Anda di halaman 1dari 20

PENATALAKSANAAN URTIKARIA PADA ANAK

Disusun Oleh:
FADHLAN (10542007509)
AFDILAH MUTIANGGRISNY (10542017010)
ARHAMI AWAL (10542018410)
RIZKI AMALIA SAPUTRI (10542019210)
ANDI WISDAWATI (10542020510)

Pembimbing:
dr. Wiwiek Dewiyanti Habar, Sp.KK., M.Kes.

Management of urticaria in children


Kiran Godse, Harsh Tahiliani, Manjyot Gautam, Sharmila Patil,
Nitin Nadkarni
Department of Dermatology, Dr. D. Y. Patil Hospital, Nerul, Navi
Mumbai, Maharashtra, India

DIPRESENTASIKAN OLEH:
FADHLAN (10542007509)
AFDILAH MUTIANGGRISNY (10542017010)
ARHAMI AWAL (10542018410)
RIZKI AMALIA SAPUTRI (10542019210)
ANDI WISDAWATI (10542020510)
BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT & KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2015

Definisi
Urtikaria merupakan lesi atau
angioedema. Terdiri atas
pembengkakan, pruritus atau
sensasi terbakar. Menghilang
dalam waktu maksimal 24 jam
tanpa lesi sisa. Angioedema
ditandai dengan
pembengkakan bawah dermis
dan subkutis ditandai dengan
rasa kesemutan atau sakit.
Penyembuhannya hingga 72
jam.

Patogenesis
Aktivasi dan
degranulasi
basofil dan sel
mast

Histam
in

Klasifikasi

Urtikaria Akut Spontan


Berlangsung < 6
minggu

Faktor Pencetus:
Infeksi

Infeksi
Infeksi
Infeksi
Infeksi

Urtikaria Kronik Spontan


Berlangsung > 6
minggu

Autoim
un
Tiroid

Infeksi

Autoimun Tiroid

Hipersensitivitas Makanan

Urtikaria kronik sangat jarang


tapi juga telah dilaporkan
terdapat keganasan
pada anak.

Urtikaria Fisik
Dermograpik Urtikaria
Hal ini ditimbulkan oleh gesekan
mekanis seperti menggosok dan
menggaruk yang cepat dapat
menginduksi lesi, namun tanpa
disertai angioedema.
Khakoo dkk. Mempelajari induksi
urtikaria pada anak, dan
menghasilkan dermograpik urtikaria
didiagnosis pada 38% pasien

Dingin (benda, udara, cairan) menginduksi


timbulnya urtikaria. Ini mungkin idiopatik atau
infeksi sekunder akibat (virus) atau
cryoglobulinemia
Anafilaksis akibat paparan dingin dilaporkan
hingga 50% kasus
Menghindari rangsangan fisik sangat penting
seperti menghindari pakaian ketat atau wol,
kegiatan air, makanan dingin, minuman, es
krim tergantung pada jenis urtikaria fisik yang
dicurigai.

Ditimbulkan oleh
kontak dengan air
tanpa pengaruh suhu,
dan hal ini sangatlah
jarang.

Hipersensitivitas
terhadap
protein
eksogen dan bahan
kimia. Urtikaria oral
dan
perioral.
Reaktivitas
silang
terhadap serbuk sari.

Hal ini terjadi dalam


beberapa menit
setelah peningkatan
suhu tubuh. Lesi
biasanya berukuran
kurang dari 5 mm.

peningkatan aktif
suhu tubuh karena
proses aktif seperti
berolahraga.

Penatalaksanaan
Identifikasi

Generasi pertama H1 antihistamin


seperti hydroxizine,diphenhydramine
dan klorfeniramin juga telah
digunakan.
Efek samping: paradoxical excitement, mudah
marah dan hiperaktif pada bayi dan balita.
Pada anak terjadi penurunan kewaspadaan
dan memori, serta perubahan perilaku.

Pada Urtikaria kronik, antagonis


leukotrien seperti montelukast telah
digunakan dalam kombinasi dengan
antihistamin. Keduanya tidak
efektif sebagai mono terapi untuk
urtikaria, dan studi lebih lanjut
diperlukan untuk mengevaluasi
efektifvitas ketika digunakan dalam
kombinasi dengan antihistamin.

H2 blocker seperti ranitidine bersama


dengan H1 antihistamin juga telah
digunakan dalam urtikaria masa refrakter
kronis.
Pilihan pengobatan lain untuk urtikaria
refrakter kronis pada anak termasuk
methotrexate, siklosporin,
immunoglobulin atau omalizumab. Ada
laporan kasus di mana obat ini telah
digunakan

Kortikosteroid oral dapat


memberikan pemulihan gejala pada
urtikaria. Karena efek samping
terkait dengan penggunaan
kortikosteroid jangka panjang, obat
ini harus dihindari dalam urtikaria
kronis. Namun, obat ini dapat
digunakan dalam urtikaria akut untuk
waktu singkat.