Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Pasar

Pasar memiliki sekurang-kurangnya tiga fungsi utama, yaitu fungsi distribusi, fungsi pembentukan
harga, dan fungsi promosi. Sebagai fungsi distribusi, pasar berperan sebagai penyalur barang dan
jasa dari produsen ke konsumen melalui transaksi jual beli. Sebagai fungsi pembentukan harga, di
pasar penjual yang melakukan permintaan atas barang yang dibutuhkan. Sebagai fungsi promosi,
pasar juga dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dari produsen kepada calon
konsumennya.
Seperti apa jenis-jenis pasar saat ini? Jenis-jenis pasar dapat kita bedakan menurut beberapa
kategori, yakni menurut fisiknya, menurut waktunya, menurut barang yang diperjualbelikan,
menurut luas kegiatannya, menurut bentuknya, dan menurut sifat pembentukan harganya. Berikut
ini masing-masing penjelasan terhadap jenis-jenis pasar tersebut:
Jenis-jenis pasar menurut fisiknya

Pasar konkret (pasar nyata) adalah tempat pertemuan antara pembeli dan penjual
melakukan transaksi secara langsung. Barang yang diperjualbelikan juga tersedia di pasar.
Contohnya, pasar sayuran, buah-buahan, dan pasar tradisional.

Pasar abstrak (pasar tidak nyata) adalah terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli
hanya melalui telepon, internet, dan lain-lain berdasarkan contoh barang. Contohnya
telemarket dan pasar modal.

Jenis-jenis pasar menurut waktunya

Pasar harian adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari dan sebagian barang
yang diperjualbelikan adalah barang kebutuhan sehari-hari.

Pasar mingguan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung seminggu sekali. Biasanya
terdapat di daerah yang belum padat penduduk dan lokasi pemukimannya masih
berjauhan.

Pasar bulanan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung sebulan sekali. Biasanya barang
yang diperjualbelikan barang yang akan dijual kembali (agen/grosir).

Pasar tahunan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setahun sekali, misalnya PRJ
(Pasar Raya Jakarta).

Jenis-jenis pasar menurut barang yang diperjualbelikan

Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan barang-barang konsumsi


untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Pasar sumber daya produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi,
seperti tenaga kerja, tenaga ahli, mesin-mesin, dan tanah.

Jenis-jenis pasar menurut luas kegiatannya

Pasar setempat adalah pasar yang penjual dan pembelinya hanya penduduk setempat.

Pasar daerah atau pasar lokal adalah pasar di setiap daerah yang memperjualbelikan
barang-barang yang diperlukan penduduk derah tersebut. Contohnya Pasar Gede di Solo.

Pasar Nasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli barang mencakup satu
negara contohnya pasar senen.

Pasar Internasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli barang-barang
keperluan masyarakat internasional. Contohnya pasar kopi di Santos (Brasil).

Jenis-jenis pasar menurut Bentuknya

Pasar persaingan sempurna (terorganisir)

Pasar persaingan tidak sempurna

Jenis-jenis pasar menurut sifat pembentukan harga

Pasar persaingan adalah pasar yang pembentukan harga ditentukan oleh persaingan
antara permintaan dan penawaran.

Pasar monopoli adalah pasar yang penjual suatu barang di pasar hanya satu orang.
Contohnya PT Kereta Api Indonesia.

Pasar duopoli adalah pasar yang penjualnya hanya dua orang dan menguasai penawaran
suatu barang dan mengendalikan harga barang.

Pasar oligopoli adalah pasar yang di dalamnya terdapat beberapa penjual dengan dipimpin
oleh salah satu dari penjual tersebut mengendalikan tingkat harga barang. Contohnya
perusahaan otomotif Astra Indonesia.

Pasar monopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh satu
orang atau sekelompok pembeli.

Pasar duopsoni adalah pasar pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh dua orang
atau dua kelompok pembeli.

Pasar oligopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh
beberapa orang atau beberapa kelompok pembeli.

Sekian uraian tentang Pengertian Pasar dan Jenis-jenis Pasar, semoga bermanfaat.
Referensi:

M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis.Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama

Jenis Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi


dan menurut jenis barangnya.
Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat
bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi.
Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya
transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada
pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari
pihak manapun.
Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk
kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak
nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:

Pasar Nyata.

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual


belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar
swalayan.

Pasar Abstrak.

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar


barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung
tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh
pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya,
jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para


penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung.
Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang
kebutuhan pokok.

Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang


diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri.
Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempattempat modern lainnya.
Jenis Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar
hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar
sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut
keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan
menjadi:

Pasar Lokal

Pasar Daerah

Pasar Nasional dan

Pasar Internasional

Pengertian dan Macam-macam Pasar Menurut Bentuk


dan Strukturnya
Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar
persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.
a. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah
pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah
sama-sama mengetahui keadaan pasar.
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.
1) Banyak penjual dan pembeli.
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang
pasar.
4) Harga ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan
sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar
persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan
banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang.
Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang).
Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran
terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau
sejumlah penjual tertentu. Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut
ini.

a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga


(melakukan monopoli pasar).
b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.
c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan
undang-undang atau karena teknik yang canggih.
d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.
e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga,
contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero),
dan PT Kereta Api (persero).
2) Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual
yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak
dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon,
angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh:
sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada
satu penjual yang akan menguasai pasar.
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan
memengaruhi harga pasar.
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang
yang dijual.
3) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual
untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan
yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh:
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri
telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai ciriciri berikut ini.
a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu

penjual akan memengaruhi penjual lainnya.


b) Produk-produknya berstandar.
c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.
d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan

MACAM-MACAM PASAR SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA


p

Pada kesempatan kali ini saya akan posting jenis-jenis pasar serta
kelebihan dan kekurangan, yang bahannya saya dapat dari beberapa
buku pelajaran, semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.....Aminn
1. Pasar Persaingan Sempurna
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
a. Jumlah penjual banyak
b. Produk yang dijual bersifat homogeny
c. Tidak ada halangan masuk ataupun keluar dari pasar (free entry
barrier)
d. Penjual dan pembeli memiliki pengertian sempurna tentang pasar
e. Distribusi produk relative lancer
Kelemahan pasar persaingan sempurna:
a. Barang yang homogeny menyebabkan konsumen tidak banyak memiliki
pilihan
b. Hanya ada dalam kondisi perekonomian ideal
2. Pasar Persaingan Monopolistik
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistic :
a. Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak dalam persaingan
sempurna
b. Terdapat diferensiasi (perbedaan produk)
c. Penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu
d. Terdapat persaingan yang ketat dalam kualitas dan iklan
Kelebihan pasar persaingan monopolistic
a. Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna

b. Memacu kreativitas produsen


c. Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini
Kelemahan pasar persaingan monopolistic
a. Biaya mahal untuk ke pasar monopolistic
b. Persaingan sangat berat
3. Pasar Oligopoli
Ciri-ciri pasar Oligopoli
a. Hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
b. Ada produsen yang menawarkan barang serupa (produk yang tidakt
terdiferensiasi), namun ada pula produsen yang menawarkan model
atau fitur yang berbeda (produsen dengan diferensiasi)
c. Terdapat rintangan yang kuat (entry barrier) untuk masuk ke pasar
oligopoly karna investasinya ynag tinggi
d. Persaingan melalui iklan sangat kuat
Kelebihan pasar Oligopoli
a. Terdapat sedikit penjual karna dibutuhkan investasi besar untuk masuk
pasar
b. Jumlah penjual yang sedikit membuat penjual dapat mengendalikan
harga dalam tingkat tertentu
c. Bila terjadi perang harga, konsumen akan diuntungkan
Kelemahan pasar Oligopoli
a. Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoly karna
investasi yang tinggi
b. Akan terjadi perang harga
c. Produsen bisa melakukan kerja sama (kartel) yang pada akhirnya akan
merugikan konsumen
4. Pasar Monopoli
Ciri-ciri pasar Monopoli
a. Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli
b. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang subsitusi yang
sempurna
c. Rintangan cukup kuat (barriers to entry) untuk masuk ke pasar
monopoli
d. Pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang
e. Keuntungan hanya terdapat pada satu perusahaan

f. Harga ditentukan oleh perusahaan.


kelebihan pasar monopoli
a. Keuntungan penjual cukup tinggi
b. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur
pemerintah
kelemahan pasar monopoli
a. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang
b. Keuntungan hanya teerpusat pada satu perusahaan
c. Terjadi eksploitasi pembeli

November 19th, 2012

November 19th, 2012

November 19th, 2012

November 19th, 2012

November 17th, 2012

November 17th, 2012

DAFTAR NILAI AKUNTANSI X AK 3

Jurnal Umum dan Buku Besar

Mengelola Penagihan Piutang


Teknologi Informasi
Konsep CTL ( Contextual Teaching and Learning )

Yukz Mengenal Masakan Nusantara


Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
Pengertian dan Jenis-Jenis Pasar
MANUSIA PURBA
STANDAR AUDIT & JENIS-JENIS PENUGASAN AUDIT
AUDITING BAB II
JADWAL AKUNTANSI VI B"VESPA"Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Pengertian dan Jenis-Jenis Pasar

Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon
pembeli
barang
dan
jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan
dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan,
ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak
manapun.
Jenis Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis
barangnya.
Jenis-Jenis

Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi
2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
Pasar
Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli
oleh
pembeli.
Contoh
pasar
tradisional
dan
pasar
swalayan.
Pasar
Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan
dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat
dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan
menjadi
pasar
tradisional
dan
pasar
modern.
Pasar
Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat
mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah
barang
yang
berupa
barang
kebutuhan
pokok.
Pasar
Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan
dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di
mal,
plaza,
dan
tempat-tempat
modern
lainnya.
Jenis Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang
tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang
yang
dijual
pasar
dapat
dibedakan
menjadi:
Pasar
Lokal
Pasar
Daerah
Pasar
Nasional
dan
Pasar
Internasional
Pada

dasarnya

pasar

dibagi

dalam

1.
Menurut

beberapa

golongan

yaitu

sebagai

berikut

Berdasarkan
wujudnya

pasar

dibedakan

menjadi

Wujudnya
pasar

konkret

dan

pasar

abstrak

a. Pasar Konkret (pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya
hubungan secar langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang
diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan
b. Pasar Abstrak (tidak nyata) merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual
dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung
dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.

2.

Berdasarkan

Waktu

Terjadinya

Menurut waktu terjadinya pasar dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan, pasar
bulanan,
pasar
tahunan,
dan
pasar
temporer.
a. Pasar Harian merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi,

toserba,

dan

warung-warung

b. Pasar mingguan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali.
Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan
c. Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam
aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor
tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal
bulan.
d. Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian
pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya
Pekan
Raya
Jakarta,
pasar
malam,
dan
pameran
pembangunan.
e. Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak
tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar,
dan
pasar
karena
ada
perayaan
kemerdekaan
RI.

3.

Berdasarkan

Luas

Jangkauannya

Menurut luas jangkauannya pasar dibedakan menjadi pasar lokal, pasar nasional, dan pasar
internasional.
a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai
daerah
atau
wilayah
tertentu
saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai
daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar
tembakau
di
Deli.
c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di
Bremen
Jerman.

4.

Berdasarkan

Hubungannya

Dengan

Proses

Produksi

Menurut hubungannya dengan proses produksi pasar dibedakan menjadi pasar output dan pasar
input.
a. Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil
produksi
(biasanya
dalam
bentuk
jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran
terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam,
berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).

5.

Berdasarkan

Strukturnya

(Jumlah

Penjual

Dan

Pembeli)

Karakteristik
pasar
monopoli:
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar
di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini
adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai monopolis. Sebagai penentu harga (pricemaker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal
harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu
keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan
menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk
tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).
Terdapat banyak penjual, oleh karena itu suatu produsen hanya memiliki pengaruh yang kecil
dalam
penentuan
harga
barang.
Hanya
ada
satu
produsen
Produsen
bebas
menentukan
harga
Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli
Output
yang
besar
karena
permintaannya
banyak
Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin rendah
(decreasing
MC
dan
AC)
Karakteristik
Pasar
Persaingan
Sempurna
Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan pembeli
yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli atau penjual, tetapi
keseluruhan
interaksi
antara
pembeli
dan
penjual.
Barang yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat membedakan
barang
produksi
suatu
perusahaan
dengan
produksi
perusahaan
lainnya.
Perusahaan dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas
menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir tidak ada
hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar tersebut.
Karakteristik
Pasar
Oligopoli
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat
dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindaktanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru,
perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari
pesaing
mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaanperusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan
oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum
dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara
pelaku
usaha
yang
melakukan
praktek
oligopoli
menjadi
tidak
ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive
yang
tinggi,
seperti,
industri
semen,
industri
mobil,
dan
industri
kertas.
Sedikit produsen dalam suatu pasar, akibatnya keputusan yang diambil oleh satu produsen akan
sangat mempengaruhi produsen yang lain. Oleh karena itu Produsen-produsen yang ada saling
bersepakat untuk melakukan tindakan bersama di dalam menentukan harga dan tingkat produksi
Produk yang dihasilkan homogen atau sama, ada 2 tipe, yang pertama adalah produsen barang
standar atau bahan mentah, yang ke-dua adalah produsen barang yang berbeda corak, biasanya
barang
akhir
atau
barang
jadi.
Karakteristik
Pasar
Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak
produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti
memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah :
shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan
rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus,
misalnya
perbedaan
aroma,
perbedaan
warna,
kemasan,
dan
lain-lain.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun
pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal
dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen
tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen
menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang
cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja
sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha
memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek
mempunyai
pelanggan
setia
masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan.
Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat,
sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan
sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada
dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra
perusahaannya.
Barang yang dihasilkan berbeda corak, ini adalah faktor terpenting uang membedakan pasar
persaingan monopolistik dengan pasar persaingan sempurna. Secara fisik mudah membedakan
produksi
suatu
perusahaan
dengan
produksi
perusahaan
lainnya.
Masuk ke dalam industri sangat mudah, hambatan untuk masuk ke dalam pasar ini tidak sesulit
dalam pasar monopoli atau oligopoli, tetapi juga tidak semudah dalam pasar persaingan bebas
karena butuh modal yang besar untuk menghasilkan barang yang berbeda corak dengan yang
sudah
tersedia
di
pasar.
Kelebihan
Pasar
Persaingan
Sempurna
Harga
Jual
barang
dan
jasa
adalah
yang
termurah
Jumlah Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran
maksimal)

Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk
memilih
barang
dan
jasa
(produk
yang
homogen)
Tidak
takut
ditipu
dalam
kualitas
harga
(informasi
sempurna)
Kekurangan
Kelemahan
Kelemahan
Konflik

Pasar
dalam
dalam

efisiensi

Persaingan
hal
pengembangan

Sempurna
asumsi
teknologi
keadilan

Kelebihan
Pasar
Monopoli
Mampu
mengakumulasi
laba
super
normal
dalam
jangka
panjang
Menghasilkan
output
yang
besar
melalui
peningkatan
efisiensi
Mampu
meningkatkan
investasi
ekonomi
Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengaturan harga dua tingkat ( two tier pricing)
Kelemahan
Hilang
atau
Menimbulkan
Memburuknya
Membruknya

Pasar
berkurangnya
tingkat
kesejahteraan
eksploitasi
terhadap
konsumen
dan
kondisi
makroekonomi
kondisi
perekonomian

Monopoli
konsumen
pekerja
nasional
Internasional

Kelebihan
Pasar
Monopolistik
Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang relatif kecil.
Kelebihan
kapasitas
produksi
relatif
kecil
Kenikmatan konsumen yang tinggi karena beragamnya produk, peningkatan kualias, dan
meningkatnya
kebebasan
konsumen
dalam
memilih
output
Kelemahan
Pasar
Monopolistik
Permintaan
yang
sangat
elastic
Harga
jual
masih
lebih
besar
daripada
biaya
marjinal
Kapasitas
berlebih
Jika output ditambah melebihi output keseimbangan, maka akan terjadi kerugian.
Kelebihan
Pasar
Oligopoli
Hanya sedikit perusahaan dalam Industri membuat saingan juga menjadi sedikit.
Oligopoli dengan produk difensiasi lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan
lawan
Oligopoli dengan produk yang homogen memiliki rintangan masuk ke dalam pasar yang relatif
kecil
Kelemahan
Pasar
Oligopoli
Efisiensi hanya dicapai jika perusahaan memproduksi output dalam skala yang sangat besar
Pengambilan keputusan yang sangat kompleks karena terdapat kompetisi non harga
Membutuhkan kemampuan manajemen yang sangat baik karena kompleksnya persaingan
Efisien adalah suatu keadaan di mana suatu pelaku ekonomi, baik itu produsen ataupun

konsumen, mampu menekan biaya produksi atau biaya dalam membeli sesuatudan mampu
mencapai tujuan dalam aktifitas ekonominya. Pasar yang paling efisien adalah pasar persaingan
sempurna.Alasan mengapa pasar persaingan sempurna paling efisien adalah:
Pada pasar persaingan sempurna informasi mengenai harga suatu barang dapat diketahui
dengan
mudah
sehingga
menghindari
abnormal
return.
Di dalam pasar persaingan sempurna, produk yang dihasilkan disesuaikan sehingga tidak
melebihi
permintaan.
Tidak perlu dilakukan manajemen rumit seperti pada kasus oligopoly skarena harga barang akan
sendirinya tercapai oleh keseimbangan antara permintaan dan penwaran yang terjadi secara
alamiah.
Dalam jangka panjang bentuk pasar yang bersifat persaingan sempurna menjamin diproduksinya
barang-barang dengan ongkos yang serendah-rendahnya kerena bila diproduksi dalam ongkos
yang besar otomatis produsen akan mengalami kerugian mengingat banyak saingan di dalam
pasar persaingan sempurna