Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS PEWARNA MAKANAN DENGAN

KROMATOGRAFI KERTAS

A. Tujuan
Menentukan jenis zat pewarna yang digunakan pada suatu produk makanan.
B. Prinsip
Nilai

Rf

merupakan

sifat

karakteristik

dari

senyawa,

sehingga

dengan

membandingkan nilai Rf komponen suatu campuran dengan suatu senyawa yang telah
diketahui maka jenis senyawa pada campuran dapat ditentukan.
C. Cara kerja
a. Pembuatan cuplikan
Dipakai makanan berwarna, misalnya permen berwarna mencolok.
1. Disiapkan dropped plate berisi air. Dilarutkan pewarna (permen) ke dalam air
dalam dropped plate.
2. Dipisahkan sisa permen dari larutan yang cukup pekat mengandung zat pewarna.
b. Pembuatan kromatogram
1. Dibuat garis awal kromatografi pada kira-kira 1,5 cm dari ujung kertas.
2. Ditotolkan zat pewarna yang akan dikromatografikan dengan pipa kapiler/tusuk
gigi pada garis awal kromatografi (noda berupa titik), dibiarkan beberapa saat
hingga kering.
3. Kertas yang mengandung cuplikan dimasukkan dalam satu bejana yang berisi fase
gerak, noda jangan sampai tercelup dalam fase gerak. Bejana ditutup dengan gelas
arloji.
4. Kertas diambil dari bejana (setelah fase gerak naik sampai 1cm dari ujung
kertas). Fase gerak dan noda-noda diberi tanda batas dengan pensil dan dibiarkan
kering.
5. Jenis pewarna dalam makanan ditentukan dengan membandingkan (harga Rf) zat
warna dari sampel dan zat pewarna yang telah diketahui (standar).

D. Hasil dan Perhitungan


a. Hasil praktikum

CC; Standar;MM

CC; Standar;MM

Etanol 96 %

NaCl

b. Perhitungan
1. Pelarut etanol 96 %
Sampel MM (warna coklat)
Rf (warna pink)

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

1 .8
5.7

0,3158

Sampel CC (warna merah)


Rf (warna pink)

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

2.5
5.7 =

0,4386

Standar pewarna makanan (warna coklat)


jarak yang ditempuh komponen
Rf (warna kuning) =
jarak yang ditempuh pelarut

Rf (warna pink)

Rf (warna biru)

2.4
5.7 =

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

2.8
5.7 =

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

4,7
5.7 =

2. Pelarut NaCl
Sampel MM (warna cokklat)

0,4211

0,4912

0,8246

Rf (warna pink)

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

0.5
5.5 =

Rf (warna kuning) =

Rf (warna biru)

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

1.2
5.5 =

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

2.5
5.5 =

0,2182

0,4545

Sampel CC (warna merah)


Rf (warna pink)

0,0909

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

0.6
5.5 =

0,1090

Standar pewarna makanan (warna coklat)


jarak yang ditempuh komponen
Rf (warna pink)
=
jarak yang ditempuh pelarut
=
Rf (warna kuning) =

Rf (warna biru)

0.4
5.5 =

0,0727

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

1.9
5.5 =

jarak yang ditempuh komponen


jarak yang ditempuh pelarut

3.5
5.5 =

0,3455

0,6363

E. Pembahasan
Praktikum kali ini berupa analisis kromatografi kertas untuk menentukan jenis zat
pewarna yang digunakan pada sampel makanan berupa permen warna warni. Permen
yang digunakan dalam percobaan ini adalah permen berwarna merah dan coklat. Eluen
(pelarut) yang digunakan adalah etanol 96 % dan NaCl. Fungsi dari eluen yaitu sebagai
fase gerak yang akan mengelusi sampel sehingga terjadi pemisahan. Fase diam yang

digunakan adalah kertas whatman (karena mempunyai pori - pori yang besar sehingga
noda dapat merembes dengan cepat dan teratur) dengan ukuran kertas saring 9.5x8 cm.
Ujung atas dan ujung bawah kertas diberi garis awal kromatografi menggunakan pensil
dikarenakan bahan pensil (grafit) tidak dapat bereaksi dengan pelarut (eluen) yang
digunakan. Kemudian dibuat tanda untuk meneteskan sampel dengan jarak antar sampel
2 cm. Pada saat praktikum, penetesan sampel dilakukan menggunakan tusuk gigi dan
fase diam berada dalam posisi mendatar kemudian noda dibiarkan mengering terlebih
dahulu sebelum dimasukan ke dalam gelas beaker. Penetesan noda yang terlalu banyak
harus dihindari, karena kelebihan setiap komponen akan menyebabkan tidak akan
tercapainya kesetimbangan partisi, sehingga akan mengakibatkan terjadinya kedudukan
atau lokasi yang kabur.
Kemudian kertas dimasukkan ke dalam gelas beaker. Sebelumnya, kertas saring
dibuat agar berbentuk melingkar agar tidak menyentuh dinding gelas. Jika kertas saring
menyentuh dinding gelas maka dapat mengghasilkan pemisahan yang tidak lurus.
Kemudian eluen dimasukkan ke dalam gelas beaker. Eluen tidak boleh membasahi garis
awal kromatografi agar sampel tidak larut ke arah bawah (karena gaya gravitasi). Dalam
praktikum ini, digunakan dua eluen dalam dua buah gelas beaker yang berbeda, yaitu
etanol 96 % dan NaCl. Setelah itu segera tutup dengan gelas arloji untuk memastikan
kondisi di dalam gelas beaker terjenuhkan oleh pelarut. Untuk mendapatkan kondisi ini,
dalam gelas kimia biasanya ditempatkan beberapa kertas saring yang terbasahi oleh
pelarut. Kondisi jenuh dalam gelas kimia dengan uap mencegah penguapan
pelarut.Tunggu hingga eluen mencapai 1cm dari ujung atas kertas, kemudian angkat
kertas dan batas eluennya diberi tanda menggunakan pensil. Setelah itu kertas saring
dikeringkan dan dihitung Rf-nya.
Dari hasil percobaan diperoleh data pemisahan berikut ini :
No
1
2
3
4

Sampel
CC (merah)
MM (coklat)
CC (merah)
MM (merah)

Hasil (Rf)
Pelarut
Pink (0,4386)
Etanol
Pink (0,3158)
Etanol
Pink (0,1090)
NaCl
Pink (0,0909)
NaCl
Kuning (0,2182)
Biru (0,4545)
Warna-warna tersebut dapat terurai karena larutan beserta komponen-komponen warna
bergerak ke atas kertas saring yang dipengaruhi oleh adanya gaya kapiler melalui poripori kertas saring yang dipengaruhi oleh daya tahan fase tetap sehingga memiliki jarak
resapan yang berbeda-beda. Selain itu, bagian-bagian yang mudah terdistribusi dalam air

akan mudah terabsorbsi oleh kertas dan perjalanannya lebih pendek. Sebaliknya, bagianbagian yang tidak mudah terdistribusi, perjalanannya lebih panjang atau jauh. Ini yang
mengakibatkan harga Rf berbeda-beda.

F. Kesimpulan
Hasil percobaan analisis kromatografi kertas pada sampel permen warna coklat (MM)
dan permen warna merah (CC) dengan standar pewarna makanan coklat menunjukkan
bahwa pada masing-masing Rf sampel tidak ada yang sama dengan standar.
G. Daftar pustaka
http://dcycheesadonna.wordpress.com/2012/12/15/kromatografi-kertas/
http://bhajaboounu.blogspot.com/2013/05/laporan-praktikum-kimia-analitik.html
http://yuliassofie.blogspot.com/2012/11/analisis-pewarna-dengan-kromatografi.html
(diakses pada 25 Agustus 2014)

Guru Pembimbing

Panjatan, 28 Agustus 2014


Praktikan

Muh Baldat
Karera Meyda