Anda di halaman 1dari 21

INDIKATOR MUTU DI INSTALASI HEMODIALISIS

TUHU SUWITO, S.Kep.Ners


RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

A. PENDAHULUAN
Tujuan

pembangunan

kesehatan

adalah

tercapainya

kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat


mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,sebagai
salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Untuk
itu perlu ditingkatkan upaya peningkatan mutu dan keselamatan
pasien, guna memperluas dan mendekatkan pelayanan kesehatan
kepada

masyarakat,akses

yang

mudah,

serta

biaya

yang

terjangkau.
Disamping itu, dengan terus meningkatnya taraf pendidikan
dan status sosial ekonomi mayarakat

mempengaruhi pula sistem

nilai dan orientasi dalam masyarakat. Dan masyarakat saat ini


mulai cenderung menuntut pelayanan kesehatan yang lebih
baik,lebih ramah dan lebih bermutu,termasuk pelayanan dialisis .
Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu
pelayanan kesehatan khususnya pelayanan dialisis, maka fungsi
pelayanan dialisis secara bertahap perlu terus ditingkatkan agar
menjadi lebih efektif dan efisien serta memberi kepuasan kepada
pasien, keluarga dan masyarakat.
Agar upaya peningkatan mutu pelayanan dialisis dapat
berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu adanya program
peningkatan mutu pelayanan dialisis yang komprehensif dan
berkesinambungan yang disusun secara obyektif dan sistematik
guna

memantau

dialisis.dimensi

dan

mengevaluasi

peningkatan

mutu

yang

kualitas
antara

pelayanan
lain

adalah

keprofesian, efisiensi,keamanan pasien, kepuasan pasien, dan


sosial budaya, merupakan suatu kerangka kerja yang sangat
berguna dalam membantu tim dialisis untuk menjelaskan, dan
menganalisa masalah masalah mereka serta untuk mengukur
sejauh mana mereka dapat memenuhi standart yang ditetapkan.

B. PENGERTIAN
Mutu adalah tingkat kesempurnaan suatu produk atau jasa.
Mutu adalah expertise atau keahlian dan keterikatan ( commitment) yang
selalu dicurahkan pada pekerjaan.
Mutu adalah kegiatan tanpa salah dalam melakukan pekerjaan.
DEFINISI MUTU PELAYANAN
Adalah derajat kesempurnaan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat / konsumen akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan
standart profesi dan standart pelayanan, dengan menggunakan potensi
sumberdaya yang tersedia secara wajar, efisien, dan efektif serta
diberikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika,
hukum, dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan
kemampuan masyarakat konsumen.
C. DIMENSI MUTU
1. Keprofesian : sumberdaya manusia yang berkompeten.
2. Efisiensi : pelayanan yang tepat guna dan terjangkau
3. Keamanan pasien : upaya perlindungan terhadap keselamatan
pasien.
4. Kepuasan pasien : Yaitu yang berhubungan dengan kenyamanan,
keramahan, dan kecepatan pelayanan.
5. Sosial budaya : sesuai dengan norma, etika, hukum dan aturan yang
ada.
D. PENENTUAN PRIORITAS
Indikator prioritas ditetapkan dengan mempertimbangkan :
1. High volume
2. High cost
3. High risk
4. High problem / prone (berhubungan langsung dengan asuhan dan
keselamatan pasien)
E. PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
Pendekatan pemecahan masalah merupakan suatu siklus (daur ) yang
berkesinambungan.
Metode yang digunakan dengan menggunakan PDCA
P : Plan :

menentukan tujuan dan sasaran


menentukan metode untuk mencapai tujuan.

D : Do
-

menyelenggarakan pendidikan dan latihan.


Melaksanakan pekerjaan

C : Check
-

Memeriksa akibat pelaksanaan


Dilakukan manager/atasan

A : Action
- Tindaklanjut dalam mengambil tindakan yang tepat.
F. KOMPONEN DI UNIT DIALISIS
1. PIC (Person In Charge ) : Petugas pengumpul data
- Menyiapkan form yang digunakan untuk pengukuran indikator.
- Melakukan pengumpulan data.melakukan analisa indikator mutu.
2. VALIDATOR
- Melakukan pengecekan data yang dikumpulkan PIC
- Membuat laporan bulanan hasil verifikasi ke komite mutu

\PROSEDUR PENCATATAN DAN PELAPORAN MUTU

Laporan diserahkan ke komite PMKP

G. INDIKATOR

MUTU

YANG

DITENTUKAN

OLEH

KARS

(KOMISI

AKREDITASI RUMAH SAKIT )


1. Area klinis ( 11)
- Assesment pasien
- Pelayanan laboratorium
- Pelayanan radiologi dan pencitraan diagnostik
- Prosedur bedah
- Penggunaan antibiotika dan obat lainnya
- Kesalahan medis dan KNC
- Anasthesi dan penggunaan sedasi
- Penggunaan darah dan produk darah
- Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan medik
- PPI, surveilans dan pelaporan
- Riset klinik
2. Area Management ( 9)
- Pengadaan rutin alat kesehatan dan obat untul kebutuhan pasien
- Pelaporan yang diwajibkan undang undang.
- Managemen resiko
- Managemen penggunaan sumberdaya
- Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga
- Harapan dan kepuasan staf
- Demografi dan diagnosis klinik
- Managemen keuangan
- Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat
menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien
dan staf
3. IPSG ( 6) : sasaran keselamatan pasien
- Identifikasi pasien dengan benar
- Meningkatkan komunikasi yang efektif.
- Meningkatkan obat obatan yang harus diwaspadai
- Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar,
pembedahan pada pasien yang benar. ( Site Marking )
- Mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan.
- Mengurangi resiko cidera pasien akibat terjatuh.
4. Sentinel Event :
- Kematian yang tidak diduga.
- Kehilangan fungsi yang tidak diduga.

- Salah tempat, salah prosedur, salah pasien bedah.


- Bayi yang diculik, /tertukar.
5. KTD :
- Reaksi transfusi yang terjadi di RS
- Kejadian kesalahan obat.
- Kesalahan medis ( medical error ).
- Kejadian tidak diharapkan anasthesi.
- Infection outbreak.
6. KNC :
- Terpapar tapi tidak mengalami cidera.
H. INDIKATOR INDIKATOR MUTU DI UNIT HEMODIALISIS
1. Berdasarkan PITNAS Manado Oktober 2015
- Insiden pasien jatuh ( pre, intra, post HD ).
- Insiden tertukarnya dialiser re use pada tindakan HD
- Insiden terlepasnya jarum vena fistula intra dialisis
- Perawat pemberi pelayanan HD dengan bersertifikat mahir dialisis
- Kepuasan pelanggan.
- Adequasi HD :
prosentase pasien HD 2X minggu dengan URR 80%
Prosentase pasien HD 2X minggu denga kt/V 1,8
- Status nutrisi , prosentase pasien HD dengan kadar Albumin serum
-

4 gr/dl
Managemen akses vaskuler : prosentase pasien HD dengan AVF /
Avgraft.
Mineral metabolism/renal bone disease :
Prosentase pasien HD dengan kadar Fosfat darah antara 3,5

5,5mg/dl.
Prosentase pasien HD dengan kadar kalsium darah antara 8,4

9,5mg/dl.
2. Indikator mutu di Unit HD berdasarkan managemen resiko :
- Insiden reaksi transfusi
- Insiden clooting durante HD
Insiden petugas HD tertusuk jarum.
- Insiden mesin HD terpapar Virus Hbs Ag +
- Identifikasi pasien dengan benar.
- Pengawasan obat high allert.
- Respon time petugas teknisi dalam penanganan kerusakan mesin
-

HD.
Kepatuhan perawat HD dalam penggunaan APD.
Kepatuhan perawat HD dalam pelaksanaan hand hygiene.
Kepatuhan pasien HD terhadap jadwal HD.

I. KAMUS INDIKATOR MUTU UNIT HEMODIALISIS


1. Insiden jatuh (Pre, Intra, Post)
Judul

Insiden pasien jatuh


(Pre, Intra,Post)

Dimensi Mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya pelayanan dialisis yg aman bagi pasien

Definisi Operasional

Pasien jatuh adl suatu peristiwa dimana pasien HD


mengalami insiden jatuh di uni Dialisis baik pre, intra,
dan post dialisis yang mengakibatkan cedera

Frekuensi pengumpulan data

1 bulan

Periode Analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah insiden jatuh


(Pre, Intra, Post)

Denumerator

Jumlah tindakan HD

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam
laporan
pasien

Target

0%

Penanggung jawab

K instalasi

medis
dan
keselamatan

2. Insiden terlepasnya jarum Vena Fistula Intra Dialisis (Venous Needle


Dislodgement)
Judul

Insiden terlepasnya jarum Vena Fistula Intra Dialisis


(Venous Needle Dislodgement)

Dimensi mutu

Keselamatan pasien

Tujuan

Tergambarnya pelayanan dialisis yang aman bagi pasien

Definisi operasional

Insiden terlepasnya jarum Vena Fistula Intra Dialisis (Venous


Needle Dislodgement) adl kejadian terlepasnya jarum Vena
Fistula (out let) intra dialisis yang mengakibatkan perdarahan
atau berkurangnya volume cairan tubuh pasien

Frekuensi pulta

1 bulan

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah insiden terlepasnya jarum vena Fistula Intra Dialisis

Denumerator

Jumlah tindakan HD

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam medis dan laporan keselamatan pasien

Target

0%

Penanggung jawab

K instalasi

3. Insiden tertukarnya dialiser pakai ulang pada tindakan HD (incorrect


dialyzer)
Judul

Insiden tertukarnya dialiser pakai ulang pada tindakan


HD (incorrect dialyzer)

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya proses identifikasi dialiser pakai ulang sebelum


dipakai oleh pasien Hemodialisis dan untuk memastikan identitas
dialiser sesuai dengan identitas pasien.

Definisi
operasional

Kejadian tertukarnya dialiser pakai ulang pada tindakan HD adl


kejadian kesalahan identifikasi dialiser dimana pasien memakai
dialiser orang lain untuk tindakan HD

Frekuensi
pengumpulan data

1 bulan

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah insiden dialiser tertukar

Denumerator

Jumlah tindakan HD yang menggunakan dialiser pakai ulang

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam medis, laporan keselamatan pasien

Target

0%

Penanggung jawab

K instalasi

4. Perawat pemberi layanan HD dengan sertifikat perawat mahir dialisis


Judul

Perawat pemberi layanan HD dengan sertifikat


Perawat Mahir Dialisis

Dimensi mutu

Kompetensi teknis

Tujuan

Tersedianya pelayanan Dialisis oleh tenaga yang kompeten

Definisi operasional

Perawat mahir dialisis adl perawat dengan sertifikat pelatihan


Dialisis

Frekuensi pulta

3 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah tenaga perawat dengan sertifikat perawat mahir Dialisis


yang melakukan pelayanan Dialisis

Denumerator

Jumlah seluruh perawat yang melakukan pelayanan Dialisis

Formula

N/D X 100% = %

Sumber data

SDM

Target

100%

Penanggung jawab

K instalasi

5. Kepuasan pelanggan
Judul

Kepuasan pelanggan

Dimensi mutu

Kenyamanan

Tujuan

Terselenggaranya pelayanan Dialisis yang mampu memberikan


kepuasan pelanggan

Definisi operasional

Kepuasan adl pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap


pelayanan yang diberikan

Frekuensi pulta

3 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien HD yang menyatakan puas

Denumerator

Jumlah seluruh pasien rawat HD yang disurvey

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Survey

Target

90%

Penanggung jawab

K instalasi

6. Prosentase pasienn HD 2x seminggu dengan URR 80%

Judul

Prosentase pasien HD 2x seminggu dengan URR80%

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya tingkat kecukupan dialisis pasien HD yang optimal

Definisi
operasional

Urea Reduction Ratio (URR) adl tingkat penurunan kadar BUN


darah selama proses HD dengan rumus
URR = (BUN pre HD BUN post HD)/ BUN Pre HD X 100%

Frekuensi pulta

1 bulan (the best practice)

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien dengan nilai URR 80%

Denumerator

Jumlah seluruh pasien HD 2x seminggu yang dilakukan penilaian

Formula

N/D x 100% = .%

Sumber data

Rekam medis

Inklusi

Pasien HD 2x seminggu lebih dari 3 bulan menjalani HD

Eksklusi

Rawat inap

Target

Penanggung jawab

Awal gambarkan pencapaian sbg trend (baseline trend),


kemudian lakukan analisis untuk menentukan targetnya
90% (the best practice)

K instalasi

7. Prosentase pasien HD 2x seminggu dengan Kt/V 1,8


Judul

Prosentase pasien HD 2x seminggu dengan Kt/V 1,8

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya tingkat kecukupan dialisis pasien HD yang optimal

Definisi
operasional

Daugirdas Formula :
Kt/V = (-1)*log (Ratio-(0.03))+((4-(3.5*Ratio))* (Ultrafiltrate

Volume / weight)) where, ratio = post BUN/ Pre BUN


Pasien HD 2x seminggu dikatakan HD nya optimal apabila nilai
Kt/V 1,8
Frekuensi pulta

1 bulan (the best practice)

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien dengan Kt/V 1,8

Denumerator

Jumlah seluruh pasien HD 2x seminggu yang dilakukan penilaian

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam medis

Inklusi

Pasien HD 2x seminggu lebih dari 3 bulan menjalani HD

Eksklusi

Rawat inap

Target

Penanggung jawab

Pada awal gambarkan pencapaian sbg gtrend (baseline


trend) kemudian lakukan analisis untuk menentukan target
selanjutnya
90% (the best practice)

K instalasi

8. Prosentase pasien HD dengan kadar Albumin serum 4 gr/dl


Judul

Prosentase pasien HD dengan kadar Albumin serum 4


gr/dl

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya status nutrisi yang optimal pada pasien yg


menjalani HD

Definisi operasional

Status nutrisi yg optimal pd pasien HD adl pasien dg hasil


pemeriksaan laboratorium kadar Albumin serum 4 gr/dl

Frekuensi pulta

3 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien dengan kadar serum Albumin 4 gr/dl

Denumerator

Jumlah seluruh pasien HD yg dilakukan pemeriksaan

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam medis

Target

Penanggung jawab

9. Prosentase

Pd awal gambarkan pencapaian sebagai trend (baseline


trend) kemudian lakukan analisis untuk menentukan
target selanjutnya
35% (the best practice)

K instalasi

pasien

HD

yang

mendapat

terapi

ESA

(Erythropoietin

Stimulating Agent) dengan kadar Hemoglobin 10-12 gr/dl


Judul

Prosentase pasien HD yg mendapat


(Erythropoietin
Stimulating
Agent)
Hemoglobin 10-12 g/dl

terapi ESA
dg
kadar

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya manajemen anemia yg optimal pd pasien yg


menjalani HD

Definisi operasional

Manajemen anemia yg optimal apabila pasien yg mendapat terapi


erythropoietin mempunyai kadar hemoglobin serum 10-12 g/dl

Frekuensi pulta

1 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien HD yg mendapat terapi ESA dg kadar Hgb 10-12


g/dl

Denumerator

Jumlah seluruh pasien yg mendapatkan terapi ESA

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data

Rekam medis

Target

Penanggung jawab

Pd awal gambarkan sebagai trend (baseline trend)


kemudian lakukan analisis untuk menentukan target
selanjutnya
68% (the best practice)

K instalasi

10.Prosentase pasien HD dengan AVF/ AVGraft


Judul

Prosentase pasien HD dengan AVF/ AVGraft

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya manajemen akses vascular pasien yg optimal pada


pasien yg menjalani HD

Definisi
operasional

Manajemen pada akses vascular pasien optimal apabila memakai


AVF atau AV graft

Frekuensi pulta

1 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien yg menggunakan AVF/ AVG

Denumerator

Jumlah seluruh pasien HD

Formula

N/D x 100% = %

Sumber data
Target

Rekam medis

Penanggung
jawab

Pada awal gambarkan sebagai trend (baseline trend)


kemudian lakukan analisis untuk menentukan target
selanjutnya
68% (the best practice)

K instalasi

11.Prosentase pasien HD dengan kadar fosfat darah 3,5-5,5 mg/dl


Judul

Prosentase pasien HD dengan kadar Fosfat


darah 3,5 -5,5 mg/dl

Dimensi mutu

Out put (mutu klinis)

Tujuan

Tergambarnya manajemen mineral metabolism/ renal


bone disease yg optimal

Definisi operasional

Pasien HD dikatakan manajemen metabolism dan


tulangnya (mineral metabolism / renal bone disease)
optimal apabila memiliki kadar fosfat darah 3,5-5,5
mg/dl

Frekuensi pulta

3 bulan

Periode analisis

6 bulan

Numerator

Jumlah pasien dengan kadar fosfat darah 3,5-5,5 mg/dl

Denumerator

Jumlah pasien yg dilakukan pemeriksaan kadar fosfat


darah

Sumber data

Rekam medis

Target

Pada awal gambarkan sebagai trend (baseline


trend) kemudian lakukan analisis untuk
menentukan target selanjutnya
50% (the best practice)

Penanggung jawab

K instalasi

12.Kejadian reaksi tranfusi


Judul

Kejadian reaksi tranfusi

Dimensi mutu

Keselamatan pasien

Tujuan

Tergambarnya manajemen resiko pada pelayanan bank


darah

Definisi

Reaksi

tranfusi

adl

semua

kejadian

yg

tidak

operasional

menguntungkan penderita, yg timbul selama atau setelah


tranfusi.

Frekuensi pulta

1 bulan

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah pasien yg mengalami kejadian reaksi tranfusi

Denumerator

Jumlah semua tindakan tranfusi darah

Sumber data

Rekam medis, BDRS

Inklusi

Reaksi yg terjadi setelah pemberian tranfusi darah, yg


sebelumnya tidak ada reaksi apa-apa.

Eksklusi

Target

0%

Penanggung

K instalasi

jawab

13.Kepatuhan petugas dalam melaksanakan cuci tangan 6 langkah 5 moment


Judul

Kepatuhan petugas dalam melaksanakan cuci tangan 6


langkah 5 moment

Dimensi mutu

Keselamatan pasien

Tujuan

Tergambarnya kepatuhan petugas dalam melaksanakan cuci


tangan 6 langkah 5 moment

Definisi
operasional

Kepatuhan cuci tangan adl ketaatan petugas dalam melakukan


prosedur cuci tangan dengan menggunakan metode 6 langkah dan
5 momen dari WHO. Yaitu sebelum kontak dg pasien, sebelum
tindakan aseptik, setelah kontak pasien, setelah kontak dg cairan
tubuh pasien, setelah kontak dg lingkungan sekitar pasien

Frekuensi pulta

harian

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah petugas yg melakukan cuci tangan 6 langkah 5 momen

Denumerator

Seluruh petugas yg melakukan pelayanan

Sumber data

Survey

Target

100%

Penanggung
jawab

K instalasi

14.Ketidakpatuhan pasien tentang jadwal HD


Judul

Ketidakpatuhan pasien tentang jadwal HD

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya kepatuhan pasien tentang jadwal HD

Definisi operasional

Ketidakpatuhan pasien tentang jadwal Hd adl


ketidaktaatan pasien HD dalam menjalani terapi
Hemodialisis sesuai dengan jadwal yg diadvice kan
dokter.

Frekuensi pulta

1 bulan

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah pasien HD yang tidak hadir sesuai jadwal

Denumerator

Jumlah semua pasien HD

Sumber data

Rekam medis

Target

0%

Penanggung jawab

K instalasi

15.Kepatuhan petugas HD dalam penggunaan APD (Alat pelindung Diri)


Judul

Kepatuhan petugas HD dalam penggunaan APD (Alat


Pelindung Diri)

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya kepatuhan petugas HD dalam penggunaan APD

Definisi
operasional

Kepatuhan petugas HD dalam penggunaan APD adl ketaatan


petugas HD dalam menggunakan Alat pelindung Diri selama
melakukan tindakan HD

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

3 bulan

Numerator

Jumlah petugas HD yg menggunakan APD

Denumerator

Jumlah petugas yg memberikan pelayanan HD

Sumber data

Survey

Target

100%

Penanggung
jawab

K instalasi

16.Kejadian clotting durante HD


Judul

Kejadian clotting durante HD

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya pelayanan Dialisis yg aman bagi pasien

Definisi operasional

Clotting adl terjadinya pembekuan darah sebagian atau


seluruh pada proeses sirkulasi durante HD.

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

Bulanan

Numerator

Jumlah kejadian clotting

Denumerator

Jumlah semua tindakan HD

Sumber data

RM

Target

0%

Penanggung jawab

K Instalasi

17.Kejadian petugas tertusuk jarum


Judul

Kejadian petugas tertusuk jarum

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya keamanan dan keselamatan petugas

Definisi operasional

Petugas yang melakukan tindakan HD dan terkena alat tajam/


jarum sehingga menimbulkan luka

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

Bulanan

Numerator

Jumlah kejadian petugas tertusuk jarum

Denumerator

Jumlah tindakan HD

Sumber data

Laporan kejadian

Target

0%

Penanggung jawab

K instalasi

18.Kejadian terpaparnya mesin HD oleh virus HbsAg


Judul

Kejadian terpaparnya mesin HD oleh virus


HbsAg

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya keamanan dan keselamatan pasien

Definisi operasional

Kejadian terpaparnya mesin HD non HbsAg oleh pasien


dengan screening HbsAg positif

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

Bulanan

Numerator

Jumlah kejadian mesin HD terpapar virus HbsAg

denumerator

Jumlah keseluruhan mesin HD

Sumber data

Laporan kejadian

Target

0%

Penanggung jawab

K Instalasi

19.Ketepatan identifikasi pasien dengan benar


Judul

Ketepatan identifikasi pasien dengan benar

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya tingkat kepatuhan petugas dalam identifikasi


pasien

Definisi
operasional

Kegiatan identifikasi oleh petugas yang akan melakukan tindakan


dengan cara menanyakan nama dan tanggal lahir pasien

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

Bulanan

Numerator

Jumlah pasien HD yang teridentifikasi dengan benar

Denumerator

Jumlah semua pasien HD

Sumber data

Survey

Target

100%

Penanggung jawab

K Instalasi

20.Pelabelan obat High Alert Medication dengan benar


Judul

Pelabelan obat high alert medication


dengan benar

Dimensi mutu

Keselamatan

Tujuan

Tergambarnya kepatuhan petugas dalam pemberian


label obat High Alert

Definisi operasional

Pemberian label pada obat High Alert dengan


warna stiker merah sebagai tanda termasuk obat
dengan kewaspadaan tinggi

Frekuensi pulta

Harian

Periode anlisis

Bulanan

Numerator

Jumlah obat High Alert yang diberikan stiker


merah

Denumerator

Jumlah semua obat High Alert

Sumber data

Survey

Target

100%

Penanggung jawab

K Instalasi

21.Respon time teknisi dalam penanganan kerusakan alat


Judul

Respon time teknisi dalam penanganan kerusakan alat

Dimensi mutu

Efektivitas, efisiensi, kesinambungan pelayanan

Tujuan

Tergambarnya kecepatan teknisi dalam penanganan kerusakan


alat

Definisi operasional

Kecepatan waktu menanggapi alat yang rusak adl waktu yang


dibutuhkan mulai dari laporan alat rusak diterima sampai
dengan petugas melakukan pemeriksaan terhadap alat yang rusak
untuk tindak lanjut perbaikan, maksimal dalam waktu 15 menit
sudah ditanggapi.

Frekuensi pulta

Harian

Periode analisis

Bulanan

Numerator

Jumlah laporan kerusakan alat yang ditanggapi kurang dari atau


sama dengan 15 menit

Denumerator

Jumlah seluruh laporan kerusakan alat

Sumber data

Laporan teknisi

Target

100%

Penanggung jawab

K Instalasi