Anda di halaman 1dari 19

PEMERIKSAAN FISIK DADA

Dr. Setyoko, SpPD

INSPEKSI
Bentuk dan pergerakan
Deformitas, asimetri; kifoskoliosis,
trauma
Retraksi ruang inter kosta; obstruksi
sal nafas
Gerak pernafasan; penyakit paru,
pleura

PALPASI
Nyeri tekan, abnormalitas kulit, ekspansi
pernafasan, taktil fremitus.
Nyeri tekan: luka memar diatas fraktur iga
Tes ekspansi dada: fibrosis,efusi pleura,
pnemonia lobaris, obstruksi bronkial
unilateral
Taktil fremitus: obstruksi bronkial,PPOK,
cairan efusi, fibrosis/penebalan pleura,
udara (pnemothoraks), infiltrasi tumor,
dinding dada yang sangat tebal

PERKUSI
INTENSITA
S

NADA

DURASI

CONTOH

Pekak

pelan

tinggi

singkat

paha

Redup

sedang

sedang

sedang

hepar

sonor

keras

rendah

lama

Paru normal

hipersonor

Sangat
keras

Lebih
rendah

Lebih lama

emfisema

timpani

keras

tinggi

udara
lambung

AUSKULTASI

Vesikuler: inspirasi > ekspirasi


Bronkovesikuler: inspirasi = ekspirasi
Bronkial : inspirasi < ekspirasi
Trakeal : inspirasi =ekspirasi

FISIOLOGI SISTEM
PERNAFASAN
Dr. Setyoko, SpPD

Pernafasan: pergerakan oksigen dari atmosfir


menuju ke sel dan keluarnya karbon dioksida
dari sel ke udara bebas.
Membran kapiler alveoli: penghubung antara
sistem pernafasan dan sistem kardiovaskuler.
Pernafasan eksternal : difusi oksigen dan karbon
dioksida melalui membran kapiler alveoli.
Pernafasan internal: reaksi-reaksi kimia
intraselular saat oksigen dipakai dan
karbondioksida dihasilkan bersamaan dengan
pembentukan ATP dan pelepasan energi.

Tekanan negatif
Ruang pleura; cenderung menarik paru menjauh
dari rongga thoraks, tapi permukaan pleura
parietalis dan visceralis tetap menempel.
Kekuatan osmotik; terdapat pada seluruh
membran pleura. Hukum Starling: pergerakan
cairan bergantung pada tekanan hidrostatik darah
dan tekanan onkotik protein plasma. Selisish
perbedaan absorbsi cairan pleura melalui pleura
visceralis lebih besar dari selisih perbedaan
pembentukannya oleh pleura parietalis, sehingga
dalam ruang pleura hanya ada sangat sedikit
cairan.

Pompa limfatik; sejumlah kecil


protein secara normal memasuki
ruang pleura, tapi dikeluarkan oleh
sistem limfatik dalam pleura
parietalis, karena terkumpulnya
protein di dalam ruang pleura akan
mengacaukan keseimbangan
osmotik normal tanpa pengeluaran
limfatik.

Peredaran darah paru


Arteria bronkialis
Arteria pulmonalis
Sirkulasi paru; sistem tekanan rendah dan
resistensi rendah dibanding sirkulasi sistemik.
Tekanan darah sistemik 120/80 mmHg
Tekanan darah pulmonar 25/20 mmHg
Bila tekanan hidrostatik paru melebihi
tekanan osmotik koloid darah yang besarnya
25 mmHg, terjadi udema paru, karena cairan
masuk ke interstitial paru atau alveolus.

Ventilasi
Selisih tekanan antara jalan nafas dan
atmosfir menyebabkan udara mengalir
kedalam paru sampai tekanan jalan nafas
sama dengan tekanan atmosfir pada akhir
inspirasi.
Saat inspirasi toraks bertambah besar dalam
tiga arah; anteroposterior, lateral dan vertikal.
Ini menyebabkan penurunan tekanan
intrapleura dari -4 menjadi -8 mmHg dan
tekanan intra pulmonal turun dari 0 menjadi-2
mmHg pada waktu mulai inspirasi.