Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN KEPALA PUSKESMAS WANASARI

TENTANG
PEDOMAN PENYEHATAN SARANA DAN BANGUNAN UMUM
(PENGAWASAN SANITASI TEMPAT-TEMPAT UMUM
DI PUSKESMAS WANASARI

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan alat yang dipergunakan oleh
masyarakat umum untuk melakukan kegiatannya, oleh karena itu dikelola dmi
kelangsungan kehidupan dan penghidupannya untuk mencapai keadaan sejahtera dari
badan, jiwa, dan social yang memungkinkan penggunanya hidup dan bekerja dengan
produktif secara social ekonomis
Berdasarkan Kepmenkes RI Nomor : 288/Menkes/SK/III/2003 tentang Pedoman
Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum, maka sarana dan bangunan umum dinyatakan
memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan fisiologis,
psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan
masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan
terjadinya kecelakaan. Penyelenggaraan sarana dan bangunan umum berada di luar
kewenangan Kementerian Kesehatan, hal ini telah diamanatkan pada UU No. 36 tahun
2009 tentang Kesehatan.
Dalam pengelolaan factor resiko lingkungan sebagai tindak lanjut hasil kegiatan
surveilans epidemiologi diperlukan pedoman penyehatan sarana dan bangunan umum
yang merupakan arah dan penjabaran teknis dari penyelenggaraan penyehatan
lingkungan.
Pedoman ini merupakan acuan bagi Puskesmas Wanasari dan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dengan ketentuan perundangan tentang persyaratan kesehatan
lingkungan yang sudah ada.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terwujudnya kondisi Tempat-tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan
dan terselenggaranya upaya untuk meningkatkan pengendalian factor risiko penyakit
dan kecelakaan kerja, agar masyarakat pengunjung dan sekitarnya terhindar dari
gangguan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a. Termotivasinya masyarakat

dan

pengelola

TTU

untuk

menyediakan,

menggunakan dan memelihara sarana sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan


b. Terlaksananya pemberian rekomendasi tentang sanitasi yang memenuhi syarat
kesehatan TTU bagi masyarakat dan pengelolaa TTU
c. Terlaksananya pengawasan dan pembinaan sarana sanitasi yang memenuhi syarat
kesehatan TTU, sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.
C. Sasaran

Tempat-tempat umum yang menjadi sasaran pengawasan petugas Sanitasi Puskesmas


Wanasari meliputi :
1. Lingkungan Pemukiman, antara lain : Perumahan, Panti Asuhan, Pondok Pesantren
2. Tempat Umum, antara lain : Pasar, Kolam Renang, Minimarket/took
3. Lingkungan kerja, antara lain : Industri
4. Sarana pelayanan umum : Bank, Kantor Pos, Tempat Ibadah, kantor Desa/Kelurahan,
Kantor Kecamatan, Salon, dan Pangkas Rambut
5. Sarana kesehatan : Rumah sakit, Puskesmas,Apotik, Toko obat, Balai pengobatan,
Dokter/Bidan praktek perorangan.
6. Lingkungan lainnya : Sekolah
D. Definisi Operasional
1. Penyehatan sarana dan bangunan umum adalah upaya kesehatan lingkungan dalam
pengendalian factor risiko penyakit pada sarana dan bangunan umum
2. Factor risiko penyakit adalah hal-hal yang memiliki potensi terhadap timbulnya penyakit
II. KEBIJAKAN DAN STRATEGI
A. Kebijakan
1. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan pada sarana dan bangunan umum dilakukan
secara terpadu dengan lintas program dan lintas sector
2. Penyehatan sarana dan bangunan umum dilaksanakan melalui kemitraan yang
melibatkan antara lain : Organisasi masyarakat, Organisasi profesi dll.
3. Penyehatan sarana dan bangunan umum diarahkan untuk peningkatan kualitas sarana
dan bangunan umum agar memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan serta
perubahan perilaku pengguna dan pengelola
B. Strategi
1. Meningkatkan kesiapsiagaan dini terhadap kemungkinan terjadinya KLB dan wabah
sebagai akibat pemanfaatan sarana dan bangunan umum yang tidak memenuhi
persyaratan kesehatan lingkungan
2. Mengembangkan surveilans factor risiko lingkungan dalam rangka penyehatan
sarana dan bangunan umum
3. Memasyarakatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
III.POKOK KEGIATAN
Penyelenggaraan upaya penyehatan sarana dan bangunan umum melalui :
A. Perencanaan
1. Membuat program kegiatan upaya penyehatan sarana dan banguan umum
2. Mengumpulkan data, menetapkan prioritas dan implementasi/pelaksanaan program
serta melakukan evaluasi.
B. Pengawasan kualitas
1. Inspeksi Sanitasi
2. Pengambilan sampel dan pengiriman sampel saat terjadi KLB
3. Analisa data dan rumusan pemecahan masalah, serta member rekomendasi untuk
tindak lanjut
C. Investigasi dilakukan bila ditemukan adanya Kejadian Luar Biasa
D. Tindak Lanjut, dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan investigasi melalui
penyuluhan
IV. TATA LAKSANA

Penanggung jawab pelaksanaan program kegiatan penyehatan sarana dan bangunan umum
adalah Kepala Puskesmas Wanasari
V. SUMBER DAYA
A. Sumber Daya Manusia
Penyehatan sarana dan bangunan umum didukung oleh tenaga kesehatan lingkungan
yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Tenaga kesehatan
lingkungan adalah petugas atau pengelola yang memperoleh pendidikan atau pelatihan
di bidang kesehatan lingkungan
B. Peralatan
Untuk menunjang kegiatan monitoring penyehatan sarana dan bangunan umum
diperlukan instrumen berupa formulir pengamatan dan peralatan yaitu :
1. Formulir pengamatan
Formulir pemeriksaan
Formuli Inspeksi Sanitasi
2. Peralatan pengukuran kualitas lingkungan, antara lain :
Pengukuran pencahayaan (Lux Meter)
Pengukuran kelembaban (Hygrometer)
Pengukuran kualitas air (pH meter dan sisa chlor)
C. Metode
Pengawasan terhadap penyehatan sarana dan bangunan umum di lingkungan
pemukiman, tempat umum, lingkungan kerja, sarana pelayanan umum, sarana kesehatan
dan lingkungan lainnya dilaksanakan secara berkala, sekurang-kurangnya 2 kali dalam
satu tahun
Pengawasan pada kejadian KLB dilakukan sesuai dengan kondisi setempat dan
memperhatikan risiko/gangguan pada kesehatan masyarakat. Cara pengawasan
dilakukan melalui wawancara, pengamatan, pengukuran, analisa laboratorium,
penyusunan laporan dan tindak lanjut.
D. Pembiayaan
Sumber pendanaan yang diperlukan untuk penyelenggaraan penyehatan sarana dan
bangunan umum dapat diperoleh melalui : APBD.
VI. INDIKATOR
Indicator yang dipakai dalam pemantauan program penyehatan sarana dan bangunan umum
yaitu :
A. Indicator tentang pemerataan pelayanan
1. Cakupan pemeriksaan TTU sehat (Pasar, Kantor, Salon, Kolam renang, Sekolah,
Pesantren, Tempat ibadah dll)
2. Cakupan pemeriksaan rumah
3. Cakupan pemeriksaan sekolah
4. Cakupan pemeriksaan sarana pelayanan kesehatan
B. Indicator Kebutuhan Program
1. Cakupan TTU sehat (Pasar, Kantor, Salon, Kolam renang, Sekolah, Pesantren, Tempat
ibadah dll) dengan rumus yang dipakai adalah :
a. Cakupan Pembinaan TTU
Jumlah TTU yang diperiksa x 100 %
Jumlah TTU di daftar
b. Keberhasilan Pembinaan
Jumlah TTU yang menjadi lebih baikx 100 %
Jumlah TTU yang di periksa

2. Cakupan rumah sehat, dengan rumus yang dipakai adalah :


Jumlah rumah sehat x 100 %
Jumlah yang ada
Bekasi Januari 2012
Kepala Puskesmas Wanasari

dr. Erni Herdiani


NIP. 19761213 200604 2 005