Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN FOTO

THORAKS
Dr Sulistyani Kusumaningrum, M Sc, SpRad

Definisi radiologi
Radiologi adalah suatu ilmu
tentang penggunaan sumber sinar
pengion dan bukan pengion,
gelombang suara dan magnet
untuk imaging diagnostik dan
terapi

Radiodiagnostik
Merupakan bagian dari cabang
ilmu radiologi yang memanfaatkan
sinar pengion untuk membantu
diagnose dalam bentuk foto yang
biasa didokumentasikan

Radiolusen dan radioopak


Daya tembus sinar X berbeda-beda sesuai
dengan benda yang dilaluinya. Benda-benda
yang
mudah
ditembus
sinar
X
akan
memberikan gambaran hitam (radiolusen).
Benda-benda yang sukar ditembus oleh sinar X
akan member bayangan putih (radioopak).
Diantaranya terdapat bayangan perantara
yaitu tidak terlalu hitam atau radiolusen
sedang (moderately radioluscent) dan tidak
terlalu
putih
atau
radioopak
sedang
(moderately radioopaque). Diantara radiolusen
sedang dan radioopak sedang terdapat
bayangan keputih-putihan (intermediate).

Berdasarkan mudah tidaknya ditembus


sinar X, maka bagian tubuh dapat
dibedakan atas:
1.Radiolusen (hitam): gas, udara
2.Radiolusen sedang: lemak
3.Keputih-putihan: Jar ikat, otot, darah,
kartilago, epitel, batu kolesterol, batu
asam urat
4.Radioopak sedang: tulang, garam
kalsium
5.Radioopak (putih): logam-logam berat

PEMERIKSAAN THORAKS
Teknik radiografi thoraks
Untuk pemeriksaan rutin biasa
dilakukan foto PA, bila perlu dapat
ditambahkan foto posisi lain

Foto PA
Jika diambil foto AP, bayangan jantung
akan termagnifikasi dan menutupi sebagian
paru karena letak jantung jauh dari film.
Itulah sebabnya dipilih foto PA. Biasanya foto
AP diambil jika pasien tidak bisa turun dari
tempat tidur sehingga pasien difoto di
tempat tidur sambil berbaring terlentang.
Karena berbaring, pada foto AP costa bagian
posterior tampak lebih mendatar, diafragma
tampak lebih tinggi dan volume paru
tampak lebih kecil jika dibandingkan dengan
gambaran jika pasien difoto berdiri

Kriteria kelayakan foto


Foto thorax harus memenuhi kriteria
tertentu sebelum dinyatakan layak
baca. Misalnya:
1.Faktor kondisi
Yaitu faktor yang menentukan kualitas
sinar X selama di kamar rontgen
(tempat ekspos). Faktor kondisi meliputi
hal-hal berikut, yang biasa dinyatakan
dengan menyebut satuannya:
Waktu/lama exposure millisecond (ms)
Arus listrik tabung miliAmpere (mA)
Tegangan tabung kilovolt (kV)

Ketiga
hal
diatas
akan
menentukan kondisi foto apakah:
Cukup:
normal,
gambaran
parenkim
paru
dan
corakan
vascular paru bisa terlihat
Kurang: bila foto terlihat putih
(samar-samar)
Lebih (kondisi keras): bila foto
terlihat sangat hitam

2.Inspirasi cukup
Diafragma setinggi V Th X (dalam
keadaan
ekspirasi
diafragma
setinggi V Th VII-VIII )
Costa VI anterior memotong dome
diafragma

3.Posisi pasien
Cara membedakan foto PA dan AP:
Pada foto AP scapula terletak di
dalam bayangan thorax, pada foto
PA terletak di luar bayangan thorax
Pada foto AP clavikula terlihat lebih
tegak
Pada foto PA jantung terlihat lebih
jelas sedang pada AP vertebra
terlihat lebih jelas

4.Simetris
Jarak
sendi
sternoklavikularis
dextra dan sinistra terhadap garis
median adalah sama
5.Foto
thoraks
terpotong

tidak

boleh

Teknik membaca foto


Setiap membaca foto, ingat selalu
urutan dan hal yang harus dibaca,
yaitu:
Pada foto..,tampak.., di..,
bentuk..,
ukuran.,batas..jumlah..,
keistimewaan., kesan.

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT