Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH FISIKA

PEMANASAN GLOBAL

Disusun oleh :
Nama

: M. Rizki Maulana

Kelas

: XI MIPA 1

No. Absen

:-

MA UNGGULAN KH. WAHAB HASBULLAH


TAMBAKBERAS JOMBANG JATIM
2016
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah fisika ini.Shalawat beriringan salam kita hadiahkan kepada
Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umatnya ke alam yang
berilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini.
Makalah ini memuat tentang pemanasan global. Dengan
adanya makalah ini saya berharap kita semua dapat lebih
mengetahui tentang bagaimana pemanasan global itu.Semoga
dengan makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas lagi
kepada kita semua. Dalam penulisan makalah ini mungkin masih
terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu saya
berharap pembaca dapat memberikan kritikan dan saran yang
membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
14 Juni 2016
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR ISI......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................ 2
C. Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................... 3
A.

Pengertian Pemanasan Global ................................................. 3

B.

Penyebab Pemanasan Global .................................................... 3

C.

Dampak Pemanasan Global ...................................................... 8

D.

Solusi Mengurangi Pemanasan Global ...................................... 10

BAB III PENUTUP ............................................................................... 15


A.

Kesimpulan ............................................................................... 15

B.

Saran......................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 16

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar belakang
Dalam beberapa tahun terakhir, isu pemanasan global
semakin sering dibicarakan baik dalam skala kecil sampai tingkat
internasional. Makalah ini akan membahas gambaran umum
pemanasan global, aktivitas manusia dan peranannya dalam
pemanasan global beserta akibat dari pemanasan global itu
sendiri. Kami juga menyertakan beberapa usaha yang dilakukan
manusia untuk mengendalikan pemanasan global.
Secara umum pemanasan global didefinisikan dengan
meningkatkan suhu permukaan bumi oleh gas rumah kaca akibat
aktivitas manusia. Meski suhu lokal berubah-ubah secara alami,
dalam kurun waktu 50 tahun terakhir suhu global cenderung
meningkat lebih cepat dibandingkan data yang
terrekamsebelumnya.Dan sepuluh tahun terpanas terjadi setelah
tahun 1990. Isu pemanasan global begitu berkembang akhir-akhir
ini. Pemeran utamanya tentu saja manusia dengan berbagai
aktivitasnya.
Pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim
yang signifikan, sepertiyang terjadi di negara kita, efek dari
pemanasan ini telah menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim.
Di beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang
mengakibatkan banjir bandang dan longsor, munculnya
angin puting beliung, bahkan kekeringan yang mengancam jiwa
manusia. Makalah ini akan membahas Definisi Pengertian
Pemanasan Global, Dampak dari Pemanasan Global, Akibat dari
Pemanasan Global, Cara mencengah Pemanasan
Global, Mengukur pemanasan global dan Bencana Besar Yang di
akibatkan oleh adanya Pemanasan Global
Seperti yang telah kita ketahui segala sumber energi yang
terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi
1

tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk


cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia
berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan
Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali sisanya sebagai radiasi infra merah
gelombang panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas
tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya
jumlah gas rumah kaca yang menjadi perangkap gelombang
radiasi ini.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi
gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut
akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulangulang dan mengakibatkan suhu rata-rata bumi terus meningkat.
B.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah

1.
2.
3.
4.
C.

Apakah
Apakah
Apakah
Apakah

pengertian Pemanasan global?


penyebab pemanasan global?
dampak dari pemanasan global?
solusi utnuk mengurangi pemanasan global?

Tujuan
Setelah menyelesaikan makalah ini adalah sebagai
berikut:

1.
2.
3.
4.
5.

Untuk
Untuk
Untuk
Untuk
Untuk

mengetahui pengertian Pemanasan global


mengetahui penyebab pemanasan global
mengetahui dampak dari pemanasan global
mengetahui solusi utnuk mengurangi pemanasan global
memenuhi tugas Fisika semester 2 kelas XI SMA

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global atau yang sering juga disebut global
warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan
daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor penyebab.
kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah
kaca Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim,
seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia
sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan
bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan
disebabkan kenaikan suhu.
B. Penyebab Pemanasan Global
Pemanasan global ini terjadi karena beberapa hal berikut:
1.

Boros Listrik
Penggunan listrik yang wajar dan sesuai kebutuhan tentu
prilaku manusia bijak. Semua orang menginginkan hal tersebut
bisa di lakukan oleh setiap individu. Tapi, ternyata untuk hemat
dalam penggunaan listrik bukanlah pekerjaan yang mudah bagi
sebagian besar orang. Akibatnya, hal ini sebagai penyumbang
pemanasan global terjadi. Himbaun atau kampanye hemat
3

listrik (save energy) sudah banyak di lakukan, tapi tetap saja


banyak rumah yang boros dalam pemakaian listrik.
2.

Halaman Rumah tanpa pepohonan


Tumbuhan hijau atau pepohonan bisa membuat udara
menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di
simpulkan bahwa pohon (tumbuhan) bisa mengatasi suhu
panas yang tinggi. Jika memang benar demikian, maka
selayaknya setiap rumah mau menanam pohon di pekarangan
rumahnya. Tapi hal ini juga tidak dilakukan oleh banyak rumah,
apakah lagi rumah di perkotaan yang lebih memilih
membangun gedung daripada menanam pepohonan
hijau. Kalau setiap pekarangan atau halaman rumah tidak ada
pohon, maka wajarlah yang namanya pemanasan global itu
terjadi.

3.

Efek Rumah Kaca


Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari
Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya
berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan
Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembai
sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah
gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagian dari panas ini
berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa
luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer
bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain
uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap
gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan
kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan
akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.
Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan
suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut
berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan

semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer,


semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Salah satu dari banyaknya pemanasan global terjadi
karena model rumah atau gedung dengan konsep rumah kaca.
Sehingga dari rumah kaca memantulkan cahaya ke udara,
bukan menyerap sinar matahari. Jika satu atau dua rumah saja
maka tidak terlalu berdampak. Namun yang terjadi bukan saja
rumah, gedung -gedung pencakar langit pun memakai konsep
bangunan kaca. Jika yang terjadi demikian, maka pemanasan
global adalah prestasi yang di hasilkan dari banyak rumah
dan gedung yang bermodelkan kaca.
4.

Bahan Bakan Kenderaan


Bahan bakan dari kendaran selain mengganggu bagi
kesehatan manusia, juga bisa memberikan bertambahnya
pemasanasan global dari polusi udara yang di hasilkan. Kita
ketahui, jumlah kendaraan terus bertambah, tidak ada
pengurangan. Pengguna sepeda motor dari tahun ketahun terus
meningkat penggunanya. Begitu juga dengan pengendara
mobil tidak mau kalah. Sementara sepeda motor dan mobil
yang lama tidak di musnahkan atau tetap di biarkan beredar.

5.

Polusi asap dari industri Pabrik


Dengan alasan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat
Indonesia, maka banyak pabrik industri yang tumbuh dan
berkembang. Tidak lain dan tidak bukan untuk
mensejahterakan rakyat. Supaya bisa mendapatkan
penghasilan dengan bekerja.
Jika pernyataan di atas benar, maka wajar jika kita
mendapatkannya, ya mendapatkan rasa panasnya bumi karena
banyak polusi asap dari pabrik industri. Ini memang dilema, di

satu sisi untuk kepentingan rakyat, tapi di sisi lain


mengorbankan eksistensi bumi.
6.

Pembakaran Hutan dan ilegal loging


Apakah Anda tahun berapa hektar jumlah hutan Indonesia?
Dan sudah berapa berkurang akibat pembakaran hutan dan
ilegal loging? Sumber mangatakan bahwa sekitar 50 %
pemanasan global disebabkan oleh CO2, dimana emisi CO2
disebabkan oleh penggunaan bahan bakarfosil dan
kerusakan/pembakaran hutan.
Hutan banyak fungsi, di samping bisa mencegah terjadinya
banjir, hutan juga bisa mereduksi suhu panas bumi yang
cendrung meningkat. Tapi apa yang terjadi jika hutan sebagai
warisan nenek moyang di bakar dan di tebang oleh oknum yang
tidak bertanggung jawab?
Dalam mencegah pembakaran hutan dan ilegal loging,
peran pemerintah harus serius dalam menanganinya , karena
sudah banyak terjadi dan terus terjadi beberapa bulan lalu di
provinsi Riau.

7.

Usia Bumi Yang sudah tua


Planet bumi yang sudah mencapai usia 4,6 miliar tahun
menjadi penyebab juga. Artinya sudah sangat tua. Ibarat
manusia jika sudah tua, pasti banyak penyakit yang mudah
menyerang. Begitu juga bumi. Penyakit yang diderita bumi hari
ini adalah pemanasan global dan hujan asam serta banyak lagi
yang lain.
Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah karena bumi
sudah tua, lalu pemasanan global tidak bisa di atasi? Jika ada
solusi, bagaimana cara mengatasi pemanasan global yang
terjadi ? Anda bisa baca di sini untuk jawaban dari pertanyaan
tersebut.

8.

Bocornya lapisan ozon

Sinar matahai yang memancar kebumi tidak langsung


sampai kebumi, karena ada laipsan ozon yang melakukan filter
terlebih dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang
masih normal. Yang terjadi sekarang ini adalah lapisan ozon
sudah menipis bahkan ada yang bilang sudah bocor.
Sebuah sumber mengatakan bahwa: Berdasarkan
pemantauan menggunakan instrumen Total Ozone Mapping
Spectrometer (TOMS) pada satelit Nimbus 7 dan Meteor 3,
kerusakan ini telah menimbulkan sebuah lubang yang dikenal
sebagai lubang ozon di kedua kutub
9.

Minimnya ruang terbuka hijau


Pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Jakarta, Nirwono
Yoga, menilai sejauh ini belum ada lonjakan persentase yang
berarti terhadap jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di
Jakarta, sebagaimana di lansir dari media online _http://koranjakarta.com.
Upaya pemerintah di setiap daerah sangat minim untuk
membangun ruang terbuka hijau. Hal ini bisa di lihat dengan
susah sekali kita menemukannya. Walau sekarang ada
beberapa kota seperti Bandung dan Surabaya yang sedang
menggalakkan. Maka hal itu bisa di jadikan contoh bagi kotakota lain.

10. Jumlah kendaraan terus bertambah


Hal ini sudah di bahas di atas, tapi ini hal ini harus
mendapat sikap dari pemerintah dengan mengeluarkan
kebijakan dalam kendaraan bermotor. Misal dengan keluarnya
kendaraan terbaru, maka kendaraan tahun lama bisa di cabut
atau di daur ulang atau apalah. Yang penting jumlah kendaraan
bermotor bisa berkurang, bukan malah bertambah.
Terjadi saat ini adalah jumlah kendaraan bermotor
bertambah, namun tidak di barengi dengan infrasrtuktur jalan,
sehingga bukan hanya polusi udara yang berdampak kepada

pemanasan global terjadi, kemacetan pun selalu menghiasi


jalan.
Demikianlah beberapa hal yang menjadi 10 Penyebab dari
Pemanasan Global (Global Warming). Mungin masih banyak lagi
penyebabnya. Jika pembaca mempunyai pendapat lain,
silahkan tulis di kolom komentar.
11. Efek Umpan Balik
Proses umpan balik yang terjadi mempengaruhi penyebab
pemanasan global. Sebagai contoh adalah pada proses
penguapan air. Pada kasus pemansan akibat bertambahnya
gas-gas rumah kaca seperti CO2, pada awalnya pemanasan
akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke
atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca,
pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air
di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi
uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila
dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan
balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara,
kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak
menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini
hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki
usia yang panjang di atmosfer.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan
memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global
meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan
kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan
melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan
terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan
memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es,
dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari.
Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih
banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang
berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari
melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme
8

lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es


yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan
umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan
berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh
menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga
membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang
merupakan penyerap karbon yang rendah.
12. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan
pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat.
Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300
kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas,
sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk
kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari
sumber-sumber air minum kita.
C. Dampak Pemanasan Global
Di bawah ini adalah beberapa dampak dari pemanasan
global:
1.

Kekeringan
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ahli
iklim Inggris menemukan bahwa pemanasan global akan
mengakibatkan kekeringan besar dalam 100 tahun ke
depan. Skala kekeringan begitu besar hingga mencakup
setengah dari total lahan yang kita miliki saat ini. Palmer
Drought Severity Index (PDSI) menyatakan bahwa persentase
global daerah kering telah meningkat sebesar 1,74% antara
tahun 1950 dan 2008. Kekeringan tentu saja akan memicu
kegagalan panen yang akan berdampak fatal bagi populasi
dunia.

2.

Wabah

Perubahan iklim akan menyebabkan lonjakan epidemi


sejumlah penyakit. Berbagai virus umumnya tidak dapat
bertahan hidup pada suhu dingin. Namun, dengan kenaikan
suhu akibat perubahan iklim, virus yang tadinya hanya mampu
berkembang dalam iklim tropis kemudian menyebar ke daerah
lain. Korea Institite of Health and Social Affairs (KIHASA)
menyatakan bahwa Dalam kasus ekstrim, 1 derajat kenaikan
suhu akan mengakibatkan kenaikan 6 persen dalam
penyebaran penyakit.
3.

Banjir
Pemanasan global yang mampu memicu banjir tampaknya
berlawanan dengan logika. Namun kenyataannya perubahan
iklim menyebabkan perubahan pola cuaca di seluruh
dunia. Dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat
fenomena banjir besar yang menimpa berbagai belahan
dunia. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
memperingatkan bahwa frekuensi banjir bandang akan
meningkat dalam abad ini.

4.

Pencairan es di kutub
Pemanasan global menyebabkan mencairnya es di Kutub
Utara dan daerah Antartika (Kutub Selatan).Suhu di daerah ini
telah meningkat sekitar dua sampai tiga kali lipat. Es di kutub
memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan
lingkungan. Jika es mencair, pulau-pulau yang berada di bawah
permukaan laut akan terancam bahaya. Kota-kota seperti
Shanghai dan negara kepulauan Maladewa adalah beberapa
tempat yang akan terpapar risiko tertinggi dalam skenario
seperti itu.

10

Saat atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga


akan menghangat, hal ini menyebabkan volumenya akan
membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan
juga mengakibatkan mencairnya es di kutub, terutama sekitar
Greenland.
Perubahan tinggi permukaan laut akan sangat berpengaruh
pada kehidupan di daerah pantai. Beberapa daerah akan
tenggelam. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan
meningkat. Bahkan sedikit saja kenaikan permukaan laut akan
sangat berpengaruh pada ekosistem pantai, contohnya akan
menenggelamkan separuh rawa-rawa pantai.
5.

Kabut asap (smog)


Peningkatan suhu akibat pemanasan global akan membuat
konsentrasi kabut asap di atmosfer mengalami
peningkatan. Peningkatan kabut asap pada akhirnya akan
menyebabkan penyakit dan kematian.Kabut asap juga
mengintensifkan gelombang panas yang tentu saja dapat
berdampak buruk bagi kehidupan.

6.

Kebakaran hutan
Selama dekade terakhir ini, banyak penelitian telah
dilakukan untuk memastikan apakah pemanasan global
menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran
hutan. Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem
dan infrastruktur. Akibat kebakaran hutan, jumlah pelepasan
karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca juga akan
meningkat yang pada akhirnya memperparah pemanasan
global (global warming)

7.

Iklim Mulai Tidak Stabil

11

Telah diperkirakan oleh para ilmuwan, daerah bagian utara


dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari daerahdaerah lainnya di Bumi. Hal ini berakibat akan mencairnya
gunung-gunung es dan daratan akan mengecil. Akan lebih
sedikit es yang terapung di perairan tersebut. . Daerah-daerah
yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan
mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis,
bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih
cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa
area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan
cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih
banyak air yang menguap dari lautan. Kelembaban yang tinggi
akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1
persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Badai akan
menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap
dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih
kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan
mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane)
yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan
menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang
terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan
terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
8.

Gangguan Ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit
menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar
lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan
cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas
pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah
pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya
menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia
akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang
12

bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota


atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe
spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju
kutub mungkin juga akan musnah.
D. Solusi Mengurangi Pemanasan Global
Berikut ini adalah solusi dari pemanasan global:
1. Program menanam pohon
Apakah selama ini gerakan menanam pohon sudah di
lakukan? Saya pikir sudah, kampanye pun sudah di lakukan oleh
pemerintah pusat dan daerah, perusahaan besar pun sudah
mengalokasikan dana Corporate Social Responsibiliy (CSR)-nya
untuk menanam pohon. Tidak sampai di situ saja, banyak
gerakan organisasi masyarakat yang gemar menggalakan
menaman pohon, bahkan ada yang dengan suka rela membagi
pohon gratis untuk di tanam setiap rumah. Tapi saya tetap
sepakat bahwa menanam pohon adalah satu cara untuk
mencegah pemanasan global. Hanya saja, perlu lebih baik lagi
dalam perencanaan dan pelaksanaannya.
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg
CO2 per tahunnya.1 Jadi, dalam waktu 40 tahun, pohon dapat
menyerap 240 kg CO2. United Nations Environment Programme
(UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang
20% emisi gas rumah kaca.3 Seperti kita ketahui, pohon
menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka
ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap
sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer.
Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar
Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan.
Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak
bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak?
Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat
menyelamatkan 1 akre pohon per tahunnya.

13

2.

Jadilah vegetarian
Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan
membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau
kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka
mencerna makanan mereka.1 Food and Agriculture
Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging
menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada
sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih lanjut,
dalam laporan FAO, Livestocks Long Shadow,2 2006
dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro
oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana
dunia (72 kali lebih kuat dari CO2).
Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP),
dalam buku panduan Kick The Habit, 2008, menyebutkan
bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya
menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per
orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2.3 Saat ini, jumlah
penduduk dunia sekitar 6,7 miliar orang. Bila 5 miliar orang di
antaranya adalah pemakan daging, coba Anda hitung berapa
CO2 yang dihasilkan setiap tahunnya? Luar biasa, bukan? Tidak
mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan
Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB,
Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk berhenti
makan daging untuk mengerem pemanasan global.

3.

Cerdas dalam berkendara


Negara maju sudah banyak yang melakukan hal ini.
Budaya berkendara dengan cerdas sudah di contohkan oleh
mereka. Bahkan ada tempat parkir khusus sepeda yang di tata
dengan rapi. Ya, banyak negara maju menggunakan sepeda
untuk berpergian, seperti ke kantor atau ke
sekolah. Sebenarnya, hal tersebut di Indonesia sudah mulai ada
geliatnya, tapi belum mendapat respon yang baik dari

14

pemerintah. Seharunya pemereintah membuat jalan khusus


penaik sepeda, tapi tidak.
Selain itu, transportasi massal juga sebagai berkendara
dengan cerdas, hal ini bisa mengurangi pemanasan global yang
timbul karena kendaraan bermotor yang kita naiki. Dengan
menaiki transportasi massal, maka langkah ini bisa menghemat
polusi dan juga bisa meminimalisir kemacetan.
Tapi jika Anda punya kantor atau sekolah yang bisa di
tempuh dengan berjalan kaki, maka itu lebih baik di lakukan
dengan jalan kaki, jangan malah menaiki mobil. Sama sama
kita ketahui bahwa sebab pemanasan global karena CO2 yang
di keluarkan dari bahan bakar kendaraan bermotor. Cobalah
untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat,
atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila
memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan
bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar
dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya
dekat dan tidak terburu waktu, Anda bisa memilih kereta api
daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat
menyumbang 3-5% gas rumah kaca.

4.

Kurangi Bangunan Rumah Kaca


Banyaknya bangunan rumah kaca membuat suhu panas
bisa meningkat beberapa derajat celcius. Oleh sebab itu, harus
di kurangi, harus ada kebijakan pemerintah yang tegas tentang
pembangunan gedung-gedung yang mencoba mencakar langit
(walau tida bisa).
Lalu apakah sudah ada kebijakan pemerintah tentang
pengurangan pembangunan gedung atau rumah kaca? Untuk
hal in saya tidak ada mendapatkan, kalau pun ada seperti
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya formalitas saja. Ini

15

terbukti dengan terus dan terus tumbuh gedung-gedung di


bangun.
Aspirasi ini harus terus di sampaikan, kalau bisa
pemerintah memberikan denda kepada pengembang properti
(developer) yang membangun rumah tanpa menganalisa
tentang dampak lingkungan dalam proyek mereka.
5.

Hemat Listrik
Listrik juga menjadi faktor dalam menaikan suhu panas.
Jika demikian alangkah bijaknya untuk membiasakan hemat
listrik. Seperti di rumah, ketika siang hari mematikan alat listrik
yang tidak digunakan lagi.
Memang harus massal di lakukan, bukan hanya oleh
peorangan saja. Sangat disayangkan masih ditemukan
banyaknya lampu jalan yang menyala di siang hari. Dalam hal
ini pemerintah belum menjadi contoh bagi masyarakat. Tapi
tidak salah jika kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga,
tetangga dan seterusnya. Mudah- mudahan generasi masa
depan bisa cerdas dan hemat dalam penggunaaan listrik.

6.

Saluran Ventilasi rumah yang cukup


Jika Anda mau mencegah pemansan global masuk
kerumah, maka yang Anda lakukan selain memasang AC,
adalah memperbanyak saluran ventilasi di rumah. Supaya
angin bisa masuk kedalam rumah dan memberikan kesejukan.
Dan supaya angin tetap banyak masuk kerumah Anda, maka
jangan lupa Anda menanam pohon di pekarangan rumah Anda.

7.

Jangan tebang pohon sembarangan (ilegal loging)


Ini yang masih sulit untuk di lakukan oleh masyarakat kita.
Bisa kita lihat setiap tahun berapa hektarlahan hutan yang
terbakar, sehingga menjadi lahan yang tandus. Tidak terhitung
lagi kerugian negara karena hutan yang habis di bakar oleh
16

oknum tidak bertanggung jawab. Anda bisa bayangkan butuh


berapa lama untuk menunggu pohon untuk tinggi? Ya, butuh
bertahun tahun, bahkan puluhan tahun.
Yang anehnya, tindakan ilegal loging tersebut juga di
dukung oleh oknum aparat negara. Jadi para perlaku dengan
bebas bertindak perbuatan tidak bermoral itu.Bagi pohon yang
di jalanan banyak hidup segan mati tak mau, karena tidak di
rawat dengan baik, apatah lagi di musim pemilu, banyak pohon
yang di paku dengan sembarangan. Kampanye tentang
menolak dan menentang ilegal loging atau menolak
penebangan pohon sembaranga harus terus di galakkan. Ini
demi kemaslahatan bersama, jangan hanya karena kepentingan
seelompok orang, membuat masalah bagi bangsa dan negara.
Cara lain yang digunakan adalah
a. Pisahkan sampah kertas, plastik, kalenga agar dapat didaur
b.
c.
d.
e.
f.

ulang
Daur ulang sampah organic
Jemur pakaian anda di bawah sinar matahari
Gunakan kipas angin
Beli makanan yang mengandung unsur organic
Kurangi belanja

BAB III
PENUTUP

17

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan
bahwa pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata
dunia baik di daratan, lautan maupun di atmosfer bumi.
Pemanasan global disebabkan oleh efek rumah kaca dan efek
umpan balik karena efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh
segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet
ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi sebaliknya, apabila
gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan
mengakibatkan pemanasan global. Dan menurut Laporan
Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan
yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa,
industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang
terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas
rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Hampir
seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan.
Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari
semua kendaraan di dunia.
B. Saran
Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum
makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan
melestarikan bumi ini harus beberapa dekadelah kita
memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua
dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah
kita bergotong royong untuk menyelematkan bumi yang telah
memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global
warming. Kami menerima saran dari pembaca untuk kami perbaiki
dan kami sempurnakan.

18

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/22182806/Makalah-Global-Warming
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://akyura-kun.blogspot.com/2010/10/makalah-globalwarming.html.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

19