannya serta
menghiburnya dan memberinya harapan karena hal tersebut merupakan sebab yang paling
besar mendatangkan kesembuhan dan kesehatan. Layak juga untuk mengingatkannya akan
taubat dengan cara yang tidak menakutkannya, misalnya seperti berkata kepadanya,
Sesungguhnya sakit yang engkau derita sekarang ini mendatangkan kebaikan, karena
penyakit dapat berfungsi menghapus dosa dan kesalahan dan dengan kondisi yang tidak
dapat kemana-mana engkau dapat meraih pahala yang banyak, dengan membaca zikir,
istighfar dan berdoa.
6.

Mengantarkan jenazah
Hal ini juga merupakan hak seorang muslim

atas saudaranya dan di dalamnya terdapat pahala yang


besar. "Siapa yang mengantarkan jenazah hingga
menshalatkannya maka baginya pahala satu qhirath,
dan

siapa

yang

mengantarkannya

hingga

dimakamkan maka baginya pahala dua qhirath,


beliau ditanya: Apakah yang dimaksud qhirath ?, beliau
menjawab: Bagaikan dua gunung yang besar
(HR. Bukhori dan Muslim).
Selain keenam hak dan kewajiban di atas, masih banyak hak muslim atas saudaranya
sesama Muslim. Akan tetapi kita dapat menyimpulkan semua itu dalam sebuah hadits
Rasulullah Saw: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya." Jika
seseorang mewujudkan sikap ukhuwah terhadap saudaranya, maka dia akan berusaha untuk
mendatangkan kebaikan kepada semua saudaranya serta menghindar dari semua perbuatan

yang menyakitkannya. Itulah indahnya Islam dan mengesankannya kaum Muslim. Wallahu
alam bish-shawab.*
http://inilahrisalahislam.blogspot.com/2013/11/6-hak-dan-kewajiban-muslim-atasmuslim.html