Anda di halaman 1dari 3

1.

Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup


R : membantu memulihkan kondisi ibu yang lelah setelah bersalin.
2. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan
minum air putih 8-12 gelas (3 liter) sehari.
R
: Intake makanan yang akurat membantu memulihkan kondisi ibu dan
pembentukan asi.
3. Anjurkan ibu untuk meningkatkan personal hugieone dan merawat vulvanya
secara teratur
R : mencegah terjadinya infeksi

1. Konseling gizi ibu nifas. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan
gizi yang seimbang
R/: nutrisi ibu terpenuhi akan membuat kondisi ibu membaik, mempercepat
proses penyembuhan atau involusi alat-alat reproduksi juga mempersiapkan
dan memperlancar proses laktasi.
2. Anjurkan ibu menjaga kebersihan diri terutma pada alat kemaluaannya
Anjurkan ibu untuk mengeringkan daerah kemaluan setelah BAB dan BAK serta
mengganti pembalut sesering mungkin.
R/: menjaga daerah kemaluan tetap bersih dan kering sehingga mencegah
kuman/bakteri tumbuh di daerah kemaluan yang dapat menyebabkan
infeksi.
3. Anjurkan ibu untuk cukup istirahat
R/: memulihkan kondisi kesehatan ibu sehingga ibu bisa melakukan tugas
barunya sebagai seorang ibu. Selain itu juga dapat melancarkan produksi
ASI dan mempercepat proses involusi uteri serta mengurangi jumlah darah
yang keluar.
4. Beritahu ibu dan keluarga tentang tanda-tanda kelainan dan komplikasi selama
masa nifas baik ibu pada ibu maupun pada bayi.
R/: ibu dan keluarga bisa menentukan sedini mungkin jika terjadi kelainan
sehingga bisa mengatasi atau mengangani sesegera mungkin.
5. Anjurkan perawatan payudara selama menyusui

: memperlancar laktasi

5. 6 Ajarkan ibu posisi menyusui yang benar. menyusui bayinya sesering mungkin,
R/: mendukung keberhasilan dalam menyusui, dan dapat mengurangi keluhan
ibu selama menyusui. memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi sehingga bayi
tidak mengalami penyakit kuning/ikterus yang dapat membahayakan
keselamatan bayinya.

1. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi zeperti:


nasi, roti, kentang, sayur-sayuran, dan lauk-pauk, juga banyak minum
minimal 3L sehari untuk pembentukan ASI.
2. Menganjurkan ibu untuk mengganti pembalut sesering mungkin atau
sesudah ibu BAB dan BAK dan mengeringkan daerah kemaluan
dengan tisu atau kain bersih sampai kering lalu ganti pembalut
untuk mencegah tumbuhnya bakteri/kuman/jamur di kemaluan.
3. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup, yaitu pada siang hari
minimal 1 jam dan malam hari minimal 5 jam untuk memulihkan
kondisi ibu. Kurang istirahat bisa mengakibatkan kurangnya
produksi ASI, ketidakmampuan mengurus bayi dan diri sendiri serta
memperlambat proses involusi uteri sehingga dapat memperbanyak
jumlah darah yang keluar.
4. Menjelaskan tanda-tanda bahaya nifas yaitu suhu badan meningkat,
nyeri perut yang hebat, penglihatan kabur, mengalami diuresis,
sehingga apabila ibu mengalami salah satu hal di atas ibu bisa
langsung memeriksakan pada tenaga kesehatan.
1. Memberitahu ibu dan keluarga tentang tandatanda bahaya selama nifas untuk ibu dan
bayinya, seperti pada ibu nyeri perut yang sangat,
nyeri pinggang, kaki bengkak, payudara bengkak,
dll. Pada bayi seperti kuning, tidak mau
menyusu, dll.
5. Mengajarkan perawatan payudara ibu nifas dengan tujuan agar tidak
terjadi bendungan ASI dan

menjaga payudara tetap bersih serta

membantu memperlancar ASI


Cara merawat payudara ibu nifas :

Kompres putting susu dengan kapar yang teklah dibasahi dengan


minyak kelapa/baby oil selama 3-4 menit. Kemudian bersihkan putting
dengan kapas minyak tadi.

Untuk pengenyalan dan penonjolan putting susu yaitu pengenyalan


dilakukan supaya pada waktu meneteki tidak mudah lecet. Caranya
dengan diputar ke dalam dan keluar sebanyak 20x. menggerakkan
kedua ibu jarike atasdan ke bawah serta ke arah kanan dan ke kiri
masing-masing 20x, lalu dirangsang menggunakan washlap kering.

Pengurutan
Kedua telapak tangan diantar kedua payudara, arah bawah, atas,
samping, terus ke bawah, samping, dan terakhir melintang kemudian
dilepas perlahan. Dilanjutkan lagi satu tangan menopang payudara

sedangkan tangan menopang payudara, tangan lainnya menggenggam


dan mengurut dari pangkal ke putting susu.

Merangsang dengan air hangat dan air dingin secara bergantian sambil
diketuk-ketuk, diawali dan diakhiri dengan air hangat.

Setelah selesai payudara dibersihkan lalu dikeringkan dan memakai BH


khusus untuk menyusui

Yang perlu diperhatikan :

apabila putting susu lecet. Oleskan ASI yang keluar, menyusui tetap
dilakukan mulai dari putting susu yang tidak lecet

apabila lecetnya parah, diistirahatkan selama 24 jam, ASI dikeluarkan


dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
6. mengajarkan ibu posisi menyusui yang benar, yaitu bayi dan tangan
ibu dalam posisi satu garis lurus, yang bisa dilakukan baik dengan
posisi tidur terlentang, tidur miring, dan duduk.

1. Memberikan konseling tentang gizi pada ibu


nifas, yaitu tinggi protein, kalori dan karbohidrat
seperti makan telor, daging ayam/sapi, nasi
secukupnya, sayuran, tahu tempe,makan sayur
yang berkuah agar tidak terjadi konstipasi dan
perbanyak minum air putih.