Anda di halaman 1dari 9

BERFIKIR CERDAS DALAM PEMILIHAN BATU BATA SEBAGAI PELINDUNG

BANGUANAN

Oleh :
Riza Resa Adi Pratama
151903103005

ABSTRAK

Dalam segala hal yang berhubungan dengan pembangunan tentunya dinding merupakan
factor utama kokohnya suatu bangunan. Perencanaan dinding pada bahan bangunan tentunya
berbeda-beda sesuai dengan bangunan apa yang akan kita kerjakan. Dengan ini kita dapat
mengurangi pengeluaran kita sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan. Pada
zaman modern ini bahan baku dinding terutama batu bata sudah sangat berfariasi seperti Batako
Putih (Trans), Batako Pres, Bataton, Batu Bata Merah, dan Bata Ringan.
Ada berbagai penjelasan mengenai macam-macam batu bata untuk bahan baku utama
dinding namun pada artikel ini membahas tentang kekurangan dan kelebihan serta cara supaya
lebih ekonomis. Bila ditinjau dari segi popular dan ekonomis Batu bata merah adalah batu bata
yang sangat sering digunakan pada pembangunan dinding tetapi kuatannya sangat rentan dan
sedikit mudah rapuh. Tetapi jika ditinjau dari segi kualitas batako lah yang paling kuat
disbanding macam-macam batu bata diatas tetapi kelemahnnya batako ini sangat mahal jika
dibutuhkan dalam jumlah yang banyak maka banyak pula pengeluaran dananya karena bahan
baku batako adalah beton hal ini yang mengakibatkan batako sangatlah mahal.

I.

PENDAHULUAN

Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area.
Umumnya, dinding membatasi suatu bangunandan menyokong struktur lainnya, membatasi
ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau membatasi suatu ruang di
alam terbuka. Tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas
(boundary), serta dinding penahan (retaining).
Dinding bangunan memiliki dua fungsi utama, yaitu menyokong atap dan langit-langit,
membagi ruangan, serta melindungi terhadap intrusi dan cuaca. Dinding pembatas mencakup
dinding privasi, dinding penanda batas, serta dinding kota. Dinding jenis ini kadang sulit

dibedakan dengan pagar. Dinding penahan berfungsi sebagai penghadang gerakan tanah, batuan,
atau air dan dapat berupa bagian eksternal ataupun internal suatu bangunan.

II.

LATAR BELAKANG

Mulai abad 20an ini banyak bangunan yang pastinya membutuhkan efisiensi dari segi
keuangan dan kualitas dalam membuat bangunan. Permintaan yang mendorong seorang engineer
dalam melaksanakan hal itu supaya bangunan lebih ekonomis dengan kualitas yang sangat
tinggi. Terutama dalam membuat dinding seorang engineer harus memikirkan matang-matang
hal ini. Dalam merencanakan sebuah bangunan perlu adanya pemahaman khusus tentang
dinding.
Pondasi hanya sebagai penyokong sudut-sudut suatu bangunan sedangankan dinding,
dindinglah yang menyelimuti atau menutupi sebuah bangunan itu sendiri. Jika tidak ada dinding
maka suatu banguan tersebut tidak bisa terlindung dari cuaca buruk. Berbeda batu bata-berbeda
pula kualitas dan harga dinding yang akan dibuat. Maka tentu sangat penting pemilihan batu bata
yang tepat untuk sebuah bangunan agar berkualitas dan ekonomis.

III.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud Batako Putih (Trans), Batako Pres, Bataton, Batu Bata Merah, dan
Bata Ringan ?
2. Apa kekurangan dan kelebihan Batako Putih (Trans), Batako Pres, Bataton, Batu Bata
Merah, dan Bata Ringan ?
3. Bagaimana cara memasang dinding supa terlihan menyatu dengan banguan ?
IV.

TUJUAN PENELITIAN

1. Mengetahui apa yang dimaksud Batako Putih (Trans), Batako Pres, Bataton, Batu Bata
Merah, dan Bata Ringan ?
2. Mengetahui Apa kekurangan dan kelebihan Batako Putih (Trans), Batako Pres, Bataton,
Batu Bata Merah, dan Bata Ringan ?
3. Mengetahui Bagaimana cara memasang dinding supa terlihan menyatu dengan banguan ?
4. Bagaimana memilih batu bata supaya berkualitas dan ekonomis ?

V.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah diskripsi kualitatif, yaitu penelitian yang
menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang.
Pengumpulan data dimulai dengan penentuan bahan dan tempat yang akan disurvei serta
penentuan informan yang sesuai dibidangnya. Sebelum memulai wawancara peneliti
memperkenalkan diri terlabih dahulu dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian.
Selanjutnya peneliti menggunakan metode observasi, yaitu peneliti melakukan observasi
langsung. Observasi dilakukan guna melihat langsung objek yang akan ditleiti.

VI.

PEMBAHASAN

a. Batako putih (Trans)


Batako putih adalah material dinding yang umumnya dibuat dari campuran semen dan
pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari
campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen,
pasir dan batubara.
Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu
dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari
pelapukan batu-batu gunung berapi.

Umumnya memiliki ukuran panjang 2530 cm, tebal 810 cm, dan tinggi 1418 cm.
Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
Batako tras = 25 buah
Semen = 0,215 sak
Pasir ayak (pasir pasang) = 0,025 m3
Kelebihan dinding batako putih:
1.
Pemasangan relatif lebih cepat.
2.
Harga relatif murah.
Kekurangan dinding batako putih:
1.
Rapuh dan mudah pecah.
2.
Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
3.
Dinding mudah retak.
4.
Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, antara 7,5-9 m2.

b. Batako pres adalah Batako yang bersal dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu.
Batako ini kadang juga disebut batako PC

Ada yang dibuat secara manual / cetakan serta dikerjakan dengan cara manual atau
menggunakan tangan manusia, tetapi sekarang banyak juga yang menggunakan mesin
cetakan yang dapat mengghasil kualitas dan kuantitas yang lebih baik dan banyak.
Perbedaan antara Batako PC yang dikerjakan secara manual dengan yang dikerjakan
secara mekanisasi mesin cetak bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya.
Batako Semen PC umumnya memiliki ukuran panjang 36-40 cm, tebal 810 cm, dan
tinggi 18-20 cm.
Analisa Kebutuhan Batako Semen PC untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira
membutuhkan:
a. Batako pres = 15 buah
b. Semen PC = 0,125 sak
c. Pasir ayak (pasir pasang} = 0,015 m3
Kelebihan dinding batako pres:
1.
Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
2.
Pemasangan lebih cepat.
3.
Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12 m2.
Kekurangan dinding batako pres:
1.
Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras.
2.
Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
3.
Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya

c. Babaton adalah batu bata yang terbuat dari Blok Beton Ringan terbuat dari campuran
semen, agregat, pasir, kerikil, air dan bahan khusus lain. Bahan-bahan ini dicetak dalam
berbagai bentuk yang kemudian disebuat sebagai bataton. Bentuk-bentuk bataton ini
menyisakan rongga pada bagian dalamnya.Rongganya bisa diisi baja untuk tiang kolom,
juga bisa sebagai jalur pipa air dan kabel listrik, blok beton berprofil H untuk dinding,
bataton profil U untuk balok pengikat fondasi (sloof ), dan balok pengaku (ringbalk ),
serta bataton bentuk kolom. Sedangkan bataton balok, rooster , dan lengkung menjadi
material pendukung elemen rumah.
Rongga pada bataton dapat berperan juga sebagai isolator panas. Rongga tersebut
dapat menangkap rambatan radiasi panas pada dinding akibat terpapar terik matahari.
Dengan begitu, suhu radiasi panas pada dinding tak seluruhnya merembes sampai ke
dalam ruangan.
Daya tarik lain dari bataton adalah proses konstruksinya lebih ekonomis jika
dibandingkan bata merah. Contohnya pembuatan dinding bata merah yang memerlukan
bingkai struktur (kolom praktis, sloof , dan ringbalk ), yang harus menggunakan cetakan
(bekisting ). Selain menunggu masa keras beton, bekisting pada bingkai struktur dinding
tadi harus dilepas. Untuk pemasangannya, minimal satu hari, dicor, besok dilepas, baru
dipasang lagi. Kalau pakai blok beton cukup dalam satu hari, dapat diisi tulangan besi,
lalu bisa ditaruh pada atasnya. Tidak perlu menggunakan bekisting. Jadi hemat kayu,
waktu dan tenaga. Konstruksi jadi lebih ekonomis.

d. Batu bata merah adalah batu pada yang cara pembuatannya dengan Batu bata merah
dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa
digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.
Umumnya memiliki ukuran:
panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm.
Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).
Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir
ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran
semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus
kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
Kelebihan dinding bata merah:
1.
Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan.
2.
Keretakan relatif jarang terjadi.
3.
Kuat dan tahan lama.
4.
Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2.
Kekurangan dinding bata merah:
1.
Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya.
2.
Biaya lebih tinggi.

e. Bata Ringan : Bata Ringan ada type yaitu Bata Ringan CLC (Celullar Lightweight
Concrete) dan Bata Ringan AAC ( Autoclaved Aerated Concrete)
Bata Ringan CLC :
bahan material dinding Bata Ringan CLC menggunakan teknologi busa (mikrobuble)
yang dihasilkan mesin foam generator dengan menggunakan bahan baku foam agen yang
diencerkan dengan air. Foam ini dicampurkan ke dalam adonan semen pasir dengan
menggunakan mesin pengaduk atau mixer.Pengeringan dilakukan dengan dianginanginkan selama kurang lebih 10 jam untuk bias dikeluarkan dari cetakan atau moulding
bata lalu disimpan di tempat pengerasan (curring area). Bata Ringan CLC ini dapat
digunakan setelah melalui proses pengeringan dan pengerasan selama 20 hari.
Ukuran : Panjang 60 cm, Lebar 20 cm, tebal 7,5 cm; 10cm
Berat rata-rata 6-7 kg/biji
Bata Ringan AAC:
Seperti halnya bata ringan CLC, bahan material dinding ringan AAC ini menggunakan
teknologi busa (mikrobuble) tetapi bahan utamanya berbeda yaitu tidak mengguankan
pasir hitam biasa tetapi menggunakan pasir silica dengan menggunakan proses dry mill
sehingga mempunyai tingkat butiran yang sangat halus dan kepadatan yang baik. Selain
berbeda bahan utamanya, proses pengeringan bata ringan AAC ini menggunakan
Autoclaved yang mempunyai tekanan suhu tinggi
Bata Ringan AAC dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan, halus, dan
memiliki tingkat kerataan yang baik.
Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan menggunakan semen
khusus. Bahan dasar acian/semen tersebut adalah pasir silika, semen, filler, dan zat aditif.

Untuk menggunakannya, semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga
menggunakan bahan seperti pemasangan batako.
Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 810 cm.
Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
Bata ringan AAC = 8 buah
Semen instan = 11,43 kg
Air = 0,150,16 liter

Kelebihan dinding bata ringan AAC:


1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
2. Pemasangan lebih cepat.
3. Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 912.
4. Ringan, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik.
Kekurangan dinding bata ringan AAC:
1. Harga relative lebih mahal.
2. Tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini.
3. Hanya toko material besar yang menjual dan penjualannya dalam jumlah m3.
CARA PEMASANGAN DINDING
Pemasangan bata sebagai dinding rumah merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan
perhatian terutama pada pekerjaan pasangan bata yang ditujukan untuk pembuatan dinding.
Dalam pemasangannya , disamping kerapian pekerjaan harus diperhatikan dari segi kekuatan ,
kelurusan pasangan, ketegakan dan pengaruh kesikuan terhadap ruangan dan yang perlu
diperhatikan juga adalah keamanan sewaktu pemasangan dan juga keefesienan pemakaian
material. Untuk mendapatkan hasil maksimal terhadap hal tersebut beberapa faktor yang harus
diperhatikan saat pelaksanaan pekerjaan pasangan bata adalah sebagai berikut :
A. Kwalitas Material
1.
Pastikan bata yang dipakai adalah bermutu baik, secara visual anda dapat lihat bata yang
bagus adalah berwarna coklat tua dan bata tidak cepat rapuh. Pastikan permukaan tidak
terlalu rapat karena akan menyulitkan penyerapan permukaan bata terhadap mortar sehingga
ikatan akan kurang baik.
2.
Batu bata kadang ditemukan dalam berbagai ukuran dan lebar yang tidak sama, baik
panjang, lebar dan ketebalan. Ukura batu bata yang anda miliki harus diperhatikan, jika
anda mendapatkan bata dari supplier yang berbeda dengan ukuran bata yang berbeda,
lakukan pemisahan pemasangan supaya pasangan bata kelihatan rapi .
3.
Sebelum dipasang lakukan pengecekan kekedapan air pada bata. Jika bata terlalu kering
lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit hingga tercapai jenuh permukaan kering pada
bata, hal ini dilakukan supaya tingkat penyerapan bata terhadap air campuran adukan/
mortar tidak terlalu cepat, karena pengeringan yang terlalu cepat mengakibatkan kekuatan

ikatan tidak baik. Jika bata dalam keadaan basah jangan terlalu dipaksakan untuk dipasang,
tunggu permukaan bata agak kering. Permukaan yang terlalu basah mengakibatkan bata
akan jenuh menyerap adukan mortar sehingga akan memungkinkan adukan akan meleleh
dan air semen akan terbuang dari pasangan. Dan jika bata terlalu kering maka akan
menimbulkan penyerapan yang terlalu cepat, yang akan menimbulakn pengikatan tidak
terlalu bagus.
4.
Lakukan penumpukan material batu bata dekat area dinding yang dipasangkan.
Penumpukan material tidak boleh terlalu jauh dan tidak terlalu dekat sehingga menyulitkan
pemasangan. Batu bata ditumpuk harus beraturan, supaya memudahkan pengambilan oleh
tukang pasang. Untuk pemotongan, harus disediakan satu orang khusus yang melakukan
pemotongan
5.
Pastikan adukan mortar menggunakan pasir yang baik dengan gradasi yang bagus. Pasir
juga dianjurkan tidak banyak mengadung butiran batu dan juga tidak banyak mengandung
lumpur. Pastikanpengadukan dilakukan dengan perbandingan campuran dengan seimbang
sesuai dengan yang diisyartakan. Biasanya campuran 1:3, 1:4 dan 1:5.
6.
Pembuatan adukan harus diperhatikan secar benar, jangan membuat aduakn dalam
volume yang terlalu banyak, maksudnya harus diseimbangkan antara volume adukan
dengan volume pemasangan . Jika volume adukan terlalu banyak, dikhawatirkan adukan/
mortar sempat mengering.
B. Kelengkapan Peralatan
1.
Pastikan anda mempunya semua perlatan yang dibutuhkan . Perlengakapan dari mulai
pengadukan, alat pasang, alat potong dan juga alat penghantar material harus tersedia
dengan jumlah yang cukup dan kondisi yang baik.
2.
Pastikan selalu tersedia benang tukang, paku dan waterpass, yang diperlukan untuk
pembuatan garis pandu dan pengecekan kelurusan dan ketegakan pasangan bata.
3.
Untuk posisi pemasangan dinding bata pada posisi yang sudah tinggi, harus disediakan
scafolding ataupun perancah kayu dipasang dalam kondisi kuat dan posisi yang tidak terlalu
jauh dengan dinding yang dipasang. Hindari pemasangan perancah yang bersingggungan
langsung dengan dinding yang baru dipasang karena dikhawatirkan bisa membuat pasangan
akan roboh / jatuh.
C. Pelaksanaan Pemasangan
1.
Chek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan dan chek kondisi pondasi
penempatan dinding apakah sudah kondisi baik.
2.
Kondisi pondasi/ sloof harus bersih dan mempunyai alur pengikatan antara sloof ke
pasangan bata. Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof harus dibersihkan supaya
pengikatan dinding dengan sloof terikat dengan baik. Demikian juga halnya pada kolom
harus dipastikan tersedia angkur untuk pengikatan ke dinding (biasanya angkur
menggunakan besi 10 mm yang ditanamkan ke kolom sewaktu pengecoran dan muncul
dengan panjang antara 15 20 cm).
3.
Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian lakukan pembuatan garis benang
pada bagian dinding yang akan dipasangkan. Untuk garis lurus secara horizontal dilakukan
pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata yang akan dipasang, dilakukan
dengan penarikan benang dari ujung ke ujung dinding. Untuk ketegakan dibuat garis tegak
lurus secara vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis vertical
dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu dikedua ujung dinding
yang akan dipasangkan .

4.

Jika benang horizontal pada pemasangan awal sudah terpasang. kemudain mulai
memasang bata pada kedua ujung bagian dinding yang akan dipasangkan , kemudian
dilanjutkan mulai satu demi satu hingga tercapai sambungan dari ujung keujung. Lakukan
pengecekan leveling diatas batu bata yang sudah terpasang dan pastikan semua pasangan
bata semuanya dalam keadan rata. Jika sudah rata maka ini adalah menjadi panduan untuk
memasang ketingakt berikutnya. Harus dipasikan ketebal mortar harus tetap sama dan
demikian juga pengisian mortar antar bata harus sama.
5.
Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk mendapatkan
kerataan dapat dilakukan dengan memukul ujung bata dengan pelan sampai bata tetap rata,
pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi adukan masih dalam keadaan basah. Jika
adukan/ mortar sudah kering maka mortar harus diambil dan diganti dengan adukan/mortar
baru.
6.
Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang adukan/mortar ada yang
berlebih atau sampai melelh hingga keluar dari sisi pinggir pasangan, jika itu terjadi adukan
berlebih harus segera di ratakan dengan menggunakan sendok semen supaya permukaan
tetap rata , jangan biarkan sempat mengering karena hal ini sangat mempengarui kerapian
dan kerataan dinding saat pelaksanaan plesteran.
7.
Setelah mendapatkan beberapa tingkatan pasangan bata yang sudah dipasangkan yang
telah terhubung dari ujung keujung bagian didnding ayng dipasangkan, anda kemudian
harus menarik garis horizontal dari ujung keujung pada garis vertical yang dibuat untuk
mendapatkan ketegakan dinding. Pemasangan benang horizontal dapat dilakuakn setiap 50
cm . Pastikan anda tetap memasangkan dalam 1 garis lurus sesuai denga benang yang
dipasangkan sehingga didapatkan ketegakan dinding yang baik dan kondisi pasangan tetap
rapi sampai posisi atas.
D. Pemeliharaan
1.
Jika pemasangan dinding sudah selesai sampai level yang diinginkan, pasangan harus
dipelihara dari benturan atau pembebanan sampai kondisi ikatan sudah benar benar kering.
2.
Jika ada bekas adukan/ mortar dibawah pasangan yang menumpuk harus segera
dibersihkan, jangan sampai mengering karena bisa menajdi pekerjaan tambahan saat
pelaksanaan pemasangan lantai.
3.
Jika pemasangan baru selesai dilakukan, anda perlu juga membuat pengaman atau tanda
supaya pasangan tersebut tidak disentuh atau di bentur oleh orang yang lewat.

KESIMPULAN

Dari segi biaya/cost (urutan atau peringkat dari yang murah ke yang mahal) :
Batako - Bata Merah - Bata Ringan CLC - Bata Ringan AAC
Dari segi ketersediaan barang : umumnya Batako dan Bata Merah yang lebih banyak dijumpai
Dari Segi kemudahan :
Pake Bata Ringan, penggunaan semen+Pasir lebih sedikit, krn permukaan bata ringan sudah
lebih halus drpd bata merah dan batako
Bata dan Batako, penggunaan semen+pasir lebih banyak, krn plasternya hrs tebel.
Dari segi Kekuatan :
Bata Ringan rasanya paling kuat
Dari segi Berat : paling ringan Bata ringan
Dari segi kecepatan konstruksi : penggunaan bata ringan lebih cepat , bisa hemat bayar biaya
tenaga tukang juga
Penjelasan tambahan untuk spesifikasi bata ringan AAC :
Bata ringan AAC sangat ringan dan kuat sebagai pengganti batu bata merah ataupun Batako.
Memberikan keakuratan, kekuatan, ekonomis, kemudahan dan kecepatan pemasangan, serta
kerapian dalam membangun rumah tinggal, gedung komersial, dan bangunan industri.
Panjang (l) (mm)
600
Tinggi (h) (mm)
200
Tebal (t) (mm)
75; 100; 125; 150; 175; 200
Berat jenis kering P (kg/m3)
500
3
Berat jenis kering P (kg/m )
575
Kuat tekan (N/mm2)
4,0
Konduktivitas Termis (W/mK) 0,16
Dimensi per palet (m)
1,00 x 1,20x 1,93
Tebal
mm 75
Volume / palet
m3 1,80
Jumlah Blok / palet
blok 200
3
Luas dinding /m
m2 13,33
Berat/ palet (termasuk palet)kg 1.059
Jumlah blok / m3
blok111,11

100
1,80
150
10,00
1.059
83,33

125
1,80
120
6,67
1.059
66,67

150
1,80
100
5,71
1,265
55,56

175
1,68
80

200
1,68
70
5,00
990
990
47,62 41,67

Beri Nilai