Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1 IKM/KK

Nama : Maghfirah Mahmuddin


NIM : C111 11 310
1. Jelaskan ruang lingkup dari ilmu kedokteran komunitas.
Kedokteran komunitas (community medicine) adalah cabang kedokteran yang
memusatkan perhatian kepada kesehatan anggota-anggota komunitas, dengan menekankan
diagnosis dini penyakit, memperhatikan faktor-faktor yang membahayakan (hazard)
kesehatan yang berasal dari lingkungan dan pekerjaan, serta pencegahan penyakit pada
komunitas (The Free Dictionary, 2010).
Kedokteran komunitas memberikan perhatian tidak hanya kepada anggota
komunitas yang sakit tetapi juga anggota komunitas yang sehat. Sebab tujuan utama
kedokteran komunitas adalah mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan anggotaanggota komunitas. Karena menekankan upaya pencegahan penyakit, maka kedokteran
komunitas kadang-kadang disebut juga kedokteran pencegahan (preventive medicine).
Fokus perhatian kedokteran komunitas adalah masalah kesehatan dan penyakit
yang terjadi pada komunitas di mana individu tersebut tinggal, bekerja, atau bersekolah.
Implikasinya, kedokteran komunitas memberikan prioritas perhatian kepada penyakitpenyakit yang menunjukkan angka kejadian yang tinggi pada populasi, yang disebut
public health importance. Untuk itu seorang dokter yang berorientasi kedokteran
komunitas diharapkan memiliki kemampuan untuk menghitung frekuensi penyakit dan
angka kejadian penyakit pada populasi, mendiagnosis masalah penyakit pada populasi
(community diagnosis), membandingkan distribusi penyakit pada populasi-populasi, lalu
menarik kesimpulan tentang penyebab perbedaan distribusi penyakit pada populasi, dan
mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah penyakit, melindungi,
memulihkan, dan meningkatkan kesehatan populasi. Selanjutnya, dalam memandang
kausa masalah kesehatan pada pasien maupun komunitas, kedokteran komunitas mengakui
kausa penyakit yang terletak pada level populasi dan lingkungan.
2. Apa yang anda ketahui tentang upaya pencegahan penyakit yang ada di masyarakat.
Sebutkan dan jelaskan (five level; prevention)
1. Promosi kesehatan ( health promotion)
Dalam tingkat ini dilakukan pendidikan kesehatan, misalnya dalam peningkatan gizi,
kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air rumah tangga
yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran, air limbah, hygiene

perorangan, rekreasi, sex education, persiapan memasuki kehidupan pra nikah dan
persiapan menopause.
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya.
Beberapa usaha di antaranya :
- Penyediaan makanan sehat cukup kwalitas maupun kwantitasnya.
- Perbaikan hygien dan sanitasi lingkungan,seperti : penyediaan air rumah tangga
yang baik,perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan
sebagainya.
- Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
- Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
2. Perlindungan khusus (specific protection)
Program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus, pendidikan
kesehatan sangat diperlukan terutama di Negara-negara berkembang. Hal ini karena
kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan terhadap
penyakit pada dirinya maupun anak-anaknya masih rendah. Selain itu pendidikan
kesehatan diperlukan sebagai pencegahan terjadinya kecelakaan baik ditempat-tempat
umum maupun tempat kerja.
Penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS, penggunaan sarung
tangan dan masker saat bekerja sebagai tenaga kesehatan
Beberapa usaha lain di antaranya :
- Vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit tertentu.
- Isolasi penderitaan penyakit menular .
- Pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat-tempat umum maupun di tempat
kerja.
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment)
Karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan
penyakit, maka sering sulit mendeteksi penyakit-penyakit yang terjadi di masyarakat.
Bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau tidak mau diperiksa dan diobati
penyakitnya. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak memperoleh pelayanan
kesehatn yang layak. Oleh sebab itu pendidikan kesehatan sangat diperlukan dalam
tahap ini.
Tujuan utama dari usaha ini adalah :
1. Pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepat-cepatnya dari setiap jenis penyakit
2.
3.

sehingga tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera.


Pencegahan penularan kepada orang lain, bila penyakitnya menular.
Mencegah terjadinya kecacatan yang diakibatkan sesuatu penyakit.

Beberapa usaha deteksi dini di antaranya :


Mencari penderita di dalam masyarakat dengan jalam pemeriksaan : misalnya
pemeriksaan darah,roentgent paru-paru dan sebagainya serta segera memberikan

pengobatan
Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit yang
telah berhubungan dengan penderita penyakit menular (contact person) untuk
diawasi agar derita penyakitnya timbul dapat segera diberikan pengobatan dan

tindakan-tindakan lain yang perlu misalnya isolasi,desinfeksi dan sebagainya.


Pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar mereka dapat mengenal gejala
penyakit pada tingkat awal dan segera mencari pengobatan. Masyarakat perlu
menyadari bahwa berhasil atau tindaknya usaha pengobatan, tidak hanya
tergantung pada baiknya jenis obat serta keahlian tenaga kesehatannya,melainkan
juga tergantung pada kapan pengobatan itu diberikan.

Pengobatan yang terlambat akan menyebabkan :


Usaha penyembuhan menjadi lebih sulit,bahkan mungkin tidak dapat sembuh lagi
misalnya pengobatan kanker (neoplasma) yang terlambat.
Kemungkinan terjadinya kecacatan lebih besar.
Penderitaan si sakit menjadi lebih lama.
Biaya untuk perawatan dan pengobatan menjadi lebih besar.

4. Pembatasan cacat (disability limitation)


Oleh karena kurangnyaa pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan
penyakit, maka sering masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas.
Dengan kata lain mereka tidak melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang komplit
terhadap penyakitnya. Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat
mengakibatkan orang yang bersangkutan cacat atau ketidak mampuan. Oleh karena
itu, pendidikan kesehatan juga diperlukan pada tahap ini.
Penanganan secara tuntas pada kasus-kasus infeksi organ reproduksi menjegah
terjadinya infertilitas.
5. Rehabilitasi (rehabilitation)
Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang menjadi cacat,
untuk memeulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang diperlukan latihan tertentu.
Oleh karena kurangnya pengetian dan kesadaran orang tersebut, ia tidak akan segan
melakukan latihan-latihan yang dianjurkan. Disamping itu oorang yang cacat stelah
sembuh dari penyakit, kadang-kadang malu untik kembali ke masyarakat. Sering
terjadi pula masyarakat tidak mau menerima mereka sebagai anggoota masyarakat

yang normal. Oleh sebab itu jelas pendidikan kesehatan diperlukan bukan saja untuk
orang yang cacat tersebut, tetapi juga perlu pendidikan kesehatan pada masyarakat.
Pusat-pusat rehabilitasi bagi korban kekerasan, rehabilitasi PSK, dan korban narkoba.
Rehabilitasi ini terdiri atas :
1. Rehabilitasi fisik
yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal-maksimalnya.
Misalnya,seseorang yang karena kecelakaan,patah kakinya perlu mendapatkan
2.

rehabilitasi dari kaki yang patah ini sama dengan kaki yang sesungguhnya.
Rehabilitasi mental
yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan
social secara memuaskan. Seringkali bersamaan dengan terjadinya cacat badaniah
muncul pula kelainan-kelainan atau gangguan mental.
Untuk hal ini bekas penderita perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelumm

kembali ke dalam masyarakat.


3. Rehabilitasi sosial vokasional
yaitu agar bekas penderita menempati suatu pekerjaan/jabatn dalam masyarakat
dengan kapasitas kerja yang semaksimal-maksimalnya sesuai dengan kemampuan dan
4.

ketidak mampuannya.
Rehabilitasi aesthesis
usaha rehabilitasi aesthetis

perlu

dilakukan

untuk

mengembalikan

rasa

keindahan,walaupun kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat
dikembalikan misalnya : penggunaan mata palsu.
3. Berikan penjelasan tentang apa yang anda ketahui tentang pelayanan kedokteran
keluarga.
Dokter keluarga adalah setiap dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang
profesi kedokteran maupun kesehatan yang memiliki pengetahuan dan

keterampilan

melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang


untuk menjalankan praktek dokter keluarga. Secara singkat dapat didefinisikan sebagai
Dokter yang berprofesi khusus sebagai Dokter Praktik Umum yang menyelenggarakan
Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer dengan menerapkan prinsip-prinsip Kedokteran
keluarga.
Dokter Praktik Umum, yaitu Dokter yang dalam praktiknya menampung semua
masalah yang dimiliki pasien tanpa memandang jenis kelamin, status sosial, jenis
penyakit, golongan usia, ataupun sistem organ.
Pelayanan kesehatan tingkat primer

Ujung tombak pelayanan kesehatan tempat kontak pertama dengan pasien untuk
selanjutnya menyelesaikan semua masalah sedini dan sedapat mungkin atau
mengkoordinasikan tindak lanjut yang diperlukan pasien.
Prinsip-prinsip Kedokteran Keluarga, adalah pelayanan yang komprehensif,
kontinyu, koordinatif (kolaboratif), mengutamakan pencegahan, menimbang keluarga
dan komunitasnya. Pelayanan kesehatan/asuhan medis yang didukung oleh
pengetahuan

kedokteran

terkini

secara

menyeluruh

(holistik),

paripurna

(komprehensif) terpadu, berkesinambungan untuk menyelesaikan semua keluhan dari


pengguna jasa/pasien sebagai komponen keluarganya dengan tidak memandang
umur, jenis kelamin dan sesuai dengan kemampuan sosialnya.

4. Apa yang anda ketahui tentang pelayanan kesehatan dasar (primary health care).
Dan bagaimana implementasinya pada pelayanan kesehatan di indonesia.
PHC adalah pelayanan kesehatan primer yang didasarkan kepada metode dan
teknologi praktis, ilmiah, dan dapat diterima secara umum/sosial baik oleh individu
maupun keluarga dalam masyarakat melaalui partisipasinya yang penuh, serta dengan
biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk setiap tahap
pembangunan dalam semangat memandirian.
Di Indonesia bentuk operasional PHC adalah PKMD dengan berlandaskan
kepada GBHN yang merupakan ketetapan MPR untuk dilaksanakan dengan
melibatkankerjasama lintas sektor dari instansi-instansi yang berwenang dalam mencapai
derajat kesehatan dan kesejahteraan masayarakat.
PHC merupakan hasil pengkajian, pemikiran, pengalaman dalam pembanguanan
kesehatan dibanyak negara yang diawali dengan kampenye massal pada tahun 1950-an
dalam pemberantasan penyakit menular, karena pada waktu itu banyak negara tidak
mampu mengatasi dan menanggulangi wabah penyakit TBC, campak, diare dan
sebagainya. Oleh karena itu dibentuklah forum internasional yang menekankan
pentingnya memperhatikan aspek sosial, kesehatan dan penyakit disemua negara untuk
menekan angka kesakitan dan kematian.
Di Indonesia, penyelenggaraan PHC dilaksanakan di Puskesmas dan jaringan
yang berbasis komunitas dan partisipasi masyarakat, yaitu Poskesdes dan Posyandu yang
ada di setiap wilayah kecamatan dan kelurahan. Untuk strategi ketiga, Kementerian
Kesehatan saat ini memiliki salah satu program yaitu saintifikasi jamu yang dimulai
sejak tahun 2010 dan bertujuan untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan
masyarakat terhadap obat-obatan. Program ini memungkinkan jamu yang merupakan

obat-obat herbal tradisional yang sudah lazim digunakan oleh masyarakat Indonesia,
dapat teregister dan memiliki izin edar sehingga dapat diintegrasikan di dalam pelayanan
kesehatan formal.
5. Sebutkan upaya pelayanan kesehatan wajib yang ada di Puskesmas dan jelaskan.
1. Program pengobatan (kuratif dan rehabilitatif) yaitu bentuk pelayanan kesehatan
untuk mendiagnosa, melakukan tindakan pengobatan pada seseorang pasien dilakukan
oleh seorang dokter secara ilmiah berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh
selama anamnesis dan pemeriksaan
2. Promosi Kesehatan yaitu program pelayanan kesehatan puskesmas yang diarahkan
untuk membantu masyarakat agar hidup sehat secara optimal melalui kegiatan
penyuluhan (induvidu, kelompok maupun masyarakat).
3. Pelayanan KIA dan KB yaitu program pelayanan kesehatan KIA dan KB di
Puskesmas yang ditujuhkan untuk memberikan pelayanan kepada PUS (Pasangan
Usia Subur) untuk ber KB, pelayanan ibu hamil, bersalin dan nifas serta pelayanan
bayi dan balita.
4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak menular yaitu program
pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular
penyakit menular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll).
5. Kesehatan Lingkungan yaitu program pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas
untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar,
pengawasan mutu lingkungan dan tempat umum termasuk pengendalian pencemaran
lingkungan dengan peningkatan peran serta masyarakat,
6. Perbaikan Gizi Masyarakat yaitu program kegiatan pelayanan kesehatan, perbaikan
gizi masyarakat di Puskesmas yang meliputi peningkatan pendidikan gizi,
penanggulangan Kurang Energi Protein, Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat
Kekurangan Yaodium (GAKY), Kurang Vitamin A, Keadaan zat gizi lebih,
Peningkatan

Survailans

Gizi,

dan

Perberdayaan

Usaha

Perbaikan

Keluarga/Masyarakat.
6. Sebutkan beberapa masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia dan apakah
masalah tersebut ada program penanggulangannya.

Gizi

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi sorotan ialah gizi
masyarakat, karena masih banyak masyarakat Indonesia yang dalam pemenuhan gizinya
belum mendekati normal, artinya angka kecukupan gizi di masyarakat Indonesia sangat
rendah terutama di daerah pedesaan yang ekonomi masyarakatnya menengah ke bawah.
Banyak masyarakat yang masih mengkonsumsi makanan satu macam sehingga
nutrisisnya tidak optimum. Hal tersebut dapat menyebabkan busung lapar, gizi buruk,
dan kurang gizi. Pentingnya kesehatan masyarakat haruis benar- benar mendapat
perhatian, karena masyarakat bisa menjadi cerminan suatu Negara. Bagaimanapun suatu
Negara bisa terus berkembang karena ada masyarakat yang menyumbangkan SDMnya.
Sumber daya manusia yang baik tentu berasal dari masyarakat yang sehat.
Secara umum masalah kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Penyebab
langsungnya ialah makanan dan penyakit. Timbulnya kurang gizi tidak hanya
dikarenakan asupan makanan yang kurang, tapi juga penyakit. Anak yang mendapat
cukup makanan tetapi sering sakit, pada akhirnya dapat menderita kurang gizi. Dan
demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan
tubuhnya kan melemah dan akan muda terserang penyakit.
Masalah gizi utama di Indonesia adalah Kurang Energi Protein (KEP), obesitas,
anemia, defisiensi vitamin A, dan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY).
Kurang Energi Protein (KEP)
KEP merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan oleh
kekurangan energi maupun protein dalam proporsi yang berbeda-beda. KEP adalah
keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein
dalam makanan sehari-hari, gangguan sistem pencernaan, serta pengetahuan yang
kurang tentang gizi.
Obesitas
Obesitas merupakan penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan
ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh. Obesitas

disebabkan perilaku makan yang berhubungan dengan faktor keluarga dan


lingkungan, jarang berolahraga, gangguan hormon, serta faktor genetik.
Anemia
Anemia ialah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin
dalam darah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang
memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru- paru, dan mengantarkannya ke
seluruh tubuh. Gejala anemia adalah pucat, lemah, lesu, sering berdebar, sakit kepala.
Defisiensi Vitamin A
Vitamin A merupakan nutrient esensial yang hanya dapat dipenuhi dari luar
tubuh, jika asupannya berlebih akan menyebabkan keracunan. Penyebabnya asupan
makanan yang mengandung vitamin A rendah.
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
Gaky ialah sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan
unsur yodium secara terus menerus dalam waktu yang cukup lama. Yodium ialah
sejenis mineral yang terdapat dialam dan merupakan zat gizi mikro yang diperlukan
untuk pertumbuhan.defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi
kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok.
Gizi salah berpengaruh negatif terhadap perkembangan mental, fisik,
produktivitas, dan kesanggupan kerja manusia. Gizi salah yang diderita pada masa
periode anak-anak dapat menghambat kecerdasan anak. Anak yang menderita gizi
salah mengalami kelelahan mental serta fisik, dan dengan demikian mengalami
kesulitan untuk berkonsentrasi di dalam kelas, dan sering kali ia tersisihkan dari
kehidupan sekitarnya.
Penanggulangan masalah gizi kurang ialah perlu adanya upaya pemenuhan
persediaan pangan nasional terutama melalui peningkatan produksi pangan,
peningkatan upaya perbaikan gizi keluarga untuk meningkatkan ketahanan pangan

tingkat rumah tangga, peningkatan pelayanan gizi terpadu, peningkatan informasi dan
edukasi di bidang pangan dan gizi masyarakat, peningkatan kesehatan lingkungan.