Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Demam merupakan peningkatan suhu tubuh karena suatu penyakit,
merupakan suatu tanda klinis. Suhu tubuh mencerminkan keseimbangan antara
pembentukan dan pengeluaran panas. Pusat pengaturan suhu di hipothalamus
menentukan suhu tertentu. Bila suhu tubuh di atas suhu tertentu tersebut,
mekanisme pengeluaran panas lebih dominan seperti vasodilatasi perifer,
berkeringat dan hiperventilasi. Bila suhu tubuh turun di bawah suhu tertentu
tersebut, pembentukan panas ditingkatkan, laju metabolisme meningkat, otot-otot
ditegangkan dan menggigil.
Demam hampir selalu menyertai setiap peradangan, tetapi dapat juga
terjadi pada infeksi, pendarahan, penyakit jaringan ikat, pada reaksi terhadap
protein asing dan diikuti keterlibatan dari pusat panas akibat lesi pada batang otak.
Untuk itu dalam laporan tutorial terakhir pada blok keempat ini akan
menjelaskan secara singkat dan jelas tentang demam.
(IPD FK UI,2006)
B. RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan demam?


Apa saja jenis-jenis dari demam?
Apa saja penyebab timbulnya demam?
Bagaimana proses terjadinya demam?
Bagaimana mekanisme tubuh terhadap kenaikan dan penurunan suhu pada

saat demam?
6. Bagaimana penatalaksanaan demam secara farmakologi dan non
farmakologi?

C. TUJUAN

Laporan ini ditulis sebagai hasil dari tutorial pertama pada Blok 4, agar
tercapainya tujuan, antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.

Definisi demam
Jenis-jenis demam
Etiologi demam
Mekanisme terjadinya demam
Mekanisme tubuh terhadap kenaikan dan penurunan suhu pada saat

demam
6. Penatalaksanaan demam
D. MANFAAT
Adapun manfaat dari penulisan tutorial ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa mampu mengetahui definisi demam
2. Mahasiswa mampu mengetahui jenis-jenis demam
3. Mahasiswa mampu mengetahui etiologi demam
4. Mahasiswa mampu mengetahui mekanisme terjadinya demam
5. Mahasiswa mampu mengetahui mekanisme tubuh terhadap kenaikan dan
penurunan suhu pada saat demam
6. Mahasiswa mampu mengetahui penatalaksanaan demam

BAB II
STUDI PUSTAKA

A. DEFINISI DEMAM
2

Demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi dari pada
biasanya atau di atas suhu normal. Umumnya terjadi ketika seseorang
mengalami gangguan kesehatan. Demam sesungguhnya merupakan reaksi
alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melalui perlawanan terhadap beragam
penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh.
Dengan kata lain demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh
terhadap serangan penyakit.
(Widjaja, 2009)
B. JENIS-JENIS DEMAM
1. Demam Septik
Pada tipe demam septik, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi
sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada
pagi hari. Sering disertai keluhan menggigil dan berkeringat.
2. Demam Remiten
Pada tipe demam remiten, suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak
pernah mencapai suhu badan normal.
3. Demam interminten
Pada tipe demam interminten, suhu badan turun ke tingkat yang normal
selama beberapa jam dalam satu hari.
4. Demam Kontinyu
Pada tipe demam kontinyu variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih
dari satu derajat. Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali
disebut hiperpireksia.
5. Demam Siklik
Pada tipe demam siklik terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari
yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari kemudian
diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.
(TIM FKUI , 2007)
C. ETIOLOGI DEMAM
1. Infeksi
Bakterial, viral, riketsia, jamur dan parasit.
2. Penyakit Autoimun
3

Demam rematik, polimyalgia rheumatika, lupus eritematosus sistemik,


dermatomyositis.
3. Penyakit Sistem Saraf Pusat
Pendarahan selebral, trauma kepala, tumor otak dan spinal, penyakit
degeneratif sistem saraf pusat, trauma medulla spinalis.
4. Penyakit Neoplasma Ganas
Neoplasma primer (misalnya kolon dan rektum, hepar, ginjal dan
neuroblastoma), tumor metastase dari hepar.
5. Penyakit Darah
Limfoma, leukimia, anemia hemolitik.
6. Penyakit Kardiovaskuler
Infark miokard, tromboflebitis, emboli pulmo.
7. Penyakit Gastrointestinal
Penyakit bowel, abses hepar, hepatitis alkoholik.
8. Penyakit Endokrin
Hipertiroid atau feokromositoma bisa menaikan suhu karena kegagalan
regulasi.
9. Demam palsu
(Therney, 2002)

D. MEKANISME TERJADINYA DEMAM


Proses peradangan diawali dengan masuknya mikroorganisme
kedalam tubuh kita. Mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh umumnya
memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen.
Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan
mencegahnya yakni dengan memerintahkan leukosit, makrofag, dan limfosit
untuk memakannya (fagositosit). Dengan adanya proses fagositosit ini, tentaratentara tubuh itu akan mengelurkan zat kimia yang dikenal sebagai pirogen
endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi.
Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel
hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi
yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan
enzim fosfolipase A2. Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang
dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2).
Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim

siklooksigenase. Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja


dari termostat hipotalamus. Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya
akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal).
(Sherwood, 2001)
E. MEKANISME TUBUH PADA PENURUNAN DAN PENINGKATAN
SUHU
1. Penurunan Suhu
Sistem pengatur suhu menggunakan tiga mekanisme penting untuk
menurunkan panas tubuh ketika suhu tubuh menjadi sangat tinggi:
a. Vasodilatasi pembuluh darah kulit. Pada hampir semua area di dalam
tubuh, pembuluh darah kulit berdilatasi dengan kuat. Hal ini
disebabkan oleh hambatan pusat simpatis di hipotalamus posterior
yang menyebabkan vasokontriksi. Vasodilatasi penuh akan
meningkatkan kecepatan pemindahan panas ke kulit sebanyak delapan
kali lipat.
b. Berkeringat. efek dari peningkatan suhu tubuh menyebabkan
peningkatan yang tajam pada kecepatan kehilangan panas melalui
evaporasi, yang dihasilkan dari berkeringat ketika suhu inti tubuh
meningkat di atas nilai kritis. Peningkatan suhu tubuh tambahan
sebesar 1C, menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak
untuk membuang 10 kali kecepatan pembentukan panas tubuh basal.
c. Penurunan pembentukan panas. Mekanisme yang menyebabkan
pembentukan panas yang berlebihan, meliputi menggigil dan
termogenesis kimia, dihambat dengan kuat.
2. Peningkatan Suhu
F. PENATALAKSANAAN DEMAM
1. Farmakologi
a. Asetaminofen
Walaupun setara dengan aspirin sebagai analgesik dan antipiretik
yang efektif, asetaminofen berbeda karena tidak adanya sifat anti
inflamasinya
Dosis
5

Nyeri akut dan demam dapat ditatalaksana dengan 325-500 mg 4


kali sehari dan untuk anak-anak dalam dosisnya sebanding yang lebih
kecil. Keadaan seimbang dicapai dalam satu hari.
b. Aspirin
1. Farmakodinamuk
a. Efek anti-inflamasi: menghambat sintesis prostaglandin, aspirin
juga mempengaruhi zat antara kimia sistem kalikrein. Aspirin
menghambat perlengkatan granulosit ke pembuluh darah yang
rusak, menstabilkan lisosom dan menghambat migrasi leukosit
polimorfonuklear dan magrofag ke tempat peradangan.
b. Efek analgesik: aspirin sangat efektif dalam meredakan nyeri.
c. Efek antipiretik: aspirin menurunkan demam tetapi hanya sedikit
mempengaruhi suhu badan normal. Penurunan suhu badan
berhubungan dengan peningkatan pengeluaran panas karena
pelebaran pembuluh darah superfisial.
Demam yang menyertai infeksi dianggap akibat pembentukan
prostaglandin di dalam susunan saraf pusat sebagai respon terhadap
pirogen bakteri. Aspirin dengan menghambat efek tersebut, bisa
mengatur lagi pengontrol suhu di hipothalamus, sehingga
memudahkan pelepasan panas dengan vasodilatasi.
2. Dosis
Dosis analgesik dan antipiretik aspirin lebih kecil dari dosis oral
0,6 g yang lazim digunakan. Dosis lazim dapat diulang setiap 4 jam dan
dosis kecil (0,3 g) setiap 3 jam. Dosis untuk anak-anak sebesar 50-75
mg/kg/hari dalam dosis terbagi.
Dosis antiinflamasi rata-rata (4 g per hari), dapat ditoleransi oleh
kebanyakan orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya 50-75 mg/kg/hari
menghasilkan kadar darah yang adekuat.
(Katzung, 2009)

BAB III
PEMBAHASAN
Dari skenario III telah didapatkan informasi sebagai berikut:
1. Dea mengeluh demam dan menggigil.
2. Demamnya terus menerus, tidak turun walaupun sudah di kompres dan
minum obat.
3. Oleh kakak tingkatnya diperiksa suhu tubuh menggunakan termometer di
Axilla dan hasilnya 39 celcius.
4. Dea yang menanyakan penyebab demam.
5. Demam itu bermacam-macam sebabnya, organ yang paling berperan adalah
hipothalamus.
Berikut merupakan pembahasan dari skenario:
1. Demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi dari pada biasanya

atau di atas suhu normal. Umumnya terjadi ketika seseorang mengalami


gangguan kesehatan. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari
tubuh manusia dalam usaha melalui perlawanan terhadap beragam penyakit
yang masuk atau berada di dalam tubuh.
2. Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5-37,5 C sedangkan suhu subnormal
dibawah 36C, demam juga pada umumnya diartikan pada suhu tubuh lebih dari
37,2 C, seperti yang dialami oleh Dea yaitu 39C. Dan pada pengukuran dengan
menggunakan termometer di aksilla, rektal, maupun peroral terdapat perbedaan
hasil, yaitu berkisar antara 0,5-0,8C.
3. Dea juga mengeluh menggigil, ini akibat dari respons penurunan suhu lingkungan
sehingga tubuh menggunakan cara involunter primer untuk meningkatkan produksi
panas. Tubuh dapat memperoleh panas dari produksi panas internal yaitu dari
aktivitas metabolik atau dari lingkungan eksternal jika lingkungan eksternal lebih
panas dari lingkungan internal (suhu tubuh). Menggigilnya Dea sendiri ketika tubuh

merespons penurunan suhu inti, hipothalamus memanfaatkan kenyataan bahawa


4.

peningkatan aktivitas otot rangka menghasilkan panas.


Demam yang terjadi secara terus-menerus disebut hiperpireksia.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Demam tidak hanya desebabkan karena bakteri maupun virus.Ada
faktor lain yang menyebabkan demam.Jenis dan tipe demam bermacammacam .Untuk jenis demam ada demam remiten,intermitten dan yang
lainnya.Cara pemeriksaannya juga berbeda-beda,ada yang di axilla
(ketiak),oral (mulut),rektal/rektum (anus).Suhu tubuh normal 36,537,5.Apabila yang mengalami demam dapat mencapai 40C.Apabila sudah
mencapai suhu tersebut biasanya penderita mengalami kejang
demam.Apabila terjadi demam dapat digunakan dengan pertolongan
pertama yaitu kompres.Apabila berkelanjutan,segera periksalah ke dokter.
B. Saran
1. Apabila terjadi demam jangan diobati terlebih dahulu,tetapi tunggu
dulu 2-3 hari agar dapat diketahui penyakitnya.
2. Apabila demam berkelanjutan lebih baik diperiksakan terlebih dahulu
ke dokter.
3. Dapat dikompres terlebih dahulu untuk menurunkan demam sebagai
pertolongan pertama.
4. Apabila mengompres jangan lupa menggunakan air hangat agar panas
tidak bertambah tinggi.
5. Apabila demam janganlah menggunakan pakaian yang tebal agar
panas tubuh dapat keluar,gunakanlah pakaian yang tipis agar panas
tubuh dapat keluar.Dimaksudkan disini gunakan pakaian jangan
berangkap-rangkap.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2006.Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta.
Sylvia A.Price.2008.Patofiologi Konsep Klinis Proses Penyakit.Jakarta : EGC
Guyton, Arthur C.2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta : EGC
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia.Jakarta:EGC