Anda di halaman 1dari 2

ESWT untuk Nyeri Sendi Tanpa Operasi

Penulis: Silvan S. Prayogo, BSc., MSc.


Diterbitkan
di
koran
Suara

Merdeka

(27

April

2008,

Minggu).

RASA nyeri atau peradangan (inflamasi) di sekitar persendian seperti tumit, lutut, pergelangan
tangan, bahu, atau siku sering kita alami, bahkan juga atlet-atlet bertubuh prima. Gejala itu
muncul karena berbagai penyebab seperti pengapuran (penimbunan kalsium) di sekitar
persendian dan inflamasi jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis). Keluhan pada
persendian juga terjadi karena osteoarthritis, yaitu pengeroposan tulang rawan yang
seharusnya melapisi ujung-ujung tulang sebagai peredam goncangan (shock absorber) agar dua
tulang tidak saling bergesekan.
Keluhan persendian lainnya adalah plantar fasciitis yang menyebabkan penderita kesakitan
pada bagian tumit dan telapak kaki ketika melangkah. Plantar fasciitis merupakan inflamasi
jaringan tebal dan berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki,
(plantar fascia). Jaringan ini berfungsi sebagai shock absorber pada telapak kaki ketika berlari
atau berjalan.
Jaringan tebal ini bisa robek dan meradang jika tegangan dan beban yang ditahannya terlalu
berat seperti saat berlari atau berjalan jarak jauh untuk waktu yang lama, terlalu lama berdiri, dan
kelebihan berat badan karena kegemukan atau kehamilan. Plantar fasciitis juga bisa terjadi
karena arthritis atau penuaan yang menyebabkan pengenduran jaringan plantar fascia.
Salah mengenakan sepatu sehingga kaki dipaksa bekerja pada posisi yang tidak normal untuk
waktu yang lama juga beresiko terserang. keluhannya biasanya juga disertai dengan tonjolan
pengapuran yang tajam (jalu) di sekitar tulang tumit sehingga menambah rasa nyeri.
Osteoarthritis dapat terjadi karena faktor usia (penuaan), faktor keturunan, rematik, gangguan
metabolisme, obesitas, gangguan hormon, dan kecelakaan atau stres mekanik yang
menyebabkan kerusakan persendian. Gejala itu menyebabkan tubuh meresposnya dengan
melepaskan zat kimiawi yang merangsang pembentukan tulang baru untuk mengatasi kerusakan
tulang rawan. Respons inilah yang memunculkan penebalan atau tonjolan tulang yang tak teratur
atau disebut pengapuran.
Meminimalkan Risiko
Berbagai cara dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko terserang gangguan persendian
seperti mencegah obesitas. Melakukan pemanasan sebelum berolah-raga, mengikuti teknikteknik berolahraga yang baik dan benar, tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik
yang berbahaya atau di luar batas kemampuan. Mengenakan alas kaki yang nyaman, dan
mengonsumsi suplemen kesehatan seperti glucosamine dan chondroitin untuk menjaga kondisi
prima persendian.
Bagi para penderita gangguan persendian tersedia beberapa cara tradisional seperti minum obat
anti nyeri, injeksi steroid (injeksi cortisone atau corticosteroids), fisioterapi, pendinginan dengan
es, atau bahkan dengan operasi. Selain hasilnya belum tentu memuaskan, beberapa cara itu
bisa menimbulkan efek samping. Injeksi steroid hanya mampu membebaskan Anda dari rasa
nyeri untuk sementara waktu.
Penanganan dengan cara operasi mempunyai keberhasilan 50% dan beresiko komplikasi, masa
penyembuhan yang lama, masalah dengan luka operasi, dan infeksi. Lagi pula biaya operasi
mahal dan harus dilakukan di rumah sakit sehingga pasien harus menginap. Operasi biasanya
sebagai pilihan terakir jika rasa sakit sudah tidak terkendali dan penyembuhan non-operasi
sudah gagal.

Terapi Gelombang Kejut


Lalu pengangan apa yang paling mutakhir, aman, ekonomis, dan tanpa efek samping?
Jawabannya adalah gelombang kejut yang dipancarkan dari luar tubuh atau disebut
Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) yang diciptakan di Jerman dan dipakai di AS
setelah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan di AS) pada tahun
2001. Awalnya mesin ini dipakai untuk memecahkan batu ginjal.
Namun penelitian lebih lanjut membuktikan ternyata bisa untuk menangani gangguan
persendian. Gelombang kejut yang dihasilkan mesin ini mampu merangsang perbaikan aliran
darah ke daerah persendian yang mengalami peradangan, sehingga membantu menghilangkan
rasa sakit. Selain itu, gelombang kejut juga berfungsi menipiskan perkapuran yang
menyebabkan rasa nyeri.
Di AS, ESWT merupakan alternatif cara pengobatan osteoarthritis sebelum pasien terpaksa
dioperasi. "Banyak pasien yang telah mencoba terapi tersebut dan berhasil diatasi dalam waktu
tak lama," ujar George Theodore MD, seorang ortopedis dari Massachusetts General Hospital di
Boston, AS.
Dengan ESWT, pasien tidak perlu rawat inap. Ia juga bisa beraktivitas seusai terapi tanpa
gangguan. Kelebihan lain, hasil terapi dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa
pengulangan. Prosedurnya pun tak rumit. Pasien menjalani pemotretan rontgen terlebih dahulu
pada titik-titik sendi yang nyeri. Waktu terapinya sekitar 30-45 menit, bergantung atas berat
ringannya penyakit pasien.
Yang jelas, gangguan persendian dapat terjadi pada siapa saja dan karena berbagai sebab.
Menjaga kondisi tubuh seperti mengonsumsi makanan bergizi, mencegah kegemukan, dan
berhati-hati dalam beraktivitas fisik seperti berolahraga, dapat mengurangi resiko gangguan
persendian.