Anda di halaman 1dari 2

TUGAS RESUME JURNAL EKONOMI MIKRO

Nama : Fakhrana Nur Hanifati


NPM : 120720120005
Prodi : Ekonomi Terapan
The Market for Lemons: Quality Uncertainty and the Market Mechanism
George A. Akerlof
Paper Akerlof membahas mengenai kualitas dan ketidakpastian. Adanya barang dan jasa
memiliki masalah yang menarik dan penting untuk teori pasar. Banyak pasar dimana pembeli
menggunakan beberapa referensi statistic untuk menilai prospektif nilai yang dibeli. Karena ada
informasi yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh pembeli, kadangkala barang yang dibeli
standarnya menjadi dibawah rata-rata.
Contoh yang dapat diambil dari masalah ini adalah mobil bekas. Pembeli yang membeli
mobil baru tidak tahu apakah mobil yang dibelinya merupakan mobil bagus atau lemon (mobil
dengan kondisi buruk). Dalam hal ini, terjadi informasi yang asimetris. Penjual lebih tahu mobil
mana yang bagus dan buruk dibandingkan pembeli, tetapi penjual tetap harus menjual dengan
harga yang sama.
Beberapa contoh dan aplikasi yang lain adalah asuransi. Seperti yang kita ketahui, untuk
orang-orang yang berumur 65 tahun lebih sulit membeli asuransi kesehatan. Mengapa hal ini
terjadi? Untuk orang-orang yang mengambil asuransi kesehatan, mereka yakin bahwa mereka
membutuhkan dan jika resikonya bertambah makan polis yang dibayarkan semakin besar. Di
rumah sakit, dokter lebih bersimpati pada orang-orang yang sudah tua. Sehingga lebih mudah
mendapat pelayanan rumah sakit dibandingkan dengan perusahaan asuransi yang mengurusnya.
Hal ini juga mirip dengan kasus mobil bekas. mobil yang sudah dipakai sudah lama, harganya
cenderung akan turun. Terbukti dari survey yang dilakukan, kelompok usia 45-64 tahun kira-kira
menghabiskan rata-rata $88 untuk biaya rumah sakit, sedangkan 65 tahun keatas hanya $77.
Sama halnya dengan mempekerjakan kaum minoritas. Perusahaan akan berfikir rasional
untuk tidak mempekerjakan mereka yang berasal dari grup ini untuk ditempatkan pada posisi
yang memiliki tanggung jawab tinggi, karena sangat sulit bagi perusahaan untuk membedakan

mereka yang mempunyai kualifikasi baik dan buruk. Kemudian biaya dari ketidakjujuran. Hal ini
terjadi ketika kita membeli mobil bekas, dan kita tidak mendapatkan informasi yang cukup.
Penjual bisa saja mengatakan bahwa mobil ini masih layak untuk dipakai, tetapi setelah dibeli,
ternyata ada berbagai masalah pada mobil tersebut. Biaya ketidakjujuran merupakan masalah
yang banyak dihadapi oleh negara-negara yang kurang maju. Biaya ketidakjujuran ini juga
sangat merugikan. Dan yang terakhir adalah pasar kredit di negara-negara yang kurang maju.
Prisip Lemon sangat terlihat dimana industry diatur oleh sebuah agen yang memegang 66.7%
dari net worth perusahaan public dan 66% total asetnya. Perindustrian di India telah didominasi
oleh agen ini yang dilihat berdasarkan grup kasta atau komunal. Contoh yang kedua di India
adalah bunga yang ditetapkan oleh rentenir yang sangat berlebihan.
Hasil yang alami dari seluruh efek ini sebenarnya terjadi lebih banyak karena penjual
dibandingkan pembeli. Untuk mencegah ketidakpastian salah satunya dapat dicegah dengan
memilih institusi yang bergaransi. Kemudian membeli barang yang sudah mempunya nama atau
brand. Hal ini dapat lebih meyakinkan pembeli dengan kualitas yang telah ada. Cabang dari hotel
atau restoran terkemukan juga dapat meyakinkan pembeli akan kualitas kemudian dengan
adanya lisensi dapat membantu pembeli mengurangi mengambil keputusan yang salah dan
mengurangi ketidakpastian.
Dengan begitu dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kejujuran itu sangat penting.
Kesulitan untuk membedakan barang yang bagus dan yang buruk merupakan suatu hal dalam
dunia bisnis, hal ini juga mungkin dapat menjelaskan institusi ekonomi dan mungkin merupakan
satu faktor penting dalam ketidakpastian.