Anda di halaman 1dari 28

Bagian OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin

Laporan kasus
JUNI 2016

Abortus Inkomplit
Disusun Oleh :
Ine Wahyuni Dean
Reza M. Ammarie
Hafiz Hazwan
Risfikawati Riskal
Pembimbing :
dr. Erny Murty Nyngsih
Supervisor :
dr. Hj. Zulfatmah. M.Kes. Sp.OG

Identitas Pasien

Anamnesis

Keluhan utama
:
Keluar darah dari jalan lahir
Anamnesis terpimpin
:
Dirasakan sejak kurang lebih 2 hari sebelum dirujuk ke RSUD Majene
dan mulai banyak saat mau dirujuk. Disertai pengeluaran seperti
gumpalan daging. Riwayat demam (+). Riwayat pelepasan air
ketuban (-), pelepasan lendir (-). Riwayat keputihan (-) .Riwayat ANC
(-). Injeksi Tetanus Toxoid (-). Riwayat kuretase (-). Riwayat hipertensi
tidak ada, riwayat diabetes mellitus tidak ada, riwayat asma tidak
ada, riwayat alergi tidak ada, riwayat trauma ada, pasien terjatuh
saat di kamar mandi , riwayat minum obat-obatan atau jamu tidak
ada, riwayat kontrasepsi tidak pernah. Riwayat nyeri saat berkemih
tidak ada. Riwayat berhubungan dengan suami selama kehamilan
ada. Riwayat nyeri saat berhubungan seksual, tidak ada. Buang air
kecil lancar, buang air besar biasa.

Riwayat Obstetri

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Obstetrik
Pemeriksaan Luar

TFU
: tidak teraba
MT/NT
: -/Fluxus
: darah (+), keputihan (-)
Pemeriksaan Luar Vagina
Vulva/vagina :tidak ada kelainan
Pemeriksaan Dalam Vagina

pembukaan : 1 jari
portio : lunak, tebal
Pemeriksaan Inspekulo

tidak dilakukan pemeriksaan

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium
Tidak dilakukan
2. Pemeriksaan Radiologi (7-06-2016)
kesan : kantung gestasi tidak utuh, sisa janin

Resume
Seorang wanita, usia 24 tahun, dirujuk ke RSUD Majene dengan
keluhan keluar darah dari jalan lahir yang dirasakan sejak kurang
lebih 2 hari sebelum dirujuk dan mulai banyak saat mau dirujuk.
Disertai pengeluaran seperti gumpalan daging. Riwayat demam
(+). Riwayat pelepasan air ketuban (-), pelepasan lendir (-).
Riwayat keputihan (-) .Riwayat ANC (-). Injeksi Tetanus Toxoid (-).
Riwayat kuretase (-). Riwayat hipertensi tidak ada, riwayat
diabetes mellitus tidak ada, riwayat asma tidak ada, riwayat alergi
tidak ada, riwayat trauma ada, riwayat minum obat-obatan atau
jamu tidak ada, riwayat kontrasepsi tidak pernah. Riwayat nyeri
saat berkemih tidak ada. Riwayat berhubungan dengan suami
selama kehamilan ada. Riwayat nyeri saat berhubungan seksual,
tidak ada. Buang air kecil lancar, buang air besar biasa.
Dari pemeriksaan fisik dan obstetrik didapatkan keadaan umum
sakit sedang, compos mentis, TFU tidak teraba, massa tumor tidak
ada, nyeri tekan tidak ada. Fluxus ada yaitu darah. Pada
pemeriksaan dalam vagina didapatkan portio lunak tebal dengan

Diagnosis Kerja

Penatalaksanaan
Bed Rest
Infus cairan
Metronidazol 8jam/drips
Gastrul 1 tab/vagina
Rencana kuretase

DISKUSI

Pada kasus di atas, Ny.S mengalami abortus

inkomplit.
Menurut WHO tahun 2012, 208 juta wanita didunia
diestimasikan hamil setiap tahunnya.
Menurut Elisabeth (2013) estimasi insidens
keguguran dini (<12 minggu) 15% dan keguguran
lambat (12-22 minggu) 4%.
Riskesdas 2010, angka kejadian keguguran 4%. Dari
semua keguguran di Indonesia, 6,54% mengaku ada
upaya untuk mengakhiri kehamilanya.

World Health Organization.Safe Abortion: technical dan policy guidance for health system, 2nd ed. WHO Library Cataloguing-inPublication Data.2012
Larsen CL et al. New Insight into mechanism behind miscarriage. Biomedcentra Medicine. 2013, 11:154 (1-10)
Pranata S, Sadewo Sri FX. Kejadian Keguguran, Kehamilan Tidak Direncanakan dan Pengguguran di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem
Kesehatan. 2012; 15(2) : 180-192

Abortus didefinisikan sebagai ancaman pengeluaran

hasil konsepsi secara spontan maupun diinduksi


sebelum fetus tersebut dapat hidup diluar
kandungan dengan batasan usia kehamilan kurang
dari 20 minggu dan berat fetus kurang dari 500 gram

Perdarahan minimal pada desidua basalis

kegagalan plasenta akibat perdarahan


subdesidua nekrosis jaringan
merangsang uterus untuk berkontraksi dan
mengeluarkan fetus

Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2012
Cunningham,FG et al. Williams Obstetrics 24th ed. The McGraw-Hill Companies. 2014

Larsen CL et al. New Insight into mechanism behind miscarriage. Biomedcentra Medicine. 2013, 11:154 (1-10)
Decherney H, Alan et al. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology 11th ed. The McGraw-Hill Companies.2013
Cunningham,FG et al. Williams Obstetrics 24th ed. The McGraw-Hill Companies. 2014

Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2012
Cunningham,FG et al. Williams Obstetrics 24th ed. The McGraw-Hill Companies. 2014

Jenis
Abortus

Perdarah
an

Servik
s

Hasil
Konsepsi

Besar
Uterus

KLASIFIKASI ABORTUS
Abortus
Sedikit
tertutu Masih
Sesuai
SPONTAN
iminens
-sedang
p
didalam
usia
uterus

Gejala lain

Kram dan nyeri


perut
kehamilan Nyeri perut
bagian bawah

Abortus
insipiens

Sedangbanyak

terbuka Masih dalam Sesuai/leb Kram dan nyeri


uterus
ih kecil
perut
dari usia
kehamilan

Abortus
inkompli
t

Sedikitbanyak

terbuk Keluar
a
sebagian

Lebih
Kram dan nyeri
kecil dari perut, keluar
usia
jaringan
kehamila
n

Abortus
komplit

Sedikittidak ada

tertutu
p

Keluar
seluruhnya

Lebih
kecil dari
usia
kehamilan

Nyeri dan kram


perut tidak
dirasakan /hanya
sedikit bila ada,
uterus agak
kenyal

Missed
Abortion

Tidak ada

tertutu
p

Tidak ada
(mati)

Lebih
kecil dari

Tanda-tanda
kehamilan

- Darah Rutin
- Kadar -hCG
- USG

Kehamilan Normal (Kehamilan Intrauterin


dengan gestational sac, yolk sac, dan
embrio)

Decherney H, Alan et al. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology 11th ed. The McGraw-Hill Companies.2013

Abortus
Gambaran USG pada abortus insipiens bervariasi. Seringkali

kantung gestasi bentuknya ireguler, letaknya turun ke bawah


kavum uteri atau mengisi kanalis servikalis yang terbuka.
Janin mungkin terlihat masih hidup.
Gambaran abortus inkomplit tidak spesifik. Kavum uteri
mungkin berisi kantung gestasi yang bentuknya tidak utuh
lagi. Mungkin juga sisa konsepsi terlihat sebagai massa
ekogenik yang tebal ireguler di dalam kavum uteri; atau
terlihat sebagai massa kompleks bila sisa konsepsi
bercampur dengan jaringan nekrotik dan bekuan darah.
Pada abortus komplit kavum uteri terlihat kosong atau berisi
bekuan darah yang gambarannya bervariasi.
Pada Missed abortion terlihat kematian mudighah dan
kematian janin.
Manual of Diagnostic Ultrasound, Second edition. (2013). World Health Organization. Vol. 2. Slovenia. Pp 9-43.
AIUM Practice Guideline for the Performance of Obstetric Ultrasound Examinations (2013). American Institute of Ultrasound in Medicine.
USA. pp 1-12.

Abortus
USG

pada
kasus
abortus
spontan. (a) Kantung intrauterin
mengandungi yolk sac dan
embrio kecil (>5mm) tanpa
denyut jantung. (b) Embrio mati
(CRL 20mm). (c) Yolk sac yang
terang, selalu terlihat pada
abortus. (d) Abortus kembar
pada usia gestasi 10 minggu:
potongan
melintang
menunjukkan kantung gestasi
yang kosong (kanan) dan satu
kantung gestasi mengandungi
embrio yang kecil (<5mm; kiri)
berdekatan dengan membran
antar-kembar.

Manual of Diagnostic Ultrasound, Second edition. (2013). World Health Organization. Vol. 2. Slovenia. Pp 9-43.
AIUM Practice Guideline for the Performance of Obstetric Ultrasound Examinations (2013). American Institute of Ultrasound in Medicine.
USA. pp 1-12.

Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2012

Cunningham,FG et al. Williams Obstetrics 24th ed. The McGraw-Hill Companies. 2014
Committe of practice bulletin. Early Pregnancy Loss. The American College of Obstetricians and Gynecologist. 2015(150):1-10
Allison L Jana et al. Management of First Trimester Pregnancy Loss Can Be Safely Moved Into the Office. Reviews in Obstetrics
Gynecology. 2011; 4(1): 5-14

Analisa kasus
Pada kasus ini, pasien datang dengan keluhan keluar darah
dari jalan lahir sejak +/-2 hari yang lalu disertai
pengeluaran seperti gumpalan daging. . Gejala tersebut
sesuai dengan gejala klinis suatu abortus inkomplit.
Perdarahan pervaginam merupakan tanda penting apabila
perdarahan terjadi bagi pasien yang sedang hamil. Hal ini
menunjukkan adanya pengeluaran sebagisn hasil konsepsi.
Pada pasien ini penyebabnya masih perlu dicari. Dari faktor
konsepsi, kelainan perkembangan maupun pertumbuhan
hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin maupun
cacat , tetapi dari hasil pemeriksaan USG pasien ini tidak
dapat dideteksi. Penyebab lain bisa berupa kelainan
kromosom , dari beberapa penelitian 50-60% dari abortus
dini spontan berhubungan dengan anomali kromosom pada
saat konsepsi. Pada pasien ini tidak dapat dibuktikan sebab
tidak dilakukan pemeriksaan.
Faktor maternal yang paling memungkinkan menjadi
penyebab abortus pada pasien ini adalah berhubungan saat

Analisa kasus

Diagnosis abortus inkomplit dapat ditegakkan


selain melalui anamnesis, juga dari pemeriksaan
fisik dimana didapatkan ostium uteri masih
terbuka, besarnya uterus kurang dari dengan
usia kehamilan. Pada pemeriksaan USG, terlihat
adanya kantong gestasi yang tidak utuh dan sisa
janin.

Analisa kasus
Terapi untuk pasien dengan abortus inkomplet berupa
pemberian terapi cairan dan bed rest sebagai penangganan
awal. Apabila perdarahan tetap berlanjut dan terjadi anemia
hingga syok hipovolemik sekiranya tidak ditanggani dengan
tepat dan benar. Pemberian antibiotik seperti penisillin atau
yang bersifat spektrum luas.
Penderita diminta untuk melakukan tirah baring sampai
perdarahan berhenti. Bisa diberi gastrol agar berlaku
pematangan servik untuk persiapan kuretase. Penderita
akan direncanakan kuretase untuk dikeluarkan sisa janin
yang masih ada didalam uterus.
Setelah kuretase, pasien diberikan antibiotik, analgetik dan
uterotonika.

Terima Kasih