Anda di halaman 1dari 22

Laporan kasus

SINDROMA NEFROTIK

Sahid P. Zein Tuharea


10542 0221 10
Pembimbing
Dr. Adnan Ibrahim, SpPD

Pendahuluan
Sindrom nefrotik (SN) merupakan salah satu manifestasi
klinis glomerulonephritis (GN) ditandai dengan edema
anasarka,
proteinuria
massif

3,5
g/hari,
hipoalbuminemia <3,5 g/dl, hiperkolesterolemia, dan
lipiduria.
SN dapat terjadi pada
semua
usia,
dengan
perbandingan pria dan wanita 1:1 pada orang dewasa.
SN terbagi menjadi SN primer yang tidak diketahui
kausanya dan SN sekunder yang dapat disebabkan oleh
infeksi, penyakit sistemik, metabolik, obat-obatan, dan
lain-lain
Sindrom nefrotik pada anak-anak lebih sering
disebabkan
oleh
penyakit
glomerulus
primer,
sedangkan
pada
orang
dewasa
paling
sering
disebabkan oleh gangguan sistemik

ANATOMI DAN FISIOLOGI

ETIOLOGI
1. Glomerulonephritis primer :
. GN lesi minimal (GNLM)
. Glomerulosklerosis fokal (GFS)
. GN membranosa (GNMN)
. GN membranoproliferatif (GNMP)
. GN proliferative lain
2. Glomerulonephritis sekunder :
.Infeksi : HIV, Hepatitis virus B dan C, sifilis, malaria dll
.Keganasan : adenokarsinoma paru, kolon, renal dll
.Efek obat dan toksin : OAINS, Kaptopril, heroin, air
raksa dll
.Lain-lain : DM, pre eklamsia, refluks vesiko ureter dll.

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS
EDEMA
(PERI
ORBITAL,
EFUSI
KEDUA PERICARD
TUNGKAI,
, EFUSI
ASCITES,
PLEURA
GENITAL)

LELAH

BERAT
BADAN
MENINGK
AT

KRITERIA DIAGNOSIS
Proteinuria massif >3-3.5 g/24
jam atau rasio
protein:kreatinin urin spot
>300-350 mg/mmol.
Manifestasi klinis edema
perifer.
Hiperlipidemia
Kolesterol total( >10mmol/l)5

PEMERIKSAAN PENUNJANG
URINALISIS
SEDIMEN URIN
PENGUKURAN PROTEIN URIN
USG RENAL
BIOPSI GINJAL
DARAH

PENATALAKSANAAN
Diet rendah garam
restriksi intake cairan (<1,5 liter per hari).
Diuretik : - furosemid (80-120mg)
- bumetanide
ACE Inhibitors: enalapril (Vasotec) 2,5-20
mg per hari
Albumin
Kortikosteroid : prednison/metilprednisolon
1-1,5 mg/kg berat badan/hari selama 4 8
minggu diikuti 1 mg/kg berat badan selang 1
hari selama 4-12 minggu, tapering di 4 bulan
berikutnya.

STATUS PASIEN
Identitas pasien
Nama : Tn. M
Umur : 56 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : PNS
Status : Menikah
Alamat : Bumi samata permai
Masuk RS : 16/9/2015
Rekam medis : 30 71 81
Anamnesis : Auto anamnesis

Keluhan Utama : Bengkak pada kedua kaki, scrotum


dan perut yang dialami 1 bulan yang lalu
Riwayat penyakit sekarang :
Sesak napas (+) terutama pada saat berbaring
Batuk (-)
Lutut terasa keram hingga ke ujung kaki
Nyeri lambung (+) tidak tembus ke belakang
Mual (+), Muntah (-)
Sendawa asam (+)
BAB tidak lancer sejak 3 hari yang lalu
BAK lancar

Riwayat penyakit dahulu : Hipertensi (+), DM (-), Kolesterol


(-), Asam Urat (+)
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada keluarga yang menderita seperti penderita
Riwayat pekerjaan
Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pemeriksaan Umum
Kesadaran
: KomposMentis
Keadaan Umum
: Tampak sedang sakit
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 100x/menit
Pernapasan : 30/menit
Suhu
: 35,3C

Pemeriksaan Fisik
Kepala
Mata : Anemis (-), Ikterik (-), Pupil bulat, isokor,
reflex cahaya (+/+)
Toraks
Inspeksi : bentuk dan gerakan dada kanan = kiri
Palpasi : fokal fremitus kiri dan kanan sama
Perkus : sonor
Auskultasi : Vesikuler, Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)

Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat


Palpasi : iktus kordis teraba di RIC V LMC
Perkusi : batas jantung kanan : Linea sternalis dekstra RIC V
Batas jantung kiri : 2 jari lateral LMC sistra RIC V
Auscultasi : suara jantung normal, Bising (-)
Abdomen :
Inspeksi : Ascites (+), Venektasi (-)
Palpasi : perut supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak
teraba
Perkusi : Pekak
Auskultasi : Peristaltik Normal
Ekstremitas
Akral Hangat, Udem (+)

RESUME
Tn M, laki-laki umur 56 datang dengan keluhan bengkak
pada kedua kaki, scrotum, perut. Awalnya Bengkak pada
kaki kemudian perlahan-lahan menuju ke scrotum dan
perut. Bengkak pada kaki dialami 3 bulan yang lalu,
scrotum dan perut 1 bulan yang lalu. Pasien juga
mengeluh terasa Sesak terutama pada saat berbaring.
Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri uluhati tapi tidak
tembus ke belakang, terasa mual namun tidak muntah,
sendawa asam, dan nafsu makan menurun. Keluhan lain
yang dirasakan pasien terasa keram pada lutut hingga ke
ujung kaki. Buang air besar tidak lancar sudah 3 hari.
Buang air kecil baik. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan
asam urat. Dari hasil pemeriksaan fisis didapatkan tekanan
darah 110/70 mmHg, nadi 100x/menit, pernapasan
30x/menit, dan suhu 35,3C. edema pada kaki, scrotum
dan perut. Shifting dullness (+).

FOLLOW UP

Pembahasan
Sindroma
nefrotik
merupakan
penyakit
dengan
kumpulan
gejala
edema,
hiperkolesterolemia, hipoalbuminemia, dan
proteinuria. Penyebabnya dapat berupa
bawaan, sekunder, maupun idiopatik.
Proteinuria (albuminuria) masif merupakan
penyebab utama terjadinya sindrom nefrotik,
namun penyebab terjadinya proteinuria
belum diketahui benar. Salah satu teori yang
dapat menjelaskan adalah hilangnya muatan
negatif yang biasanya terdapat di sepanjang
endotel kapiler glomerulus dan membran
basal.

Hilangnya
muatan
negatif
tersebut
menyebabkan albumin yang bermuatan
negatif tertarik keluar menembus sawar
kapiler
glomerulus.
Hipoalbuminemia
merupakan akibat utama dari proteinuria
yang hebat. Sebab muncul akibat rendahnya
kadar albumin serum yang menyebabkan
turunnya tekanan onkotik plasma dengan
konsekuensi
terjadi
ekstravasasi
cairan
plasma ke ruang interstitial.
Hiperlipidemia muncul akibat penurunan
tekanan onkotik, disertai pula oleh penurunan
aktivitas degradasi lemak karena hilangnya aglikoprotein sebagai perangsang lipase.

TERIMA KASIH