Anda di halaman 1dari 9

Ali Murtadlo, Kesulitan

KESULITAN BELAJAR (LEARNING DIFFICULT) DALAM


PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh : Ali Murtadlo
Abstraksi
Kesulitan belajar belajar matematika menjadi problema yang
terjadi pada berbagai jenjang pendidikan baik di dalam maupun di
luar negeri. Ada berbagai kesulitan macam kesulitan belajar seperti:
idsleksia, dyspraxia, dyscalculia, dysgraohia, auditory processing
disorder, visual processing disorder, dan attention dificit disorder.
Kesulitan-kesulitan itu menyebabkan anak mengalami gangguan
dalam hubungan keruangan, abnormalitas persepsi visual, asosiasi
visual-motor, perserverasi, kesulitan mengenal dan memahami
simbol, gangguan penghayatan tubuh, kesulitan dalam bahasa dan
membaca, dan performace IQ jauh lebih rendah daripada skor
verbal IQ. Orang tua dan guru perlu membantu anak/siswa yang
mengalami kesulitan belajar dengan cara-cara yang tepat.
Kata Kunci : Kesulitan Belajar, Pembelajaran Matematika
A.

38

Pendahuluan
Matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari karena
matematika mempunyai kegunaan teoritis dan praktis dalam kehidupan
sehari-hari. Semua aspek kehidupan manusia membutuhkan penanganan
secara cermat dan teliti. Kecermatan dan ketelitian baik secara teoritik
maupun praktis itu selalu diajarkan dalam Matematika. Karena itu wajar,
jika dalam kajian filsafat, matematika menjadi salah satu sarana berpikir
ilmiah.
Matematika adalah pengetahuan tentang pola keteraturan,
pengetahuan tentang struktur yang terorganisasikan mulai dari unsurunsur yang tidak didefinisikan ke unsur-unsur yang didefinisikan ke
aksioma dan postulat dan akhirnya ke dalil. Pendapat lain mengatakan
matematika adalah bahasa. simbolis yang fungsi praktisnya untuk
mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan
sedangkan fungsi teoretisnya adalah untuk memudahkan berpikir.
Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
lembaga pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ada
sejumlah alasan perlunya siswa belajar matematika, yaitu:
1. Matematika merupakan sarana berfikir yang jelas dan logis

Edu-Math; Vol 4, Tahun 2013

2.
3.
4.
5.

Sarana untuk memecahkan masalah sehari-hari.


Sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman
Sarana untuk mengembangkan kreativitas
Sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan
budaya.

B.

Kesulitan Belajar Matematika


Belajar matematika akan melatih anak untuk berpikir logis dan
analitis. Hal ini sangat bermanfaat untuk proses pemecahan masalah
dalam perjalanan hidupnya. Oleh karena itu, kesulitan belajar (learning
difficultLD) matematika pada anak harus cepat dikenali dan diatasi.
Kesulitan belajar dan masalah belajar menjadi istilah yang
menggambarkan seorang anak mulai mengalami kesulitan belajar di
sekolah. Di beberapa negara juga digunakan sebagai sinonim untuk
ketidakmampuan belajar. Setiap orang mungkin mengalami kesulitan
belajar ringan dan berat, yang disebabkan oleh faktor internal atau
eksternal. Anak-anak, yang dilengkapi dengan program pendidikan di
bawah hukum federal, berada di sebagian besar negara dibedakan dari
anak-anak lain dengan kesulitan belajar pada dua alasan:
Pertama, dasar dari masalah skolastik mereka diduga karena
beberapa disfungsi neurologis. Kategori LD termasuk anak-anak yang
memiliki kesulitan belajar sebagai akibat dari visual, pendengaran atau
cacat motor, keterbelakangan mental, gangguan emosi, atau yang
merugikan lingkungan, budaya atau ekonomi. Pengecualian ini adalah
salah satu masalah yang paling diperdebatkan dalam bidang LD. Terlepas
dari kenyataan bahwa adanya disfungsi neurologis belum terbukti, tidak
mungkin untuk membuktikan bahwa lingkungan telah berperan dalam
penciptaan ketidakmampuan belajar.
Kedua, untuk dapat didiagnosis sebagai "cacat belajar," harus ada
perbedaan antara potensi dan prestasi anak. Biasanya 50% perbedaan
digunakan sebagai kriteria untuk identifikasi. Perbedaan 50% itu berarti
bahwa anak hanya mencapai setengah dari potensinya yang diharapkan.

C.

Jenis-jenis Kesulitan Belajar


1. Disleksia
Disleksia adalah kombinasi dari kemampuan dan kesulitan,
kesulitan mempengaruhi proses belajar dalam aspek bahasa dan
berhitung. Ditandai dari kelemahan yang terus-menerus dapat
diidentifikasi dalam memori jangka pendek, kecepatan pemrosesan,
urutan keterampilan, pendengaran dan persepsi visual, bahasa lisan,
39

Ali Murtadlo, Kesulitan

dan keterampilan motorik, termasuk masalah membaca, menulis,


ejaan, berbicara. Kemampuan berupa kemampuan visuo-spasial yang
baik, berpikir kreatif dan pemahaman intuitif.
2. Dyspraxia (Gangguan Integrasi Sensory)
Siswa dengan dyspraxia dipengaruhi oleh penurunan nilai dan
sering canggung. Keterampilan motorik halus (berkaitan dengan
keseimbangan dan koordinasi) dan keterampilan motorik halus (yang
berkaitan dengan manipulasi objek) sulit untuk belajar dan sulit
untuk mempertahankan belajar. Pengucapan juga terpengaruh dan
orang-orang dengan dyspraxia sensitif terhadap suara, cahaya, dan
sentuhan. Masalah dengan koordinasi tangan-mata, keseimbangan,
dan ketangkasan manual.
3. Dyscalculia
Dyscalculia adalah kesulitan belajar yang melibatkan aspek
paling dasar dari keterampilan aritmatika. Kesulitannya terletak pada
pemahaman, penerimaan, atau produksi informasi kuantitatif dan
spasial. Siswa dengan dyscalculia mungkin mengalami kesulitan
dalam memahami konsep angka sederhana, kurangnya pemahaman
intuitif sebuah angka dan memiliki masalah belajar dalam
penjumlahan dan prosedur. Ini dapat berhubungan dengan konsepkonsep dasar seperti mengatakan waktu, menghitung harga, dan
mengukur hal-hal seperti suhu dan kecepatan.
Jenis Dyscalculia menurut Kosc (1974) ada enam, yaitu:
a. Verbal dyscalculia, yaitu kesulitan menggunakan konsep
matematika dalam bahasa lisan. Kosc mencatat dua aspek jenis
dyscalculia ini: (1) kesulitan mengidentifikasi pengucapan angka
(meskipun individu dapat membaca angka), dan (2) kesulitan
mengingat nama suatu besaran (walaupun mereka bisa membaca
dan menulis nomor).
b. Practognostic dyscalculia, yaitu kesulitan memanipulasi atau
pencacahan kuantitas. Kesulitan di sini melibatkan mengkonversi
aritmatika atau prosedur sehubungan dengan jumlah.
c. Lexical dyscalculia, yaitu kesulitan membaca simbol matematika
seperti angka. Siswa dengan kesulitan ini dapat berbicara tentang
ide-ide matematika dan memahami diskusi lisan mereka namun
mengalami kesulitan membaca simbol dan nomor kalimat.
d. Grafis dyscalculia,yaitu kesulitan menulis simbol matematika.
Siswa dapat memahami ide-ide matematika secara diskusi lisan
dan dapat membaca informasi numerik tetapi mengalami
kesulitan menulis pemahaman simbolisme matematika.
40

Edu-Math; Vol 4, Tahun 2013

4.

5.

6.

7.

D.

e. Ideognostic dyscalculia, yaitu kesulitan untuk memahami ide-ide


yang berhubungan dengan matematika.
f. Operasional dyscalculia, yaitu kesulitan melakukan operasi
matematika.
Dysgraphia
Dysgraphia merupakan kesulitan dengan menulis. Masalah
dengan tulisan tangan, ejaan, mengorganisasi ide-ide.
Auditory Processing Disorder
Auditory Processing Disorder merupakan kesulitan mendengar
perbedaan antara suara. Masalah dengan membaca, dan
pemahaman bahasa.
Visual Processing Disorder
Visual Processing Disorder merupakan kesulitan menafsirkan
informasi visual. Masalah dengan membaca, matematika, peta,
grafik, simbol, dan gambar.
Attention Deficit Disorder (ADD)
Attention Deficit Disorder (ADD) ada dengan atau tanpa
hiperaktivitas. Gangguan ini terjadi pada orang yang sering pergi
tugas, mengalami kesulitan tertentu dimulai dan beralih tugas
bersama-sama dengan rentang perhatian yang sangat pendek dan
tingkat tinggi. Mereka gagal menggunakan umpan balik yang yang
mereka terima dengan efektif dan mereka memiliki kemampuan
mendengarkan yang lemah. Mereka yang hiperaktif dapat bertindak
impulsif dan tak menentu, mengalami kesulitan meramalkan hasil,
gagal untuk merencanakan ke depan dan menjadi gelisah. Mereka
yang tidak memiliki sifat hiperaktif cenderung melamun berlebihan,
kehilangan jejak dari apa yang mereka lakukan dan gagal untuk
terlibat dalam belajar mereka kecuali mereka sangat termotivasi.
Perilaku orang dengan AD (H) D dapat tidak tepat dan tak terduga,
sehingga menjadi penghalang untuk belajar lebih lanjut.

Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar


Ada beberapa karakteristik anak berkesulitan belajar matematika,
yaitu: (1) adanya gangguan dalam hubungan keruangan, (2) abnormalitas
persepsi visual, (3) asosiasi visual-motor, (4) perserverasi, (5) kesulitan
mengenal dan memahami simbul, (6) gangguan penghayatan tubuh, (7)
kesulitan dalam bahasa dan membaca, dan (8) performance IQ jauh lebih
rendah daripada skor verbal IQ.
1. Adanya gangguan dalam hubungan keruangan

41

Ali Murtadlo, Kesulitan

Konsep hubungan keruangan seperti atas-bawah, puncakdasar, jauh-dekat, tinggi-rendah, depan-belakang, dan awal-akhir
umumnya telah dikuasai oleh anak pada saat mereka belum masuk
SD. Anak-anak memperoleh pemahaman tentang berbagai konsep
hubungan keruangan tersebut dari pengalaman mereka dalam
berkomunikasi dengan lingkungan sosial mereka atau melalui
berbagai permainan. Anak berkesulitan belajar sering mengalami
kesulitan dalam berkomunikasi dan lingkungan sosial juga sering
tidak mendukung terselenggarakannya suatu situasi dan kondusif
bagi terjalinnya komunikasi antar mereka. Adanya kondisi intrinsik
yang diduga karena disfungsi otak dan kondisi ekstrinsik berupa
lingkungan sosial yang tidak menunjang terselenggaranya komunikasi
dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dalam memahami
konsep-konsep hubungan keruangan yang mengakibatkan anak tidak
mampu merasakan jarak antara angka-angka pada garis bilangan
atau penggaris, dan mungkin anak juga tidak tahu bahwa angka 3
lebih dekat ke angka 4 daripada ke angka 6.
2. Abnormalitas persepsi visual
Anak berkesulitan belajar matematika sering mengalami
kesulitan untuk melihat berbagai objek dalam hubungannya dengan
kelompok. Anak yang memiliki abnormalitas persepsi visual juga
sering tidak mampu membedakan bentuk-bentuk geometri. Suatu
bentuk bujur dangkar mungkin dilihat oleh anak sebagai empat garis
yang tidak saling terkait, mungkin sebagai segi enam, dan bahkan
mungkin tampak sebagai lingkaran. Adanya abnormalitas persepsi
visual semacam ini tentu saja dapat menimbulkan kesulitan dalam
belajar matematika, terutama dalam memahami berbagai simbol.
3. Asosiasi visual-motor
Anak berkesulitan belajar matematika sering tidak dapat
mengitung benda-benda secara berurutan sambil menyebutkan
bilangannya satu, dua, tiga, empat, lima. Anak mungkin baru
memegang benda yang ketiga tetapi telah mengucapkan lima, atau
sebaliknya, telah menyentuh benda kelima tetapi baru mengucapkan
tiga. Anak-anak semacam ini dapat memberikan kesan mereka
hanya menghafal bilangan tanpa memahami maknanya.
4. Perserverasi
Anak yang perhatiannya melekat pada suatu objek saja dalam
jangka waktu yang relatif lama. Gangguan perhatian semacam itu
disebut perverasi (Mulyono Abdurrahman, 1999: 261). Anak
demikian mungkin mulanya dapat mengerjakan tugas dengan baik,
42

Edu-Math; Vol 4, Tahun 2013

tetapi lama-kelamaan perhatiannya melekat pada suatu objek


tertentu.
Contohnya:
4+3=7
4+4=8
5+4=8
3+6=8
5. Kesulitan mengenal dan memahami simbul
Anak berkesulitan belajar matematika sering mengalami
kesulitan dalam mengenal dan menggunakan simbol-simbol
atematika seperti +, -, =, >, <, dan sebagainya. Kesulitan semacam ini
dapat disebabkan oleh adanya gangguan memori tetapi juga dapat
disebabkangangguan memori tetapi juga dapat disebabkan oleh
adanya gangguan persepsi visual.
6. Gangguan penghayatan tubuh
Anak sulit memahami hubungan bagian-bagian dari tubuhnya
sendiri. Jika anak diminta untuk menggambar tubuh orang misalnya,
mereka akan menggambarkan dengan bagian-bagian tubuh yang
tidak lengkap atau menempatkan bagian tubuh pada posisi yang
salah. Misalnya, leher tidak tampak, tangan diletakkan di kepala, dan
sebagianya.
7. Kesulitan dalam bahasa dan membaca
Kesulitan dalam bahasa dapat berpengaruh terhadap
kemampuan anak di bidang matematika. Soal matematika yang
berbentuk cerita menuntut kemampuan membaca untuk
memecahkannya. Oleh karena itu, anak yang mengalami kesulitan
membaca akan mengalami kesulitan pula dalam memecahkan soal
matematika yang berbentuk cerita tertulis.
8. Performance IQ jauh lebih rendah daripada skor verbal IQ.
Hasil tes inteligensi dengan menggunakan WISC (Weshler
Intelligence Scale for Children) menunjukkan bahwa anak
berkesulitan belajar matematika memiliki PIQ (Performance
Intelligence Quotient) yang jauh lebih rendah daripada skor VIQ
(Verbal Intelligence Quotient). Sub tes verbal mencakup: Informasi,
persamaan, aritmetika, perbendaharaan kata, dan emahaman. Sub
tes kinerja mencakup: melengkapi gambar, menyusun gambar,
menyusun balok, dan menyusun obyek.
Tugas orang tua dari anak dengan ketidakmampuan belajar adalah
untuk mengakui bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk
membantu anak , yaitu:
43

Ali Murtadlo, Kesulitan

1. Menjaga hal-hal dalam perspektif


Cobalah untuk tidak terintimidasi oleh berita bahwa anak itu memiliki
ketidakmampuan belajar. Semua orang belajar dengan cara berbeda.
Tugas orang tua yang paling penting adalah untuk mendukung anak
dan membantu mereka menjaga harga diri mereka. Tantangan dapat
diatasi. Jangan biarkan tes, birokrasi sekolah, dan dokumen tak
berujung mengalihkan perhatian orang tua dari apa yang lebih
penting. Dukungan emosional, pendidikan, dan moral sangatlah
penting dan dibutuhkan oleh anak.
2. Melakukan penelitian sendiri dan menjadi ahli sendiri
Pelajari tentang perkembangan baru dalam kesulitan belajar anak,
program yang berbeda dan teknik pendidikan yang berdampak pada
anak.
3. Jadilah advokasi untuk anak
Orang tua harus berbicara dari waktu dan ke waktu untuk
mendapatkan bantuan khusus untuk anak. Sebagai orang tua proaktif
dan bekerja sesuai kemampuan komunikasi.
4. Ingatlah bahwa pengaruh orang tua pada anak sendiri pengaruh
melebihi orang lain
Jika orang tua optimism terhadap tantangan belajar, kerja keras, dan
memiliki rasa humor, anak akan senang. Ingatlah juga bahwa situasi
sekolah tidak harus sempurna.
E.

44

Mengobati Dyscalculia
Membantu siswa mengidentifikasi kemampuan dan kelemahannya
adalah langkah pertama untuk membantua. Setelah identifikasi, orang
tua, guru, dan pendidik lainnya dapat bekerja sama untuk membangun
strategi yang akan membantu siswa belajar matematika lebih efektif.
Bantuan di luar kelas seperti les, tutor bisa fokus khusus pada kesulitan
yang dimiliki siswa. Penguatan berulang dan praktek spesifik dapat
membuat pemahaman lebih mudah. Strategi lain untuk di dalam dan di
luar kelas meliputi:
1. Gunakan kertas grafik untuk siswa yang memiliki kesulitan
mengorganisir ide-ide di atas kertas.
2. Bekerja dengan cara-cara yang berbeda untuk pendekatan fakta
matematika, yakni, bukan hanya menghafal tabel perkalian,
menjelaskan bahwa 8 x 2 = 16, jadi jika 16 adalah dua kali lipat, 8 x 4
harus = 32.
3. Praktik estimasi sebagai cara untuk memulai memecahkan masalah
matematika.

Edu-Math; Vol 4, Tahun 2013

4. Memperkenalkan keterampilan baru dimulai dengan contoh-contoh

konkret dan kemudian pindah ke aplikasi yang lebih abstrak.


5. Untuk kesulitan bahasa, menjelaskan ide-ide dan masalah jelas, dan

mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan saat mereka bekerja.


6. Menyediakan tempat untuk bekerja dengan alat-alat yang diperlukan,

misal pensil, penghapus dan alat-alat lainnya.


7. Bantulah siswa menjadi sadar akan kemampuan dan kelemahannya.

Memahami bagaimana seseorang belajar terbaik adalah langkah besar


dalam mencapai keberhasilan akademis dan kepercayaan diri.
F.

Penutup
Kesulitan belajar matematika merupakan salah satu bagian yang
tidak terpisahkan dari pembelajaran matematika. Siswa yang mengalami
kesulitan belajar matematika ditunjukkan dengan ketertinggalan
perubahan (hasil belajar matematika) yang diperolehnya jika
dibandingkan dengan kawan yang lain. Siswa bisa saja memiliki satu atau
bahkan lebih dari satu bentuk kesulitan belajar. Guru dan orang tua,
dalam hal ini, mempunyai tugas yang sama, yaitu membantu siswa/anak
mengatasi kesulitan belajarnya. Menjadi konselor yang mampu
memahami, memotivasi, dan memberikan solusi dan tindakan yang tepat
sangat dibutuhkan oleh siswa/anak yang mengalami kesulitan belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Dalheim, Brenda and John Munro. 2010. Mathematics Learning Difficulties:
Research & Teaching. Diambil pada tanggal 25 Mei 2012 dari
http://online.edfac.unimelb.edu.au/selage/pub
/readings/mathsld/Types_of_dyscalcula.pdf.
Dyscalculia: Learning Disabilities in Mathematics. Diambil pada tanggal 20 Mei
2012 dari http://www.ldaofmichigan.org/ articles/LDA12-2-04.htm.
Gina Kemp, Jeanne Segal, and Deborah Cutter. 2010. Learning Disabilities in
Children.
Diambil
pada
tanggal
25
Mei
2012
dari
http://www.helpguide.org/mental/learning disabilities.htm.
Learning Difficulties. Diambil pada tanggal 25 Mei 2012 dari
http://www.audiblox2000.com/ learning_disabilities/dicl02.htm.
Weber, Despina. 2010. Specific Learning Difference. Diambil pada tanggal 25
Mei
2012
dari
http://www2.warwick.ac.uk/
services/tutors/disability/splds/.

45

Edu-Math; Vol. 4, Tahun 2013

4. Memperkenalkan keterampilan baru dimulai dengan contoh-contoh


konkret dan kemudian pindah ke aplikasi yang lebih abstrak.
5. Untuk kesulitan bahasa, menjelaskan ide-ide dan masalah jelas, dan
mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan saat mereka bekerja.
6. Menyediakan tempat untuk bekerja dengan alat-alat yang diperlukan,
misal pensil, penghapus dan alat-alat lainnya.
7. Bantulah siswa menjadi sadar akan kemampuan dan kelemahannya.
Memahami bagaimana seseorang belajar terbaik adalah langkah besar
dalam mencapai keberhasilan akademis dan kepercayaan diri.
F.

Penutup
Kesulitan belajar matematika merupakan salah satu bagian yang
tidak terpisahkan dari pembelajaran matematika. Siswa yang mengalami
kesulitan belajar matematika ditunjukkan dengan ketertinggalan
perubahan (hasil belajar matematika) yang diperolehnya jika
dibandingkan dengan kawan yang lain. Siswa bisa saja memiliki satu atau
bahkan lebih dari satu bentuk kesulitan belajar. Guru dan orang tua,
dalam hal ini, mempunyai tugas yang sama, yaitu membantu siswa/anak
mengatasi kesulitan belajarnya. Menjadi konselor yang mampu
memahami, memotivasi, dan memberikan solusi dan tindakan yang tepat
sangat dibutuhkan oleh siswa/anak yang mengalami kesulitan belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Dalheim, Brenda and John Munro. 2010. Mathematics Learning Difficulties:
Research & Teaching. Diambil pada tanggal 25 Mei 2012 dari
http://online.edfac.unimelb.edu.au/selage/pub
/readings/mathsld/Types_of_dyscalcula.pdf.
Dyscalculia: Learning Disabilities in Mathematics. Diambil pada tanggal 20 Mei
2012 dari http://www.ldaofmichigan.org/ articles/LDA12-2-04.htm.
Gina Kemp, Jeanne Segal, and Deborah Cutter. 2010. Learning Disabilities in
Children.
Diambil
pada
tanggal
25
Mei
2012
dari
http://www.helpguide.org/mental/learning disabilities.htm.
Learning Difficulties. Diambil pada tanggal 25 Mei 2012 dari
http://www.audiblox2000.com/ learning_disabilities/dicl02.htm.
Weber, Despina. 2010. Specific Learning Difference. Diambil pada tanggal 25
Mei
2012
dari
http://www2.warwick.ac.uk/
services/tutors/disability/splds/.

45