Anda di halaman 1dari 10

DEPARTEMEN ORTODONSI

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
TELAAH JURNAL
2016
Perawatan Dini pada Kasus Gigitan Silang Anterior - Laporan dari Dua Kasus
(Early Correction of Anterior Crossbite A Report of Two Cases)
Neeraj Mahajan, Siddharth Mahajan

Nama

: Ikramullah Mahmuddin

Stambuk

: J111 12 269

Pembimbing

: Dr. drg. Eka Erwansyah, M.Kes., Sp.Ort

Sumber

: Journal of Dental Herald 2015; 2(2) : 24-6

Hari/Tanggal Baca : Kamis, 23 Juni 2016


Tempat

DIBACAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


DEPARTEMEN ORTODONSI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

Perawatan Dini pada Kasus Gigitan Silang Anterior - Laporan dari Dua Kasus

Abstrak
Gigitan silang anterior adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan relasi
labiolingual yang abnormal antara satu atau lebih gigi insisivus rahang atas dan gigi
insisivus rahang bawah. Gigitan silang dental anterior pada satu gigi adalah
maloklusi yang sering ditemukan selama perkembangan oklusi pada anak-anak.
Beberapa teknik yang berbeda telah digunakan untuk mengoreksi gigitan silang
anterior. Makalah ini menjelaskan perbandingan antara dua metode untuk
mengoreksi gigitan silang gigi anterior pada satu gigi yaitu menggunakan piranti
yang disebut lower inclined plane dan piranti Hawleys dengan cantilever spring
ganda dan bite plane posterior. Meskipun koreksi berhasil dicapai dengan kedua
metode tersebut, tetapi telah diamati bahwa hasil yang jauh lebih cepat terlihat
dengan menggunakan piranti lower inclined plane. Prosedur ini adalah metode yang
sederhana dan efektif untuk mengoreksi gigitan silang gigi anterior.
Kata Kunci
Gigitan silang anterior, piranti catalan, cantilever spring ganda

Pendahuluan

Gigitan silang anterior menjadi masalah yang utama dalam hal estetik dan
fungsional bagi orang tua selama tahap perkembangan anak. Hal ini merupakan salah
satu tanggung jawab utama dari dokter gigi anak atau ortodontis untuk memandu gigi
geligi berkembang dalam keadaan normal seiring dengan tahap pertumbuhan dan
perkembangan oral-facial.1
Gigitan silang skeletal anterior yang paling sering dikaitkan dengan masalah
tulang, seperti mandibular prognathism dan midface deficiency. Perbedaan diagnosis
dari gigitan silang dental anterior dibandingkan dengan gigitan silang skeletal
anterior penting dalam menentukan perawatan klinis. Hal ini dapat dilakukan dengan
mencoba untuk memandu mandibula ke relasi sentris dan mengevaluasi hubungan
molar dan insisivus: Jika molar berada pada relasi Kelas I dan Insisivus pada relasi
edge to edge, maka koreksi gigi dapat dilakukan.2
Gigitan silang dental anterior memiliki insidensi yang dilaporkan sebanyak
45% dan biasanya disebabkan oleh malposisi palatal dari insisivus rahang atas yang
dihasilkan dari jalur erupsi ke arah palatal. Faktor etiologi lainnya meliputi:2-4
1. Trauma pada gigi insisivus sulung rahang atas yang mengakibatkan perpindahan
2.
3.
4.
5.
6.

dari benih gigi permanen ke arah palatal.


Adanya supernumerari pada gigi anterior
Crowded di regio insisivus
Kebiasaan menggigit bibir atas
Over retained, nekrotik atau pulpless gigi sulung atau akar
Delay exfoliation dari insisivus sulung; dan odontoma.
Sebuah kaidah dari ortodontik menyatakan bahwa "Waktu terbaik untuk

merawat gigitan silang adalah waktu pertama kali gigitan silang itu terlihat."5
Dalam artikel berikut, dua kasus gigitan silang anterior dirawat dengan
pendekatan perawatan yang berbeda yaitu satu kasus dirawat dengan terapi tongue

blade diikuti oleh piranti Catalan dan kasus kedua dirawat dengan piranti Hawley
dengan Z-spring dan bite plane posterior dan perbandingan dibuat untuk melihat
hasil yang lebih cepat dan kepatuhan pasien yang lebih baik.
Laporan Kasus
Kedua kasus yang dilaporkan yaitu berada pada periode awal gigi bercampur
dan memiliki relasi molar dan relasi kaninus Kelas-1. Dalam kedua kasus terdapat
jarak mesio-distal yang cukup untuk mencapai pergerakan labial dari gigi rahang
atas.
Kasus-1
Seorang pasien berusia 9 tahun dilaporkan ke Departemen Pediatric and
Preventive Dentistry dengan keluhan utama yaitu "crooked teeth". Hasil pemeriksaan
mengungkapkan bahwa profil pasien normal, sama ketika mandibula dalam keadaan
istirahat atau ketika gigi beroklusi. Riwayat medis dan riwayat dental yang tidak
diketahui. Pemeriksaan intraoral menunjukkan bahwa insisivus sentral permanen
rahang atas telah erupsi tetapi insisivus sentralis kanan rahang atas yaitu insisivus
sentralis kanan telah mengarah ke arah palatal (palatoversi). (Gambar-1) Diagnosis
dalam kasus ini adalah single tooth dental type anterior crossbite.

Gambar-1. Gambar sebelum perawatan


menunjukkan gigitan silang pada insisivus
sentralis kanan rahang atas

Awalnya dalam kasus ini diberikan terapi tongue blade. Pasien diinstruksikan
untuk memasukkan tongue blade pada sudut antara gigi dan ia diminta untuk
menggigit dengan kuat selama lima detik diikuti dengan istirahat. Hal ini diulang
selama 25 kali untuk tiga kali sehari. Tetapi pasien dilaporkan tidak mengalami
perubahan setelah empat hari. Jadi inclined plane yang terbuat dari akrilik
dibangun/dibuat, hal itu menghasilkan gerakan menggeser maju dari insisivus rahang
atas pada penutupan mandibula. (Gambar-2) Dalam kasus ini, koreksi gigitan silang
anterior terlihat dalam waktu tujuh hari dengan sendirinya. (Gambar-3) Tidak ada
sensitivitas pasca operasi atau sakit dilaporkan oleh pasien. Namun pasien disarankan
diet lunak selama satu minggu untuk mencegah inflamasi pada jaringan periodontal
sekitarnya.

Gambar-2. Piranti Catalan

Gambar-3. Gambar setelah perawatan


selama 7 hari

Kasus-2
Pasien lain yang berusia 9 tahun dilaporkan ke Departemen Pediatric and
Preventive Dentistry dengan keluhan utama yaitu penampilan yang tidak estetis.
Riwayat medis dan dental yang tidak diketahui. Pemeriksaan ekstra oral
mengungkapkan bahwa profil pasien normal. Intra oral, diamati bahwa insisivus
lateral permanen bagian kanan rahang atas lingually locked. (Gambar- 4)

Gambar-4. Gambar sebelum perawatan menunjukkan


gigitan silang pada insisivus lateral kanan rahang atas

Dalam kasus khusus ini, digunakan piranti Hawley dengan kantilever spring
ganda dan bite plane posterior. Berhubung terdapat deep over bite, maka pada
insisivus lateral permanen bagian kiri rahang atas diberikan spring bersama dengan
bite plane posterior untuk membantu gigitan melompat. Dalam kasus ini Z-spring
diindikasikan karena terdapat ruang yang cukup untuk dilakukan labialisasi pada
insisivus lateral rahang atas. (Gambar-5) Pasien dipanggil kembali setelah satu
minggu lalu kantilever spring ganda diaktifkan dan hasil yang diinginkan terlihat
dalam waktu empat minggu. (Gambar-6) Kepatuhan pasien baik dan pasien tidak
mengeluhkan rasa sakit atau peradangan/inflamasi.

Gambar-5. Gambar piranti Hawley dengan


cantilever spring ganda dan bite plane posterior

Gambar-6. Gambar setelah perawatan selama 4


minggu.

Pembahasan
Gigitan silang anterior adalah suatu kondisi yang jarang dapat terkoreksi
dengan sendirinya karena insisivus rahang atas terkunci di belakang insisivus rahang
bawah dan terus berkembang menuju maloklusi yang parah, sehingga perawatan dini
dapat memulihkan kembali keseimbangan otot yang tepat dan perkembangan oklusal
yang seimbang. Perawatan dini juga diarahkan mencegah pertumbuhan dysplastic
dari skeletal maupun komponen dentoalveolar.1
Usia ideal untuk mengoreksi gigitan silang dental anterior adalah antara 8
sampai 11 tahun di mana akar sedang dalam tahap pembentukan dan gigi dalam
tahap aktif erupsi. Peran penting tidak hanya pada usia anak tetapi juga motivasi
untuk perawatan, bagaimana ia merasakan masalah tersebut.1,7
Terdapat pendekatan perawatan yang berbeda untuk mengoreksi gigitan
silang dental anterior yang dapat digunakan pada periode awal gigi bercampur.
Perawatan ini termasuk tongue blade therapy, reverse stainless steel crown,
removable Hawley retainer dengan Z-spring anterior dan bonded resin composite
slopes.4

Terapi tongue blade hanya berhasil pada pasien yang kooperatif, dan tidak
ada kontrol yang tepat terhadap jumlah dan arah gaya yang diterapkan. Reverse
Stainless Steel Crown telah terbukti berhasil pada perawatan tetapi terdapat dua
kelemahan utama dalam menggunakan reverse stainless steel crown antara lain
penampilan bentuk crown yang tidak estetik dan terdapat keterbatasan dalam bekerja
dengan inclined slope yang sudah terbentuk.2,4
Karena kelemahan dari metode yang disebutkan di atas, bite plane akrilik
yang disemen diberikan pada Kasus 1. Lower inclined plane menutupi insisivus
bawah dan berinklinasi sekitar 45 terhadap bidang oklusal. Pada penutupan
insisivus atas, yang sebelumnya beroklusi di belakang insisivus bawah, menggigit
pada inclined plane dan tekanan dari gigitan (P) terbagi menjadi dua vektor gaya
yaitu P1 dan P2 (Gambar 7). Tekanan (P1) proclines insisivus atas. Tekanan (P2)
intrudes insisivus. Plane yang curam membuat tekanan semakin besar ke depan pada
insisivus rahang atas. Sudut yang disarankan adalah 45.

Gambar-7. Mekanisme piranti Catalan

Jadi, hasil yang diinginkan dalam Kasus 1 terlihat dalam waktu tujuh hari
dengan sendirinya dengan kepatuhan pasien yang baik. Dalam Kasus 2, karena
terdapat ruang yang cukup untuk insisivus sentral atas bergerak ke arah labial, maka
diberikan piranti Hawley dengan kantilever spring ganda. Bite plane posterior rahang
atas digunakan untuk memungkinkan dalam mengoreksi gigitan silang. Meskipun
kepatuhan pasien baik, hasil yang diinginkan terlihat dalam waktu 4 minggu.

Kesimpulan
Penekanan utama harus ditempatkan pada diagnosis dan evaluasi maloklusi
dengan pertimbangan pada profil wajah dan apakah anak tersebut mendapatkan
manfaat dari pengobatan/perawatan pada tahap awal perkembangan.
Dalam kasus berikut, karena kedua kasus menunjukkan gigitan silang dental
anterior satu gigi, maka perbandingan dibuat antara dua metode yaitu inclined plane
dan piranti tipe Hawley dan diamati bahwa hasil dari anterior inclined plane terlihat
lebih cepat dengan kepatuhan pasien yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
1. P. Prakasha, B. H. Durgesh. Anterior Crossbite Correction in Early Mixed
Dentition Period Using Catlans Appliance: ACase Report. ISRN Dentistry 2011.
2. A. Ulusoy, E. BodruMlu. Management of anterior dental crossbite with
removable appliances. Contemporary Clinical Dentistry 2013; 4(2): 223-226.
3. F. Borrie, D. Beam. Early correction of anterior crossbites: a systematic review.
Journal of Orthodontics 2011; 38 :175-184.
4. S. Chachra, P. Chaudhry. Comparison of two approaches for the treatment of
anterior crossbite. Indian Journal of Dental Sciences
5. Moyers, R.E. Handbook of Orthodontics, 3rd Ed. Year Book Medical Publishers,
Inc; Chicago, 1983, page 574-77.
6. Pinkham J.R , Pediatric Dentistry- Infancy through Adolescence , 4th Edition,
Elseveir , a division of Reed Elsevier India Pvt. Ltd.
7. Susan A. , Mc Eroy . Rapid correction of a simple one tooth crossbite due to an
over retained primary incisor . Pediatr Dent 1983; 5:280-82,200.
8. Bayrak S, Tune ES. Treatment of Anterior Dental Crossbite using Bonded Resin
Composite slopes: Case reports. Eur J Dent. 2008; 2: 303-306.
9. Jirgensone I, Liepa A, Abeltins A.Anterior Crossbite correction in primary and
mixed dentition with removable inclined plane. Stmatol, Bal Dent and
Maxillofac J. 2008; 10: 140-144.
10. Sagarkar RM, Prashanth R. Orthodontic Correction of anterior crossbite and
mandibular deviation- a case report. 2nd Dent Res and Rev. 2010: 48-49.
11. Mok C.W, Wong R.W. Self correction of anterior Crossbite: a case report. Cases

Journal.

10