Anda di halaman 1dari 8

Kapan merelease reaksi momen pada ujung batang pada SAP2000?

Pada saat mendesain suatu struktur baja pasti kita dihadapkan pada pilihan apakah akan merelease reaksi momen pada ujung batang suatu struktur atau tidak. Kesannya sepele, namun hal
ini sebenarnya bisa dikatakan sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan dan dipahami karena
menyangkut kesesuaian antara perilaku suatu struktur yang akan kita bangun dengan asumsi
permodelan yang kita gunakan.
Frame Releases adalah suatu fitur pada SAP2000 dimana kita bisa menentukan suatu sambungan
batang struktur (frame) akan berperilaku sebagai sendi / pinned (tidak menghasilkan reaksi
momen pada ujung batang) atau akan berperilaku sebagai jepit / continuous (menghasilkan reaksi
momen pada ujung batang), atau bisa juga dimodelkan setengah rigid (kaku). Gunanya apa?
Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap desain tipe sambungan yang akan kita gunakan
pada ujung batang struktur yang kita tinjau. Salah kita dalam menentukan sambungan, maka
akan berbeda juga perilaku dan distribusi gaya struktur secara keseluruhan.
Bagaimana jika terjadi ketidaksinkronan antara asumsi permodelan dengan kondisi aktual?
Walaupun belum tentu mengakibatkan kegagalan batang struktur, namun tentunya akan
mengakibatkan perubahan perilaku struktur dan distribusi gayanya. Selama perbedaan gayadalam yang terjadi masih dapat diterima oleh kekuatan batang, maka struktur masih dalam
kondisi aman. Namun, perlu di-cek lebih lanjut apakah simpangan dan defleksi yang terjadi
masih dalam batas ijin atau tidak.
Di bawah akan saya coba berikan contoh kasus agar bisa lebih jelas dalam memahaminya. Saya
akan gunakan bantuan permodelan dua struktur portal baja tak bergoyang sederhana dengan
kondisi yang berbeda, lalu akan kita lihat perbedaan-perbedaan dari hasil analisis strukturnya
(defleksi dan distribusi gaya dalamnya).
Bagaimana dengan struktur beton?
Berbeda dengan struktur baja, struktur beton adalah struktur yang ketika terbentuk sudah
menjadi monolit, alias antar komponen struktur beton (balok, kolom, slab, dan pondasi) sudah
terhubung secara kaku antar satu komponen dengan komponen yang lainnya akibat proses
pengecoran yang saling berkesinambungan yang dihubungkan oleh tulangan baja. Sehingga pada
struktur beton hampir tidak pernah kita memainkan fitur Frame Releases untuk batang-batang
strukturnya. Semua bagian struktur beton secara default dimodelkan sebagai sambungan yang
kaku / rigid oleh SAP2000. Begitu juga dengan struktur baja, secara default-pun beberapa tipe
struktur baja dimodelkan dengan sambungan yang kaku antar komponennya, kecuali komponen
bracing.
Ada akibat lainnya mas?
Jika kita asal bermain-main dengan fitur Frame Releases namun tidak memahami filosofi dan
implikasinya, maka kita akan sering mendapatkan peringatan (warning) dari SAP2000 bahwa
struktur yang kita modelkan dalam ill condition alias dalam kondisi sakit atau tidak stabil.

Jika kondisi ini terjadi pada permodelan struktur yang terlalu banyak menggunakan batang
(terlihat ribet) maka tentu akan sulit untuk mencari mana frame atau komponen yang
menyebabkan kondisi tidak stabil tersebut.
Lalu bagaimana cara yang mudah untuk menemukan bagian yang bermasalah tersebut,
mas?
Tenang, sebenarnya mudah kok. :-) Karena kita tahu bahwa penggunaan fitur Frame Releases ini
berimplikasi terhadap perilaku struktur, maka dari sisi inilah kita dapat melihat bagian struktur
mana yang bermasalah. Bagian struktur yang bermasalah pasti akan menyebabkan perilaku yang
nyleneh atau aneh. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan deformasi batang yang ekstrim
dibandingkan dengan deformasi pada bagian batang lainnya. Maka, untuk itu kita perlu aktifkan
option show deformed shape pada SAP2000 dengan mengklik tombol F6. Supaya pergerakan
deformasinya dapat terlihat dengan lebih jelas, jangan lupa perbesar skala deformasinya (namun
SAP2000 biasanya sudah men-set otomatis skala deformasi dengan nilai yang besar) dan klik
start animation pada ujung kanan bawah window SAP2000 untuk melihat pergerakannya .
Oke, langsung lanjut ke contoh kasus, mas. :-)
Oke, kalau begitu langsung saja kita buat dua struktur portal baja 2 dimensi sederhana seperti di
bawah:

Dan berikut adalah no batang dan no joint pada struktur agar dapat memudahkan dalam
identifikasi bagian batang dan joint yang akan ditinjau:

Perbedaan pada struktur bagian kiri dan kanan adalah pada struktur bagian kiri batang baloknya
(profil IWF200 dengan no batang 5 dan 6) terhubung kaku dengan kolom (profil HWF200
dengan no batang 1, 2, 3, dan 4), sedangkan pada struktur bagian kanan, batang baloknya (batang
no 16 dan 15) tidak terhubung secara kaku dengan batang kolom, alias reaksi momen ujung
baloknya di-release. Hal ini terlihat dengan simbol penggambaran batang yang terlihat tidak
saling terhubung.
Bagaimana cara merelease reaksi gaya suatu frame/batang, mas?
Mudah. Pilih batang yang ingin direlease, lalu klik Assign -> Frame -> Releases/Partial Fixity..
Maka akan timbul window seperti berikut:

Start adalah ujung batang awal dan end adalah ujung batang akhir (tergantung kita menarik garis
dari arah mana terlebih dahulu). Dan Frame Partial Fixity Springs adalah option untuk
membuat suatu sambungan berperilaku setengah rigid/setengah kaku.
Wah, ada banyak check box, mas. Mana saja yang harus di-check?
Sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk reaksi M22 dan M33 dapat kita release pada bagian start
dan end. Namun untuk Axial Load, Shear Force, dan Torsion, hanya salah satu ujung yang dapat
kita release. Kenapa? Karena hal ini menyangkut kestabilan batang itu sendiri. Bayangkan jika
tahanan torsi suatu batang tidak ada sama sekali, maka batang akan berputar secara bebas jika
dikenakan gaya torsi yang kecil sekalipun. Warning yang diberikan oleh Sap2000 adalah seperti
berikut:

Ok, setelah itu kita kenakan gaya lateral yang sama sebesar 100 kN pada ujung atas struktur:

Langsung saja kita Run. Dan hasil deformasinya adalah sebagai berikut:

Tidak terlihat berbeda? Ya, karena perbedaan deformasinya sangat kecil. Secara logika, struktur
mana yang akan mengalami deformasi lateral lebih besar? Jelas struktur yang berada di sebelah
kanan. Kenapa? Karena struktur yang ada di sebelah kanan hanya memiliki satu sistem penahan
gaya lateral yaitu hanya mengandalkan sistem bracing, namun struktur di sebelah kiri
menggunakan dua sistem penahan lateral, yaitu selain menggunakan sistem bracing juga
menggunakan sistem rangka pemikul momen (balok ikut menyumbangkan kekakuan). Perbedaan
deformasi lateral ditunjukkan dengan bukti deformasi joint 6 (struktur kiri) dan 14 (struktur
kanan) berikut:

Oke, dari deformasi sudah berbeda, mari kita lihat reaksi gaya-dalamnya. Berikut adalah
tampilan diagram gaya momen dan gaya gesernya (M3 dan V2):

Wow.. Terlihat sangat berbeda sekali.. Itulah kenapa kita harus berhati-hati dalam menentukan
sambungan. Ketidaksinkronan model sambungan implikasinya adalah perbedaan gaya dalam
yang dapat menjadi signifikan. Untuk sisi ekonomi pun juga dapat kita simpulkan mana struktur
yang dapat menjadi lebih ekonomis.
Mari kita cek lebih lanjut untuk nilai stress ratio-nya. Berikut adalah hasilnya:

Kedua struktur masih dalam kondisi aman. Ya, walaupun masih dalam kondisi aman, namun
terlihat perbedaan stress ratio. Pada kasus tertentu, perbedaan jenis sambungan ini dapat
mengakibatkan beberapa batang menjadi tidak aman / fail. Bahkan, kolom bisa menjadi fail
hanya karena masalah penentuan tipe sambungan pada balok.
Pernah mendapatkan kasus struktur kolom pada tumpuan (daerah bawah) berwarna hijau (aman)
namun pada bagian atas berwarna merah (tidak aman)? Logika simpelnya (jika kita hanya
memperhatikan gaya aksial saja), seharusnya semakin ke bawah, beban kolom akan semakin
besar dan stress rationya juga tentu seharusnya juga semakin besar, alias jika terjadi fail pun
seharusnya pada kolom yang berada di bagian bawah. Namun, ternyata yang terjadi tidak
demikian. :-) Bagi yang tidak memahami filosofi ini, maka solusinya biasanya mengganti profil
kolom menjadi lebih besar. Namun, yang memahami filosofi ini pastinya tidak akan semertamerta mengambil solusi tersebut.. :-)
Semoga Berguna CMIIW :-)