Anda di halaman 1dari 20

Berhubung data GPR, hanya perlu sedikit pengolahan di software

pengolahan data GPR (ReflexW, GPRSoft, Prism), dikarenakan GPR yang


digunakan adalah GPR dengan frekuensi tinggi (350 MHz dan 500 MHz) yang
banyak digunakan untuk kepentingan sipil maupun lingkungan (kedalaman sangat
dangkal 1-6 meter), serta dengan antena yang shielded (sudah dalam satu wadah
antara antena transmitter dan receiver-nya) dan dengan jarak antara antena
transmitter dan receiver tetap (fixed offset), maka penguraian tutorial GPR yang
sudah dilakukan sama Reinaldo Alvarez Cabrera. Data yang digunakan adalah
data dengan format .ds yang merupakan raw data dari GPR keluaran Italien IDS
(seri RIS System) dengan frekuensi 200 MHz. Software yang digunakan adalah
software dari GPRSoft, yang merupakan software buatan Geoscanners AB dari
Swedia.
1. Tampilan Data Awal (Sebelum Di Processing)

Gambar 1. Raw Data

Sebenarnya data ini cukup panjang, hanya dalam tampilan screen shoot
sampai titik 500 . Data ini panjangnya (pada GPRSoft) sampai 1900 meter,
dengan time windows 100 ns atau kalau di convert ke depth menjadi 6.1 meter.

2. Lakukan Gain
Hal pertama yang harus dilakukan jika melihat data awal seperti diatas,
tentu saja adalah melakukan penguatan sinyal atau biasa disebut dengan Gain.
Seperti terlihat pada data awal (lihat Gambar 1), radargram tersebut hanya
memperlihatkan garis mendatar pada bagian paling atas, sedangkan bagian
bawahnya kosong (tidak ada informasi apapun yang kita dapat dari sini).
Catatan :

*Gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat GPR ke bawah


permukaan mengalami atenuasi seiring semakin dalamnya bawah permukaan. Hal
ini bisa disebabkan beberapa hal, antara lain dikarenakan sifat konduktivitas dari
objek-objek yang berada di bawah tanah (batu, pipa besi, pipa pvc, dll), dengan
sifatnya tersebut objek-objek tersebut menyerap serta mengubah gelombang
elektromagnetik menjadi panas, di mana hal tersebut menyebabkan sinyal yang
kebawahnya semakin melemah, selain itu secara umum suatu amplitudo sinyal
memang akan mengalami penurunan seiring dengan semakin jauhnya sinyal
tersebut dari sumber pancaran, dalam hal ini yaitu antena GPR.*

Gambar 2. Penguatan sinyal (Gain) di software GPRSoft

Catatan :
*Secara umum terdapat 2 pilihan penguatan sinyal (Gain) di software-software
pengolahan data GPR (ReflexW, GPRSoft, Prism, dll), yaitu AGC (Automatic
Gain Control) dan Manual Gain. AGC, sesuai namanya melakukan penguatan
sinyal secara otomatis dengan memberikan nilai masukkan (dalam dB) kepada
seluruh sinyal yang ada dalam radargram. Jadi semua sinyal dalam radargram
mengalami penguatan sinyal dengan nilai yang sama, baik itu sinyal pada

kedalaman 1 meter maupun yang berada pada kedalaman 6.1 meter. Sedangkan
Manual Gain, sesuai namanya juga hanya memberikan penguatan sinyal terhadap
sinyal-sinyal yang dianggap terlalu lemah, sehingga tidak terlihat di radargram.
Sebaiknya menggunakan Manual Gain, karena dengan pilihan Gain tersebut kita
hanya memberikan penguatan sinyal terhadap sinyal yang lemah, sedangkan AGC
yang langsung dalam memberi penguatan sinyal, akan memperkuat lagi sinyal
yang sudah kuat, dan hal itu sangat mubazir serta memberikan kesan tidak
natural pada radargram.*
Dari Gambar 2 di atas, dapat diidentifikasi kalau terjadi kesalahan seperti
Ketika melakukan gain dengan melakukan gain pada beberapa titik yang saya
anggap terlalu lemah, justru sinyal menukik ke bawah. Ini menandakan bahwa
data tersebut sudah terkontaminasi oleh sinyal-sinyal dengan frekuensi rendah
(seperti sinyal dari handphone, getaran dari kendaraan, atau bahkan gelombang
energi tinggi yang tersaturasi lalu meluruh ke bagian bawah permukaan, sehingga
menutupi sinyal-sinyal yang seharusnya, dll). Dalam software GPRSoft, kita dapat
melakukan gain pada beberapa titik (dengan maksimal 8 titik, dengan memilih
pilihan Custom pada Gain Function dan Points kita pilih 8 lihat area lingkaran
hitam. Disana juga terlihat ada nilai keterangan dari nilai gain yang kita berikan.
Amplitudo yang kita berikan melakukan penguatan berarah mendatar (horizontal),
dan mengambil dari sample trace dan bukan trace-nya). Oleh karena itu kita dapat
melakukan processing yang lain untuk menekan sinyal dengan frekuensi rendah
tersebut.
3.

DC Removal
Oleh karena adanya sinyal-sinyal lemah maka hal pertama yang dapat

dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan efek dari sinyal berfrekuensi rendah pada radargram tersebut adalah melakukan processing DC
Removal. Fungsi dari DC Removal sendiri adalah sebagai berikut (diambil dari
help-nya GPRSoft) :

This function removes the zero mean value from every trace in the loaded
profile. This subsequently restores the symmetry of the signal around a center
value in the amplitude scale. Sometimes the DC offset can be small and
insignificant, however it can mask small reflections if one is using narrow palettes
in the B-Scan display. A clear sign of the presence of DC offsets is when the
general background in a otherwise clean data is not the same color as the central
color in you palette.
Dari pengertian di atas, terlihat bahwa DC Removal mempunyai fungsi
untuk mengembalikan sinyal ke posisi yang seharusnya yaitu di titik tengah (dan
bukannya melenceng ke bawah ataupun ke atas), sehingga sinyal akan berbentuk
sinusoidal secara sempuna.

Gambar 3. Bentuk Sinyal Setelah di Gain dengan sebelumnya dilakukan DC


Removal
Dari Gambar 3. di atas dapat terlihat bahwa sinyal ketika dilakukan gain
(dengan sebelumnya dilakukan langkah DC Removal), sinyal tidak lagi menukik
ke bawah, namun sebagian sudah berada di titik keseimbangan dan sinyal-nya
hampir ideal, namun yang jadi masalah adalah sinyal di sebelah kanan, dimana
terjadi offset ke atas (lihat lingkaran biru).

*Pilihan DC Removal dapat dipilih di toolbar dari GPRSoft*


4. Dewow
Untuk mengatasi permasalahan sebelumnya, yaitu masih adanya sinyal di
sebelah kanan yang mengalami offset, maka dapat dilakukan langkah Dewow.
Dewow sendiri dapat diartikan sebagai berikut:
Dewow merupakan langkah processing yang dilakukan untuk
menghilangkan frekuensi yang sangat rendah yang terekam dalam radargram.
Dewow termasuk dalam temporal filtering. Wow adalah noise dengan frekuensi
rendah yang dapat terekam oleh sistem radar. Terjadi akibat instrumen elektronik
yang tersaturasi oleh nilai amplitudo besar dari gelombang langsung (direct
wave) dan gelombang udara.
Sederhananya Dewow ini merupakan high pass filter, dalam artian si
Dewow ini hanya memilih sinyal-sinyal dengan frekuensi tinggi dan membuang
sinyal-sinyal dengan frekuensi rendah (cucok kan dengan tujuan kita, yaitu
membuang sinyal-sinyal frekuensi rendah yang menganggu tampilan sinyal di
radargram).

Gambar 4. Gunakan nilai default yang diberikan software (time window 9.5 ns)

Gambar 5. Gain setelah diberikan langkah Dewow


Dari Gambar 5. di atas dapat dilihat bahwa ternyata masih terdapat offset
ke arah atas (sinyal sebelah kanan). Sehingga diperlukan processing yang lain.

5). Filters (IIR Filter)

Gambar 6. Filters (IIR filter)


Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah Filters terutama IIR
filter. Tujuan dilakukan langkah ini adalah menghilangkan frekuensi-frekuensi
sinyal yang tidak diinginkan. Kita dapat menentukan batas dari High Pass serta
Low Pass-nya.

Gambar 7. Radargram dan Gain


Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa setelah di lakukan processing
filters, garis tebal pada radargram jadi hilang, namun ketika dilakukan gain, sinyal
dalam kondisi ideal atau tidak ada lagi terjadi offset sinyal (terutama pada sinyal
sebelah kanan).

Gambar 8. Gain setelah sebelumnya dilakukan Filters


Dari gambar di atas, terlihat data pada lapisan bawah radargram mulai
terlihat, namun masalahnya masih kurang jelas. Oleh karena itu diperlukan gain.

Gambar 9. Setelah berikakn lagi Gain


Langkah selanjutnya adalah melakukan pemindahan titik awal (titik nol).
Dari gambar diatas terlihat bahwa titik nol-nya masih berada di udara dan bukan
pada lapisan pertama. Oleh karena itu kita dapat melakukan processing static
correction.

Gambar 10. Penentuan titik yang akan dijadikan titik awal (dari gambar diatas
terlihat bahwa pada detik ke 2.6 ns, yang akan dijadikan titik awal-lihat tanda
panah merah).

Gambar 11. Hasil penggunaan Static Correction


Dari gambar diatas (lihat lingkaran merah), terlihat bahwa titik awal sudah
tidak di udara lagi. Langkah selanjutnya adalah mengurangi atau bahkan
menghilangkan garis mendatar pada radargram diatas.
5. Background removing
Seperti

disebutkan

sebelumnya,

langkah

selanjutnya

adalah

menghilangkan gangguan arah mendatar. Oleh karena itu, kita dapat


menggunakan langkah Background removing.

Gambar 12. Background removing


Gambar diatas adalah penggunaan Background removing. Check list
option Partial jika tidak semua daerah dikenai efek ini. Saya mulai dari 10 ns
sampai waktu terakhir.

Gambar 13. Hasil Background removing


Terlihat bahwa data diatas lebih halus. Langkah selanjutnya adalah
memperjelas kontrasnya.
6. Palette
Untuk memperkuat kontras kita gunakan pilihan edit transform pada option
Palette.

Gambar 14. Pilih pilihan Edit pada Option Palette

Gambar 15. Edit Transform


Pada pilihan Edit, saya memilih Transform dengan pilihan no. 5, dan
hasilnya adalah sebagai berikut :

Gambar 16. Hasil Edit Transform


Dari gambar di atas terlihat bahwa kontrasnya lebih terlihat. Jika kita
belum puas atas hasil di atas kita dapat memberikan efek Gain lagi misalnya.

Gambar 17. Setelah penggunaan sedikit Gain kembali.


7. Layer
Langkah ini sebenarnya hanya optional, tapi tidak menjadi masalah untuk
percobaan. Langkah berikutnya, kita bisa melakukan picking layer. Opsi ini
digunakan biasanya untuk menentukan batasan-batasan lapisan tanah.

Gambar 18. Picking Layer


Kita dapat melakukan picking layer. Gambar diatas memperlihatkan
penggunaan picking layer secara manual.

Gambar 19. Picking Layer 2


*Gunakan Split Window untuk mengetahui pemisahan layer pada grid.