Anda di halaman 1dari 8

HERPES LABIALIS

(Cold sores, Fever blister)


Herpes labialis adalah lesi/ luka yang terdapat pada wajah di sekeliling bibir dan
dalam satu bagian. Herpes labialis adalah penyakit yang cepat menular, jika
kontak langsung dengan penderita. Penyakit ini kebanyakan menular pada awal 34 hari, luka akan berangsur pulih dalam 3-7 hari.

Gejala Herpes Labialis


Gejala yang timbul seperti gatal, kemerahan, meningkatnya sensitifitas,
atau rasa kesemutan yang terjadi selama 2 hari sebelum lukanya tampak. Gajala
lainnya:

Kesemutan pada wilayah bibir.

Luka kecil (lecet) pada bibir dan mulut yang tidak terlalu besar, kulit
terkelupas, dan timbul kerak yang berlebihan.

Rasa gatal dan iritasi pada daerah bibir dan mulut.

Rasa sakit/ nyeri pada daerah bibir dan mulut.

Penyebab Herpes Labialis


Beberapa galur yang merupakan virus harpes dapat menyebabkan terjadinya
herpes labialis.

Virus harves simpleks tipe I dapat menyebabkan penyakit herpes labialis.

Virus harpes simpleks tipe II menyebabkan harpes pada alat kelamin.


Tetapi, beberapa tipe dari virus ini juga dapat menyebabkan luka pada
daerah wajah dan alat kelamin.

Pencegahan Herpes Labialis

Hindari berciuman dan kontak kulit dengan penderita yang terluka pada
daerah mulut. Virus dapat menyebar selama virus berada diluar dari luka
tersebut.

Hindari kontak dengan benda-benda seperti peralatan, kain lap dan


beberapa benda yang dapat menyebarkan virus pada saat mengalami luka.

Tangan selalu dalam keadaan bersih. Cuci tangan yang bersih sebelum
menyentuh bagian tubuh yang lain. Mata dan daerah kelamin
kemungkinan adalah daerah yang mudah terinfeksi oleh virus secara
khusus.

Gunakan sunblock. Oleskan sunblock pada daerah bibir dan wajah


sebelum kontak langsung dengan matahari untuk membantu mencegah
herpes labialis.

Makan secara benar. Herpes labialis dapat terserang walaupun


mengkonsumsi sedikit makanan yang mengandung banyak lisin,
diantaranya produk susu seperti (susu, mentega, dan krim), kentang, dan
ragi pada minuman.

Ketenangan. Stres dapat menyebabkan herpes labialis kambuh kembali.

Pengobatan di Rumah

Makan mamakanan yang kaya akan lisin (minuman beragi, kacangkacangan, susu, gandum, ikan, dan daging) dan kurangi arginin yang dapat
menyebabkan herpes labialis kambuh kembali.

Panggunaan bahan yang mengandung zink pada kulit dapat mengurangi


gejala dan mencegah gejala. Produk topikal yang mengandung zink dapat
dioleskan pada kulit dibagian yang sakit.

Kompres dingin, berada pada tempat yang sejuk dan gunakan handuk
basah pada luka sebanyak tiga kali sehari selama 20 menit untuk
membantu mengurangi kemerahan dan bengkak.

Preparat topikal yang mengandung emolien dapat mengurangi kekeringan


sementara dan juga fenol dan kamfer yang dapat memberikan efek dingin.
Ditambah dengan beberpa hazel atau alkohol dapat mengurangi rasa
terbakar selama penyembuhan.

Penggunaan Obat

Antivirus
dapat digunakan untuk pengobatan infeksi virus herpes simpleks. Antivirus
bekerja dengan cara menghambat reproduksi virus dalam sel tanpa membunuh sel
normal.
Obat : Acyclovir dan valacyclover
Carbenoxolone sodium, Deproteinizedcealf blood extract
Dapat mengobati luka ringan pada nyeri. Dioleskan pada kulit dalam jumlah kecil.
Obat ini tidak berinteraksi secara signifikan dengan obat-obatan lain.

Pertanyaan tentang Herpes Labialis


P: Apakah komplikasi dari penyakit harpes?
J: Harpes merupakan penyakit kronik, penyakit infeksi yang dapat kambuh
kembali. Gejala awal muncul dalam 1 sampai 3 minggu setelah terkena virus dan
7 sampai 10 hari untuk luka pada mulut, 7 sampai 14 hari untuk luka pada alat
kelamin. Biasanya jumlah wabah terbesar dalam tahun pertama lebih tinggi untuk
HSV-2 genital lesi daripada HSV-1 oral lesi. Setiap tahun, jumlah wabah biasanya
berkurang dan gejala menjadi semakin berkurang keparahannya. Namun, virus
tetap berada dalam sistem jaringan kulit.

Komplikasi Harpes meliputi:

Herpes kreatitis, merupakan infeksi herpes mata yang mengarah ke


dalam jaringan parut kornea dan mungkin dapat menyebabkan kebutaan.

Infeksi harpes pada kerongkongan.

Infeksi herpes pada hati yang dapat mengakibatkan sirosis (kegagalan


hati).

Infeksi paru-paru.

Ensefalitis dan/ atau meningitis.

Eksim herpetiform harpes pada kulit.

Yang Perlu Anda Ketahui tentang Herpes Labialis

Infeksi awal tidak tampak gejala atau bisa juga mulut berbisul. Virus akan
tetap berada di jaringan saraf pada wajah.

Virus herpes dapat menular. Dengan adanya kontak secara langsung, atau
melalui alat-alat seperti pisau cukur, handuk, piring, dll. Virus dapat juga

menyebar ke daerah kulit sekitarnya dan menyebabkan infeksi bakteri


sekunder.

Gejala pertama biasanya muncul antara 1 atau 2 minggu dan berakhir


selama 3 minggu, setelah kontak dengan orang yang terinfeksi. Lesi/ luka
pada herpes labialis biasanya berlangsung selama 7 sampai 10 hari,
kemudian mulai hilang. Virus dapat menjadi laten dan menetap di dalam
sel saraf, sehingga menyebabkan gejala timbul kembali.

Penyakit ini dapat kambuh dengan gejala ringan. Hal ini mungkin dipicu
oleh menstruasi, paparan sinar matahari, demam, stres, atau bisa saja tidak
diketahui penyebabnya.

Jika Anda terserang herpes labialis, Anda dapat melakukan pengobatan di rumah.
Jika lepuhan tidak menghilang selama 2 minggu, lakukan kosultasi ke dokter
spesialis kulit.

Herpes labialis atau cold sores adalah infeksi yang di tandai dengan
timbulnya luka yang disertai dengan rasa nyeri pada bibir atau bagian lain dari
mulut, di sebabkan oleh virus Herpes Simplex tipe 1 ( HSV-1).
Tanda dan Gejala Herpes Labialis :
Umumnya muncul dalam 4 tahap, yaitu :
Tahap 1 : ada rasa geli, gatal atau sensasi terbakar di sekitar bibir atau hidung
selama 1-2 hari. Ada yang disertai demam juga pembengkakan kelenjar getah
bening di leher dan ada yang tidak.
Tahap 2 : muncul titik-titik berisi air, dalam bentuk tunggal atau berderet seperti
tandan, seringkali disertai rasa nyeri.
Tahap 3 : titik-titik berisi air akan pecah membentuk luka yang basah. Pada tahap
ini virus akan mudah sekali menular pada orang.
Tahap 4 : luka mulai mengering dan sembuh.
Biasanya dari munculnya tahap 1 sampai tahap 4 membutuhkan waktu selama 2-3
minggu.

Ketika penyakit ini sembuh, virus Herpes simplex tidaklah musnah tetapi
bersembunyi di sel-sel saraf, menjauh dari sistem kekebalan, sehingga pada
kondisi tertentu virus ini dapat muncul kembali ke permukaan kulit dan
menyebabkan infeksi ulang.
Infeksi ulangan biasanya dipicu oleh :
- Sengatan matahari pada bibir
- Demam
- Flu/pilek
- Cuaca dingin
- Alergi makanan
- Cedera di mulut
- Pengobatan gigi
- Stress
- Terlalu lelah
Pada sebagian besar penderita, infeksi ulangan Herpes Simplex tipe-1 mungkin
hanya menimbulkan sedikit gangguan nyeri, tetapi hal ini bisa berakibat fatal pada
:
- Penderita kelainan sistem kekebalan (misalnya AIDS)
- Penderita yang menjalani kemoterapi
- Penderita yang menjalani terapi penyinaran
- Penderita yang menjalani pencangkokan sumsum tulang.
Pada orang-orang tersebut, luka terbuka di mulut yang berukuran besar bisa
mengganggu makan dan penyebaran virus ke otak bisa berakibat fatal.
Tips Perawatan Untuk Penderita Herpes Labialis :
- Rasa nyeri sering menyebabkan penderita malas makan dan minum, hal ini dapat
mengakibatkan dehidrasi, terutama bila gejala di sertai dengan demam, karena itu
harus diusahakan agar tetap minum sebanyak mungkin.
- Hindari memecah titik-titik yang berisi air atau mengelupas luka yang mulai
mengering. Hal ini akan memperlambat proses penyembuhan dan bahkan
membuka peluang luka akan terinfeksi oleh bakteri.
- Hati-hati untuk tidak menyentuh atau menggosok mata setelah tangan
menyentuh bibir, karena virus HSV-1 berbahaya jika sampai mengenai mata.
Selalu cuci tangan sebelum dan setelah mengoleskan obat.
- Jangan biarkan orang lain menyentuh bibir anda karena penyakit ini mudah
menular. Selain itu untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penularan secara
tidak langsung, selalu cuci benda-benda yang telah digunakan oleh penderita
dengan air panas (lebih baik direbus) dan jangan biarkan orang lain memakai
benda bersama-sama dengan penderita herpes, terutama ketika lukanya sedang
aktif.
- Balsam bibir seperti jelly petroleum dapat menghindari bibir pecah-pecah dan
mengurangi resiko tersebarnya virus ke daerah di sekitarnya.
- Untuk mengurangi nyeri pada penderita dewasa atau anak-anak, bisa digunakan
obat kumur anestetik (misalnya lidokain). Atau bisa juga digunakan obat kumur
yang mengandung baking soda. Pengobatan pada herpes sekunder akan efektif
bila dilakukan sebelum munculnya luka.

- Pengobatan herpes labialis dapat diobati dengan salep acyclovir yang bisa
mengurangi beratnya serangan dan menghilangkan cold sore lebih cepat. Salep ini
dioleskan 3-5 kali sehari. Untuk kasus-kasus yang berat dan untuk penderita yang
memiliki kelainan sistem kekebalan, bisa diberikan tablet acyclovir.
- Mengkonsumsi vitamin B kompleks dan vitamin C juga dapat mempercepat
hilangnya herpes labialis
- Jika sudah sembuh hindari faktor- faktor pemicu terjadinya serangan infeksi
ulang.

inShare

Herpes infeksi seringkali tidak menunjukkan gejala; jika gejala muncul mereka
biasanya menyelesaikan dalam waktu dua minggu. di mana mereka tinggal
sebagai seumur hidup, virus laten. Asimtomatik penumpahan sel virus menular
dapat terjadi selama tahap ini.
1. Prodromal (hari 0-1): Gejala sering mendahului kambuh. Gejala biasanya
dimulai dengan kesemutan (gatal) dan kemerahan pada kulit di sekitar
lokasi terinfeksi. Tahap ini dapat berlangsung dari beberapa hari sampai
beberapa jam sebelum manifestasi fisik dari infeksi dan merupakan waktu
terbaik untuk memulai pengobatan.

2. Peradangan (hari 1): Virus mulai bereproduksi dan menginfeksi sel-sel di


ujung saraf. Sel-sel yang sehat bereaksi terhadap invasi dengan
pembengkakan dan kemerahan ditampilkan sebagai gejala infeksi.
3. Pra-sakit (hari 2-3): Tahap ini didefinisikan oleh penampilan dari kecil,
keras, papula meradang dan vesikula yang dapat gatal dan menyakitkan
sensitif terhadap sentuhan. Dalam waktu, lepuh berisi cairan membentuk
sebuah cluster pada bibir (labial) jaringan, daerah antara bibir dan kulit
(vermilion border), dan dapat terjadi di hidung, dagu, dan pipi.
4. Lesi terbuka (hari 4): Ini adalah yang paling menyakitkan dan menular
dari tahap. Semua vesikel kecil pecah dan bergabung untuk membuat satu
besar, terbuka, ulkus menangis. Cairan secara perlahan keluar dari
pembuluh darah dan jaringan yang meradang. Ini cairan yang encer yang
penuh dengan partikel virus aktif dan sangat menular. Tergantung pada
tingkat keparahan, orang dapat mengembangkan demam dan
pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang.
5. Krusta (hari 5-8): Sebuah madu / kerak emas mulai terbentuk dari eksudat
manis. Ini kerak kekuningan atau coklat atau keropeng tidak terbuat dari
virus yang aktif tetapi dari serum darah yang mengandung protein yang
berguna seperti albumin dan globulin. Hal ini muncul sebagai proses
penyembuhan dimulai dan tidak boleh tergores atau diambil di. Sakit
masih menyakitkan pada tahap ini, tetapi, lebih menyakitkan,
bagaimanapun, adalah konstan retak keropeng sebagai salah satu bergerak
atau peregangan bibir mereka, seperti dalam tersenyum atau makan. Virus
akan tetap berisi cairan cairan keluar dari sakit melalui retakan.
6. Penyembuhan (hari 9-14): kulit baru mulai terbentuk di bawah keropeng
sebagai retret virus ke dalam latency. Serangkaian koreng akan
membentuk selama sakit (Disebut Meier Kompleks), masing-masing lebih
kecil dari yang terakhir. Selama fase iritasi, gatal, dan rasa sakit yang
umum.
7. Pasca-keropeng (12-14 hari): Sebuah area kemerahan bisa berlama-lama di
tempat infeksi virus sebagai sel-sel rusak yang diregenerasi. Shedding
virus masih dapat terjadi selama tahap ini.
Infeksi berulang demikian sering disebut herpes simpleks labialis''''.
Infeksi ulang jarang terjadi di dalam mulut (stomatitis HSV intraoral'''') yang
mempengaruhi gusi, ridge alveolar, palatum keras, dan bagian belakang lidah,
mungkin disertai dengan herpes labialis''''.
Luka dingin adalah hasil dari virus mengaktifkan dalam tubuh. Setelah HSV-1
telah memasuki tubuh, tidak pernah meninggalkan.

Virus ini bergerak dari mulut ke diam-diam tinggal ("tetap laten") dalam sistem
saraf pusat. Dalam kira-kira sepertiga orang, virus dapat "bangun" atau
mengaktifkan kembali menyebabkan penyakit.
Ketika terjadi reaktivasi, virus bergerak ke bawah saraf ke kulit di mana ia dapat
menyebabkan lecet (luka dingin) di sekitar bibir, dalam mulut atau, dalam sekitar
10% dari kasus, di hidung, dagu, atau pipi.
Wabah sakit dingin mungkin dipengaruhi oleh stres, haid, sinar matahari, kulit
terbakar, demam, atau trauma kulit lokal. Prosedur bedah seperti operasi gigi atau
saraf, tato bibir, atau dermabrasi juga memicu umum.
HSV-1 dapat dalam kasus yang jarang ditularkan kepada bayi yang baru lahir oleh
anggota keluarga atau staf rumah sakit yang memiliki luka dingin, hal ini dapat
menyebabkan penyakit parah yang disebut neonatal herpes simpleks.
Orang dapat mentransfer virus dari luka dingin mereka ke area lain dari tubuh,
seperti mata, kulit, atau jari, ini disebut "autoinoculation."
Infeksi mata, dalam bentuk konjungtivitis atau keratitis, dapat terjadi ketika mata
yang digosok setelah menyentuh lesi.
Jari infeksi (herpes whitlow) dapat terjadi ketika seorang anak dengan luka dingin
atau primer HSV-1 infeksi menyebalkan / nya jari.