Anda di halaman 1dari 27

KOLELITIASIS

Dewa Pramana Putra


10700029

Anatomi

Kandung empedu berbentuk bulat


lonjong berongga seperti buah alpukat
dengan panjang
sekitar 4-5cm dan
berisi 30-60mL cairan empedu

Anatomi

Korpus vesikafelea : bagian dari kandung


empedu yangdidalamnya berisi getah
empedu.Getah empedu : cairan yang
disekeresi oleh sel hati sebanyak 0,5-1,5L
setiap harinya

Leher kandung empedu : saluran pertama


tempat masuknya getah empedu ke
badan kandung empedu dan kemudian
dipekatkan dalam kandung empedu.

Duktus sistikus. Panjangnya kurang


lebih 1-2cm dengan diameter 2-3mm.
Dinding lumenya mengandung katup
berbentuk sepilar yang memudahkan
masuknya cairan empedu.
Duktus hepatikus, saluran yang keluar
dari hepar.

Duktus koledokus saluran


membawa empedu ke duodenum

yang

Fisiologi

Fungsi kantung empedu menampung


cairan empedu dan kemudian
memekatkan.
Secara berkala kandung empedu akan
mengkosongkan isinya kedalam
duodenum melalui kontraksi simultan
lapisan ototnya.
Fungsi cairan empedu
Emulsifikasi lemak dalam usus
halus untuk membantu pncernaan
dan absorbsi lemak
Mengeluarkan beberapa produk
buangan yang penting dari darah
antara llain bilirubin.

Kolelitiasis

Batu kantung empedu merupakan gabungan


beberapa unsur yang membentuk suatu material
mirip batu yang terbentuk di dalam kantung
empedu.

ETIOLOGI
Etiologi batu empedu masih belum
diketahui dengan sempurna namun yang
paling penting adalah gangguan
metabolisme yang disebabkan oleh
perubahan susunan empedu, stasis
empedu dan infeksi kandung empedu

Faktor resiko

4F : female, fertile,fat, dan forty


Usia lebih dari 40th
Hiperlipidemia
Pengosongan lambung yang mamnjang
Nutrisi intravena jangka lama
Dismotilitas kandung empedu

Klasifikasi batu empedu


1. Batu kolesterol
Berbentuk oval, multiofokal atau mulberry dan
mengandung lebih dari 70% kolesterol

1. Batu pigmen

Batu pigmen kalsium bilirubinat (pigmen coklat)


disebut juga batu lumpur atau batu pigmen,
mkomponen utamanya kalsium bilirubinat,
berwarna coklat, lunak, mudah di hancurkan.
Batu pigmen hitam, berwarna hitam kecoklatan,
tidak berbentuk, sperti buubuk dan kaya akan sisa
zat hitam yang tak terekstrasi, terdiri dari derifat
polymerized bilirubin

2. Batu campuran
batu campuran antar kolerterol dan pigmen dimana
mengandung 20-50% kolesterol

Pembentukan batu empedu dibagi menjadi tiga


tahap:
1.Pembentukan empedu yang supersaturasi
terjadi bila perbandingan asam empedu dan
fosfolipid (terutama lesitin) dengan kolesterol
menurun sekresi kolesterol yang berlebihan,
atau kadar asam empedu rendah,
2.Nukleasi atau pembentukan inti batu, dan
3.Berkembang karena bertambahnya pengendapan.

Diagnosa
1. Anamnesa
Asimtomatis
kurang dari 25% asimtomatik. Akan merasakan
gejala yang membutuhkan intervensi setelah
periode 5 tahun
Simtomatis
nyeri epigastrium kuadran kanan atas, kolik bilier
>15menit, nyeri 30-60mnit pasca prandial
kuadran kanan atas, biasanya setelah
mengkonsumsi makanan berlemak, berakhir
stelah beberapa jam kemudian pulih, mual dan
muntah
2. Pemeriksaan fisik
Pada batu kandung empedu, pemeriksaan fisik di
temukan nyeri tekan dengan pungtum maksimum
di daerah letak anatomi kantung empedu. Murphy
sign (+)

Diagnosa

Penatalaksanaan
Konservatif

Diet rendah lemak


Obat obat antikolinergik-antispasmodik
Antibiotik bila disetai kolisistisis
Asam empedu (as. Kenodeoksikolat)

Nonbedah
Lisis Batu
Pengeluaran secara endoskopi
ESWL (Exstracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

Bedah

Kolesistektomi terbuka
Sfingterotomi endoskopik
Koledoktomi
Kolesistomi

Komplikasi

Obstruksi ductus cysticus


Colic bilier
Colesistitis akut
Perikolesistitis
Pankreatitis
Perforasi
Hidrop kandung empedu
Empiema kandung empedu
Ileus batu empedu.

KOLESISTITIS

Kolisistitis adalah inflamasi dari kandung empedu,


biasanya berhubungan dengan batu kandung
empedu yang tersangkut pada ductus cysticus
dan menyebabkan distensi kandung empedu.

Etiologi
Batu empedu/kalkulus (90%)
Tanpa batu/Akalkulus (10%)
Kolesistitis akut akalkulus yaitu
inflamasi akut dari kandung empedu
namun bukan akibat dari adanya
batu kandung empedu. Dapat karena
terinfeksi primer bacterial pada
kandung empedu

Patofisiologi
Statis cairan empedu, infeksi kuman dan iskemia
dinding kandung empedu
Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu
kandung empedu (90)% sedangkan sebagian
kecil kasus (10%) timbul tanda adanmya batu
empedu (kolisistitis akut akalkulus)

Gambaran klinis
Kolik bilier, Kolesistitis akut sering disertai
sumbatan batu dalam duktus sistikus
Mual dan muntah
Jaundice.
Demam
Jumlah sel darah putih, serum bilirubin, amino
transferase, fosfatase alkali biasanya meningkat
Nyeri hebat pada epigastrium atau abdomen
kuadran kanan atas; nyeri dapat menyebar ke
punggung dan bahu kanan

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Peningkatan kadar leukosit/ lekositosis
Bilirubin total meningkat
Alkali fosfatase meningkat
SGOT/SGPT meningkat

Pemeriksaan penunjang
CT Scan
dianjurkan sebagai pemeriksaan radiologi sekunder yang dapat
mengidentifikasi kelainan ekstrabilier sebagai komplikasi dari kolesistitis akut

seperti gangren, formasi gas dan perforasi.


Sonografi (USG)
dianjurkan sebagai pemeriksaan awal untuk kolesistitis akut dan scintigrafi
merupakan alternatif penggantinya yang dianjurkan.
CT Scan dengan kontras intravena
berguna untuk mendiagnosis kolesistitis akut pada pasein dengan nyeri perut
yang tidak khas.
MRI tanpa kontras
berguna untuk melakukan pemeriksaan pada wanita hamil dengan dugaan
kolesistitis akut yang dengan USG tidak menghasilkan diagnosis yang jelas.
Tiadanya kontras mengurangi resiko paparan raioaktif terhadap ibu dan
janinnya.
MRI dengan media kontras intavena berbasis gadolinium, juga merupakan
modalitas pemeriksaan radiologi sekunder yang berguna sebagai konfirmasi
kolesistitis akut.

KOMPLIKASI

Perforsi
Kolangitis
Koledokolitiasis
Hepatitis
pankreastitis

Penatalaksanaan
1.

Therapi Konservatif
a.

diit : Cairan rendah lemak

b.

Cairan Infus : menjaga kestabilan asupan cairan

c.

Analgetik : meringankan rasa nyeri yang timbul akibat gejala


Penyakit

d.

Antibiotik : mencegah adanya infeksi pada saluran kemih

e.

Istirahat

f.

Dipasang pipa nasogastrik untuk menjaga agar lambung


tetap kosong, sehingga mengurangi rangsangan terhadap
kandung empedu.

2. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)


3. Litotripsi Intrakorporeal.
4. Kolesistektomi

TERIMAKASIH