Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani masalah-masalah keuangan yang
bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman atau bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang
diberikan oleh lembaga keuangan internasional dapat bersifat lunak artinya, dengan suku bunga yang
rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian bantuan internasional juga
dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan swasta.
Ada beberapa lembaga keuangan internasional yang penting kaitannya dengan lembaga
perbankan di Indonesia, walaupun secara umum peranan dari lembaga keuangan internasional
tersebut lebih banyak dirasakan dalam sektor pemerintahan, namun dapat dilihat bagaimana sektor
swasta (perbankan) dapat pula merasakan pentingnya peranan yang dimainkan melalui lembagalembaga tersebut.Mungkin banyak sekali kita mengenal lembaga keuangan internasional yang sangat
berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Akan tetapi, dalam pembahasan kali ini yang lebih
ditekankan atau dibahas adalah lembaga keuangan internasional Bank Dunia.
Bagi lembaga keuangan dan perbankan di Indonesia peranan Bank Dunia tidak secara langsung
mempengaruhi operasional perbankan, namun efek sampingan yang timbul dari operasional lembaga
tersebut perlu diketahui dan diperhatikan mengingat dampaknya yang begitu besar pada
perekonomian, yang pada gilirannya mempengaruhi juga operasional lembaga keuangan dan
perbankan tersebut. Dalam pembahasan ini akan diuraikan peran Bank Dunia, IMF, dan Bank
Pembangunan Islam sebagai lembaga keuangan internasional.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian keuangan Internasional ?
2. Apa saja Bentuk-bentuk Lembaga Keuangan Internasional?

BAB II
1

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian, Fungsi dan Tujuan Lembaga Keuangan Internasional
2.1.1 Pengertian Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga keuangan internasional adalah lembaga keuangan yang telah ditetapkan oleh lebih
dari satu negara, dan merupakan subyek hukum internasinal. Pemiliknya atau pemegang saham
umumnya pemerintah nasional, meski lain lembaga lembaga internasional dan organisasi lain
kadang kadang sosok sebagai pemegang saham.
Sedangkan Menurut Kasmir lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani
masalah-masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman atau bantuan
lainnya.
Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa
keuangan bagi nasabahnya. Umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah.
Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society ( sejenis
koperasi di Inggris) , Credit union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi,
dana pensiun dan bisnis serupa. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi ke dalam 2 kelompok,
yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank (asuransi, pegadaian, perusahaan
sekuritas, lembaga pembiayaan,dan lain-lain).
2.1.2 Fungsi Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar
utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang
membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran
uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan
sehingga resiko dari para investor beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana
tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan.
2.1.3 Tujuan Lembaga Keuangan Internasional
a. Membantu negara negara asia khususnya dalam mengkoordinasikan kebijakan dan rencana
pembangunannya dengan tujuan antara lain : menyehatkan perekonomian dan meningkatkan ekspansi
perdagangan luar negri.
b. Memanfaatkan sumber daya yang sedia dengan prioritas untuk membangun negara negara asia
khususnya yang masih terbelakang.
c. Memberikan bantuan teknis untuk menyiapkan, membiayai dan melaksanakan berbagai
program / proyek pembangunan termasuk memformulasikannya usulan proyek.

2.2 Bentuk-Bentuk Lembaga Keuangan Internasional


2.2.1 Bank Dunia
2

a. Pengertian dan Sejarah Terbentuknya


Bank Dunia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah lembaga keuangan
internasional yang memberikan pinjaman leverage ke negara-negara berkembang untuk program
modal. Bank Dunia memiliki tujuan untuk mengurangi kemiskinan.
Pada awal Perang Dunia II ahli-ahli keuangan dari gabungan beberapa negara, menganggap
bahwa setelah perang dunia II akan membawa pengaruh akan adanya kebutuhan atas peraturanperaturan mengenai kerja sama internasional untuk memecahkan masalah dalam hal moneter dan
permasalahan-permasalahan keuangan lainnya.
Dengan adanya beberapa pertemuan yang diselenggarakan oleh gabungan beberapa negara,
pada bulan juli 1944, 44 negara mendirikan United Nations Monetary and Financial Conference di
Bretton Woods New Hampshire, USA. Pada konferensi ini dicanangkan Anggaran Dasar yaitu dengan
terbentuknya dua lembaga keuangan internasional:
1. IMF (International Monetary Fund)
2. IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) kemudian lebih dikenal
dengan World Bank.
Pada tahun 1945 Anggaran Dasar PBB diedarkan kepada 44 negara untuk disahkan. Akhirnya
Anggaran Dasar tersebut diberlakukan tanggal 27 Desember 1945, setelah ditanda tangani oleh 28
negara di Washington D.C. seluruh negara yang aktif di konferensi Bretton Wood, menjadi anggota
dari kedua lembaga itu, kecuali Uni Soviet. Bank Dunia mulai beroperasi 25 Juni 1946.
Bank Dunia didirikan sebagai lembaga investasi International jenis baru untuk memberikan
atau menjamin kredit-kredit yang ditujukan untuk proyek-proyek rekonstruksi dan pertumbuhan yang
produktif. Dana untuk itu berasal dari modal Bank Dunia itu sendiri, yang terdiri dari kontribusi
pemerintah negara-negara asing dan melalui mobilisasi modal swasta. Modal saham Bank Dunia
disusun sedemikian rupa sehingga setiap resiko dalam melaksanakan kegiatannya dibebankan ke
negara-negara asingnya dengan berdasarkan kekuatan ekonomi mereka masing-masing.
Semula sumber-sumber yang dimilki oleh Bank Dunia ditujukan untuk membantu proses
rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena perang. Dengan kemajuan Marshall Plan dari
Amerika Serikat pada tahun 1948 Bank Dunia mengalihkan usaha-usahanya terutama ditujukan untuk
kegiatan pembangunan.

b. Fungsi Utama Bank Dunia

Tugas prinsip dari Bank Dunia saat ini adalah memberikan pinjaman untuk proyek-proyek
produktif demi pertumbuhan ekonomi di negara-negara sedang berkembang yang menjadi
anggotanya. Sebanyak kira-kira US $ 2,4 milyar telah diberikan oleh bank dunia untuk proyek-proyek
pembangunan di Eropa, australia dan New Zeland, selama 23 tahun terakhir ini (dari data tahun 1970,
sbanyak US $1,9 milyar untuk 28 negara di Afrika, US $ 4,3 milyar untuk 16 negara di Asia dan US $
3,8 milyar untuk 22 negara-negara bagian Amerika Serikat bagian barat).
Pinjaman ini digunakan untuk industri pembangkit tenagan listrik, pembangunan jalan, rel
kereta api, pelabuhan-pelabuhan, pembangunan saluran pipa gas alam, telekomunikasi, pertanian
perindustrian, pengadaan air, pendidikan, dan dalam hal-hal tertentu ditujukan untuk program
pembangunan yang lebih umum termasuk import.
Bank Dunia memilki dua keanggotaan yaitu:
1. IFC (International Finance Corporation) yang memulai kegiatannya pada tahun 1956.
2. IDA (International Development Assosiation) yang emmeulai kegiatannya pada tahun 1960.
Kedua lembaga ini dan Bank Dunia membentuk kelompok Bank Dunia (World Bank Group).
Keanggotaan dari Bank Dunia merupakan persyaratan keanggotaan IFC (yang kegiatannya ditujukan
untuk sektor swasta di negara-negara berkembang) dan keanggotaan IDA (yang kegiatannya ditujukan
untuk sektor yang sama dengan kebijaksanaan dan sesuai dengan Bank Dunia).
Namun bantuan yang diberikan hanya ditujukan untuk negara-negara miskin, dengan syaratsyarat yang lebih mudah dari pada pinjaman-pinjaman yang biasa diberikan oleh Bank Dunia. Juga
mensponsori International for The Settlement Investment Development (ICSID).
c.

Keanggotaan Bank Dunia


Dewan komisaris memilki kekuasaan mengakui anggota-anggota baru Bank Dunia untuk
menentukan syarat-syarat keanggotaan berdasarkan persyaratan-persyaratan berikut ini. Setiap negara
yang setuju memberikan kontribusinya kepada modal Bank Dunia, dapat menjadi anggota. Sebelum
semua itu terlaksana, negara tersebut harus menjadi anggota IMF (International Monetary Fund), yang
meliputi perjanjian untuk mengamati peraturan praktek Keuangan International yang berlaku, disertai
penjelasan mengenani pokok-pokok informasi perekonomian demi kelayakan suatu negara dalam
menerima bantuan. Bila semua telah dilakukan, maka negara tersebut dapat dipertimbangkan menjadi
anggota Bank Dunia. Pada tahun 1969 Bank Dunia memiliki 112 negara anggota.

d. Pengelolaan Bank Dunia


Seluruh kekuasaan Bank Dunia berada dibawah Dewan Komisaris yang terdiri dari para
komisaris yang mewakili negara anggota (masing-masing negara anggota menunjuk satu orang
komisarisnya). Dewan komisaris bertemu setahun sekali dan dapat mengirimkan suaranya melalui
surat atau kawat. Kecuali kekuasaan tertentu yang ditentukan secara spesifik dalam Anggaran Dasar
seperti keputusan keanggotaan, alokasi pendapatan bersih dan perubahan-perubahan dalam modal
saham; Dewan Komisaris menyerahkan kekuasaannya pada Dewan Direksi yang melaksanakan tugastugas mereka secara penuh pada markas besar Bank Dunia di Washington D.C.
Umumnya para direksi mengadakan pertemuan seminggu sekali, 5 dari anggota direksi ditunjuk
oleh 5 pemegang saham terbesar, dan lainnya (15 orang direksi dipilih oleh negara anggota lainnya).
Setiap pemilihan suara yang diberikan oleh direksi merupakan jumlah dari suara yang diberikan oleh
negara anggota yang diwakilinya. Pemilihan suara dari setiap direksi ini kemudian diberi bobot. Para
direksi memilih Direktur Utama dari Bank Dunia berdasarkan keputusan dari para direktur atas
beberapa pertanyaan mengenai kebijaksanaan Bank Dunia dinilai mampu untuk melaksanakan usaha
dan mengurus organisasi Bank Dunia, menunjuk dan memberhentikan para pegawai, Officer, dan
Staff. Hanya Direktur Utama yang dapat mengusulkan fasilitas kredit yang diberikan.
e.

Hubungan Antara Bank Dunia dan PBB serta Badan-Badan PBB


Perjanjian resmi antara PBB dan Bank Dunia di tandatangani pada tanggal 15 November 1947.
Isinya mengenai kebebasan Bank Dunia untuk melaksanakan kegiatannya karena salah satu
anggotanya ada yang bukan anggota PBB, yaitu Republik Federasi Jerman.
Bank dunia memelihara hubungan yang sangat baik dengan PBB. Bank Dunia memilki kantor
di markas besar PBB dengan para staf yang bertugas sebagai perantara PBB dan Bank Dunia misalnya
memperhatikan atau menyusun seluruh pertemuan antara PBB dan Bank Dunia sehubungan dengan
kepentingan PBB terhadap Bank Dunia.
Direktur Utama dari Bank Dunia adalah anggota dari Administration Commitee on
Coordination yang ketuanya adalah Sekretaris Jenderal PBB dan para anggotanya adalah ketua dari
badan-badan PBB. Direktur Utama mengirimkan Laporan Tahunan kepada United Nation Economics
and Social Council.

f.

Hubungan Bank Dunia dengan IMF, united nation, UNDP, FAO, UNESCO
Bank Dunia berlaku sebagai agen pelaksana untuk studi kelayakn sebelum penanaman modal
dilaksanakan oleh UNDP. Direktur Utama Bank Dunia adalah anggota dari International Agency
Consultative Board of The UNDP. Para staff dari UNESCO bekerja sama secara ekstensif dengan

Bank Dunia dalam mengidentifikasikan dan menyiapkan proyek-proyek dibidang Pertanian dan
Pendidikan.
Bank Dunia membayar FAO dan UNESCO untuk jasa-jasa ini yang dilaksanakan dibawah
program kerja sama yang disetujui secara formal. Bank Dunia sama dengan WHO dan ILO. Para staff
WHO dan ILO ditugaskan ke berbagai negara untuk berbagai misi yang ada.
g. Hubungan Antara Bank Dunia dan IMF
IMF merupakan badan perwakilan (Sister Agency) dari Bank Dunia, didirikan bersama-sama
dengan Bank Dunia. IMF menitikberatkan pada masalah moneter dan Bank Dunia menitikberatkan
pada pembangunan perekonomian. Namun tujuan utama dari IMF adalah meningkatkan kerja sama
moneter Internasional, mengembangkan ekspansi dan pertumbuhan yang seimbang dalam
perdagangan Internasional, meningkatkan stabilitas kurs, menurunkan restriksi kurs dan memperbaiki
ketidak seimbangan neraca pembayaran, membantu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
negara-negara anggotanya melalui pemberian pinjaman untuk proyek-proyek pembangunan yang
produktif. Kedua lembaga ini mengadakan rapat tahunan bersama dengan Kantor Pusat yang
berdekatan, untuk memudahkan informasi diantara keduanya. Enam dari dua puluh Direktur
Pelaksana Bank Dunia merupakan Direktur Pelaksana dari IMF.
h. Kriteria Dasar Membuat Keputusan dalam Memberikan Pinjaman
Kecuali dalam hal-hal khusus, pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia harus ditujukan untuk
proyek-proyek tertentu di negara anggota, atau di wilayah yang diawasi oleh negara anggota. Proyek
yang dibiayai harus layak, baik teknis maupun ekonomis dan merupakan salah satu prioritas utama
bagi pembangunan ekonomi sebuah negara. Proyek tersebut harus dikelola secara baik, dari sebelum
pelaksanaan sampai setelah proyek itu selesai. Harus ada jaminan yang dapat dipercaya bahwa
pinjaman akan dilunasi dan pinjaman tersebut tidak akan merupakan beban bagi perekonomian negara
peminjam. Bank Dunia juga harus yakin bahwa negara peminjam yang prospektif tidak dapat
memperoleh pembiyaan dengan syarat-syarat yang wajar dari sumber-sumber lain.
i.

Negara yang Dapat Meminjam


Bank Dunia dapat memberikan pinjaman kepada Pemerintah negara-negara anggota atau
kepada Organisasi-organisasi Pemerintah/swasta yang dijamin oleh Pemerintah negara tempat proyek
yang dibiayai itu berada. Persyaratan jaminan ini tercantum dalam Anggran Dasar Bank Dunia.
Pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia umumnya meliputi sebagian atau keseluruhan
jumlah biaya-biaya dari proyek yang diusulkan dalam valuta asing, namun dalam hal-hal tertentu
dapat juga dalam mata uang lokal negara yang bersangkutan.

j.

Kriteria yang Dijalankan Bank Dunia dalam Mengevaluasi Pendayagunaan Dana Sebuah
Negara
Bank Dunia secara periodik mengirim misi ekonomi pada negara-negara anggotanya untuk
melihat kemajuan dan masalah-masalah pembangunan di negara tersebut dan kebijaksanaankebijaksanaan perekonomiannya.
Ini meliputi kebijaksanaan pemerintah mengenai perpajakan dan investasi, rencana
pembangunan, pencapaian target yang direncanakan, pola pengeluaran negara, penggunaan bantuan
luar negeri, mobilitas dan alokasi, sumber dana yang ada, program pengembangan lembaga dan lainlain.Bank Dunia dapat memberikan konsultasi dan saran-saran mengenai perubahan kebijaksanaan
kepada pemerintah suatu negara berdasarkan apa yang diperoleh Bank Dunia dari misi ekonomi yang
bersangkutan.

k. Proses Pengidentifikasian Proyek


Suatu negara anggota dapat mengajukan usulan proyek pada Bank Dunia, kemudian Bank
Dunia mengirimkan suatu misi untuk mengamati dan memberikan saran, dapat juga Bank Dunia
mengirimkan misi secara khusus untuk mengidentifikasikan proyek-proyek yang sesuai. Perwakilan
Bank Dunia di negara peminjam, atau misi tempat proyek itu berada, dapat mengidentifikasikan
proyek tersebut. Proyek dapat juga diidentifikasikan oleh Badan-badan PBB seperti UNDP, FAO, atau
UNESCO. Informasi yang mendasar dari seluruh sektor perekonomian suatu negara, misalnya
Transportasi, Pertanian, Industri dan lain-lain sangat penting bagi proses mengidentifikasikan proyek
dan menentukan prioritas investasi. Bank Dunia mendorong dilaksanakan rencana-rencana
pemerintah atau badan-badan yang bertanggung jawab pada pembangunan sektoral.
Bank Dunia berbeda dari Kelompok Bank Dunia, di Bank Dunia hanya terdiri dari lima
lembaga:
a.

IBRD (International Bank for Reconstruction & Development), memberi pinjaman dan bantuan

pembangunan bagi negara berpenghasilan menengah.


b. IDA (International Development Association) memberi kredit lunak dan mitra pembangunan untuk
c.

negara miskin.
IFC (International Finance Corporatation) memberi bantuan pembiayaan investasi bagi negara

berkembang.
d. MIGA (Multilateral Invesment Guarantee Agency) memberi pinjaman, pengembangan skill dan
e.

sumber daya perlindungan kepada investor atas risiko politik.


ICSID (International Centre for the Settlement of Investrment Dispute) memberi bantuan arbitrasi
dan penyelesaian atas permasalahan investor dengan negara, dimana lembaga ini berinvestasi.
7

Bank Dunia melihat lima faktor kunci yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi dan
penciptaan lingkungan bisnis yang memungkinkan sebagai berikut :
a. Membangun kapasitas yaitu Memperkuat pemerintah dan pejabat pemerintah mendidik.
b. Infrastruktur penciptaan yaitu pelaksanaan hukum dan sistem
peradilan untuk dorongan bisnis, perlindungan dan hak milik individu dan menghormati kontrak.
c. Pengembangan Sistem Keuangan yaitu pembentukan sistem
yang kuat mampu mendukung upaya dari kredit mikro untuk pembiayaan usaha perusahaan yang
lebih besar.
d. Memerangi korupsi Dukungan untuk negara-negara upaya
pemberantasan korupsi.
e. Penelitian, Konsultasi dan Pelatihan yaitu Bank Dunia menyediakan platform untuk penelitian tentang
isu-isu pembangunan, konsultasi dan melaksanakan program-program pelatihan (berbasis web, on
line, tele-/video conferencing dan ruang kelas berbasis) terbuka untuk mereka yang tertarik dari
akademisi, mahasiswa, pemerintah dan organisasi non- pemerintah (LSM) perwira.
2.3 Dana moneter internasional (IMF)
a. Pengertian IMF
Dana Moneter Internasional (IMF) adalah sebuah organisasi internasional yang mengawasi
sistem keuangan global dengan mengikuti kebijakan makroekonomi dari negara-negara anggota,
terutama mereka yang memiliki dampak terhadap nilai tukar dan neraca pembayaran.Ini adalah suatu
organisasi yang dibentuk dengan tujuan yang dinyatakan menstabilkan nilai tukar internasional dan
memfasilitasi pembangunan ini juga menawarkan sangat leveraged pinjaman, terutama kepada
negara-negara miskin.
IMF adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab di dalam mengatur sistem
finansial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah
masalah keseimbangan neraca keuangan masing masing negara. Salah satu misinya adalah
membantu negara negara yang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya
negara tersebut diwajibkan melakukan kebijakan kebijakan tertentu, misalnya privatisasi Badan
Usaha Milik Negara.
IMF dijuluki organisasi internasional paling berkuasa di abad 20, yang sangat besar
pengaruhnya bagi kesejahteraan sebagian besar penduduk bumi. Ada pula yang mengolok ngolok
IMF sebagai singkatan dari Institute Of Mistery and Famine (Lembaga Kesengsaraan dan
Kelaparan). Sebagaimana halnya Bank Dunia, lembaga ini dibentuk sebagai hasil kesepakatan Bretton
Wods setelah perang dunia II. Menurut pencetusnya, Keynes dan Dexter White tujuannya adalah
menviptakan lembaga demokratis yang menggantikan kekuasaan para bankir san pemilik modal
internasional yang bertanggung jawab terhadap resesi ekonomi pada dekade 1930an, akan tetapi peran

itu sekarang berbalik 180 derajat setelah IMF dan Bank Dunia menerapkan model ekonomi neoliberal yang menguntungkan para pemberi pinjaman, bankir swasta dan investor internasional.
b. Tujuan IMF
Dalam status pendirian IMF disebut enam tujuan yang ingin dicapai oleh IMF, yaitu :
1)
2)
3)
4)
5)

Untuk memajukan kerjasama moneter internasional dengan jalan mendirikan lembaga


Untuk memperluas perdagangan dan investasi dunia
Untuk memajukan stabilitas kurs valuta asing
Untuk mengurangi dan membatasi praktek praktek pembatasan terhadap pembayaran internasional
Untuk menyediakan dana yang dapat dipinjamkan dalam bentuk pinjaman jangka pendek atau jangka
menengah yang dibutuhkan guna mempertahankan kurs valuta asing yang stabil selama neraca
pembayaran mengalami defisit yang sifatnya semnetara sampai dapat diatasi dengan jalan

menyesuaikan tingginya kurs devisa.


6) Untuk memperpendek dan memperkecil besarnya defisit atau surplus neraca pembayaran
7) Menjadi tempat secara permanen bagi pertemuan-pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja
sama internasional dalam bidang keuangan
8) Membantu memperluas perdagangan internasional yang seimbang diantara anggotanya dan
membantu perekonomian para anggotanya
9) Berusaha meniadakan competitive depresitions dan mengusahakan tercapainya stable exchange rates.
10) Menghilangkan exchange retrictions.
11) Membantu para anggota yang mengalami kesukaran dalam pinjaman luar negeri agar jangan
mengambil tindakan-tindakan yang dapat merugikan negara yang bersangkutan dan negara lainnya.
Tujuannya adalah memberikan kepercayaan kepada para anggotanya.
12) Mengurangi waktu dan besarnya disekuilibrium dalam neraca pembayaraan negara anggota IMF.
2.4 Islamic Development Bank/Bank Pembangunan Islam (IBD)
a. Pengertian dan Sejarah Terbentuknya
The Islamic Development Bank (IDB) adalah institusi keuangan internasional yang didirikan
sesuai dengan The Declaration of Intent yang diterbitkan oleh Conference of Finance Ministers of
Muslim Countries yang diadakan di Jeddah pada tahun 1973, dengan tujuan untuk mempromosikan
perkembangan ekonomi dan sosial dari komunitas muslim, baik negara anggota maupun non anggota
yang sejalan dengan syariah Islam. Salah satu tujuannya yang penting adalah untuk membantu
mendorong perdagangan antara negara muslim. IDB merupakan cabang keuangan dari Organization
of The Islamic Conference (OIC).
Ide awal pembentukan bank islam internasional guna memayungi sistem keuangan negaranegara islam di seluruh dunia adalah proposal yang di ajuka oleh mesir pada sidang menteri luar
negeri negara-negara islam (OKI) di karachi, pakistan bulan desember tahun 1970. Proposal ini berisi
tentang studi pendirian Bank Islam internasional yang di fokuskan untuk perdagangan dan
pembangunan (international Islamic Bank for trade and development) dan pendirian pederasi Bank
Islam (federation of Islamic Bank). Proposal ini kemudian di kaji oleh 18 Negara Islam. Isi dari
9

proposal tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini di dasarkan kepada bunga yang
harus di ganti dengan sistem kerjasama dengan sekema bagi hasil, baik bagi untung maupun bagi rugi.
Hal-hal yang terkandung dalam usulan proposal tersebut sebgai berikut:
1. Mengatur transaksi komersial antar negara-negara islam
2. Mengatur institusi pembangunan dan investasi
3. Merumuskan masalah trasnfer, kliring serta Settlement antar Bank islam sebagai langkah awal
menuju terbentuknya sistem ekonomi Islam yang terpadu.
4. Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di Negara-negara Islam
5. Mendukung upaya-upaya Bank Sentral di Negara Islam dalam hal pelaksanaan kebijakan-kebijakan
yan sejalan dengan kerangka kerja islam
6. Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat
7. Mengatur kelebihan likuiditas Bank-bank Sentral Negara Islam
8. Dan di usulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang di sebut badan investasi dan
pembangunan negara- negara islam.
Kelanjutan proposal yang diajukn oleh Mesir ini di agendakan kembali pada sidang menteri
luar negeri Negara-negara Islam (OKI) di Benghazil Libya bulan maret 1973. Kemudian pada bulan
juli 1973 Negara-negara islam penghasil minyak yang di wakili oleh komite ahli bertemu di Jeddah
dalam rangka membicarakan pendirian bank islam internasional. Pada pertemuan ke dua, bulan mei
1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan rancangan anggaran rumah tangga.
Akirnya rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau islamic development bank (IDB)
di setujui pada sidang menteri keuangan OKI di jeddah tahun 1975. Modal dasar pendirian IDB
adalah 2 miliar dinar islam atau setara dengan 2 miliar special drawing right (SDR). keanggotaan
IDB seluruhnya adalah negara-negara yang tergabung dalam OKI. Saat ini IDB memiliki jumlah
anggota 43 negara yang bertugas memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infra struktur dan
pembiyayaan kepada negara anggota berdasarkan partisipasi modal negara tersebut.
b. Fungsi IDB
Fungsi IDB adalah memberikan pinjaman untuk proyek proyek produktif dalam
pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan dana khusus
untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan untuk masyarakat muslim dinegara negara non-anggota
IDB dan berwenang untuk menerima dana dan memobilisasi dana tersebut berdasarkan sumber daya
keuangan syariah yang kompatibel.

c.

Tujuan IDB

10

Untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial negara negara anggota dan
masyarakat muslim baik secara perorangan maupun bersama sama sesuai dengan prinsip prinsip
syariah yaitu hukum islam.
d. Visi dan Misi IDB
Demi mencapai tujuaannya IDB memiliki visi untuk menjadi leader dalam mendorong
pembangunan sosial ekonomi di negara negara anggota dan masyarakat muslim dinegara negara
non anggota sesuai dengan prinsip syariah. Disamping itu, IDB juga memiliki misi untuk mengurangi
kemiskinan, mendukung pembangunan manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi islam,
perbankan dan keuangan dan meningkatkan kerja sama antara negara negara anggota melalui mitra
pembangunan IDB.
e.

Keanggotaan dan Prinsip Operasional IDB


1) Negara anggota
Saat ini keanggotaan IDB terdiri dari 56 negara, syarat dan kondisi dasar untuk keanggotaan
adalah bahwa negara calon anggota harus menjadi anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI),
membayar kontribusi kepada modal bank dan bersedia menerima syarat syarat dan kondisi
sebagaimana dapat diputuskan oleh Dewan Gubernur IDB. Setiap negara anggota dewan diwakili oleh
seorang gubernur dan gubernur alternatif, setiap anggota memiliki 500 suara dasar ditambah 1 suara
untuk setiap saham berlangganan. Secara umum keputusan diambil oleh Dewan Gubernur
berdasarkan mayoritas hak suara yang terwakili dalam pertemuan. Dewan Gubernur bertemu sekali
setiap tahun untuk meninjau kegiatan Bank untuk tahun sebelumnya dan untuk memutuskan
kebijakan masa depan.
2) Prinsip operasional
- IDB menjadi khalifah (pelopor) pembangunan berdasarkan landasan islam
- IDB proaktif
- IDB selalu menjaga hubungan dan berusaha meningkatkan kerjasama
- IDB menjadikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat sebagai target sebelum menyusunnya menjadi

f.

program
- IDB berkonsultan dengan intens kepada setiap stakeholders dalam setiap program yang diajukan
3) Fokus Kerjasama
- Pembangunan manusia
- Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan
- Pembangunan infrastruktur
- Kejasama perdagangan antar negara anggota
- Pembangunan sektor swasta
- Kajian dan pengembangan dibidang ekonomi, perbankan dan keuangan islam
Area operasi IDB
Lebih dari 600 juta orang hidup di negara-negara IDB. Pendapatan perkapita dari 55 negara
tersebut adalah US $ 1,083. Semua anggota bank adalah negara-negara berkembang dan 23 dari
11

merekan adalah negara kurang berkembang. Bantuan keuangan dan teknis bank mencapai komunitas
muslim di luar negara anggota yang berjumlah sekitar 60 negara. IDB mengabulkan pinjaman bebas
bungan jangka panjang (10-15 tahun) bagi pemerintah untuk membantu membiayai proyek utama di
area infrastruktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan agrikultur. Terpisah dari proyek
pembiayaan, operasi bank termasuk pembiayaan perdagangan, promosi sektor swasta, bantuan khusus
dan beasiswa, kerja sama teknis, program dukungan perset pemuda, dan dana unit investasi.
g. Pembiayaan Antar Perdagangan Antara Negara Islam Oleh IDB
IDB membantu dalam mempromosikan perdagangan asing terutamadalam barang modal
diantara Negara anggota.pembiayaan islam IDB yang lebih murah tersedia bagi pembiayaan
perdagangan antara anggota OIC.
IDB menyetujui pembayaran perdagangan impor dan ekspor,juga menyetujui pembiayaan
operasi ekspor dari produk minyak dari Negara arab di bawah program BADEA.anggota dari OIC
bertemu di sebuah forum yang disponsori oleh IDB yang diadakan pada bulan april 2003 di
Casablanca untuk mendiskusikan dukungan perdagangan antar Negara-negara muslim.Uni emirat
arab ketika mengajukan kepada IDB untuk membentuk Islamic institute for trade financing guna
mendorong perdagangan islam dan memperkuat kemampuan Negara islam untuk mengekspor produk
mereka ke dunia industry
h. Kegiatan lain IDB
IDB menyetujui untuk pembiayaan penjualan secara bertahap untuk proyek pemasangan
listrik.penbiayaan tersebut dilakukan dengan metode islam.IDB juga memberikan bantuan untuk
Negara-negara yang terkena tsunami.mereka mengalokasikan dana untuk pemulihan bencana tsunami
di Indonesia, india, maladewa, Thailand, sri lanka dan Somalia.bagian lain dari bantuan adalah untuk
rekonsruksi infrastruktur seperti bidang kesehatan, pendidikan, air, energy dan transportasi.
i.

Organisasi terkait IDB


1) Islamic corporation for the insurance of investment and exsport credit (ICIEC)
Didirikan pada tahun 1994,dan merupakan anak perusahaan dari IDB,tujuannya adalah untuk
memperbesar cakupan transaksi perdagangan dan alur investasi antara Negara-negar anggota
OIC.perusahaan menyediakan asuransi kredit ekspor untuk menutup piutang ekspor yang tidak
dibayar yang merupakan hasil dari resiko komersial(pembeli) dan nonkomersial (negara).

2) Modal Islamic corporation for the development of the private sector (ICD)

12

ICD adalah institusi keuangan international multilateral yang didirikan oleh IDB pada tahun
1999.ICD memakai mode pembiayaan islam dalam operasi termasuk penjualan kredit,penye
ewaan,dan partisipasi modal.ICD bertujuan untuk meraih kesempatan di sektor swasta yang dapat
berfungsi sebagai mesin bagi pertumbuhan,menyediakan serangkaian produk keuangan yang
produktif bagi sektor swasta dinegara anggota IDB.
3) Dana infrastruktur
Dana ini dalah dana modal swasta pertama yang berfokus pada pengembangan infrastruktur di
Negara-negara muslim. IDB adalah sponsor utama dari dana yang ada,sementara dar al maal al islami
trust (DMI) Sebagai sponsor utama lain yang menyumbang. IDB melalui dana tersebut
mempromosikan kegunaan dari pembiayaan islam untuk menggerakkan proyek yang jika tidak, akan
dibiayai melalui agensi kredit exsport dan bank komersial.
j.

Kegiatan IDB di beberapa Negara


1) Asia barat dan afrika
Kegiatan-kegiatan IDB sebagai berikut:
-

Desember 2003, IDB membiayai alumunium Bahrain untuk membeli bahan


mentah,pemerintah Bahrain dan IDB melakukan perjanjian melibatkan pembuatan proyek

milik Negara,untuk proyek pengembangan dan proyek dan proyek infrastruktur.


IDB menambahkan bantuan teknis untuk the higher commission for the development of hail
region Saudi Arabia.untuk yaman dalam bentuk pembiayaan proyek energy dan berbagai
proyek pengembangan dari IDB.IDB mendirikan endowment fund baru.mereka membantu

pembiayaan beberapa property donasi di yaman.


IDB memberikan bantuan kepada irak untuk usaha rekonstruksinya.bank membantu utang

irak dengan menambah jangka waktu untuk pengembalian pinjaman sebelumnya.


IDB bekerjasama dengan arab fund for economic and sosial development dan the abu dhabi

development fund menyediakan pembiayaan proyek pipa di yordania.


IDB membentuk sebuah dana ketika the cairo summit pada bulan oktober 2000,untuk

mendukung palestina pada saat pergolakan terjadi pada bulan September.


IDB membiayai berbagai proyek pengembangan di sudan.february 2002,mereka meluncurkan
evaluasi untuk pembiayaan bank data,yang akan digunakan untuk tujuan pendidikan.

2) Asia Selatan dan Asia Tenggara


- Malaysia adalah salah satu dari anggota pendiri IDB yang dipercayai untuk melakukan studi
restrukturisasi dan reorganisasi Islamic research & training institude (IRTI) IDB, serta ditugaskan
untuk mempersiapkan studi untuk mereorganisasi OIC lewat MAMPU.
- IDB telah membiayai sejumlah proyek di Indonesia, termasuk meningkatkan sektor agrikultur
Negara dan perusahaan kecil dan menengah dan kemungkinan untuk perusahaan pembuat pesawat
terbang.
13

- IDB mendanai 44 proyek di Bangladesh dan telah memfasilitasi 67 transaksi perdagangan.pada


bulan juni 2002,IDB mengumumkan maksudnya untuk membiayai bank Bangladesh untuk
pengembangan infrastruktur.
- The development bank of brunei (DBB) masuk dalam perjanjian dengan IDB pada bulan juni
1999,untuk memfasilitasi bisnis ekspornya.
3) Negara negara lain
- IDB memberikan bantuan pada Tajikistan untuk rekonstruksi substansi sebagai bagian dari proyek
untuk mengembalikan system Negara.
- IDB mengalokasikan untuk pembelian dana pemasangan perlengkapan gedung kesehatan di
Dushanbe dan daerah perdesaan.
- Kemudian IDB mengalokasikan dana untuk pembangunan arus listrik the agcabadi-barda dan untuk
pusat substassiun di Azerbaijan.
- Setelah itu IDB telah membuat investasi penting dalam membangun kembali institusi pendidikan
Kosovo.IDB memberikan bantuan untuk pembiayaan proyek pendidikan bagi pelajar muslim di
Bulgaria.
k. Pengkajian IDB
IDB adalah institusi pembiayaan perdagangan dan proyek terbesar ddi duniaislam.mereka telah
berkontribusi besar dalam mengembangkan kinerja ekonomi di Negara Negara anggotanya dan
membantu meningkatkan kesadaran pendidikan dinegara tersebut.IDB mempersiapkan Negara
anggota OIC untuk keanggotaan world trade organization(WTO).
Fungsi badan ini adalah sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Mengatur investasi modal islam.


Menyeimbangkan antara investasi dan pembangunan di negara islam.
Memilih lahan/sektor yang cocok atau investasi dan mengatur penelitiannya.
Memberi saran dan bantuan teknis bagi proyek-proyek yang dirancang untuuk investasi

regional di negara-negara lain.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
14

Lembaga keuangan internasional adalah lembaga yang menagani masalah-masalah keuangan


internasional,
Macam-mcam lembaga keuangan internasional
1. Bank dunia (world bank ) yaitu lembaga keuangan yang menagani masalah-masalah keuangan
dunia. Sumber-sumber dana Bank Dunia di peroleh dari bank dunia sendiri, pemerintah-pemerintah
asing dan modal suasta. Bank dunia memiliki dua keanggotaan yang pertama; International
Development Association (IDA), dan yang ke dua; Internasional Finance Corporation (IFC).
2. IMF adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab didalam mengatue sistem finansial
global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah masalah
keseimbangan neraca keuangan masing masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara
negara yang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya negara tersebut
diwajibkan melakukan kebijakan kebijakan tertentu, misalnya privatisasi Badan Usaha Milik
Negara. Dari negara negara anggota PBB yang tidak menjadi anggota IMF dalah Korea Utara,
Kuba, Liechtenstein, Andorra, Monako, Tuvalu, dan Nauru.
3. Bank pembangunan islam (Islam development Bank) yaitu; lembaga keuangan yang berprinsip
syariah. Fungsi IDB adalah memberikan pinjaman untuk proyek proyek produktif dalam
pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan dana khusus
untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan untuk masyarakat muslim dinegara negara non-anggota
IDB dan berwenang untuk menerima dana dan memobilisasi dana tersebut berdasarkan sumber daya
keuangan syariah yang kompatibel. Hal ini juga dituntut dengan tanggung jawab untuk membantu
dalam promosi perdagangan luar negri terutama dalam barang barang modal diantara negara
anggota yakni memberikan bantuan teknis kepada negara negara anggota dan memperluas fasilitas
pelatihan untuk personil yang terlibat dalam kegiatan pembangunan di negara- negara muslim untuk
menyesuaikan diri dengan syariah.

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu, A. dan A. Megantara. Era Baru Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep, dan Implementasi.
Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Halwani, H. Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi Edisi Kedua. Bogor: Penerbit Ghalia
Indonesia. 2005.
Jannes Hutagalung. Peran Bank Dunia dan IMF dalam Perekonomian Indonesia Dulu dan Sekarang. 2005.
Kasmir. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta:Raja Grapindo Persada. 2007.
15

Kasmir. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2008.
Sadono Sukirno. Makroekonomi teori pengantar.Jakarta: Raja grafindo persada. 2010.
Sihombing, D. Modul Kuliah : Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank. Medan. 2012.
http://www.anneahira.com/bank-dunia.htm diakses pada Rabu 23 Oktober 2013
http://yudhit.wordpress.com/fungsi-IDB diakses pada Rabu 23 Oktober 2013

16