Anda di halaman 1dari 18

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA

DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING


(SAW)

Tugas

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah


Sistem Pendukung Keputusan

Kelompok :
1. Ady Abdul Karim
2. Fitri Andriyani
3. Radityo Prasojo

( 130101092 )
( 130101110 )
( 130101116 )

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


STMIK DUTA BANGSA
SURAKARTA
2016
A. Latar Belakang

Pemberian Beasiswa merupakan program kerja yang ada di setiap


universitas. Program beasiswa diadakan untuk meringankan beban mahasiswa
dalam menempuh masa studi khususnya dalam masalah biaya. Pemberian
beasiswa kepada mahasiswa dilakukan secara selektif sesuai dengan aturan
yang telah ditetapkan. Pembagian beasiswa dilakukan oleh beberapa lembaga
untuk membantu seseorang yang kurang mampu ataupun berprestasi selama
menempuh studinya. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut maka harus
sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Oleh sebab itu tidak semua yang mendaftarkan diri sebagai calon
penerima beasiswa tersebut akan diterima, hanya yang memenuhi kriteriakriteria saja yang akan memperoleh beasiswa tersebut. Oleh karena jumlah
peserta yang mengajukan beasiswa banyak serta indikator kriteria yang
banyak juga, maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan yang
akan membantu penentuan siapa yang berhak untuk mendapatkan beasiswa
tersebut.
Berdasarkan hal tersebut untuk membantu penentuan dalam
menetapkan seorang mahasiswa memperoleh beasiswa, maka dibutuhkan
sebuah sistem pendukung keputusan dengan metode yang dapat digunakan
yaitu metode Simple Additive Weighting. Model yang digunakan dalam sistem
pendukung keputusan ini adalah SAW, metode SAW ini dipilih karena dapat
menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan
proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah
alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak
menerima beasiswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Dengan
metode perangkingan tersebut, diharapkan penilaian akan lebih tepat karena
didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan sehingga akan
mendapatkan hasil yang lebih akurat terhadap siapa yang akan menerima
beasiswa tersebut.
B. Tujuan
Adapun tujuan membangun suatu model pengambilan keputusan
dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah :

1. Untuk menentukan kriteria dan alternatif hasil yang lebih akurat terhadap
siapa yang akan menerima beasiswa.
2. Untuk merancang sistem pendukung keputusan untuk menentukan
penerima beasiswa dengan menggunakan Metode Simple Additive
Weighting (SAW).
3. Memahami secara lebih dalam penerapan metode Simple Additive
Weighting (SAW) dalam melakukan penerima beasiswa.
4. Untuk proses penerimaan beasiswa dengan menggunakan metode Simple
Additive Weighting (SAW).
C. Manfaat
Manfaat dari perancangan sistem pendukung keputusan penerimaan beasiswa
ini adalah:
1. Dapat membantu kerja tim penyeleksi beasiswa dalam melakukan
penyeleksian beasiswa.
2. Dapat mempercepat proses penyeleksian beasiswa
3. Dapat mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima beasiswa.
D. Pembahasan
1. Analisa Sistem
1.1 Gambaran umum masalah
Sebagai langkah awal yang dilakukan supaya dapat mengetahui
gambaran permasalahan adalah dengan melakukan analisis permasalahan
yang diharapkan dapat memberikan solusi sesuai permasalahan yang
dihadapi. Permasalahan yang sering dihadapi pada saat penyeleksian
calon penerima beasiswa yaitu proses penyeleksian ini membutuhkan
ketelitian dan waktu, karena data calon penerima beasiswa akan
dibandingkan dengan kriteria beasiswa satu persatu. Untuk mendapatkan
beasiswa tersebut maka harus sesuai dengan aturanaturan yang telah
ditetapkan. Kriteria yang ditetapkan dalam studi kasus ini adalah
nilai IPK , penghasilan orang tua, semester, jumlah tanggungan orang
tua dan usia.
1.2 Metode Penelitian
Metode Prototyping
Model simulasi termasuk aplikasi perangkat lunak dari semua aspek
produk sesungguhnya yang akan di kembangkan. Model simulasi harus

bersifat Representatif terhadap produk lainnya (Eddy Prahasta,2013:474)


Ada beberapa tahapan dalam prototyping antara lain,
a. Pengumpulan Data
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format
seluruh perangkat lunak. Mendefisikan semua kebutuhan, dan garis
besar sistem yang akan dibuat.
b. Membangun Prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang
berfokus pada penyajian kepada pelanggan ( missalnya dengan
membuat input dan format output ).
c. Evaluasi Prototyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah
dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
d. Mengkodekan Sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke
dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e. Menguji Sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai,
harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan
White Box, Black Box, Basis Path, dan lain lain.
f. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi sistem yang sudah jadi sesuai dengan yang
diharapkan jika ya, langkah berikutnya
g. Menggunakan Sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan.
2. Perancangan
Perancangan merupakan tahapan persiapan dan perancangan secara rinci
tentang sistem pendukung keputusan yang akan dibuat. Rancangan sistem
ini mengidentifikasikan komponen komponen sistem yang akan
dirancang secara rinci untuk memberikan gambaran tentang sistem yang
akan dibuat.
2.1 Perancangan sistem
2.1.1 Flowchart
Flowchart pada sistem pendukung keputusan penerimaan beasiswa
yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut :

Keterangan

user

masuk

ke

halaman

login,

selanjutnya

menginputkan username dan password, jika sukses masuk ke


halaman utama, jika gagal kembali ke halaman login. Jika sudah
berhasil login user masuk ke halaman utama kemudian mengiputkan
data mahasiswa, data kriteria, data analisa dari C1-C5, selanjutnya
akan di proses perhitungan sistem pendukung keputusan dengan
metode SAW, sistem akan menampilkan hasil analisa, user
melakukan logout, selesai.
2.1.2

Desain database
Desain database digunakan untuk mendefinisikan tabel tabel
yang akan digunakan pada aplikasi. Tabel tersebut akan
menyimpan data data sesuai dengan fungsi masing masing
tabel. Tabel yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Tabel admin
Nama tabel : admin
Fungsi tabel : menyimpan username dan password admin
Primary key : id_user
Foreign key : Tabel 1 tabel user
Nama field
Id_user
Username

Tipe
int
varchar

Panjang
5
100

Password
Nama

varchar
varchar

100
100

b. Tabel calon beasiswa


Nama tabel : calonbeasiswa
Fungsi tabel : menyimpan data calon beasiswa
Primary key : id_mhs
Foreign key : Tabel 2 tabel calon beasiswa
Nama field
Id_mhs
Nama_mhs
Jurusan

Tipe
Varchar
Varchar
text

Panjang
5
100
100

c. Tabel himpunan
Nama tabel : himpunan
Fungsi tabel : menyimpan data himpunan dari masing-masing kriteria
Primary key : id_himpunan
Foreign key : Tabel 3 tabel himpunan
Nama field
Id_himpunan
Id_kriteria
Namahimpunan
Nilai
keterangan

Tipe
int
int
varchar
varchar
varchar

Panjang
5
5
100
100
100

d. Tabel klasifikasi
Nama tabel : klasifikasi
Fungsi tabel : menyimpan data klasifikasi dari masing-masing calon
penerima beasiswa
Primary key : id_klasifikasi
Foreign key : id_mhs
Tabel 4 tabel klasifikasi
Nama field
Id_klasifikasi
Id_mhs
Jml_tanggungan
Nilai_ipk
Penghasilan_ortu
Semester
Usia

Tipe
int
varchar
double
double
double
double
double

Panjang
5
5

e. Tabel kriteria
Nama tabel : kriteria
Fungsi tabel : menyimpan data kriteria yang akan digunakan untuk
ketentuan pemilihan calon penerima beasiswa
Primary key : id_kriteria
Foreign key : Tabel 5 tabel kriteria
Nama field
Id_kriteria
Namakriteria
Atribut
2.1.3

Tipe
Int
Varchar
Varchar

Panjang
5
100
100

Relasi database
Relasi database digunakan untuk mengelompokkan data sehingga
modifikasi pada database mudah untuk dilakukan. Berikut adalah
relasi antar tabel pada Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan
Beasiswa :

2.2 Perancangan sistem pendukung keputusan


Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan
terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan
terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua
atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks

keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan


semua rating alternatif yang ada.

Dimana rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif A pada


atribut Cj ; i=1,2,,m dan j=1,2,,n. Nilai preferensi untuk setiap
alternatif ( V i) diberikan sebagai: V

....................(2.2)

Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih


terpilih.
Langkah Penyelesaian
Dalam penelitian ini menggunakan metode SAW. Adapun langkahlangkahnya adalah :
1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam
pengambilan keputusan, yaitu C.
2. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.
3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (C i), kemudian
melakukan

normalisasi

matriks

berdasarkan persamaan

yang

disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut


biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.
4. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan
dari perkalian

matriks

ternormalisasi

dengan vector

bobot

sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif


terbaik (Ai) sebagai solusi.
2.2.1 Bobot
Dalam sistem pendukung keputusan penerimaan beasiswa ini
terdapat bobot dan kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan siapa

yang akan terpilih sebagai penerima beasiswa. Berikut ini


merupakan tabel kode dan ketentuan kriteria.
Tabel 1 Kode dan ketentuan kriteria
Kode Kriteria
C1
C2
C3
C4
C5
Dari

masingmasing

Ketentuan Kriteria
Nilai IPK
Penghasilan Ortu
Semester
Jumlah Tanggungan
Usia
kriteria

tersebut

akan ditentukan

bobot-

bobotnya. Pada bobot terdiri dari enam bilangan fuzzy, yaitu


Sangat rendah (SR), rendah (R), cukup (C), tinggi (T), sangat tinggi
(ST). Dari masing-masing bobot tersebut maka dibuat variabel yang
akan diubah ke dalam bilangan fuzzy dengan rumus
variabel ke-n/n-1. Yang dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 2 Nilai Bobot
Bobot
Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

Nilai
2
3
4
5

Tabel dari masing-masing kriteria dengan nilai bobotnya dapat dilihat


pada tabel sebagai berikut :
1) Kriteria nilai IPK
Kriteria nilai IPK merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk
pengambilan keputusan berdasarkan nilai IPK yang diperoleh
mahasiswa selama mengikuti perkuliahan.
Tabel 3 Kriteria Nilai IPK
Nilai IPK (C1)

Variabel

Nilai

Ipk < 2,50


2,50 <= IPK < 3,00
3,00 <= IPK <= 3,50
IPK >= 3,50

Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

25
50
75
100

2) Kriteria penghasilan orang tua


Kriteria penghasilan orang tua diambil berdasarkan jumlah
penghasilan tetap setiap bulannya.
Tabel 3 Kriteria penghasilan orang tua
Penghasilan (C2)
> 4.000.000
2.000.000 < 4.000.000
1.000.000 < 2.000.000
< 1.000.000

Variabel
Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

Nilai
25
50
75
100

3) Kriteria semester
Kriteria semester ditentukan berdasarkan jumlah semester yang
telah ditempuh oleh calon penerima beasiswa.
Tabel 4 Kriteria semester
Semester (C3)
1-2
3-4
5-6
7-8

Variabel
Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

Nilai
25
50
75
100

4) Kriteria jumlah tanggungan


Kriteria jumlah tanggungan ditentukan berdasarkan jumlah anak
yang masih menjadi tanggungan orang tua.
Tabel 5 Kriteria jumlah tanggungan
Tanggungan (C4)
1
2-3
4
>5

Variabel
Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

Nilai
25
50
75
100

5) Kriteria usia
Kriteria usia ditentukan berdasarkan usia calon penerima
beasiswa.
Tabel 6 Kriteria usia

Usia (C5)
>21
20-21
18-19
<18

Variabel
Kurang
Cukup
Baik
Sangat baik

Nilai
25
50
75
100

6) Berikut hasil perhitungan dengan metode Simple Additive


Weighting (SAW) berdasarkan contoh kasus :
Tiga calon penerima beasiswa memiliki data sebagai berikut :
Nama Calon Penerima Beasiswa
Erlang
Bimbi
Seno
Nilai IPK
3,50
2,75
3,75
Penghasilan orang tua
750.000
1.000.000
2.500.000
Jumlah tanggungan
2 orang
2 orang
3 orang
Semester
4
2
5
Usia
20
19
21
Berdasarkan data pemohon diatas dapat dibentuk matriks keputusan X
Kriteria

sebagai berikut :
Alternatif

C1
75
50
100

A1
A2
A3

C2
25
25
75

Kriteria
C3
50
25
75

C4
75
75
75

C5
50
75
50

Pengambil keputusan memberikan bobot, sebagai berikut :


Bobot : [ 5,2,3,4,4 ]
Membuat matriks keputusan X, dibuat dari tabel kecocokan :
75
25
50
75
50
X=
50
25
25
75
75
100

75

75

75

50

Pertama, dilakukan normalisasi matriks untuk menghitung nilai masingmasing kriteria berdasarkan kriteria yang diasumsikan sebagai kriteria
benefit dan kriteria cost :
A1 )

r1=

75
100

r2=

25
25

r3=

50
75

50
100

= 0,5

=1

r7=

25
25

=1

= 0,67

r8=

25
75

= 0,33

= 0,75

A2)

r6=

A3)

r4=

75
75

=1

r9=

r5=

50
75

= 0,67

r 10 =

r 11 =

100
100

=1

r 12 =

25
75

= 0,33

r 13 =

75
75

=1

r 14 =

75
75

=1

r 15 =

50
75

= 0,67

75
75
75
75

=1
=1

Kedua, membuat normalisasi matriks R yang diperoleh dari hasil


normalisasi Matriks X sebagai berikut :
X=

0,75
0,5

1
1

0,67
0,33

1
1

0,67
1

0,33

0,67

Selanjutnya akan dibuat perkalian matriks W * R dan penjumlahan hasil


perkalian untuk memperoleh alternatif terbaik dengan melakukan
perangkingan nilai terbesar sebagai berikut :
V1 = (5*0,75) + (2*1) + (3*0,67) + (4*1) + (4*0,67)
= 14,44
V2 = (5*0,5) + (2*1) + (3*0,33) + (4*1) + (4*1)
= 11,24
V3 = (5*1) + (2*0,33) + (3*1) + (4*1) + (4*0,67)
= 15,34
3. Implementasi
Tahap implementasi sistem dilakukan untuk menguraikan beberapa
hal pada sebuah sistem yang telah dibuat sebelum sistem tersebut
akan diimplementasikan, dengan tujuan menguji sistem apakah sudah
layak untuk diimplementasikan atau belum. Implementasi program

merupakan bentuk program yang dijalankan pada sistem yang


dikembangkan.
a. Form Login

b. Halaman Utama

c. Form tambah data mahasiswa

d. Form tambah data kriteria

e. Form tambah data himpunan kriteria

f. Form tambah data klasifikasi

g. Form analisa penerimaan beasiswa

h. Tampilan data mahasiswa

i. Tampilan data kriteria

j. Tampilan data himpunan kriteria

k. Tampilan data klasifikasi

l. Tampilan data analisa

m. Hasil analisa

E. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan Sistem Pendukung
Keputusan Penerimaan Beasiswa dengan metode SAW adalah sebagai
berikut:
1. Sistem ini bertujuan untuk membantu dalam mengolah data calon

2.

penerima beasiswa berdasarkan kriteria dan bobot yang telah ditentukan.


Perhitungan
pada
sistem
untuk
melakukan
penyeleksian

3.

menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting).


Hasil dari perhitungan sistem merupakan perangkingan

nilai

tertinggi

yang

4.

ke rendah

dan

nilai

tertinggi

merupakan

hasil

diperoleh sebagai bahan pertimbangan untuk memperoleh beasiswa.


Sistem yang dibangun hanya sebagai alat bantu untuk memberikan
informasi

kepada

user

atau

pemberi

beasiswa

sebagai

bahan

pertimbangan dalam mengambil keputusan.


F. Daftar Pustaka
Eniyati, Sri. 2011. Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan
Keputusan Untuk Penerimaan Beasiswa Dengan Metode SAW (Simple
Additive Weighting). Universitas Stikubank. 7 hal
Gerdon. 2011. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan
Penerimaan Beasiswa Bagi Mahasiswa. Yogyakarta: Amikom. 20 hal
Hasanah, Rina. 2013. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan
Penerimaan Beasiswa Dengan Metode SAW Studi Kasus Pada MTS AlMaidah Kotasan. Medan : STMIK Budi Darma. 6 hal

Pahlevi, Randy Tesar. 2011. Rancang Bangun Sistem Pendukung


Keputusan Menentukan Penerima Beasiswa Dengan Metode SAW.
Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur. 9 hal
Tan, Amelia. 2013. Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Beasiswa
Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Di Universitas Panca
Marga Probolinggo. STMIK Surabaya. 8 hal