Anda di halaman 1dari 16

Geologi

Geologi
Kalimanta
Kalimanta
n
n Selatan
Selatan

Kalimantan
Selatan

Ryan Afrian (41 0010


005)
Fahri H. Radjab (41 0010
060)
Deka Maulana (41 0010
074)
Joao Das Neves (41 0010
094)

Latar Belakang
Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah yang
menarik
untuk dipelajari khususnya keadaan geologi regionalnya
karena daerah ini mempunyai kondisi geologi yang
kompleks terutama dari segi kerangka tektoniknya.

Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan mempresentasikan
tentang Geologi Kalimantan Selatan adalah
untuk menginformasikan kondisi geologi
Provinsi Kalimantan Selatan baik dari segi
fisiografi, stratigrafi, struktur geologi,
sejarah geologi, dan geologi
lingkungannya.

Fisiografi Regional
Kerangka

tektonik
Pulau
Kalimantan oleh (Nuay, 1985
op cit. Oh, 1987) dibagi
menjadi 12 unit, yaitu ;
Paparan Sunda, Pegunungan
Mangkalihat,
Paternoster
Platfrom, Tinggian Kucing,
Tinggian Meratus, Tinggian
Sampurna, Cekungan MelawiKetengau, Cekungan Tarakan,
Cekungan Kalimantan BaratLaut,
Cekungan
Barito,
Cekungan Asem-asem, dan
Cekungan Kutai.

1. Cekungan
Barito
2. Tinggian
Meratus
3. Cekungan Asemasem

Kerangka Tektonik Pulau


Kalimantan
(Nuay, 1985 op cit. Oh, 1987)

Stratigrafi Regional
Qa : Alluvium
Tqd : Formasi Dahor
Tmw : Formasi Warukin
Tomb : Formasi Berai

Cekungan Asem Tomp : Formasi Pamaluan


asem

Kelompok
Alino

Tct : Formasi Tanjung


Kdi : Intrusi Diorit

Cekungan BaritoKvp : Formasi Paau


Km : Formasi Manunggul
Kak : Formasi Keramaian
Kab : Anggota Batupora
(F.Pudak)
Kvh : Formasi Haruyan
Ksp : Formasi Pitap
Kok : Olistolit Kintap
Kgr : Granit Batanglai
Klb
:
Formasi
Tinggian
Meratus
Batununggal
Mub : Batuan Ultramafik
Mb : Batuan Bancuh
Mr : Batupasir kersikan
dan Rijang Radiolaria
Mm : Batuan Malihan

Struktur Geologi Regional


Kalimantan
Selatan

Struktur geologi yang berkembang di Provinsi Kalimantan


Selatan pada umumnya merupakan lipatan dan sesar naik
dengan arah baratdaya-timur laut dan utara-selatan , sesar
mendatar berarah baratlaut-tenggara dan barat daya timur
laut, dan sesar normal

Sejarah Geologi
Provinsi Kalimantan Selatan
terbentuk karena proses
collision antara Eurasia
Continent dengan
Gondwana MicroContinents yang
berlangsung sejak Jura
yang mengakibatkan
bercampurnya batuan
ultramafik (Mub), batuan
bancuh (mb), batuan
malihan (Mm) dan
batupasir terkersikkan (Mr).

Pada Kapur Awal batuan


ultramafik (Mub) dan batuan
malihan (Mm) diterobos
oleh Granit Batanglai (Kgr)
Dan pada waktu yang
hampir bersamaan terjadi
genang laut yang
mengakibatkan
terendapkannya
batugamping orbitulina (Klb)

tektonik

Pada Kapur Akhir bagian


bawah terbentuk kelompok
Alino (Formasi Pitap (Ksp),
Formasi Manunggul
(Km),Olistolit Kintap (Kok))
yang sebagian merupakan
produk olisostrom yang
diselingi dengan kegiatan
gunungapi terjadi yang
menghasilkan Formasi
Haruyan (Kvh), dan Formasi
Paau (Kvp).
Pada Kapur akhir bagian atas
terjadi kegiatan magma yang
menghasilkan terobosan diorite
(Kdi). Diorit ini menerobos
batuan alas Formasi Pitap (Ksp)
dan batuan batuan yang lebih
tua.
Pada Awal Paleosen terjadi
pengangkatan dan pendataran
mengakibatkan terjadinya proses
erosional dan pensesaran.

Pada awal Eosen terjadi


terendapan Formasi Tanjung (Tct)
bagian bawah pada lingkungan
fluvial sedangkan bagian atas dari
formasi ini terbentuk lingkungan
pasang surut

tektonik

Formasi Tanjung (Tct) mempunyai


hubungan ketidakselarasan
dengan batuan-batuan berumur
Kapur.
Paparan karbonat Formasi Berai
(Tomb) terbentuk dalam kondisi
genang laut pada awal Oligomiosen bersamaan dengan
pengendapan klastika Formasi
Pamaluan (Tomp).
Pada Miosen Tengah terjadi susut
laut dan bersamaan saat itu
terendapkan Formasi Warukin
(Tmw) dalm kondisi darat

tektonik

tektonik

Kegiatan tektonik terjadi lagi pada


Miosen akhir sehingga
pengendapan terhenti yang
mengakibatkan hampir seluruh
batuan Mesozoikum ternagkat dan
membentuk Tinggian Meratus
sehingga membentuk Cekungan
Barito pada sebelah barat Tinggian
Meratus dan Cekungan Asemasempada sebelah timur Tinggian
Meratus. Tektonik pada Miosen
Akhir inilah yang mengakibatkan
batuan-batuan pra-Tersier dan
Tersier terlipat kuat dan
tersesarkan dengan gaya utama
relative tenggara-barat laut dan
selatan-utara.
Pada Plio-Plistosen berlangsung
lagi pendataran pada Cekungan
Barito-Cekungan Asem-asem dan
Pengendapan Formasi Dahor
(TQd) pada Pliosen.

Erosional-non
depositional-

tektonik

tektonik

Akibat adanya kegiatan tektonik


proses pengangkatan yang
menyebabkan proses erosianal
dan non-depositional pada Miosen
Akhir menyebabkan Formasi
Dahor (TQd) mempunyai
hubungan ketidakselarasan
dengan Formasi Warukin (Tmw).
Pada Plistosen akhir terjadi
erosional dan tanpa pengendapan
pada Formasi Dahor (TQd) bagian
atas dan kemudian terendapkan
endapan-endapan Alluvium (Qa)
pada Kala Holosen.
Endapan Alluvium (Qa) mempunyai
hubungan ketidakselaran dengan
Formasi Dahor (TQd).

Energi dan Sumber Daya


Mineral

Minyak bumi di daerah


Batulicin (telah di eksplorasi
oleh PT.PERTAMINA), di daerah
Tanjung, Pulau Laut,Barabai dan
kandangan (dalam bentuk
rembesan minyak)

Kromit terdapat di Pegunungan


Bobaris
Intan terdapat di daerah
martapura

Mineral logam emas


primer terdapat di
sekitar Pelaihari dan
emas placer sungai
di sekitar Pelaihiri

Batubara yang terdapat pada


Formasi Tanjung dan Formasi
Warukin

Mineral logam bijih


besi di G. Kukusan,
Sarakaman, G.
Batuberani, Tanjung
nusantara, G. Damar

Mineral logam nikel di Pulau


Sebuku

Kesimpulan

Provinsi Kalimantan Selatan secara Kerangka tektonik Pulau


Kalimantan oleh (Nuay, 1985 op cit. Oh, 1987) masuk ke dalam
unit Tinggian Meratus, Cekungan Barito, dan Cekungan Asemasem. Secara stratigrafi Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai
batuan tertua berumur Jura dari Kelompok Batuan Ultramafik
(Mub), Batuan Bancuh (Mb), Batupasir kersikan dan Rijang
Radiolaria (Mr), Batuan Malihan (Mm) yang umumnya penyusun
Tinggian Meratus dan batuan termuda yaitu Formasi Dahor
(Tqd) dan Endapan Aluuvium (Qa) yang menutupi Cekungan
Barito dan Cekungan Asem-asem. Struktur geologi yang
berkembang pada umumnya merupakan lipatan dan sesar naik
dengan arah baratdaya-timur laut dan utara-selatan , sesar
mendatar berarah baratlaut-tenggara dan barat daya timur laut,
dan sesar normal. Energi dan Sumber Daya Mineral yang
terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan berupa batubara,
minyak bumi, bijih besi, emas, kromit, nikel, dan intan.

Daftar Pustaka
Van Bemmelen, R.W. 1949. The Geology of Indonesia. Goverment Printing Office, The Hague.
Asikin, Sukendar. 1976. Diktat Geologi Struktur Indonesia dan Gambar-Gambar. Departemen
Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Katili, J.A. Marks. P, Geologi. Departemen Urusan Research Nasional, Jakarta.
Heryanto,R. Sanyoto,P.1994. Peta Geologi Regional lembar Amuntai, Kalimantan.
Heryanto,R.Supriatna. S.Rustandi E. Baharuddin. 1994. Peta Geologi Regional lembar
Sampanahan, Kalimantan.
Heryanto,R. Sanyoto,P.1994. Peta Geologi Regional lembar Banjarmasin, Kalimantan.
Rustandi,E.Sanyoto,P. Nila. E.S. Margono. U. 1995. Peta Geologi Regional lembar Kotabaru,
Kalimantan.
http://geohazard.blog.com/2008/10/17/tektonik-sumberdaya/
http://geoenviron.blogspot.com/2012/09/lempeng-tektonik-indonesia.html
http://ernageo.blogspot.com/2013/05/geologi-indonesia-kalimatan.html
http://valentinomalau31.blogspot.com/2011/11/cekungan-kalimantan.html?zx=f5fd30fb3517ca99
http://www.iagi.or.id/paper/paleogeografi-cekungan-tersier-barito-kalimantan
http://edytem.univ-savoie.fr/archives/lgham/priyomarsono-r-ind.html
http://geotrekindonesia.wordpress.com/2013/06/12/pegunungan-meratus-hubungan-pribadi/
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/454/jbptitbpp-gdl-ekomujiono-22655-3-2010ta-2.pdf
http://aryadhani.blogspot.com/2012/07/geologi-regional-kalimantan-timur.html
http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=351&Itemid=388
http://opac.geotek.lipi.go.id/index.php?p=show_detail&id=889

Sekian dan Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai