Anda di halaman 1dari 70

Cara menentukan diameter kabel power listrik

Ada beberapa tahap untuk menentukan instalasi kelistrikan yang akan dipasang, baik di perumahan ataupun tempat industri. Adapun tahap tahap yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Menghitung arus nominal
Kenapa arus nominal harus dihitung ? Alasannya adalah untuk menentukan seberapa besar penampang kabel dan berapa ukuran MCB yang
akan kita gunakan. dari hasil ukuran nominal tersebut kita bisa tentukan MCB yang akan kita gunakan dalam hal ini MCB sebisa mungkin lebih
tinggi dari arus yang dibutuhkan tetapi mendekati hasil perhitungan.
2. Memilih kabel sesuai dengan ukuran KHA
Ada dua cara untuk menentukan ukuran kabel, yang pertama dengan cara melihat tabel KHA kabel dan yang kedua dengan rumus.

Tabel Daya Hantar Kabel Tembaga pada Circuit Breaker

CIRCUIT BREAKER
(Ampere)
16
20
25
40
63
80
100
125
160
200
250 *)
300 *)
350 *)
400 *)

KABEL TEMBAGA
(sqmm)
2,5
4
6
10
16
25
35
50
70
95
120
150
185
240

BAUT

SCHOEN

M5
M5
M5
M6
M8
M8
M8
M10
M10
M12
M12
M12
M16
M16

2,5-5
2,5-5
5,5-5
10-6
16-8
25-8
35-8
50-10
70-10
95-12
120-12
150-12
185-16
240-16

TERMINAL
BLOCK
STB 30A
STB 30A
STB 30A
STB 60A
STB 100A
STB 100A
STB 100A
STB 200A
STB 200A
STB 200A
STB 300A
STB300A
STB 400A
STB 400A

*) Untuk pemasangan dalam Box Enclosure direkomendasikan menggunakan Busbar Tembaga.

Rumus cara menentukan kabel power listrik


q = ( L . N ) : ( Y . eV . E )
Keterangan :
q = Penampang kabel dalam mm
L = Jarak dalam meter
N = Daya dalam watt
Y = Daya hantar jenis
eV = Rugi tegangan dalam volt
E = Tegangan dalam volt
Daya hantar jenis tembaga 56, aluminium 32.7 dan besi 7
3. Koreksi terhadap temperature
Dalam pemilihan suatu ukuran kabel perlu diperhatikan kondisi temperature. berikut adalah faktor koreksi terhadap temperatur sekitar kabel :
Temperature 25 C x 1.03
Temperature 30 C x 1
Temperature 35 C x 0.94
Temperature 40 C x 0.87
Temperature 45 C x 0.79
Temperature 50 C x 0.71

standar kabel dalam Luas Penampang. Untuk diameter tinggal dihitung dari luas penampang tsb
dapat gunakan rumus ini
A = 2 x L x I x cos / (R x u) 1 fasa
A = 1,732 x I x L x cos / (R x u) 3 fasa
A : luas penampang minimum (mm)
L : panjang kabel (m)

I : kuat arus (A)


R : tahanan untuk tmbaga (ohm)
u : rugi tegangan (volt)
cos : faktor daya
atau dari tabel penghantar (pabrik) sesuai dg beban maksimum yg akan digunakan

1. Mengetahui perhitungan antara kuat arus dan luas penampang pengantar ( luas
penampang kabel)
Luas penampang kabel / pengantar sangat berpengaruh dalam daya hantar arus listrik yang melaluinya.
Dalam menghitung kebutuhan besar kabel dalam istilah luas penampang kabel perlu dibedakan menjadi dua jenis , yaitu:
a. Perhitungan luas penampang kabel untuk fasa tunggal, dan
b. Perhitungan luas penampang kabel untuk tiga fasa.

Rumus untuk menghitung kebutuhan luas penampang kabel satu fasa adalah:
I = P / (E x Cos Phi)

Rumus untuk menghitung kebutuhan luas penampang kabel tiga fasa adalah:
I = P / (3 x E x Cos Phi)

Dimana:
I = Arus beban listrik dalam satuan Ampere
P = Beban yang dibutuhkan dalam Watt
E = Tegangan antar fasa dalam Volt
Cos Phi = Faktor Daya

Dalam menyesuaikan atau menentukan luas penampang kabel (besar kabel ) yang dibutuhkan perlu perhitungan teoritis
dulu seperti diatas yang kemudian di sesuaikan dengan luas penampang atau besar kabel yang telah tersedia di pasaran.
Namun dalam hal ini lebih baik memilih besaran kabel lebih besar yang tersedia dilapangan, sebagai contoh dalam
perhitungan teoritis dibutuhkan luas penampang kabel 2mm2, maka perlu pembelian kabel dengan diameter 2,5mm yang
tersedia dipasaran.

2. Mengetahui perhitungan susut tegangan / rugi tegangan


Kenapa terjadi susut tegangan? Mungkin itu pertanyaan yang sering muncul.
Susut tegangan atau rugi tegangfan terjadi karena adanya pergeseran arus listrik dengan saluran yang di aliri arus listrik
tersebut.
Dalam pengantaran arus listrik disepanjang kabel pengantar akan terjadi pergesekan yang mengakibatkan kalor / panas
yang terjadi yang membutuhkan sekian volt untuk hal tersebut.
Karena pengantar utama terdiri dari hantaran yang memiliki hambatan serta induktansi maka secara matematis terjadi
susut tegangan atau rugi tegangan.
Besaran rugi atau susut tegangan dapat dihitung dengan rumus berikut:
V = 3.I.L (RL Cos Phi + XL sin Phi )
Dimana:
V = Susut tegangan,
I = Arus beban penuh pada pengantar (Ampere),
L = Panjang pengantar (m),
RL = Resistensi pengantar (/m)

XL = Reaktansi pengantar (/m)


Cos Phi = Faktor Daya.
Dalam sebuah instalasi listrik , susut tegangan atau rugi tegangan tidak dapat di hindarkan lagi , tetapi bisa dibatasi,
usaha pembatasan ini untuk menghasilkan mutu listrik yang baik.

Dalam peraturan yang tertera dalam PUIL 2000 bahwa disebutkan total rugi tegangan antara terminal dan sembarang titik
instalasi tidak boleh lebih dari 50% dari tegangan penegnal pada terminal konsumen.

Perencanaan Kabel Instalasi Listrik


1. Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik merupakan objek yang menjadi pokok permasalahan dalam perancangan kabel instalasi listrik. Untuk menhitung kuat
arus listrik yag melewati kabel, perlu dibedakan antara instalasi fase satu dan fase tiga.
Instalasi fase satu
Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase satu adalah :

Dimana :
I = Kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewati (ampere)
P = Daya beban terpasang (watt)
E = Tegangan terpasang (volt)
Instalasi fase tiga

Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase tiga adalah :

Dimana :
I = Luat arus listrik maksimum yag boleh dilewati (ampere)
P = Daya beban terpasang (watt)
E = Tegangan terpasang
L = Panjang kabel (meter)
2. Luas Penampang Kabel Instalasi Listrik
Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah dengan menghitung luas penampang kabel instalasi listrik.
Instalasi fase satu

dimana :
A = Luas penampang minimum kabel (mm)
L = Panjang kabel (m)
I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
(ohm meter)

Instalasi fase tiga

Dimana :
A = Luas penampang minimum kabel (mm)

L = Panjang kabel (m)


I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
(ohm meter)

3. Peralatan Instalasi
Benda isolasi (Isolator) : digunakan untuk menutupi hantaran listrik agar aman.
Pipa instalasi : Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu pipa baja, pipa PVC, dan pipa fleksibel, masing-masing
memiliki karakteristik dan keunggulan sendiri-sendiri.
Benda bantu : Ada bayak macam benda bantu yang digunakan dalam instalasi listrik seperti kotak sambung, kotak normal, kotak,
sentral, kotak banula, dan kotak rangkaian ganda.
Saklar : saklar digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik.
Hantaran : hantaran atau kabel menurut fungsinya dapat dibagi menjadi tiga yaitu, Hantaran fase, hantaran netral, hantaran
ground/pengaman.
Rumus untuk mencari nilai kapasitor :
Q=P (tan2 - tan 1)
C=Q/(2 x x V^2 )
Jika rumus diatas diterapkan pada system tegangan 220 dan frekwensi 50 Hz (umum dipakai di Indonesia), maka menjadi :
C=Q/48400

Keterangan :
Q : daya reaktif.
P : daya aktif.
Tan 2 : nilai tangen dari cos phi yang diharapkan.
Tan 1 : nilai tengen dari cos pi semula.
phi : 3,14
V : tegangan
C : nilai kapasitor dalam farad.

Rumus untuk mencari besarnya pembatas :

A=Va/V
Keterangan :
A : besarnya pembatas (Ampere).
Va : besarnya daya Semu (VA)
V : besarnya tegangan (volt).
Pertanyaan :
Sebuah kapasitas daya semu yang terpasang pada sebuah rumah adalah sebesar 900 VA. Jika tegangan yang digunakan adalah 220
volt, tentukan besarnya arus listrik yang mengalir pada rumah tersebut.
Jawab :
A=Va/V
Sehingga diperoleh arus sebesar 4,1 ampere.
Untuk menghitung besarnya Kemampuan Hantar Arus (KHA) suatu kabel dengan beban motor :
KHA (Kemampuan Hantar Arus)
Arus nominal 1 fase :
In = P / (V x I x Cos )
Arus nominal 3 fase :
In = P / (3 x V x I x Cos )
Sedangkan rumus untuk mencari KHA adalah 125% arus nominal.
Keterangan :
I = Arus peralatan (Ampere)

P = Daya masukan peralatan (Watt)


V = Tegangan (Volt)
Cos = Faktor daya
KHA= 125% x I nominal
Keterangan :
KHA : besarnya kemampuan hantar arus suatu kabel.
I nominal : arus yang mengalir pada kabel : I = P/(Vcos pi)
Pertanyaan :
suatu instalasi listrik industri memiliki kapasitas motor sebsesar 450 watt, cos pi sebesar 0,8. Sedangkan tegangannya memakai system
220 volt. Tentukan besarnya KHA untuk menentukan kabel yang dipakai?
Jawab :
I= P/(V cospi )
Dari persamaan diatas maka diperoleh I sebesar 2,56 ampere.
Sehingga, besarnya KHA adalah : 2,56 x 125% = 3,2 ampere. Sehingga kabel yang harus digunakan adalah yang dapat menghantarkan
arus sebesar 3,2 tanpa ada gangguan dari internal kabel tersebut.
Toleransi rugi tegangan pada instalasi listrik penerangan dan tenaga :

Untuk rugi tegangan pada instalasi listrik penerangan maksimal adalah sebesar 2% dari tegangan kerja. Sedangkan untuk rugi
tegangan pada instalasi listrik tenaga adalah sebesar 5% dari tegangan kerja.
Rumus untuk menghitung tahanan isolasi :
Tahanan isolasi = 1000 x tegangan kerja.
Pertanyaan :
Tentukanlah tahanan isolasi kabel motor minimal yang dibutuhkan jika diketahui tegangan kerja suatu motor adalah sebesar 660 volt.

Jawab :
Tahanan isolasi = 1000x 660 = 660 kilo ohm.
Rumus untuk menghitung luas penampang kabel :
Rugi tegangan dalam % :
q = ( L x U x 200)/(E x E x x U x )
atau
q = (L x I x 200)/(E x p x )

Rugi tegangan dalam volt :


q = (L x U x 2)/( E x v x )
atau
q = ( L x I x 2)/(v x )
Keterangan :
P : beban dalam watt
f : tegangan antar 2 saluran (fase-netral)
q : penampang saluran (mm2)
v : rugi tegangan dalam (volt)
U : rugi tegangan dalam %
L : panjang rute saluran (bukan panjang kawat)
: daya hantar jenis tembaga = 56, besi = 7, aluminium = 32,7
I : arus beban

Rumus menghitung tahanan pada tanah yang digunakan untuk system pentanahan penyalur petir :

R= 1/(R1+R2+R3+Rn)

Keterangan :
R : besarnya tahanan sebaran dari elektroda dalam PUIL tidak boleh lebih dari 5 ohm.
R1-Rn : tahanan masing-masing elektroda.
Pertanyaan :
Sebuah bangunan berbentuk persegi akan dipasang sebuah penyalur petir. Jika diketahui akan dipasang 4 elektrode dengan besar
hambatan electrode berurutan sebesar 10, 20, 30, dan 40 ohm. Tentukanlah tahanan sebarannya !
Jawab :
Dari rumus perhitungan tahanan sebaran diatas maka diperoleh nilai tahanan sebaran electrode adalah sebesar 0,01 ohm.
Untuk menghitung besarnya Kemampuan Hantar Arus (KHA) pada suatu percabangan suatu kabel dengan beban motor :

KHA = KHA terbesar + I nominal motor yang lain.


Pertanyaan :
suatu instalasi listrik industri memiliki sebuah cabang dengan 3 buah beban motor. Motor 1 memiliki arus nominal sebesar 42A, motor
2 sebesar 54A, dan motor 3 sebesar 68 A. Tentukan besarnya KHA pada percabganan tersebut?
Jawab :
KHA terbesar =125% x Inominal terbesar
Dari persamaan diatas maka diperoleh KHA terbesar sebesar 85 ampere. Sehingga, KHA pada sirkit cabang adalah : 85A + 42A + 54A
= 181 A.
Rumus perhitungan gawai proteksi sirkit akhir :

Sirkit A = 250% x I nominal motor.


Sirkit B = 200% x I nominal motor.
Sirkit C = 125% x I nominal motor.
Keterangan :
Sirkit A : beban motor jenis rotor sangkar.
Sirkit B : beban motor jenis motor sinkron dengan auto trafo.
Sirkit C : beban motor jenis motor rotor cincin.
Pertanyaan :
Tentukan gawai proteksi akhir dari 3 buah motor dengan spesifikasi motor 1 rotor sangkar memiliki Inominal sebesar 42 A, motor 2
motor sinkron dengan auto trafo memiliki I nominal sebesar 54 A, dan motor 3 rotor cincin memiliki I nominal 68 A.
Jawab :
Sirkit 1 = 250% x 42 = 105 A.
Sirkit 2 = 200% x 54 A = 108A.
Sirkit 3 = 150% x 68 A = 102 A.
Rumus menghitung gawai proteksi pada cabang :
Gawai Proteksi cabang = gawai proteksi sirkit motor terbesar + jumlah arus nominal motor yang lainnya.
Pertanyaan :
Tentukanlah besarnya gawai proteksi pada cabang dengan megnacu pada soal rumus perhitungan gawai proteksi sirkit akhir.
Jawab :
Gawai Proteksi cabang = 108+42+68 = 218 A.
Rumus menghitung arus start pada motor :
Untuk sambungan bintang :
Istart= (Vl/3)/Zfase

Untuk sambungan segitiga :


Istart= (Vfase3)/Zfase

Keterangan :
Vl : tegangan jaringan.
V fasa : tegangan phasa-nol.

Rumus perhitungan arus hubung singkat :

Isc=Uo/(((Rt x Rt)+ (Xt x) Xt) (3 x))

Pada perhitungan ini, hambatan jaringan atas diabaikan.


Sedangkan reaktansinya adalah :
X=(Uo x Uo)/Psc

Pada transformator, hambatan diabaikan jika daya semu lebih dari 100 KVA. Sedangkan reaktansinay adalah :
X=(Usc x Uo x Uo)/Sn
Pada pemutus tenaga, hambatan dan reaktansi diabaikan.
Pada busbar, hambatan adalah sebaga berikut ini :
R=( L)/A
Sedangkan untuk menghitung besarnya reaktansi apda busbar adalah :
X=0,15 L

Untuk kabel, menghitung hambatannya adalah :


R=( L)/A
Dan untuk menghitung reaktansinya adalah :
X=0,08 L
Luas Penampang Kabel
Luas Penampang Kabel 3 fasa :
A = (1.73 * L * I * cos pi) / ( lamda * u)

Luas Penampang Kabel 1 fasa :


A = (2 * L * I * cos pi) / ( lamda * u)
Perbaikan Faktor Daya
Faktor daya (Power Factor /Pf)
Pf = P/ V*I = cos pi
Pf adalah : Perbandingan antara daya aktif (kW) dengan daya total (kVA)
Faktor daya menentukan sifat dari beban
Pf lagging : fasa arus tertinggal dengan fasa tegangan (beban induktif)
Pf leading : fasa arus mendahului fasa tegangan (beban kapasitif)
Syarat diberlakukan Pertanahan

Instalasi listrik yang menggunakan tegangan yang lebih besar dari 50 V


Harga tahanan Pentanahan (Rp) tidak melebihi
Rp = 50 / Ia ohm
IA= k x In
Rp: Tah. Pentanahan
IA : arus pemutusan pengaman arus lebih
In: arus nominal pengaman lebur/ pengaman arus lebih
k : faktor pengali, tergantung karakteristik pengaman
k : 2,5 5 (pengaman lebur) ; 1,25-3,5 (pengaman lain)

PERENCANAAN KABEL INSTALASI LISTRIK


Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik merupakan objek yang menjadi pokok permasalahan dalamperancangan kabel instalasi listrik. Untuk menhitung kuat
arus listrik yag melewati kabel, perlu dibedakan antara instalasi fase satu dan fase tiga.

Instalasi fase satu


Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase satu adalah :

Dimana :
I = Kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewati (ampere)
P = Daya beban terpasang (watt)
E = Tegangan terpasang (volt)
Instalasi fase tiga

Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk instalasi fase tiga adalah :

Dimana :
I = Luat arus listrik maksimum yag boleh dilewati (ampere)
P = Daya beban terpasang (watt)
E = Tegangan terpasang
L = Panjang kabel (meter)

1. Luas Penampang Kabel Instalasi Listrik


Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah denganmenghitung luas penampang kabel instalasi listrik.

Instalasi fase satu

dimana :
A = Luas penampang minimum kabel (mm)
L = Panjang kabel (m)
I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
(ohm meter)

Instalasi fase tiga

Dimana :

A = Luas penampang minimum kabel (mm)


L = Panjang kabel (m)
I = Kuat arus yang melewati kabel (A)
(ohm meter)

Peralatan Instalasi
Benda isolasi (Isolator) : digunakan untuk menutupi hantaran listrik agar aman.
Pipa instalasi : Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu pipa baja, pipa PVC, dan pipa fleksibel, masing-masing
memiliki karakteristik dan keunggulan sendiri-sendiri.
Benda bantu : Ada bayak macam benda bantu yang digunakan dalam instalasi listrik seperti kotak sambung, kotak normal, kotak,
sentral, kotak banula, dan kotak rangkaian ganda.
Saklar : saklar digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik.
Hantaran : hantaran atau kabel menurut fungsinya dapat dibagi menjadi tiga yaitu, Hantaran fase, hantaran netral, hantaran
ground/pengaman.
Misalnya Diketahui motor 3 phase dengan ampere pada name plate
15.5 A maka berapakan ukuran kabelnya? dengan asumsi menggunakan kabel 4 Core ( 1 Untuk Ground dan 3 Untuk Phasa)
Memang ada perhitungan teori untuk mencari ukuran kabel.
Dengan rumus yang ada faktor jenis kabel (alum atau tembaga), karena agak ribet maka saya sudah melupakannya.
Lebih praktisnya saya biasa memakai buku tabel kabel.
Bisa dipinjam/minta pada penjual/suplier kabel.
Juga dibuku tsb.ada tabel koefisien faktor lain yang harus diperhitungkan. seperti jarak, jumlah kabel, ambient temperatur dsb.
Jadi, untuk motor tsb.bisa menggunakan kabel berpenampang 6~10 mm2 (tergantung jarak & koefisien faktor2 lain)
Untuk lebih menghemat, sebaiknya gunakan 3 core, sedangkan untuk Ground bisa digunakan kabel engkel terpisah 2~4 mm2 (hijau).
Jadi untuk motor 3 phase 15.5 Ampere (10 KW), gunakan kabel 3x 6~10 mm2 (RST) + 1x 2~4 mm2 (Hijau).

Tabel. Hambatan jenis beberapa bahan

Kita dapat menghitung besarnya penampang kabel feeder yang akan kita gunakan dalam suatu design ME dengan cara sebagai
berikut.
Pertama-tama kita jumlahkan dulu seluruh daya (dalam Watt) yang akan digunakan dalam bangunan/ gedung tersebut dari
mulai lampu, stop kontak, pompa dll. Misalnya total daya-nya sudah kita dapatkan misalnya 20000 watt. nilai tersebut lalu kita

konversikan menjadi va dengan cara membagi dengan 0.8. Maka hasilnya adalah
20000 W/ 0.8 = 25000 VA
Kemudian hasil tersebut kita bagi 3 lalu dibagi 220. Maka hasilnya adalah
25000 va / 3 / 220 = 37.9 A
Hasil tersebut lalu kita cocokan dengan tabel electrical data yang bisa kita minta kepada suplier kabel dan umumnya tabel yg
dijadikan acuan adalah tabel untuk kabel type NYY dan yg kita lihat adalah nilai current carrying capacity at 30 C in ground.
Berdasarkan tabel tersebut, besar arus 37.9 A dapat menggunakan kabel dengan ukuran 4 mm2 (41 A) hasilnya kita bulatkan
keatas. Namun untuk lebih safety/ amannya kita pilih ukurannya kabelnya 2 tingkat dari hasil yg kita dapat. Untuk kasus di
atas, maka utk safety-nya kita gunakan kabel feeder dengan ukuran 10 mm2.
Pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan Seputar Listrik
1 kva Berapa Amper ?
(Teori Umum)
KVA adalah satuan bagi daya yang dihasilkan oleh tenaga listrik,yakni hasil kali antara tegangan llistrik(volt) dengan kuat arus(ampere)
jadi 1KVA = 1000VA jadi
bila voltasenya sebesar 380 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/380 = 2,6 Ampere
bila voltasenya sebesar 220 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/220 = 4,5 Ampere
dan bila tegangan diubah ke 100 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/100 = 10 Ampere
(Teori Lain)
bila voltasenya sebesar 380 volt

maka dalam 1KVA terdapat


= 1 / (1.732) / 0.38
= 1.52 Amper
ket. 1.732 adalah satuan rumus tetap

Ukuran Milimeter Kabel


CONTOH:
kabel 2,5 mm artinya kabel tersebut mempunyai luas penampang 2,5 mm
berapa diameternya?
rumus mencari jari2nya:
L = p x r
2,5 = 3,14 x r
r = 2,5 / 3,14
r = v2,5 / 3,14
r = 0,89
maka diameternya
d=2xr
d = 2 x 0,89
d = 1,78 mm
dan Luasnya (kebalikannya)
L = p x r
= 3,14 x 0,89
= 2,48
L = luas lingkaran
r = jari2 lingkaran
d = diameter lingkaran
K = keliling lingkaran
p = 22/7 = 3,14
L = p x r
d=2xr
K=2xpxr
=pxd

r = 1/2 x d
= 1/2 x (K x 7/22)
= akar dari (L x 7/22)
(L x 7/22) = r
d = K x 7/22
= akar dari (L x 7/22 x 4)
(L x 7/22 x 4) = d
1 mm Kabel Untuk Berapa Amper ?
Ada yang mengatakan
1 mm untuk 3 Amper dan ada juga yang mengatakan
1 mm untuk 1.76 Amper
*) untuk tegangan 380V
1 kw Berapa HP (Horse Power) ?
Menurut konversi satuan international, 1.1 kW (kilo watt) adalah sama dengan 1.475 HP ...
Ya, HP memang Horse Power .Istilah lain adalah PK (singkatan kata dari bahasa Belanda Paar Kraatt)
1 HP = 0.745 kW = 745 watt

Daya Nyata (P)


Daya nyata merupakan daya listrik yang digunakan untuk keperluan menggerakkan mesin-mesin listrik atau peralatan lainnya.
Line to netral / 1 fasaP = V x I x Cos
Line to line/ 3 fasaP = 3 x V x I x Cos
Ket :
P = Daya Nyata (Watt)V = Tegangan (Volt)I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)Cos T = Faktor Daya

Daya Semu (S)


Daya semu merupakan daya listrik yang melalui suatu penghantar transmisi atau distribusi. Daya ini merupakan hasil perkalian antara
tegangan dan arus yang melalui penghantar.

Line to netral/ 1 fasa S = V x I


Line to line/ 3 fasa S = 3 x V x I
Ket :
S = Daya semu (VA)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)

Daya Reaktif (Q)

Daya reaktif merupakan selisih antara daya semu yang masuk pada penghantar dengan daya aktif pada penghantar itu sendiri, dimana
daya ini terpakai untuk daya mekanik dan panas. Daya reaktif ini adalah hasil kali antara besarnya arus dan tegangan yang dipengaruhi
oleh faktor daya.
Line to netral/ 1 fasa
Q = V x I x Sin
Line to line/ 3 fasa
Q = 3 x V x I x Sin
Ket :
Q = Daya reaktif (VAR)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Amper)
Sin T = Faktor Daya

Dari penjelasan ketiga macam daya diatas tersebut, dikenal juga dengan Segitiga Daya. Dimana Pengertian umum dari Segitiga Daya
adalah suatu hubungan antara daya nyata, daya semu, dan daya reaktif, yang dapat dilihat hubungannya pada gambar bentuk segitiga
dibawah ini :

dimana :
P = S x Cos (Watt)
S = (P2 + Q2) (VA)
Q = S x Sin (VAR)

Seputar Instalasi Listrik untuk Rumah Tinggal.


Tulisan saya ini saya muat di Kompasiana sekedar sebagai pengetahuan umum bagi para Kompasianer demi untuk mencegah
terjadinya kebakaran yang akhir - akhir ini sering terjadi di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
1. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam instalasi listrik rumah tinggal agar efisien dan ekonomis?
Jawab :
Yang paling utama adalah harus memenuhi persyaratan teknis, baru setelah itu bagaimana agar effesien dan ekonomis.
a. Persyaratan teknis.
a.1. Asumsi.
Dalam merancang instalasi listrik suatu rumah tinggal, diasumsikan bahwa instalasi listrik tersebut tidak akan diperiksa atau di
perbaiki selama rumah tersebut tidak dibongkar (bisa akibat di renovasi atau dibongkar total untuk dibangun kembali).
- Biasanya diasumsikan usia instalasi rumah sekitar 30 tahun.
Artinya : Dalam pemilihan peralatan instalasi listrik harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam PUIL (Peraturan
Umum Instalasi Listrik) khusus untuk Rumah Tinggal, dimana ketentuan yang diterapkan lebih berdasarkan pengalaman
selama ini (empiris), bukan berdasarkan ketentuan teknis sesuai yang diatur pada PUIL 2000, Bagian 7 : Penghantar dan
Pemasangannya (halaman 322 325), yang umumnya diterapkan untuk Instalasi Pabrik, Gedung Perkantoran, Hotel, dsb.
a.2. Menentukan Besaran Kabel Listrik.
Kabel Listrik berpenghantar tembaga dan berisolasi PVC yang terpasang secara permanen di dalam rumah harus dengan
ukuran minimal 2,5 mm2, berapapun jumlah daya listrik yang terpasang dan hanya boleh dialiri listrik maksimal 10 A

- Jika arus listrik > 10 A tetapi < 16 A (berlangganan 3.500 VA, 1 phase), kabel utama (feeder) harus menggunakan ukuran 4
mm2.
Penjelasan :
Berdasarkan Tabel KHA (Kemampuan Hantar Arus) di PUIL 2000, untuk kabel jenis NYA, NYM dan NYY adalah sebagai
berikut :
- Luas penampang kabel 2,5 mm2 = 25 A
- Luas penampang kabel 4 mm2 = 34 A
(PUIL 2000 halaman 301, 303 dan 304).
a.3. Isolasi Kabel.
Jenis kabel ditentukan oleh jenis isolasinya.
Untuk perumahan, yang paling banyak digunakan adalah :
- NYA : Kabel ini berisolasi PVC, ber inti tunggal, jenis kabel udara. Berwarna Merah, Hitam, Kuning dan Biru.
* Kelebihan : Harganya murah.
* Kelemahan : # Isolasinya cuma 1 lapis, sehingga mudah cacad.
# Tidak tahan air (karena jenis kabel udara)
# Isolasinya sangat disukai tikus (digigit tikus)

# Supaya aman terhadap gangguan tikus dan sentuhan orang (kalau ada isolasi yang cacad), pemasangan kabel sebaiknya
didalam pipa (bisa pipa PVC atau logam).
- NYM : Kabel berisolasi PVC, ada yang berinti 2, 3 atau 4, jenis kabel udara. Berwarna putih.
* Kelebihan : # Isolasinya dua lapis, sehingga potensi kabel bocor akibat isolasi cacad lebih kecil dibandingkan NYA
* Kelemahan : # Harganya lebih mahal dibandingkan NYA
# Tidak tahan air (karena jenis kabel udara)
# Isolasinya sangat disukai tikus (digigit tikus), dan tidak tahan terhadap impack (benturan)
# Supaya aman terhadap gangguan tikus dan sentuhan orang (kalau ada isolasi yang cacad), pemasangan kabel sebaiknya
didalam pipa (bisa pipa PVC atau logam).
- NYY : Kabel berisolasi PVC, ada yang berinti 2, 3 atau 4, jenis kabel tanah. Berwarna Hitam.
* Kelebihan : # Isolasinya dua lapis dan liat sehingga lebih tahan terhadap impact (benturan) dibandingkan dengan NYA dan
NYM, potensi kabel bocor akibat isolasi cacad lebih kecil dibandingkan NYM
# Tahan air (karena jenis kabel tanah)
# Isolasinya tidak disukai tikus, sehingga pemasangan tidak harus menggunakan pipa.
* Kelemahan : # Harganya lebih mahal dibandingkan NYM.
a.4. Grounding.

a.4.1. Fungsi dari Grounding antara lain :


- Sebagai pengaman terhadap tegangan sentuh saat ada instalasi yang bocor.
- Memperkecil resiko akibat sambaran petir.
a.4.2. Spesifikasi Pemasangan Grounding.
- Jika sebagai pengaman terhadap tegangan sentuh, tahanan pentanahan maksimal 5 Ohm.
- Jika untuk memperkecil resiko akibat sambaran petir : < 1 Ohm (sama dengan spesifikasi untuk grounding Penangkal Petir).
Penjelasan :
* Tahanan Pentanahan adalah nilai Tahanan Suatu Grounding yang kita tancapkan kedalam bumi.
# Jika tanahnya berpori dan gembur seperti di Palmerah, Kebon Jeruk, Bintaro atau di lokasi yang airnya asin atau payau (di
Jelambar, Kapuk, Ancol), dengan menancapkan pipa sedalam 1 m sudah bisa didapat Tahanan Pentanahan 5 Ohm di musim
kemarau dan 1 Ohm di musim hujan.
# Jika tanahnya berpasir (seperti di Yogyakarta, Banjarmasin, Makasar) atau tanah liat yang tidak berpori (seperti di Cikarang)
atau dari batu padas (seperti di Pangkal Pinang, Bawen), maka untuk mendapatkan Tahanan Pentanahan 5 Ohm memerlukan
5 titik grounding dengan kedalaman masing masing 5 meter dan jarak antar titik minimal 10 meter.
* Dalam hal ini petirnya menyambar instalasi PLN yang ada diatas tanah (dan mungkin jauh dari rumah kita), tetapi petirnya
sudah diproteksi oleh Arrester yang terpasang pada instalasi PLN.

* Karena tidak seluruh petir dapat diserap oleh Arrester, maka ada potensi lidah petir atau sering dikatakan anak petir,
berpotensi akan mengganggu jala jala PLN, sehingga dapat merusakkan peralatan listrik yang tersambung ke instalasi listrik
di dalam rumah.
# Kalau kabel TV sedang terpasang di Stop Kontak, TV dapat terbakar dan beresiko juga orang yang ada di depan TV akan
ikut tersambar petir.
# Kalau Stop Kontak dalam keadaan kosong (tidak ada peralatan yang terpasang di situ), pada lubang stop kontak akan keluar
bunga api.
* Cara paling sederhana membuat grounding adalah memanfaatkan instalasi tiang/ kolom beton yang ada di setiap dinding
rumah.
# Besi yang ada di kolom beton, dibagian bawahnya selalu menyentuh tanah, sehingga tahanan pentanahannya berkisar < 1
Ohm dan maksimal 5 Ohm, tergantung kedalaman pondasi, jumlah kolom dan jenis tanahnya.
# Di setiap rumah, kolom beton akan sedikit terbuka di bagian atas plafon sehingga besi betonnya kelihatan. Nah besi beton itu
bisa kita manfaatkan untuk grounding.
* Untuk amannya, kabel netral digabungkan dengan Grounding.
# Di Instalasi PLN, kabel Netral ini sudah di grounding. Tetapi untuk meningkatkan keamanan terhadap tegangan
sentuh (artinya jika ada peralatan listrik yang isolasinya bocor dan tersentuh tangan), kabel Netralnya kita grounding lagi.
# Tegangan Sentuh yang aman < 50 Volt.
a.5. Panel Hubung Bagi.

Sesuai standard yang ditetapkan oleh pihak PLN, setiap instalasi listrik di perumahan harus memiliki PHB (Panel Hubung
Bagi).
- Posisinya setelah KWH Meter PLN
- Letaknya biasanya didalam rumah tapi dibagian depan.
Kalau rumah sederhana dengan daya 450 VA, umumnya menggunakan PHB sederhana, dimana komponen PHB hanya
berupa 1 buah fuse/ sikring atau bisa juga MCB (Miniatur Circuit Breaker),
Jika rumah besar dengan daya 2.200 VA keatas, biasanya menggunakan PHB Lengkap, dimana masing masing MCB
melayani jenis beban yang berbeda.

Contoh Diagram garis Tunggal PHB :


a.5.1. PHB Sederhana :
a.5.2. PHB Lengkap :
Tujuannya adalah untuk selektivitas pemadaman saat terjadi gangguan.
* Jika yang terganggu AC (kemungkinan terjadi Hubung Singkat), maka yang padam hanya MCB AC saja, sedangkan MCB
yang lainnya tidak ikut jatuh.
* Dipasaran sudah banyak yang jual box PHB dalam bentuk yang cukup bagus jika diletakkan di ruang tamu, misalnya merk
Legrand.

a.6. Penangkal Petir


Jika rumahnya 2 lantai atau lebih dan disekitarnya tidak ada bangunan atau pohon yang lebih tinggi dari atap rumah,
sedangkan daerah rumah tersebut merupakan daerah Sambaran Kilat (Depok, Bintaro, Sawangan, Palmerah, Bogor,
Ciputat, dsb) maka untuk menghindari resiko tersambar petir, pada atap rumah wajib dipasang Penangkal Petir.
Penjelasan.
- Daerah Sambaran Kilat adalah suatu daerah yang secara geografis banyak awan berkumpul dan berpotensi menimbulkan
petir.
- Tahanan Pentanahan dari Penangkal Petir harus < 1 Ohm agar energi petir yang sudah diserap oleh penangkal petir
langsung tersalurkan ke bumi tanpa hambatan.
- Kabel Grounding Penangkal Petir harus dijaga selalu dalam keadaan baik, tidak karatan apalagi terlepas dari groundingnya.
Awas!!!!!!
Jika Kabel Grounding terlepas dari Groundingnya, saat petir menyambar rumahnya bisa meledak!!!.
Penyebabnya : Saat energi Petir sudah ditarik oleh Penangkal Petir tapi tidak bisa disalurkan ke Bumi akibat adanya hambatan
pada kabel grounding, energi petir tersebut bisa menyambar rumah atau benda benda yang ada disekitarnya.
Contoh kasus yang pernah terjadi adalah saat terbakarnya kantor redaksi Femina Group beberapa tahun yang lalu.
* Saat hujan lebat dan banyak petir, pada kabel grounding penangkal petir terlihat sinar warna biru (namanya corona, yaitu
muatan listrik yang berlebihan dalam kabel) menyusuri kabel penangkal petir. Beberapa saat kemudian terdengar ledakan dan
gedungnya terbakar habis.
Kemungkinan besar kabel groundingnya sudah karatan sehingga energi petir yang sudah ditangkap oleh Penangkal Petir tidak
bisa disalurkan ke bumi dengan lancar.

b. Efisien.
Pengertian Efisien dalam instalasi listrik adalah :
Kualitas kabel dan peralatan pendukungnya (sakelar, stop kontak, fitting, dsb) sesuai standard yang telah ditentukan oleh
PUIL, sehingga instalasi listrik bisa bertahan sampai > 30 tahun..
b.1. Kabel.
Merk kabel yang paling baik sampai saat ini adalah 4 besar :
- Kabelmetal
- Kabelindo
- Supreme
- Tranka.
Diluar ke 4 merk tersebut kualitasnya tidak terlalu jelas, bisa sama dengan ke 4 merk diatas, tapi kemungkinan besar ada di
bawahnya.
b.2. Peralatan Pendukung.
Merk peralatan Pendukung instalasi listrik seperti Stop Kontak, Sakelar, Fitting lampu, cukup bagus sesuai spesifikasi yang
ditentukan oleh PUIL banyak beredar di pasaran, antara lain :
- MK

- Legrand
- ................
c. Ekonomis.
Pengertian Ekonomis dalam Instalasi Listrik adalah Instalasinya dibuat secara optimal, artinya harus ekonomis tetapi tetap
memenuhi persyaratan teknis.
c.1. Pemilihan Jenis kabel.
- Jika karena sifat instalasinya (ditempat yang terlihat oleh mata atau punya potensi kena impact) sehingga kabel harus
dimasukkan kedalam pipa conduit, maka bisa digunakan kabel NYA atau NYM yang lebih murah.
- Jika akan dipasang diatas plafon, tidak terlihat oleh mata dan tidak ada potensi terkena impact sehingga tidak perlu dipasang
conduit, maka sebaiknya menggunakan kabel dari jenis NYY, dengan asumsi harga kabel NYM + pipa conduit lebih mahal
dibandingkan dengan harga kabel NYY.
c.2. Jalur kabel.
Jika mau ekonomis, pembagian bebannya jangan terlalu banyak seperti contoh diatas (point a.5.2) tetapi cukup seperti contoh
a.5.1.(1 MCB/ Fuse/ Sikring untuk seluruh beban dengan daya tersambung < 1.300 VA) atau 2 MCB untuk daya tersambung >
2.200 VA (hanya ada MCB untuk lampu dan MCB untuk Stop Kontak).
- Bisa lebih ekonomis karena kabel yang digunakan lebih pendek.
1. Bagaimana cara mencegah terjadinya arus pendek?
Jawab :

Yang paling berbahaya sebenarnya Isolasi Kabel yang bocor, karena hal ini dapat menyebabkan kebakaran, sedangkan
Hubungan Arus Pendek atau Arus Hubung Singkat, jarang menjadi penyebab kebakaran.
Alasannya :
a. Arus Hubung Singkat.
Adalah bertemunya secara langsung antara kawat phasa dan kawat netral atau kawat 2 phasa yang berbeda (pada sistem 3
phasa) akibat terjadinya kegagalan isolasi, sehingga menyebabkan besar arus listrik yang mengalir dalam kabel relatif tidak
terhingga.
- Loncatan bunga api hanya berlangsung < 1 detik.
- Karena besar arus listriknya relatif tidak terhingga, maka pengaman listriknya langsung bekerja sehingga sumber apinya
langsung padam.
b. Isolasi Kabel yang bocor.
Adalah bertemunya secara tidak langsung antara kawat phasa dan kawat netral atau kawat 2 phasa yang berbeda (pada
sistem 3 phasa) akibat terjadinya kegagalan isolasi, tetapi besar arus listrik yang mengalir dalam kabel relatif tidak terlalu besar
dan cenderung masih dibawah KHA (Kemampuan Hantar Arus) dari Sistem Pengaman yang terpasang (bisa Fuse atau Circuit
Breaker).
- Loncatan bunga api yang terjadi cukup besar dan bisa berlangsung lama
- Karena besar arus listriknya relatif tidak terlalu besar dan cenderung masih dibawah KHA Fuse atau Breaker, maka Sistem
Pengaman Listrik tidak bekerja, sehingga sumber apinya terus ada selama sumber kegagalan isolasi kabel tidak diatasi.
c. Penyebab Kegagalan Isolasi Kabel.
c.1. Instalasi Listrik Rumah.

c.1.1. Kualitas Isolasi Kabel buruk, sehingga mudah retak atau terkelupas saat digunakan.
c.1.2. Kabel dialiri arus lebih besar dari yang telah ditetapkan oleh PUIL untuk Instalasi Rumah Tinggal lebih dari 5 tahun atau
waktunya singkat tetapi melampaui batas yang dibolehkan sesuai dengan yang tercantum pada PUIL 2000 Bagian
7:Penghantar dan Pengamannya.
c.1.3. Kabel terkena pukulan atau impact sehingga isolasinya terluka.
c.1.4. Kabel terkena panas, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik panas yang bersumber dari matahari atau
sumber panas yang lain, yang bisa menyebabkan isolasi kabel mengering dan akhirnya retak atau terkelupas.
c.2. Dari Peralatan Listrik.
c.1.1. Kualitas Peralatan Listrik buruk.
c.1.2. Kualitas Tegangan tidak stabil.
c.1.3. Tegangan yang diberikan tidak sesuai (misalnya peralatan 110 Volt diberi teganagan 220 volt).
c.1.4. Frekuensi listrik yang tidak sesuai (peralatan listrik dengan 60 Hz, yang biasanya ex Amerika atau Inggris, dipasang di
Indonesia , dimana standard frekuensinya = 50 Hz).
c.1.5. Usia peralatan listrik sudah tua.
1. Ada berapa macam ukuran kabel listrik dan apa saja fungsinya? Adakah kaitannya dengan penghematan listrik?.
Jawab.

a. Macam ukuran kabel dan fungsinya.


Macam ukuran kabel banyak sekali, mulai dari luas penampang < 1 mm2 untuk sistem kontrol sampai 1.000 mm2 untuk
Sistem Distribusi Tenaga Listrik.
- Ada yang dari Tembaga, Allumunium, Fiber Optic dan sebagainya.
- Karena cakupannya sangat luas, maka penjelasan lebih rinci sebaiknya dibuat dalam tulisan yang terpisah.
b. Adakah kaitannya dengan penghematan listrik ?
Jika dikaitkan dengan luas penampang kabel, tentu saja ada, karena luas penampang kabel makin besar, rugi rugi di kabel
juga makin kecil.
- Tetapi khusus untuk Instalasi Rumah Tinggal, selama sistem operasinya sesuai dengan spesifikasi yang telah di tentukan
dalam PUIL, masalah penghematan listrik tidak terlalu signifikan karena besar arus yang mengalir di kabel listrik jauh dibawah
kemampuan kabel tersebut menyalurkan listrik.
1. Apa manfaat MCB? Bagaimana memilih MCB yang bagus?
Jawab :
a. Pengertian MCB.
a.1. MCB adalah singkatan dari Miniatur Circuit Breaker atau Circuit Breaker dalam bentuk mini.
a.2. Biasanya digunakan untuk beban beban yang memiliki arus start (transient) yang kecil, seperti beban beban peralatan
listrik di rumah tangga.

- Itu pula sebabnya Pembatas Arus di KWH Meter PLN menggunakan MCB.
a.3. Diatas MCB ada :
- MCCB : Moulded Case Circuit Breaker.
- ACB : Air Circuit Breaker.
- VCB : Vacuum Circuit Breaker.
a.4. Yang membedakan antara ke 4 jenis Circuit Breaker tersebut antara lain:
- Kemampuan Hantar Arus.
- Breaking Capacity atau kemampuan Circuit Breaker untuk menerima Daya Hubung Singkat.
- Kemampuan untuk melayani beban yang memiliki Arus Start yang besar, misalnya Drive Motor, Compressor AC, dsb.
- Kemampuan membuat pengaturan selektifitas bila terjadi Over Loaded atau Hubung Singkat.
Penjelasan :
Karena penjelasan masalah ini cukup kompleks, sebaiknay penjelasan selengkapnya dibuat terpisah dalam konteks : Sistem
Distribusi Tenaga Listrik.
b. Manfaat MCB.
Untuk memutuskan Suplai Daya Listrik saat terjadi Over Loaded atau Short Circuit (Hubung Singkat).

c. Memilih MCB yang bagus.


Gunakan MCB yang asli dan jangan yang palsu.
Repotnya, dipasaran banyak beredar MCB palsu. Sedemikian canggihnya pemalsuat tersebut, sampai pihak pabrik seperti
Schneider yang memproduksi MCB merk MG/ Merlin Gerrin (yang lokasi pabriknya di Cikarang), dengan hanya melihat fisik
luarnya saja, tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.
- Saran dari mereka : Belilah MCB dari agen resmi.
1. Bagaimana mengetahui terjadinya kebocoran arus listrik? Hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar tidak terjadi
kebocoran listrik? Adakah alat yang bisa dipakai untuk mengetahui kebocoran listrik di rumah tinggal?
Jawab:
a. Bagaimana mengetahui terjadinya kebocoran listrik ?
a.1. Instalasi Listrik Rumah Tinggal.
a.1.1. Kebocoran listrik biasanya ditandai oleh :
- Ada bau hangus akibat isolasi kabel terbakar.
- Pada titik yang bocor timbul bunga api.
a.1.2. Cara mencegah kebocoran listrik.
Melakukan pengukuran besarnya Tahanan Isolasi Kabel dengan alat yang namanya Megger yang artinya Mega Ohm Meter.
- Megger ini akan menyuntikkan tegangan 1.000 Volt DC pada kawat kabel yang akan diukur tahanan isolasinya.

- Peraturan dalam PUIL : Setiap tegangan 1 volt harus memiliki Tahanan Isolasi minimal 1 Ohm.
- Saat kabel masih baru, Tahanan Isolasinya umumnya > 30 MOhm atau > 30.000 Ohm.
* Jika kualitas instalasi dan kualitas kabelnya bagus, setelah 30 tahun umumnya masih > 2.000 Ohm.
* Jika berlangganan listrik jenis 1 phase (tegangan 220 240 Volt), tahanan isolasi minimal 240 Ohm.
* Jika Tahanan Isolasi < 240 Ohm, Tahanan Isolasi Kabel sudah termasukKategori Bocor.
# Nilai Tahanan Isolasi makin rendah, kebocoran listrik makin besar.
# Jika Tahanan Isolasi Kabel mendekati 0 Ohm, instalasi listrik sudah dinyatakan sebagai Hubung Singkat.
a.2. Peralatan Listrik.
a.2.1. Peralatan yang menggunakan motor listrik, antara lain :
* Lemari Es
* Dispenser
* Pompa Air
* Mesin Cuci
* AC
* Blender.

a.2.2. Peralatan listrik non Motor Listrik, antara lain :


* Computer
* Setrika Listrik
* Radio, TV, Tape, VCD
a.2.3. Ada 2 macam kebocoran isolasi :
a.2.3.1. Kebocoran Isolasi yang tidak berbahaya untuk Peralatan Listrik tetapi bisa berbahaya untuk manusia.
- Tanda tandanya :
Body Peralatan Listrik kalau di pegang nyetrum.
* Kalau Tegangan Sentuh > 50 Volt, bisa berbahaya untuk manusia.
* Kalau < 50 Volt, tidak berbahaya untuk manusia, cuma bikin kaget.
- Cara mengatasinya :
* Stekker yang ke Stop Kontak dibalik, sehingga yang tadinya dapat Tegangan Phasa, kemudian dapat Negatif dan sebaliknya.
* Body peralatan listrik di Ground, sehingga Tegangan Sentuh < 50 Volt.
a.2.3.2. Kebocoran Listrik yang berbahaya untuk peralatan listrik tersebut.
- Jika terjadi kebocoran listrik pada peralatan listrik yang menggunakan Motor Listrik, berarti telah terjadi kebocoran isolasi
pada gulungan Rotor atau Stator.

Tanda tandanya:
* Mesin lebih panas
* Penggunaan listrik lebih besar
- Jika kebocoran listrik pada peralatan elektronik, sering kali tidak ada tanda tandanya, tahu tahu tidak berfungsi karena
Hubung Singkat.
b. Apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kebocoran listrik :
Jawab :
b.1. Operasikan peralatan listrik tersebut harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pabrik, antara
lain :
* Komponen Listrik tidak boleh terkena air.
* Peletakan maupun operasional peralatan listrik tersebut harus sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh pabrik, sehingga
panas yang dihasilkan dapat terbuang dengan baik (tidak berakumulasi).
# Jangan meletakkan peralatan listrik dekat sumber panas seperti kompor, dsb.
# Jangan mengoperasikan peralatan listrik melampaui batas yang dibolehkan, misalnya menjalankan pompa air 24 jam non
stop atau terlalu sering start stop.
b.2. Pastikan Tegangan listriknya stabil dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

- Jika tegangan tidak stabil, gunakan Stabilsator Tegangan.


b.3. Untuk instalasi listrik di rumah, sebaiknya setiap 10 th atau setidaknya setelah 15 tahun diperiksa kualitas
Tahanan Isolasi Kabel dengan menggunakan Megger.
- Jika nilai Tahanan Isolasi < 5.000 Ohm tetapi masih > 2.000 Ohm, sebaiknya diperiksa setiap 5 tahun.
- Jika nilainya < 2.000 Ohm, sebaiknya segera diganti karena proses penurunan Tahanan Isolasi berikutnya sulit ditebak.
* Kalau sedang beruntung, masih bisa bertahan 5 tahun lagi atau lebih.
* Kalau sedang tidak beruntung, dalam waktu kurang dari 1 tahun, nilainya sudah < 240 Ohm dan ini beresiko terjadi
kebakaran.
1. Apakah alat-alat penghemat listrik yang banyak beredar di pasaran benar-benar mampu menghemat listrik? Bagaimana
cara kerjanya?
Jawab :
a. Namanya Capacitor Bank
b. Fungsinya bukan untuk menghemat Daya Listrik, tetapi untuk mengoptimalkan penggunaan daya listrik di rumah agar
dengan Daya Tersambung yang ada, peralatan listrik yang dioperasikan bisa lebih banyak.
c. Cara kerjanya :
c.1. Kita berlangganan listrik PLN dalam satuan Volt Ampere (VA), yang dinyatakan sebagai Daya Efektif.
c.2. Kebutuhan Daya Listrik dari peralatan listrik yang kita pakai adalah Watt, yang dinyatakan sebagai Watt atau Daya Nyata.

c.3. Tagihan Listrik PLN juga berdasarkan jumlah Daya Nyata yang kita gunakan, dimana satuannya adalah KWH (Kilo Watt
Hours).
c.4. Perbedaan antara VA dan Watt adalah :
c.4.1. VA (Volt Ampere).
VA adalah suatu daya efektif yang diperlukan untuk menggerakkan/ mengoperasikan suatu peralatan listrik (motor listrik,
lampu, heater, dsb).
Rumus : S = Daya Efektif = Volt Ampere
= Volt x Ampere.
Contoh :
Daya Listrik yang diperlukan untuk menggerakkan suatu motor listrik adalah Daya Efektif dalam satuan Volt Ampere.
VA mengandung Cos Phi, yaitu sudut listrik yang terjadi akibat penggunaan kumparan listrik (disebut sebagai sudut lagging
atau induktif) atau capasitor (disebut sebagai sudut leading atau kapasitif).
Disebut Cos Phi karena merupakan fungsi Cossinus dari sudut Phi ( j ) antara VA dan Watt, dimana :
Cos Phi = Watt/ VA
c.4.1.1. Dalam operasionalnya, Cos Phi itu diperlukan untuk proses pembangkitan listrik atau operasional peralatan listrik.
Tanpa Cos Phi, maka :

- Pompa air tidak bisa bekerja memompa air.


- Listrik tidak bisa di bangkitkan
- Radio atau TV tidak bisa dioperasikan.
c.4.1.2. Masalah bagi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik, Cos Phi ini mengganggu penyaluran daya listrik, sehingga
penggunaan Daya Listrik tidak bisa optimal.
Contoh :
- Daya Tersambung = 450 VA.
- Uji coba beban menggunakan lampu TL 18 watt dengan Cos Phi 0,7 indukstif :
= 18 watt/0,7
= 25,7 VA
- Jumlah lampu TL yang bisa di operasikan :
= 450 VA/ 25,7 VA
= 17 bh lampu TL 18 Watt.
- Jika menggunakan Capacitor Bank, maka Cos Phi bisa diatur = 0,98 Induktif, sehingga :

* Daya effektif lampu :


= 18 watt/0,98
= 18,36 VA
* Jumlah lampu TL yang bisa dioperasikan :
= 450 VA/ 18,36 VA
= 24 bh lampu TL 18 Watt.
c.4.2. Watt.
Watt = Daya Riel (nyata) adalah perubahan dari Daya Listrik menjadi energi lain atau sebaliknya.
Rumus = P = Daya Riel = Watt
= Volt x Ampere x Cos Phi.
Contoh :
- Motor Listrik.
Input Daya Listrik (VA) Output Putaran Motor (Watt)
- Genset.
Input Power Engine (Watt) Output Daya Listrik (VA).

- Heater
Input Daya Listrik (VA) Output panas (dominan) + sinar (kecil) (Watt)
- Lampu
Input Daya Listrik (VA) Output Sinar (dominan) + panas (kecil) (Watt).
1. Adakah kiat-kiat untuk menghemat pemakaian listrik di rumah?
a. Pemilihan lampu
b. Pemakaian AC dan perangkat elektronik lainnya
Jawab :
Kiat untuk menghemat Pemakaian Listrik.
a. Design Rumah.
Dalam merancang rumah, usahakan sebanyak mungkin memasukkan sinar matahari ke dalam rumah, sehingga penggunaan
lampu untuk penerangan pada siang hari bisa dikurangi.
Cara agar panas matahari tidak ikut masuk kedalam rumah ada beberapa alternatif, antara lain :
a.1. Alternatif 1.
Sinar matahari yang masuk kedalam rumah harus dipecah Density atau Intensitasnya, agar sinarnya tetap bisa masuk dan
memenuhi syarat untuk penerangan, tetapi tidak panas.
- Prinsipnya adalah Sinar Matahari yang masuk kedalam rumah jangan langsung, tetapi harus dipantulkan dahulu ke bidang
lain, baru boleh masuk kedalam rumah.

- Agar hasilnya optimal, dibuat alat pemantul dan penerima Sinar Matahari.
* Pemantulnya merupakan Bidang Datar.
* Penerimanya merupakan Bidang Cekung.
a.1. Alternatif 2.
Memasang Filter yang dapat menyaring sinar Ultra Violet (< 2000) dan Infra Red ( > 5.000), yang merupakan unsur panas
dari sinar matahari, tidak ikut masuk kedalam rumah, sedangkan yang masuk adalah Visible Light, yaitu sinar matahari yang
tidak panas.
b. Operasional Peralatan Listrik.
Jangan mengoperasikan peralatan listrik jika memang tidak diperlukan.
Contoh :
- Jika Kamar mandi sedang tidak digunakan, maka lampu bisa dipadamkan.
- Jika TV sedang tidak di tonton, sebaiknya dimatikan.
c. Pemilihan Peralatan Listrik.
Peralatan Listrik yang dipilih haruslah yang memang hemat energi.
c.1. Lampu.
Lampu Pijar itu boros energi.
Jenis yang hemat energi untuk Rumah Tangga adalah Lampu TL.

Di pasaran memang banyak merk Lampu TL, ada yang murah meriah (ex China) tetapi ada juga yang mahal (merk Philips).
- Lampu TL buatan China memang murah (untuk 18 Watt harganya Rp. 5.000,00 Rp. 7.000,00), selain usia pakainya pendek
(+ 6 bulan), juga sinarnya cepat redup ( terangnya cuma + 1 bulan), sehingga termasuk kategori Boros Energi (tapi masih lebih
hemat dibandingkan Lampu Pijar).
- Lampu TL merk Philips memang mahal (untuk 18 Watt harganya Rp. 30.000,00), selain usianya panjang (+ 1 th), sinarnya
yang terang bisa bertahan sampai 1 tahun (sampai lampunya putus).
c.2. AC.
Jika akan membeli AC, yang harus diperhatikan adalah besaran EER, dimana :
EER = Cooling Capacity (BTU/h)
Power Input (Watt)
*Angkanya makin besar, penggunaan Daya Listrik makin hemat.
* Angkanya berkisar antara 8,1 11,9 BTU/h/Watt.
- AC buatan China, seperti merk Chang Hong, cenderung boros energi.
- AC buatan Jepang dan Eropa, umumnya sudah Hemat Energi.
- Kapasitas AC makin kecil, penggunaan daya listrik cenderung makin Hemat.

* AC merk National ex Jepang berkapasitas 5.000 BTU/h (atau istilah pasarannya PK), nilai EER bisa 11,9 BTU/h/Watt.
* AC merk Train kapasitas 27.000 BTU/h (3 PK), nilai EER berkisar 8,5 9 BTU/h/Watt.
Penjelasan Tambahan :
- Kalau mau beli AC, yang dilihat bukan besaran PK, tetapi besaran Kapasitas Pendinginannya dalam satuan BTU/h.
- Istilah PK atau Daya Kuda (setara 745 watt) saat ini sudah tidak lagi digunakan dalam perencanaan unit AC, karena :
* AC ex China : 1 PK = 7.000 BTU/h.
* AC ex Jepang atau Eropa/ Amerika : 1 PK = 9.000 BTU/h.
* AC ex Korea : 1 PK < 9.000 BTU/h
- Untuk Rumah Tinggal dengan ketinggian Plafon 3 m, untuk mendapatkan temperatur ruang (25 + 1) 0C, saat siang hari
memerlukan Kapasitas Pendinginan 500 BTU/h/m2, sedangkan pada malam hari 350 BTU/h/m2.
c.3. Peralatan lain.
Untuk peralatan lain seperti Pompa Air, Lemari Es, Kompor Listrik, dsb cara memilihnya pada prinsipnya sama : Cari yang
kinerjanya tinggi tapi penggunaan daya listriknya kecil.
- Kalau mau aman, beli merk terkenal buatan Jepang, Eropa atau Amerika, karena biasanya merk terkenal dari negara
negara tersebut selalu menjaga kualitas produknya : Kinerja Tinggi tetapi penggunaan Daya Listrik Rendah.

Syarat-syarat perancangan jaringan listrik yang baik


ada 3 karakter yang harus dipenuhi
1.Fleksibelitas
a. Kemungkinan untuk penambahan beban
b. Tidak perlu dilakukan perombakan atas jaringan listrik yang lama secara total
c. Cadangan yang berlebihan tidaklah ekonomis bahkan merupakan pemborosan
2.Kepercayaan
a. Keadaan dalam pembebanan oleh peralatan listrik yang dipercaya
b. Kualitas bahn instalasi perlu diperhatikan
c. Kegagalan perlatan harus dapat dikethui secara dini
3. Keamanan
a. Dipasang pengaman yang memadai
b. Mengacu pada PUIL
c. Resiko terjadinya kebakaran

Perancangan kabel Instalansi Listrik


1. Kuat arus listrik merupakan objek yang menjadi pokok permasalahan dalam perancangan kabel instalasi listrik, untuk
menghitung kuat arus listrik yang melewati perlu dibedakan antara instalasi satu fasa dan instalasi tiga fasa.
a. Instalasi satu fasa
Rumus untuk menghitung kuat arus listrik
I= P/(E cos )
Dimana
I = kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewatkan (ampere)
P = daya beban terpasang (watt)
E = tegangan terpasang (volt)
Cos = Faktor daya

b. Instalasi tiga fasa


Rumus untuk menghitung kuat arus listrik
I= P/(1,732 E cos )
Dimana
I = kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewatkan (ampere)
P = daya beban terpasang (watt)
E = tegangan terpasang (volt)
Cos = Faktor daya
2. Luas penampang kabel
Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah untukl menghitung luas penampang kabel instalasi
listrik.
Perlu dibedakan instalasi satau fasa dan instalasi tiga fasa
a. Instalasi Listrik satu fasa
Rumus yang digunakan untuk menghitung Luas penampang kabel
A= (2LIcos)/(u)
Dimana
A = luas penampang minimum kabel (mm)
L = panjang kabel(m)
I = kuat arus yang melewati kabel
= hantaran jenis tembaga
u = rugi-rugi tegangan
Cos = Faktor daya
b. Instalasi tiga fasa
Rumus yang digunakan untuk menghitung Luas penampang kabel tiga fasa
A= (2LIcos)/(u)
Dimana
A = luas penampang minimum kabel (mm)

L = panjang kabel(m)
I = kuat arus yang melewati kabel
= hantaran jenis tembaga
u = rugi-rugi tegangan
Cos = Faktor daya
Catatan : hantaran jenis untuk :
Tembaga 56,2.10^6 s/m
Alumunium 33.10^6 s/m

Beberapa Persiapan Memasang Instalasi Listrik


Sebelum kita memasang instalasi listrik tentunya kita akan mempersiapkan apa saja yang kebutuhan untuk
instalasi, sebelumnya saya sudah tuliskan artikel Perlengkapan instalasi listrik, langkah ini benar-benar harus
diperhatikan karena kita tahu bahan yang kurang sekecil apapun akn menghamat kita ketika sudah
mengerjakan pemasangan instalasi listrik,berikut ini hal-hal yang harus anda persiapkan sebelum beranjak
mengerjakan pemasangan instalasi.

Skema/Denah rumah.

Untuk menentukan instalasi dan letak Box Sekering / Box MCB, titik lampu, saklar maupun Stop Kontak/kotak
kontak dan tentukan dulu sebelum saluran instalasi listrik yang akan anda pasang. Denah ini akan sangat
membantu sekali untuk menghindari kesalahan jumlah kabel saluran yang digunakan akibat percabangan
saluran lampu, saklar maupun Stop Kontak.

Peralatan pemasangan dan perlengkapannya.


Peralatat disini meliputi alat pertukangan yang banyak kita jumpai seperti tang kombinasi, obeng,
cutter/pisau/gergaji besi, betel dan palu.Yang perlu dibeli mungkin cuma test-pen. Alat ini digunakan untuk
mengetahui instalasi listrik yang terpasang dan alat ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki instalasi listrik
yang telah terpasang. Karena itu anda sangat dianjurkan mempunyai alat ini. Tidak perlu yang mahal, yang
penting berfungsi dengan baik.

Menentukan pengaman yang digunakan.


Pengaman yang umum digunakan dalam instalasi listrik rumah maupun gedung adalah sekring dan MCB yang
masing-masing mempunyai wadah atau tempat yang berbeda yaitu Box Sekring dan Box MCB. Masing-masing
punya kelebihan dan kekurangan. Berikut sedikit keterangan berdasarkan alat pengaman umumnya:
Box Sekering.

Memiliki dua bagian yaitu bagian sekring yang terhubung pada fasa dan saklar pemutus hubungan (baik

fasa maupun netral) dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).


Jika sekering rusak/putus akibat korsleting dapat di perbaiki, jadi tidak perlu beli baru (Sekering standart/

biasa lhoo..).
Harga sekering lebih murah.

Kekurangan :

Sulit mencari untuk box sekering yang digunakan pada pembagian grup instalasi yang banyak.
Umumnya hanya terdapat 1 grup dan 2 grup instalasi.

Terlihat kurang praktis.

untuk cara pesangan buka halaman cara memasang box sekreng.


Box MCB.

Dapat digunakan untuk banyak grup instalasi.

Terlihat praktis dan lebih rapi.

Kekurangan :

Biasanya hanya bagian fasa yang diberi pengaman MCB dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).

Jika MCB rusak harus mengganti baru karena sulit memperbaikinya.

Harga MCB jauh lebih mahal daripada sekering.

untuk cara pemasangan silahkan buka halaman cara memasang box MCB

Menentukan panjang kabel NYM 3 x 4 mm


kabel NYM 3 X 4 ini berfungsi sebagai kabel penghubung dari sumber listrik (KWH meter PLN atau Diesel) jadi
alangkah baiknya tentukan dengan bijak dimana sebaiknya meletakkan sumber listrik dan letak kotak
pengaman. Sebaiknya meletakkan keduanya tidak berjauhan ( 50 cm) mengingat kabel ini terbilang cukup
mahal.

Menentukan jenis, luas penampang penghantar, dan warna kabel dalam instalasi.
A. Jenis kabel.
Pada umumnya kabel yang digunakan dalam instalasi adalah jenis NYA (didalam kabel hanya terdiri 1 kawat
penghantar tembaga pejal terbungkus isolator ) atau jenis NYM (didalam kabel berbungkus isolator ini terdiri
dari 2 ,3 atau 4 kawat penghantar tembaga pejal). lihat halaman jenis-jenis kabel standart pemasangan instalsi
B. Luas penampang penghantar.

Hal ini menyangkut kemampuan hantaran arus dari kabel terhadap arus listrik yang melewatinya). Ukurannya
1,5 mm; 2,5 mm; 4 mm; 6 mm dst. Sebenarnya dalam memasang instalasi dilakukan perhitungan mengenai
berbagai faktor termasuk diantaranya menentukan besar maupun jenis kabel yang digunakan.Untuk mudahnya
kita gunakan kabel ukuran 1,5 mm untuk saluran lampu, 2,5 mm untuk saluran utama dan untuk stop kontak.
sebenarnya penggunaan kabel dapat disesuaikan dengan kegunaan dari stop kontak tersebut. Bagi anda yang
baru akan mendaftar berlangganan listrik dari perusahaan listrik negara ada baiknya anda menggunakan kabel
2,5 mm untuk tiap stop kontak walaupun anda akan berlangganan listrik 1300VA kebawah.
C. Warna kabel.
Warna kabel bisa sangat-sangat membantu dalam pemasangan maupun perbaikan instalasi listrik, PUIL
mensyaratkat kabel warna hitam untuk fasa(stroom), warna biru untuk netral dan warna kuning bergaris hijau
(kuning loreng) untuk kabel ground. Menurut PUIL, hal ini untuk menyeragamkan pemasangan instalasi di
Indonesia jadi tidak ada salahmya diikuti. Untuk lebih memudahkan lagi bagi anda yang baru belajar kita
tambah satu kabel berwarna lainnya (kita ambil contoh kabel warna merah). Kabel ini nantinya khusus untuk
penyambungan dari saklar ke lampu saja.

Menentukan panjang kabel yang diperlukan.


Jika anda mempunyai posisi keuangan terbatas, hal dibawah sangat-sangat membantu karena pengeluaran
terbesar dalam pemasangan instalasi listrik adalah pengadaan kabel instalasi. Perhitungannya mungkin sedikit
susah bagi yang belum paham listrik. Berikut meringkas sederhana
1. Tentukan pajang jalur utama instalasi listrik sebelum dicabangkan (sebelum disambungkan ke stop kontak,
saklar maupun fitting lampu). Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm) tiap ada percabangan (buat
sambungan ke jalur cabang, baik saklar maupun stop kontak).
Jalur utama instalasi listrik lama menggunakan 2 kabel yaitu kabel fasa(stroom) dan kabel netral. Tetapi karena
banyak peralatan rumah tangga sekarang yang memiliki arus induksi yang mengalir pada bodi peralatan
(contoh: kulkas, CPU computer) maka banyak rumah yang kemudian menambahkan kabel saluran

tanah(ground) pada jalur utama yang nantinya dihubungkan pada stop kontak. saya merekomendasikan
penambahan kabel saluran ground pada jalur utama. Tetapi jika anda tidak mempunyai peralatan yang
menimbulkan arus induksi, 2 kabel cukup.
2. Tentukan panjang kabel ke tempat fitting lampu. Kabel untuk fitting lampu dibutuhkan dua kabel. Jangan
lupa dilebihkan sedikit kira-kira 20cm
3. Tentukan panjang kabel ke tempat saklar. Jumlah kabel yang dibutuhkan tergantung dari jenis saklar. Saklar
tunggal dibutuhkan 2 buah kabel, saklar doble dibutuhkan 3 buah kabel, dst. Jangan lupa dilebihkan sedikit
kira-kira 20cm
4. Tentukan panjang kabel ke tempat stop kontak. Jika kabel saluran utama 2 buah maka kabel ke stop kontak
juga 2 buah. Tetapi jika kabel saluran utama 3 buah maka kabel stop kontak juga 3 buah. Jangan lupa
dilebihkan sedikit kira-kira 20cm
Untuk penempatan saklar dan stop kontak yang bersebelahan (biasanya pada kamar tidur & ruang keluarga)
perhitungan kabel adalah jumlah kabel saklar ditambah jumlah kabel stop kontak kemudian dikurangi 1 buah
kabel.pahami benar-benar dulu poin ini.

Menghitung panjang pipa instalasi.


Secara singkat perhitungannya adalah panjang saluran utama ditambah panjang saluran cabang ke tempat
stop kontak maupun saklar. Untuk penempatan saklar dan stop kontak yang bersebelahan bisa digunakan
sebuah pipa kemudian pada kedua N-bownya bisa dimodifikasi dalam menghubungkannya. Jangan lupa
tentukan jumlah L-bow / penyambung pipa siku (belokan 90 derajat).
Saya akan bahas sedikit tentang perlengkapan dalam memasang instalasi listrik, disini kita hanya menyediakan
material yang akan kita pakai untuk memasang instalasi, tentu kalau sobat teknik listrik tahu apa saja yang
harus disiapkan untuk material instalasi namun bagi yang awam tentu bingung apa saja perlengkapannnya.
berikut ini ingin saya paparkan yang biasa dipakai oleh teknik listrik.

1.Penghantar / kabel

Penghantar atau kabel kesemuanya ada ukuran tertentu untuk instalasi rumah sesuai ketentuan semua kabel
mempunyai ukuran dan ukuran biasanya memakai standart kabel NYA atau NYM yang berukuran 2,5mm dan
untuk penghantar APP ke fusebox atau PHP memakai standart kabel NYM 3X4 mm.

untuk lebih ringkasnya silahkan buka jenis-jenis kabel listri

2. Pipa PVC

untuk membungkus kabel biasanya instalasi rumah menggunakan pipa pvc dengan diameter C 5/8 semua ini
dilakukan untuk mencegah kebocoran listrik ketika terjadi konsleting atau juga bisa untuk antisipasi terhadap
hewan penggigit biasanya yang sering terjadi yaitu tikus, nah untuk standart isolator instalasi diharuskan
memakai pipa pvc.

3. Kotak Cabang (T-dos-Cross Dos-In Dos)


mungkin didaerah lain akan berbeda pula cara menyebutnya namun yang pasti fungsi dari alat ini adalah untuk
terminal penyambungan kabel yang dicabang mulai dari FuseBox atau PHP sampai dengan ke instalasi cirkit
akhir. ada yang lubang satu, dua, tiga dan empat. gambarnya seperti dibawah ini

4. Klem pipa.
fungsi dari alat ini adalah untuk menjepit pipa pvc instalasi listrik biasanya terbuat dari seng atau plat tipis.

5. Sekrup ukuran yang sama dengan klem pipa (paku)


alat yang satu ini biarpun kecil mungil namun kaya manfaat alat ini sebagai penguat atau dimanfaatkan untuk
ditancapkan ke kayu pada instalasi listrik, alat ini berkaitan erat dengan klem, stop kontak, PHP dan saklar.

6. Saklar

yang ini biasanya terpasang di dinding, alat ini berfungsi untuk memutus dan menyambung aliran listri ke bola
lampu ada yang tunggal, double dan juga trible bahkan tak jarang ada yang berderet.
untuk cara pemasangannya silahkn lihat halaman Cara Pemasangan saklar doble dan tunggal

7. Stop kontak.
Alat ini dipakai untuk colokan jika pemakai listrik mempunyai alat-alat elektronik seperti televisi, kulkas, pompa
air, rice cooker dan banyak lagi. seperti yang anda ketahui stop kontak berfungsi untuk terminal arus listrik ke
komponen elektronik jenis-jenis bentuk stop kontak banyak sekali anda bisa lihat gambar dibawah ini.
untuk cara pemasangannya silahkan buka halaman Cara Memasang Stop Kontak

8. Fitting Lampu
alat ini biasa dipakai untuk memapasang bola lampu, banyak warna dan aneka bentuk silahkan pilih sendiri
namun yang standart pemasangan dari mitra PLN atau boleh dibilang CV, Fitting yang dipakai seperti dibawah
ini, banyak yang menyebut kalau alat ini adalah Fitting tempel karena karakter fitting ini menempel pada
platfon atau dinding.

9. Sekreng atau PHB atau FuseBox


Tentu saja sudah pada tahu alat yang satu ini, alat ini dipakai untuk memutus menghubung dan membagi
makanya alat ini dinamakan PHB(putus hubung bagi) untuk cara kerja alat ini silahkan buka halaman Perangkat
Pengaman Listrik
untuk cara pemasangan silahkan buka halaman Cara Memasang Sekreng.

ada 9 Standart pokok Perlengkapan Untuk Instalasi Rumah sebenarnya masih banyak namun karena
saya anggap itu sudah memenuhi syarat teknik listrik jadi saya anggap alat-alat diatas sudah cukup mewakili
standart pemasangan instalasi rumah. mungkin hanya itu yang bisa saya uraikan semoga artikel yang saya
tulis ini bermanfaat buat anda.

3. Mengetahui cara menentukan nilai kebutuhan lampu pada sebuah ruangan.

Luas dan ketinggian ruangan menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan daya penerangan yang akan diterapkan, tentunya dalam keputusan
pemakaian jumlah lampu penerangan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan penerangan sebuah ruangan dapat dihitung dengan rumus sebagaiu berikut:
n = Em . p . I /l . r . d
Dimana:
n = Jumlah titik lampu,
Em = Kuat penerangan yang dibutuhkan dalam suatu ruangan,
l = Illuminasi cahaya (lumen)
p = Panjang ruangan,
r = Faktor penggunaan ruangan (utility),
d = Faktor depresiasi.
Tingkat kuat penerangan ( Em) memiliki kelas-kelas atau kategori yang berbeda tergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan.
Untuk menentukan harga harus dicari lebih dahulu harga K yaitu room indek yang tergantung pada tinggi rendahnya suatu lampu dari level
lantai kerja dimana untuk penyinaran langsung, semi langsung dan merata yang bisa menggunakan rumus berikut:
K = p . I / h ( p + I)
Dimana:
K = Room Indek
h = Tinggi sumber cahaya diatas bidang kerja (m),
p = Panjang ruangan (m),

I = Lebar ruangan (m).

4. Mengetahui cara menentukan kebutuhan daya lampu penerangan


Perlu mengetahu rumus dasar menetukan daya listrik dari lampu sebagai berikut:
Wtotal = N Lampu x W1
Dimana:
Wtotal = Total daya lampu,
N Lampu = Jumlah Lampu
W1 = Daya setiap lampu.

Urutan Daya Listrik di Indonesia


Sistem Tegangan distribusi yang digunakan di Indonesia adalah berkisar 3 KV, 6 KV, 7 KV, 9 KV, 11,5 KV, 20 KV dan 24
KV. Namun yang umum digunakan pada sistem tegangan distribusi PLN adalah 6 KV, 12 KV 20 KV dan 24 KV, dan
sisanya adalah tegangan yang bersumber dari transformator yang khusus digunakan beberapa industri tertentu.
Gardu induk distribusi primer PLN, memasok daya listrik kekonsumennya dengan dua jalur distribusi yang dibedakan
pemakaiannya. Yaitu konsumen besar (Kawasan Industri) dan konsumen-konsumen yang menggunakan tenaga istrik
dengan level tegangan rendah (380/220 Volt) seperti rumah tangga, industri kecil, perkantoran, pertokoan dan
sebagainya.
Untuk konsumen besar yang menggunakan energi listrik yang besar, PLN memasok kebutuhan listriknya melalui Jaringan
Tegangan Menengah (JTM) 20KV atau 24KV dengan jalur distribusi kawat penghantar udara atau Penghantar bawah
tanah ke Gardu Induk (GI) konsumen untuk pemakaian sendiri.

gambar salah satu tipe jaringan distribusi tegangan


klik gambar untuk memperbesar

Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran dan industri kecil, PLN memasoknya melalui Jaringan Tegangan
Menengah (JTM) 20KV ke gardu distribusi Sekunder yang dibangun pada lokasi-lokasi tertentu. Dan disalurkan kembali
ke trafo tiang step down didekat pusat-pusat pelanggan, untuk selanjutnya penyaluran distribusi daya listrik tersebut
diteruskan melalui Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380/220 Volt ke meter-meter pelanggan.
Adapun urutan daya listrik PLN ke meter-meter pelanggan dari rumah tangga (250 VA, 1 Phasa), perkantoran dan industri
kecil sampai industri menengah (630 KVA, 3 Phasa) dapat dilihat pada tabel dibawah ini

No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Daya Terpasang
(Volt Ampere)
250
450
900
1,300
2,200
3,500
4,400
5,500

Pembatas MCB/MCCB (Ampere)


1 X 1,2
1X2
1X4
1X6
1 X 10
1 X 16
1 X 20
1 X 25

9
10

7,700
11,000

1 X 35
1 X 50

-------

-------------------

-------------------------------------

11
12
13

13,900
17,000
22,000

1 X 63
1 X 80
1 X 100

-------

-------------------

-------------------------------------

14
15
16
17
18
19
20
21

3,900
6,600
10,600
13,200
16,500
23,000
33,000
41,500

3X6
3 X 10
3 X 16
3 X 20
3 X 25
3 X 35
3 X 50
3 X 63

-------

-------------------

-------------------------------------

22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

53,000
66,000
82,500
105,000
131,000
147,000
164,000
197,000
233,000
279,000
329,000
414,000
526,000
630,000

3 X 80
3 X 100
3 X 125
3 X 160
3 X 200
3 X 225
3 X 250
3 X 300
3 X 335
3 X 425
3 X 500
3 X 630
3 X 800
3 X 1000

Urutan daya listrik untuk konsumen menengah dan besar, tergantung pada kapasitas trafo dan beban yang digunakan di
Gardu Induk (GI) konsumen. Mulai dari 20 KVA sampai 30.000 KVA. Pada umumnya trafo yang digunakan di banyak
kawasan Industri menengah dan besar tersebut, adalah menggunakan Transformator seperti berikut:

Transformator 3 Phasa 25 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 50 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 100 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 160 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 200 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 400 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 500 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 630 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 1000 kVA 20kV/ 400V

Transformator 3 Phasa 1250 kVA; 20kV/400V

Transformator 3 Phasa 1500 kVA; 20kV/400V

Transformator 3 Phasa 1750 kVA; 20kV/400V

Transformator 3 Phasa 2000 kVA; 20kV/400V

Transformator 3 Phasa 2500 kVA; 20kV/400V

Transformator 3 Phasa 3150 kVA; 20kV/400V

Bila konsumen industri berencana menggunakan daya listrik yang cukup besar lagi dari daya yang sudah terpasang,
maka mereka cukup mengganti kapasitas trafo digardu induk (GI) mereka sesuai kapasitas fedder yang digunakan, atau
menambah unit cubicle dan trafo lagi sesuai kapasitas beban listrik yang disediakan PLN.
Setelah mengetahui urutan daya listrik yang ada di Indonesia, mari kita cermati dan simpulkan mengenai daya kVar yang
sebaiknya terpasang untuk meperbaiki COS phi yang ada. Klik disini untuk memulai membuat sendiri sebuah panel
kapasitor bank dengan RVC ABB.

I. TABEL PRAKTIS UNTUK MENENTUKAN JENIS & PENAMPANG INTI KABEL SERTA
PENGAMAN SESUAI TEGANGAN DAN DAYA BEBAN LISTRIK SUMBER TIGA FASA VL- L 380 VOLT
Nilai Rata2
untuk motor

Tegangan
Daya listrik
Daya kuda

V
KW
PK

Start Y -
f = 50 Hz
Arus nom.
Kabel Tanah
Kabel
PVC/karet
Amankan dgn

Amp
MM2
MM2
Amp

380
380
0,37
74
0,5
100
0,9
143
2,5
95
1,5
95

380 380 380 380 380 380 380 380 380 380 380 380
0,74 1,1

1,5

2,2

3,7

5,5

7,4

7,5

10

9,2

11

12,5 15

15
20

380 380 380 380 380 380 380 380 380

18,5 22
25

30

25

29

34

37

40

40

50

44

1,8

2,5

3,4

5,1

6,7

8,1

11,8 15,9 18,7 22,9 31,3 38,6 43,5 49,5 58

2,5

2,5

2,5 2,5

2,5

2,5

2,5

2,5

10

10

16

16

25

35

35

50

50

70

70

1,5

1,5

1,5 1,5

1,5

1,5

2,5

10

16

16

16

16

25

35

35

50

50

70

70

90

70

103

80

66

1,5

83

60

59

76

55

52

90

116 130

Kekuatan Arus
max dalam
hantaran
tembaga dengan
isolasi
karet/PVC

Penampang

MM2

4
4
160 200
0,5 0,75

1,5

2,5

Arus max

Amp

11 14

20

25

31

43

75

100 125

Amankan dgn

Amp

15

20

25

35

60

80

10

10

10

15

20

25

10

16

25

35

50

50

35

50

70

60

60

80

100 100

125 125 160

95

120 150 185

240 300

160 200 240

280 325 380

450 525

100 125 160 200

225 250 300 350 400

II. TABEL PRAKTIS UNTUK MENENTUKAN JENIS & PENAMPANG INTI KABEL SERTA
PENGAMAN SESUAI TEGANGAN DAN DAYA BEBAN LISTRIK SUMBER TIGA FASA VL- L 220 VOLT
Nilai rata2 untuk
Motor

Tegangan
Daya listrik
Daya kuda

V
KW
PK

Penampang :
1 Kawat

MM2
Amp

220 220 220


220
0,37 0,74 1,1
74
0,5
1
1,5
90 100
1,7 3,1 4,4
245
2,5 2,5 2,5
185
1,5 1,5 1,5
185
4
6
6
300
1,5 2,5
31 41

2 Kawat

Amp

25

Start Y -
f = 50 Hz
Arus nom.
Kabel Tanah
Kabel
PVC/karet
Amankan dgn

Kekuatan Arus
max untuk
Kabel Tanah
sampai 1000
volt dalam

Amp
MM2
MM2
Amp

33

220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220 220
1,5

2,2

5,8

8,8

11,6 13,9 20,4 27,4 32,5 39,5 54

2,5

2,5

2,5

10

16

25

25

35

35

50

70

70

95

120 150

150

1,5

1,5

2,5

10

16

16 25

25

35

35

50

70

70

95

120 150

150

16

20

25

35

50

60 80

80 100

160 200 225 250

250

10

10

3,7
4

5,5
7,5

7,4

9,2 11

15

10 12,5 15

4
55

6
70

10
95

16 25 35
130 170 210

42

53

70

95 125 150

20

18,5 22
25
66

30
75

25
34

29
40

37
50

55

44
60

52
70

59

100 125 160

405 407 530

66

80

85 100 129 140 153 178 200

50 70 95 120 150 185 240 300


260 320 385 450 510 575 670 760
190 230 275 315 360

40

220

tanah

3 dan 4 kawat

Amp

22

29

37

47

65

85 110 135

165 200 240 280 315

360 420 475

ELECTRICAL CHARACTERISTICS
Resistance at
No. Of
Cores

(x)
2

Size

Conductor

200 C
Insulation

DC
Calculated
mm2
1.5
2.5
4
6
10
16
25
35
50
70

Ohm/km
12.1
7.28
4.56
3.03
1.81
1.14
0.74
0.524
0.387
0.268

M.Ohm.k
m
62
57
52
44
36
26
26
22
22
19

Current Carrying
Capacity
Inground
In air
300
300 C
C

Reactance per
Conductor ( XL )

Short Circuit
Current at 1 sec

Ohm/km

kA

27
36
47
59
78
102
134
160
187
230

21
29
38
48
66
90
120
150
180
230

0.108
0.104
0.100
0.094
0.088
0.083
0.080
0.077
0.077
0.074

0.17
0.29
0.46
0.7
1.16
1.86
2.91
4.07
5.81
8.14

Test
Voltage

kV/10
min
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4

95
120
150

0.193
0.153
0.124

18
16
16

280
320
355

275
320
375

0.074
0.072
0.072

11.05
13.95
17.44

4
4
4

ELECTRICAL CHARACTERISTICS
Resistance at
No. Of
Cores

20

Current Carrying
Capacity

Size
Conductor
DC
Calculated

Insulation

Inground
0

30

Reactance per
Conductor
(XL)

Short
Circuit
Current at
1 sec

Test
Voltage

In air
300 C

(x)

mm2

Ohm/km

M.Ohm.km

Ohm/km

kA

kV/10 min

1.5
2.5
4
6
10
16
25
35

12.1
7.28
4.56
3.03
1.81
1.14
0.74
0.524

62
57
52
44
36
26
26
22

24
32
41
52
69
89
116
138

18
25
34
44
60
80
105
130

0.115
0.110
0.107
0.100
0.094
0.090
0.086
0.083

0.17
0.29
0.46
0.70
1.16
1.86
2.91
4.07

4
4
4
4
4
4
4
4

50
70
95
120
150
185
240
300

0.387
0.268
0.193
0.153
0.124
0.0991
0.0754
0.0601

22
19
18
16
16
16
16
14

165
205
245
280
315
355
415
469

160
200
245
285
325
370
435
500

0.083
0.082
0.082
0.080
0.080
0.080
0.079
0.079

5.81
8.11
11.05
13.95
17.44
21.51
27.91
34.88

4
4
4
4
4
4
4
4