Anda di halaman 1dari 6

A.

Gambaran Umum Pasien


Nama
Umur
Jenis Kelamin
Tanggal Pengamatan
Agama
Alamat Pasien
Pekerjaan
Diagnosa Medis

: Ny. E
: 50 Tahun
: Perempuan
: 09/06/2016
: Islam
: Kampung Pulo RT 009 RW 01
: Ibu Rumah Tangga
: DM tipe II

B. Proses Asuhan Gizi Terstandar


1. Assesment
a. Data Antropometri Pasien
BB
TB
BBI

IMT

= 68 kg
= 154 cm
= (TB100) 10% (TB100)
= (154100) 10% (154100)
= 54 5,4
= 48.6 kg
= BB kg
=
68
= 28 kg/m2
2
2
(TB cm)
(2,37)
Tabel 1. Kategori Ambang Batas IMT untuk Indonesia

Kategori
IMT
BB Kurang
< 18,5
Normal
18,5 < 23
BB lebih
23 < 25
Obesitas Tingkat 1
25 30
Obesitas Tingkat 2
30
Penilaian : Status gizi pasien berdasarkan IMT menunjukkan kategori obesitas
tingkat 1.

b. Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Biokimia
Jenis

25/01/16
Keterangan
Nilai Rujukan
Pemeriksaan
GDS
441
Tinggi
< 140 mg/dL
Penilaian : Berdasarkan hasil laboratorium terakhir, gula darah sewaktu pasien
menunjukkan hasil gula darah yang tinggi, yaitu 441 mg/dL.

c. Klinik dan Fisik


1) Pemeriksaan Klinis Pasien
Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Klinis Pasien
Jenis Pemeriksaan
Hasil
Keterangan
Nilai Normal
Tekanan Darah
110/80
Normal
120/80 mmHg
Penilaian : Dari hasil pemeriksaan klinis dapat dilihat tekanan darah pasien
normal.
2) Pemeriksaan Fisik Pasien
Keadaan Umum : Pasien merasa pusing dan lemas.
d. Riwayat Makan Pasien (Dietery History)
Kegiatan sehari-hari pasien adalah ibu rumah tangga, pola makan
pasien suka mengkonsumsi minuman yang manisnya berlebih seperti
sering mengkonsumsi teh yaitu 2 kali sehari dengan gula pasir (sukrosa) 2
sendok makan dengan air 500 cc atau segelas sedang. Pasien juga kurang
suka dengan beras merah/nasi merah sehingga masih mengkonsumsi nasi
beras putih yang pulen.
Tabel 4. Hasil Recall 1 x 24 jam Pasien
Asupan
Kebutuhan
% Asupan
Kategori

Energi

Protein

Lemak

Karbohidrat

1611 kkal
1397.3 kkal
115.3%
Lebih

45 gr
52.4 gr
85.9%
Baik

31.9 gr
38.8 gr
82.2%
Baik

287.1 gr
209.6 gr
136.9%
Lebih

Tabel 5. Kategori Persen Asupan menurut WNPG tahun 2004


Kategori
Persen Asupan
Kurang
< 80%
Baik
80%-110%
Lebih
< 110 %
Sumber : WNPG, 2004
Penilaian : Berdasarkan hasil dari recall 1 x 24 jam didapatkan nilai asupan zat
gizi pasien menunjukkan bahwa rata-rata asupan energi dan karbohidrat lebih,
dengan asupan energi pasien 115.3% dan karbohidrat 136.9%. sedangkan untuk
asupan protein dan lemak pasien sudah termasuk kategori baik yaitu protein
85.9% dan lemak 82.2%.
e. Riwayat Personal Pasien
2

1)
2)
3)
4)
No
1.

Riwayat Penyakit Sekarang


: DM tipe 2 dengan ketosis.
Riwayat Penyakit Keluarga
: DM, Hipertensi
Aktifits Fisik
: Ibu Rumah Tangga
Riwayat Obat
Tabel 6. Daftar Obat yang Dikonsumsi Pasien

Obat-obatan
Metformin

Indikasi
Pengobatan DM

Interaksi Obat dan Makanan


Obat baik dikonsumsi sesaat
sebelum makan, bersamaan
saat makan atau sesaat setelah
makan untuk mengoptimalkan

2.

Vitanorm

fungsi kerja obat


Membantu memelihara Tidak ada
kesehatan fungsi mata

Diagnosa Gizi
1. Domain Intake
(NI.5.8.2) Kelebihan asupan karbohidrat berkaitan dengan seringnya
meminum teh dengan gula pasie (sukrosa) berlebih dan mengkonsumsi
nasi beras putih pulen ditandai dengan karbohidrat 136.9%.
2. Domain Klinis
(NC.2.2) Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan
adanya penyakit diabetes mellitus ditandai dengan nilai GDS 441 mg/dL
3. Domain Behavior
(NB.1.3) Ketidaksiapan untuk menjalankan diet berkaitan dengan
kurangnya motivasai ditandai dengan masih seringnya meminum teh
dengan gula yang berlebih.
(NB.1.7) Pemilihan makan yang salah berkaitan dengan masalah ekonomi
ditandai dengan seringnya meminum teh dengan menggunakan gula pasir
(sukrosa)/ tidak dengan gula khusus.
Intervensi Gizi
1. Tujuan Diet
a. Menurunkan kadar glukosa darah dalam batas normal
b. Memenuhi kebutuhan sehari untuk energi, protein, lemak dan
karbohidrat untuk menghindari malnutrisi.
3

2. Syarat Diet
a. Energi diberikan sesuai kebutuhan
b. Protein tinggi, 15% dari kebutuhan sehari
c. Lemak cukup, 25% dari kebutuhan sehari
d. Karbohidrat cukup, 60% dari kebutuhan sehari
e. Tingkatkan asupan serat sesuai AKG
f. Tidak menggunakan sukrosa pada pengolahan makanan
g. Berikan porsi kecil tapi sering

3. Perhitungan Kebutuhan Gizi


Menghitung Kebutuhan Pasien dengan menggunkan Konsensus DM
Kebutuhan energi
Kalori Basal (Perempuan)

BB ideal (kg) x 25 kkal


48.6 x 25 kkal = 1215

Koreksi/Penyesuaian

kkal

Umur > 40 tahun


5% x 1215

60.7 kkal 1154.3 kkal

Aktifitas sedang
+ 20% x kalori basal
20/100 x 1215

243

kkal +

1397.3 kkal
BB Gemuk
20% x kalori basal
20/100 x 1215

243 kkal 1154.3 kkal

Stress Metabolik
+ 20% x kalori basal
20% x 1215

243

kkal +

1397.3 kkal
Protein

= 15% x 1397.3
= 209.6

= 52.4 gr

4
Lemak
= 349.4

= 25 % x 1397.3
= 38.8 gr

9
Karbohidrat

= 60% x 1397.3
= 838.4

= 209.6 gr

4. Implementasi Diit
a. Jenis Diit

: DM 2

b. Bentuk makanan

: Makanan Biasa

c. Frekuensi Pemberian

: 3x makanan utama, 1x selingan

d. Rute makanan

: Oral

5. Rencana Konsultasi Gizi


a. Sasaran

: Pasien dan Keluarga

b. Tempat

: Ruang Poli Gizi Puskesmas Jatinegara

c. Waktu

: 10-15 menit

d. Metode

: Ceramah dan diskusi

e. Materi

: Diit pada pasien DM tipe 2

f. Tujuan

1) Memberitahukan kebutuhan nutrisi pasien dalam sehari


2) Menyampaikan tujuan pemberian diit
3) Menyampaikan jenis makanan yang diperbolehkan dan jenis
makanan yang dibatasi

4) Memberikan

motivasi

kepada

pasien

agar

pasien

mau

mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhannya


5) Memberikan pengetahuan tentang makanan yang seimbang bagi
tubuh untuk memenuhi kebutuhan pasien
6) Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Monitoring dan Evaluasi
Parameter
Asupan

Evaluasi
Membandingkan antara rata-

Pelaksanaan
Setiap hari

Target
Mencapai kebutuhan asupan

makanan

rata asupan dengan

selama 3 hari

makan sampai 80% dari

Biokimia

kebutuhan
Membandingkan antara nilai

Setiap ada

kebutuhan
Nilai GDS mencapai nilai

laboratorium sebelum

pemeriksaan

dilakukannya intervensi

darah

dengan sesudah
dilakukannya intervensi

normal dan GDS < 140 mg/dL