Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN
Penyakit kandidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan
oleh

jamur

kandida

kebanyakan

kandida

albicans.Kandida

albicans

merupakan jamur yang selalu ada dalam tubuh kita. Dalam keadaan normal
jamur ini hidup tanpa menimbulkan gangguan atau

penyakit. Walaupun

demikian jamur tersebut dapat menjadi patogen dalam kondisi tertentu atau
pada orang orang yang mempunyai penyakit yang melemahkan daya tahan
tubuh sehingga menimbulkan suatu penyakit (Kuswadji, 2011).
Infeksi Kandida terjadi jika terdapat faktor yang menyuburkan
pertumbuhannya atau ada yang memudahkan terjadi invasi jaringan karena
daya tahan yang lemah.Faktor-faktor penyebab kandidiasis dibagi menjadi
dua, yaitu faktor predisposisi endogen dan eksogen. Faktor predisposisi
endogen seperti: perubahan fisiologik pada kehamilan, kegemukan, diabetes
melitus (DM), umur dan imunologik. Faktor predisposisi eksogen seperti:
iklim, kebersihan kulit, dan kontak dengan penderita (Mansjoer, 2009)
Djuanda (2011)menjelaskan bahwa salah satu faktor risiko kandidiasis
adalah Diabetes Melitus (DM), bahwa kelainan kulit yang sering terjadi pada
penderita

DM

adalah

kandidiasis

intertriginosa,

karena

gula

kulit

berkonsentrasi tinggi di daerah intertriginosa dan interdigitalis. Kadar gula


kulit (glukosa kulit) merupakan 55% kadar gula darah pada orang biasa. Pada
diabetes, rasio meningkat hingga 69 71 %.Peningkatan kadar glukosa kulit
pada pasien DM mempermudah terjadinya infeksi kulit. Dikatakan bahwa
penyebab infeksi kulit pada penderita DM yang tersering adalah infeksi jamur,
dimana kandidiasis merupakan penyebab kedua tersering.Berdasarkan latar
belakang tersebut penulis ingin mengambil tema tentang kandidiasis yang
disebabkan diabetes mellitus.

BAB 2
LAPORAN KASUS
A. Identitas
Nama
:
Ny. X
Umur
:
60 th
Jenis kelamin
:
Perempuan
Agama
:
Islam
Suku
:
Jawa
Pekerjaan
:
Pendidikan
:
Tanggal pemeriksaan :
7 oktober 2015
B. Anamnesis
Keluhan utama
Timbul bercak kemerahan dan gatal pada kaki
Riwayat penyakit sekarang
Bercak kemerahan pada sela jari kaki kanan dialami sudah
lama.Bercak terasa gatal, dan makin hebat jika berkeringat,gatal dirasa
sangat mengganggu aktivitas.Pasien dulu pernah menderita sakit serupa
semenjak mempunyai penyakit gula.Pasien mengaku jarang melakukan
kontrol karena hanya tinggal sendiri di rumah.Pasien juga pernah
mendapatkan obat salep ketika menderita penyakit serupa.
C. Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit serupa
:
diakui
Riwayat penyakit hipertensi :
disangkal
Riwayat penyakit DM
:
diakui
Riwayat penyakit asma
:
disangkal
Riwayat penyakit alergi
:
disangkal
D. Sistem generalisata
Keadaan umum
:
sedang
Kesadaran umum
:
Compos Mentis
E. Status dermatologi
Inspeksi
Distribusi
: regional
Ad region
: Pedis dextra

Efluoresensi : difus, eritema, erosi, skuama tebal, maserasi, basah.


F. Diagnosis
Candidiasisintertriginosa e/c diabetes mellitus
G. Diagnosis banding
Tinea pedis
Dermatitis intertriginosa
H. Planning
Pemeriksaan langsung dengan KOH 10%
I. Penatalaksanaan
Topical
: Oxytetracyclin 30 mg + hydrocortisone 10 mg + clotrimazol
Sistemik

1% salep 10 gram
: Ketokonazol 2x200 mg selama 5 hari
Cetirizine 1x10 mg

J. Prognosis
Dubia ad bonam
K. Lampiran

BAB 3
PEMBAHASAN

Diagnosis ditegakkan sebagai kandidiasis yang disebabkan karena diabetes


mellitus berdasarkan anamnesis gejala klinis, dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan.Dari anamnesis yang didapatkan yaitu gatal pada kaki kanan, bercak
dengan batas tidak jelas, berskuama, eritematous, maserasi dan basah.Pasien
mempunyai riwayat DM dan jarang di kontrolkan karena hanya tinggal sendiri di
rumah.
Pasien didiagnosis menderita kandidiasis dimana hal ini sesuai dengan teori
tanda khas kandidiasis maka diagnosis klinis dapat ditegakkan yakni adanya
maserasi, eritematous, batas tidak jelas, skuama tebal, dan terdapat lesi satelit.
Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan lesi regional pada region pedis
dextra.efluoresensidengan lesi multipel difus, unilateral, eritematosa, pustul. hal ini
sesuai dengan diagnosis kandidiasis, dimana dalam teori dikatakan bahwa faktor
predisposisi salah satunya karena kelainan kadar gula kulit, yang mana pada pasien
sudah menderita penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol menyebabkan
terjadinya penurunan sistem imun, sehingga pertahanan tubuh atau antibodi dalam
keadaan lemah, jamur candida yang dalam keadaan normal tidak memberikan reaksi
apapun pada tubuh berubah tumbuh tak terkontrol dan menyerang sistem imun
individu itu sendiri yang menimbulkan penyakit candidiasis.
Pasien tersebut penatalaksaan yang dilakukan dengan memberikan obat secara
topikal dan sistemik. obat topikal yang diberikan adalah Oxytetracyclin 30 mg +
hydrocortisone 10 mg + clotrimazol

1% salep dioleskan pada luka2 kali sehari

selama 3 hari, obat ini berfungsi Oxytetracyclin untuk antiinfeksi, hydrocortisone


antiinflamasi, dan clotrimazol antifungi. Obat sistemik yang diberikan adalah
Ketokonazol 2x200 mg selama 5 hari cetirizine 1x10 mg. ketokonazol digunakan
sebagai antifungi dan cetirizedigunakan sebagai mengurangi rasa gatal yang
dikonsumsi pada malam hari karena efek samping yang membuat kantuk, untuk
nonmedikamentosa pasien bisa menjaga kebersihan, kelembaban kulit, dan menjaga
makanan yang dapat menaikan kadar gula darah.
RINGKASAN
Pasien datang ke IGD RSU PKU Surakarta, wanita berusia 60 tahun pada
tangal 7 Oktober 2015. Diagnosis ditegakkan sebagai Kandidiasis et causa diabetes
mellitus berdasarkan anamnesis gejala klinis, dan pemeriksaan fisik yang dilakukan.
Pasien diberikan terapi topikal Oxytetracyclin 30 mg + hydrocortisone 10 mg +
clotrimazol

1% salep 10 gram dan terapi sistemikadalah Ketokonazol 2x200 mg

selama 5 hari cetirizine 1x10 mg, terapi tersebut diharapkan dapat memberikan efek
penyembuhan yang signifikan terhadap pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Janik MP and Michael PH. Yest Infection: Candidiasis and Tinea (Pytriasis)
Versicolor. Ed. 7th . Di dalam: Wolf K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilcharest BA,
Paller AS, and Leffell DJ, editor. 2008. Fitzpatrick Dermatology in General
Medicine. New York: McGraw-Hill Company.
Kuswadji.Kandidosis.Edisi ke-4. Di dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editor.
2011.Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.edisi ke-6. Jakarta: FKUI.
Mansjoer A, Kuspuji T, Rakhmi S, Wahyu IW, dan Wiwiek S. 2009. Kapita Selekta
Kedokteran. Jilid 2.Edisi ke-3. Jakarta: Media Aesculapius FKUI.
Djuanda.Hubungan Kelainan Kulit dan Penyakit Sistemik.Edisi ke-6. Di dalam:
Djuanda A, Hamzah M, dan Aisah S, editor. 2011. Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Jakarta: FKUI.
Wolff K and Jhonson RA., 2009.Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical
Dermatology.Sixth edition. New York : McGraw-Hill Medical