Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KOMPLEMENTER

SISTEM PERSYARAFAN
TERAPI AKUPRESUR PADA PASIEN STROKE

Oleh :
Kelompok 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bernadeta Susetyo Endang


Chika Maia Febriyanti
Devi Susanti
Fitriani
Florensiana
Ningsih Nive Turot

(201411015)
(201411016)
(201411020)
(201411025)
(201411027)
(201311068)

STIKES ST. ELISABETH


PRODI S1 KEPERAWATAN
SEMARANG
2015/2016
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien.
Kebutuhan perawat untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam praktik
keperawatan juga semakin meningkat. Hal ini didasari dari berkembangnya
kesempatan praktik mandiri. Apabila perawat mempunyai kemampuan yang

dapat dipertanggungjawabkan akan meningkatkan hasil yang lebih baik dalam


pelayanan

keperawatan.

meningkatkan

pola

Peran

pelayanan

yang

dapat

kesehatan

diberikan

terhadap

perawat

pasien

ialah

dalam
terapi

komplementer atau alternatif dapat disesuaikan dengan peran perawat yang ada,
sesuai dengan batas kemampuannya.
Terapi akupressur merupakan terapi pendamping atau terapi alnernatif dari
terapi medis dengan cara melakukan pemijatan pada titik-titik akupuntur di
tubuh. Akupresur dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jadi dengan
adanya terapi komplementer jenis akupresur, perawat juga harus mengetahui
terapi tersebut, agar dapat memiliki pengetahuan cara penanganan masalah
kesehatan pada pasien yang membutuhkan, karena dalam proses penanganan
pasien terdapat pengobatan pendampinng untuk mengurangi keluhan pasien.
Salah satu penyakit yang bisa diatasi dengan terapi komplementer akupresur
adalah penyakit mengenai sistem persyarafan yaitu kelemahan otot pada stroke.
Stroke merupakan kerusakan saraf akibat kelainan pembuluh darah yang
menyebabkan terganggunya kerja otot.
1.2.

Tujuan
1. Mengetahui tentang terapi akupresur
2. Mengerti dan memahami cara penyembuhan penyakit stroke menggunakan
terapi akupresur.
3. Mengetahui dan memahami titik-titik akupresur untuk mengatasi penyakit
stroke.

1.3.

Manfaat
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami letak titik-titik akupresur
untuk mengatasi penyakit stroke.
2. Mahasiswa mampu melakukan terapi pendamping akupresur pada penyakit
stroke dengan baik dan benar.
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Akupresur
2.1.1 Pengertian Akupresur
Akupresur adalah sebuah ilmu penyembuhan dengan menekan,
memijit,mengurut bagian dari tubuh untuk mengaktifkan peredaran energi
vital atauCi. Akupresur juga disebut akupuntur tanpa jarum, atau pijat

akupuntur, sebabteori akupunturlah yang menjadi dasar praktik akupresur.


Akupunturmenggunakan jarum sebagai alat bantu praktik, sedangkan
akupresurmenggunakan jari, tangan, bagian tubuh lainnya atau alat
tumpul sebagai pengganti jarum (Sukanta, 2003). Pada dasarnya
Akurpresur berarti teknik pijat yang dilakukan pada titik-titik tertentu
ditubuh, untuk menstimulasi titik-titik energi. Titik-titik tersebutadalah
titik-titik akupuntur.
Tujuannya adalah agar seluruh organ tubuh memperoleh chi yang
cukup sehingga terjadi keseimbangan chi tubuh. chiadalah enegri yang
mengalir melalui jaringan di berbagai meridian tubuh dancabangcabangnya. Cara meningkatkan atau membangunkan energi tubuh
tersebut pada Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum-jarum.
Akupuntur pada titik-titik tertentu yang berkaitan dengan keluhan
pasien,sedangkan akurpresur melakukan hal yang sama dengan tekanan
jari-jaritangan dan pemijatan (Hadibroo, 2006 ). Akupresur merupakan
perkembangan

terapi

pijat

yang

berlangsung

seiring

dengan

perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah


turunan dari ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari
tangan sebagai pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang
samaseperti yang digunakan pada terapi akupuntur.
2.1.2 Klasifikasi Terapi Akupresur
Akurpresur berkembang dari naluri manusia untuk memegang,
menekan, atau memijat-mijat bagian tubuh ketika terluka atau cedera.
Para pendeta Taodari zaman China Kuno memformulasikan pengematan
mereka akan naluri pengobatan sendiri (self jealing) ini menjadi suatu
system yang dinamakan TaoYin (Tao berarti jalan, sedang Yin
berarti keluhan-keluhan yang spesifik sekaligus suatu sistem untuk
memelihara kesehatan secara umum.Tao-Yin berkembang menjadi
Doin, seni mempertahankan keremajaan melalui pemijatan diri sendiri.
Selanjutnya, tabib-tabib China menambahkan serangkaian sistem
diagnosis dan penanganan penyakit untuk merangkai suatu pendekatan
medis yang lebih lengkap. Akurperesur kini mewakili serangkaian teknik
pijat, yang menggunakan tekanan secara manual untuk menstimulasi titiktitik energi ditubuh. Sangterapis melakukan tekanan dalam bobot ringan
sampai sedang dengan jari-jaritangannya, dan kadang-kadang juga
dengan siku, lutut, atau kaki ke titik-titik yang sama yang digunakan
2

dalam Akupuntur. Banyak ragam Akurpresur telah berkembang seiring


dengan waktu.
1. Shiatsu
Secara harfiah kata shiat-su berarti jari (shi) dan tekanan (atsu),
serangkaian

penekanan

menggunakan

jari

secara

berirama,

keseluruh bagian tubuh sepanjang meridian energi. Terapi ini juga ter
masuk peregangan dan tepukan. Titik-titik tekan hanya disentuh
antara 3-5 detik. Penanganan ini bisa merangsang sekaligus
menenangkan. Shiatsu adalah versi Jepang dari Akurpresur, dan kini
menjadi semakin populer di dunia barat.
2. Jin Shin6
Suatu pola penekanan yang lembut dan berkepanjangan pada
titik-titik Akupuntur yang penting pada meridian dan jalur-jalur yang
terpilih, setiaptitik ditekan selama 1-5 menit. Terapi ini dilakukan
dalam keadaan meditatif untuk menyeimbangkan chi, sang energi
vital.
3. Do-in
Suatu bentuk pemijatan terhadap diri sendiri pada otot dan
titik-titik meridian. Do-in juga mencakup gerakan, peregangan, dan
latihan pernafasan.
4. Tui-Na
Ini adalah versi China untuk pijat yang merangsang titik-titik
akurpresur dengan menggunakan berbagai ragam gerakan tangan.
2.1.3 Hal Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Akupresur
Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum melakukan Praktek
Akupresur, terutama mengetahui kondisi umum penderita, kondisi
ruangan, posisi penderita dan pemijat; antara lain:
a. Kondisi pasien : akupresur tidak boleh dilakukan terhadap penderita
dalam keadaan: - terlalu lapar, terlalu kenyang, terlalu emosi, hamil,
sangat lemah. Pemijatan pada kondisi terseut dapat memperparah
penderitaan orang itu.
b. Kondisi ruangan : suhu kamar, jangan terlalu panas dan terlalu
dingin, sirkulasi udara lancar agar tetap segar, dan jangan ditempat
yang berasap.
c. Posisi pasien dan pemijat : posisi duduk atau baring, sebainya dalam
keadaan santai, tidak tegang. Demikian juga posisi pemijat dalam
keadaan bebas dan nyaman, aman dalam melakukan pekerjaan
akupresur.
3

2.1.4 Cara Memijat


a. Cara memijat dapat dilakukan dengan menekan dan diputar atau
diurut. Khusus untuk bayi di bawah satu tahun, dielus-elus saja
(meraba-raba) pada bagian tulang belakang, jangan dipijat,karena
tulang rawan masih rapuh terhadap penekanan/perubahan.
b. Pemijatan pada orang dewasa, bisa dimulai setelah menemukan titik
pijat yang tepat, yaitu timbulnya reaksi berupa nyeri atau pegal.
c. Pemberian rangsangan pada titik pijat akan memberikan reaksi
terhadap: daerah sekitar pijatan, organ yang mempunyai hubungan
dengan

titik

pijat.

Oleh

sebab

itu

pemijat

harus

dapat

memperhitungkan secara cermat reaksi apa yang ditimbulkan. Apa


reaksi menguatkan (Yang) yaitu sesuatu yang lebih aktif; atau reaksi
melemahkan (Yin) yaitu sesuatu yang bersifat lebih pasif. Kedua
aspek (Yin-Yang) ini saling mempengaruhi dan membentuk kesatuan
yang utuh dalam suatu keseimbangan yang harmonis dan dinamis.
Jika keseimbangan dalam tubuh manusia terganggu, maka terjadi
suatu keadaan yang abnormal, atau kelainan yang menyebabkan
orang

merasa

sakit.

Tugas

pemijat

adalah

mengembalikan

keseimbangan Yin dan Yang.


1. Reaksi Yin: dapat timbul oleh lamanya waktu pemijatan 40 kali
dan arah pijatan yang berlawanan dengan arah jarum jam.
2. Reaksi Yang : dapat timbul waktu pemijatan 30 kali dan arah
pijatan sesuai arah jarum jam. d. Alat pijat yang digunakan
adalah : jari tangan, jempol, telunjuk, siku, telapak tangan,
pangkal telapak tangan, kepalan tangan, alat bantu yang tumpul
2.1.5 Tindakan Akupresur
Daya tahan tubuh yang lemah mengakibatkan badan mudah terserang
penyakit dan kondisi tubuhpun menurun, akan berdampak pada kesehatan
dan kelangsungan hidup ikut terancam. Gejalah menurunnya dayatahan
tubuh antara lain : badan terasa lemah, lesu, kurang bergairah, mudah
lelah, jantung sering berdebar, sering pegal-pegal, kurang nafsu makan,
daya pikir menurun, sering mengantuk. Cara paling tepat mengatasi
adalah hindari

penyebabnya. Berbagai hal dapat menjadi penyebab

lemahnya daya tahan tubuh, antara lain :

a. Perilaku yang salah: dalam hal makanan kualitas dan jumlahnya,


dalam kondisi fisik : terlalu lelah fisik dan mental, kurang
beristirahat.
b. Emosi : jika terlalu banyak berfikir, terlalu sedih, atau khawatir dapat
menyebabkan tertanggunya energi vital (energi kehidupan): lambung
dan paru paru, sehingga pembentukan darah dan energi kehidupan
terganggu.
c. Keturunan : sebagai penyebab melemahnya daya tahan tubuh jika ada
cacat

bawaan pada organ organ penting dapat mempengaruhi

pembentukan darah dan energi vital. Demikian juga keadaan usia


lanjut yang lemah, dapat menurun kepada keturunannya. Tindakan
akupresur dilakukan untuk memberi penguatan atau melemahkan.
Jika dalam keadaan ragu ragu untuk memijat seseorang, karena
keadaan yang sudah parah, atau pemijat tidak mengetahui riwayat
penyakit yang di derita, maka tindakan yang terbaik adalah
mengadakan konsultasi dengan pengobat yang lebih mahir dan
bertanggung jawab, seperti dokter atau akupunktur yang lebih
berpengalaman.
2.2 Stroke
2.2.1 Pengertian
Stroke (berasal dari kata strike) berarti pukulan pada sel otak.
Biasanya terjadi karena adanya gangguan distribusi oksigen ke sel otak.
Hal ini disebabkan gangguan aliran darah pada pembuluh darah otak,
mungkin karena aliran yang terlalu perlahan, atau karena aliran yang
terlalu kencang sehingga pecah (perdarahan), akhirnya sel-sel otak yang
diurus oleh pembuluh darah tersebut mati ( Yatim F, 2005 ).
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian sel-sel otak
mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau
pecahnya pembuluh darah di otak. Aliran darah yang terhenti membuat
suplai oksigen dan zat makanan ke otak juga terhenti, sehingga sebagian
otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya (Utami P, 2009 ).
2.2.2 Klasifikasi
Berdasarkan atas jenisnya, stroke dibagi menjadi :
a) Stroke Iskemik / Non Hemorogik
Stroke iskemik terjadi karena aliran darah ke otak terhenti
karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat
suatu pembuluh darah.
b) Stroke Hemorogik

Diakibatkan

karena

pembuluh

darah

pecah

sehingga

menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke


dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. ( Fatimah Detty N,
2.2.3
a)
b)
c)
d)
e)
f)

2009 )
Gejala
Pusing
Kejang
Gangguan penglihatan
Gangguan bicara yang bersifat sementara
Lumpuh/paresis pada satu sisi tubuh
Parestesis (gangguan rasa pada kulit berupa kesemutan)

2.2.4 Patofisiologi
Infark regional kortikal, subkortikal ataupun infark regional di batang
otak terjadi karena kawasan perdarahan suatu arteri tidak/kurang
mendapat

jatah darah lagi. Jatah darah tidak disampaikan ke daerah

tersebut. Lesia yang terjadi dinamakan infark iskemik jika arteri


tersumbat dan infark hemoragik jika arteri pecah. Maka dari itu Stroke
dapat dibagi dalam :
a. Stroke iskemik / Non Hemorogik
Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah
otak oleh thrombus atau embolus. Trombus umumnya terjadi karena
berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah,
sehingga arteri menjadi tersumbat, aliran darah ke area thrombus
menjadi

berkurang, menyebabkan iskemia kemudian menjadi

kompleks iskemia, akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Emboli


disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui
arteri karotis. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan
iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan
neurologis fokal. Perdarahan otak dapat disebabkan oleh pecahnya
dinding pembuluh darah oleh emboli.
b. Stroke hemoragik
Pembuluh darah yang pecah menyebabkan darah mengalir ke
substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan
komponen intracranial yang seharusnya konstan. Adanya perubahan
komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan
menimbulkan tingkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan

herniasi otak sehingga timbul kematian. Disamping itu, darah yang


mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat
menyebabkan edema, spasme pembuluh darah otak dan penekanan
pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak
ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak. ( Wulandari Vina, 2007 )
2.2.5 Faktor-Faktor Penyebab
Banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan stroke, tetapi pada
awalnya adalah dari pengerasan arteri atau yang disebut juga sebagai
arteriosklerosis. Karena arteriosklerosis merupakan gaya hidup modern
yang penuh stress, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga.
Ketiganya sebenarnya tergolong dalam faktor risiko yang dapat
dikendalikan. Selain itu, ada pula faktor-faktor lain yang tidak dapat
dikendalikan, yaitu antara lain :
a. Faktor Risiko Tidak Terkendali
i. Usia
Semakin bertambah tua us ia, semakin tinggi risikonya.
Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap kurun
waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke
terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu tidak
berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena
stroke dapat menyerang semua kelompok umur.
ii. Jenis kelamin
Pria lebih berisiko terkena stroke daripada wanita, tetapi
penelitian menyimpulkan bahwa justru lebih banyak wanita yang
meninggal karena stroke. Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi
daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia
lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih
tinggi. Dengan perkataan lain, walau lebih jarang terkena stroke,
pada umumnya wanita terserang pada usia lebih tua, sehingga
kemungkinan meninggal lebih besar.
iii. Keturunan-sejarah stroke dalam keluarga
Nampaknya, stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik
yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi,
penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh
darah. Gaya hidup dan pola suatu keluarga juga dapat
mendukung risiko stroke. Cacat pada bentuk pembuluh darah
(cadasil) mungkinmerupakan faktor genetik yang paling
berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain.
iv. Ras dan etnik
7

b. Faktor Risiko Terkendali


i. Hipertensi
Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan faktor risiko
utama yang menyebabkan pengerasan dan penyumbatan arteri.
Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga
enam kali lipat dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan
sekitar 40 hingga 90 persen pasien stroke ternyata menderita
hipertensi sebelum terkena stroke.
Secara medis, tekanan darah di atas 14090 tergolong dalam
penyakit hipertensi. Oleh karena dampak hipertensi pada
keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan
umur, pada orang lanjut usia, faktor-faktor lain di luar hipertensi
berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada orang yang
tidak menderita hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga
usia 90, menyamai risiko stroke pada orang yang menderita
hipertensi. Sejumlah penelitian menunjukkan obat-obatan anti
hipertensi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 38 persen dan
pengurangan angka kematian karena stroke sebesar 40 persen.
ii. Penyakit Jantung
Setelah hipertensi, faktor risiko berikutnya adalah penyakit
jantung, terutama penyakit yang disebut atrial fibrilation, yakni
penyakit jantung dengan denyut jantung yang tidak teratur di
bilik kiri atas. Denyut jantung di atrium kiri ini mencapai empat
kali lebih cepat dibandingkan di bagian-bagian lain jantung. Ini
menyebabkan aliran darah menjadi tidak teratur dan secara
insidentil terjadi pembentukan gumpalan darah. Gumpalangumpalan inilah yang kemudian dapat mencapai otak dan
menyebabkan stroke. Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun,
atrial fibrilation merupakan penyebab utama kematian pada satu
di antara empat kasus stroke.
Faktor lain dapat terjadi pada pelaksanaan operasi jantung yang
berupaya memperbaiki cacat bentuk jantung atau penyakit
jantung. Tanpa diduga, plak dapat terlepas dari dinding aorta
(batang nadi jantung), lalu hanyut mengikuti aliran darah ke
leher dan ke otak yang kemudian menyebabkan stroke.
iii. Diabetes
Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke
dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. Setelah

itu, risiko tersebut akan menurun. Namun, ada faktor penyebab


lain yang dapat memperbesar risiko stroke karena sekitar 40
persen penderita diabetes pada umumnya juga mengidap
hipertensi.
iv. Kadar kolesterol darah
Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan
kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh
pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar
kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas
240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada
risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Memperbaiki tingkat
kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang
teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Dalam
kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan
kolesterol.
v. Merokok
Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya
paling mudah diubah. Perokok berat menghadapi risiko lebih
besar dibandingkan perokok ringan. Merokok hampir melipat
gandakan risiko stroke iskemik, terlepas dari faktor risiko yang
lain, dan dapat juga meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik
hingga 3,5 persen. Merokok adalah penyebab nyata kejadian
stroke, yang lebih banyak terjadi pada usia dewasa muda
ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Sesungguhnya, risiko
stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan
terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok.
Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen
(faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang
timbulnya aterosklerosis.
Pada pasien perokok, kerusakan yang diakibatkan stroke jauh
lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada
sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah
menjadi lemah. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi
pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua.
vi. Alkohol berlebih

Secara umum, peningkatan konsumsi alkohol meningkatkan


tekanan darah sehingga memperbesar risiko stroke, baik yang
iskemik maupun hemoragik. Tetapi, konsumsi alkohol yang tidak
berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam
darah, seperti halnya asnirin.
vii. Obat-obatan terlarang
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa
olahannya dapat menyebabkan stroke, di samping memicu faktor
risiko yang lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit
pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan denyut
jantung (arrythmias) atau denyut jantung jadi lebih cepat.
Masing-masing menyebabkan pembentukan gumpalan darah.
Marijuana mengurangi tekanan darah dan bila berinteraksi
dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi dan merokok, akan
menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Keadaan
ini pun punya potensi merusak pembuluh darah.
viii. Cedera kepala dan leher
Cedera pada kepala atau cedera otak traumatik dapat
menyebabkan pendarahan di dalam otak dan menyebabkan
kerusakan yang sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera
pada leher, bila terkait dengan robeknya tulang punggung atau
pembuluh karotid akibat peregangan atau pemutaran leher secara
berlebihan atau adanya tekanan pada pembuluh merupakan
penyebab stroke yang cukup berperan, terutama pada orang
dewasa usia muda.
ix. Infeksi
Infeksi virus maupun bakteri dapat bergabung dengan faktor
risiko lain dan membentuk risiko terjadinya stroke. Secara alami,
sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawananan
terhadap infeksi dalam bentuk meningkatkan peradangan dan
sifat penangkalan infeksi pada darah. Sayangnya, reaksi
kekebalan ini juga meningkatkan faktor penggumpalan dalam
darah yang memicu risiko stroke embolik-iskemik ( Yuli
Saraswati, 2008 ).
2.2.6 Penatalaksanaan
a) Stroke embolik dapat diterapi dengan antikoagulan

10

b) Stroke hemoragik diobati dengan penekanan pada penghentian


perdarahan dan pencegahan kekambuhan mungkin diperlukan
tindakan bedah.
c) Semua stroke diterapi dengan tirah baring dan penurunan rangsangan
eksternal/untuk mengurangi kebutuhan oksigen serebrum, dapat
dilakukan tindakan-tindakan untuk menurunkan tekanan dan edema
intraktanium.

11

BAB III
PEMBAHASAN
1. Large Intestine (LI) 15 atau jian yu
Letak : Terletak pada pangkal lengan atas,pada lekukan sendi bahu,
Fungsi : untuk mengatasi gangguan kepala,
wajah, mata, hidung, mulut dan tenggorokan,
saluran cerna

2. Small intestine ( SI ) 9 atau jian zhen


Letak :Berada 1 cun ( satu ibu jari ) diatas ujung lipat ketiak bagian belakang
Fungsi : Memperbaiki fungsi ekstremitas bagian atas,meridian usus kecil

3. Small intestine ( SI ) 11 atau tian zong


Letak : Terletak pada pertengahan
tulang scapula
Fungsi : Memperbaiki fungsi
ekstremitas bagian atas , meridian usus
kecil
4. Small intestine (SI) 12 atau bing feng
Letak : Terletak diatas tulang scapula ,
tengah atas benjolan.
Fungsi : Memperbaiki fungsi
ekstremitas atas, meridian usus kecil
5. Triple energizer (TE) 14 atau jian liao
Letak : Terletak pada lekukan persendian
bahu
Fungsi :Memperbaiki fungsi ekstremitas
bagian atas.

6. Gallbladder ( GB ) 21 atau jian jing


Letak : Terletak pada bahu lurus
dibawah telinga,diantara dua otot atau
pada pertengahan antara tonjolan tulang leher ( servikal 7 ) dan pangkal lengan
atas

12

Fungsi :Untuk mengatasi


gangguan pada bagian
samping kepala, mata, telinga,
dada, dan hipocondrium,
penyakit febrile, serta
penyakit kelamin.

7. LI 11 quachi
Letak : Terletak

( sedate )
sisi lateral lipat siku,

sewaktu lengan
Fungsi : Untuk

ditekuk
mengatasi gangguan

kepala, wajah,

mata, hidung, mulut dan

tenggorokan,

saluran cerna

8. LI 4 ( sedate )
Letak : Terletak pertengahan sisi radial
OS. Metacarpal kedua pada dorsum
manus
Fungsi : Untuk mengatasi gangguan
kepala, wajah, mata, hidung, mulut dan
tenggorokan, saluran cerna

9. TE 5
Letak :

waiguan ( sedate )
Terletak dua cun diatas

pergelangan

tangan pada sisi radial

tendon

m.extensor digitorium

communis.
Fungsi

:mengaktifkan fungsi

motoric dan

menghubungkan area otak

pada

hemisfer yang terkena

dampak dan menonaktifkan hubungan area fungsi motoric otak pada hemisfer
yang terkena dampak dan serebelum pada hemisfer yang sehat.
13

Kelumpuhan tungkai bawah :


10. ST 31 biguan ( sedate )
Letak : Terletak pada sebuah lekukan dibawah spina illiaca anterior superior
dan antara m.sartorius dan tendon
fascialata
Fungsi : Untuk mengatasi gangguan
kepala, wajah, mulut, gigi,
tenggorokan ,perut, usus, aliran
darah, penyakit febrile.

11. GB 30 huantiao ( sedate )


Letak : Terletak 1/3 lateral garis
penghubung titik tertinggi trochanter
mayor femur dengan hiatus sacrum.
Fungsi : Untuk mengatasi gangguan
pada bagian samping kepala, mata,
telinga, dada, dan hipocondrium,
penyakit febrile, serta penyakit
kelamin.

12. SP 10 xuchai ( sedate )


Letak : Terletak dua cun diatas patella, pada bagian menojol m.vastus medialis
Fungsi :Untuk mengatasi gangguan
limpa,perut, hati, paru-paru, saluran
reproduksi.

ST 34 liangqiu ( sedate )
Letak : Terletak dua cun diatas patella
Fungsi ; Untuk mengatasi gangguan kepala,
wajah, mulut, gigi, tenggorokan ,perut, usus,
aliran darah, penyakit febrile.

14

ST 36 zusanli

( sedate )

Letak : Terletak tiga

cun dibawah patella, lateral

m.tibialis anterior
Fungsi :Untuk

mengatasi gangguan kepala,

wajah, mulut, gigi,

tenggorokan ,perut, usus,

aliran darah,

penyakit febrile.

GB 34 yanglingquan ( sedate )
Letak : Terletak dalam sebuah lekukan
anterior dan dibawah kepala fibula dua cun
dibawah lutut
Fungsi : Untuk mengatasi gangguan pada
bagian samping kepala, mata, telinga, dada,
dan hipocondrium, penyakit febrile, serta
penyakit kelamin

ST 41 jiexi ( sedate )
Letak : Terletak pada garis lipat kaki, antara tendontendon m.extensor hallu cislongus dan brevis
Fungsi ; Untuk mengatasi gangguan kepala, wajah,
mulut, gigi, tenggorokan ,perut, usus, aliran darah,
penyakit febrile.
GB 39 xuanzhong ( sedate )
Letak : Terletak tiga cun di atas malleolus
externus.

15

Fungsi :Untuk mengatasi gangguan pada bagian samping kepala, mata, telinga, dada,
dan hipocondrium, penyakit febrile, serta penyakit kelamin

Kesulitan buang air besar


BL 25 dachangshu ( tonik )
Letak : Terletak dua jari kiri dan kanan
meridian GV, setinggi batas bawah
lumbal keempat
Fungsi : Untuk mengatasi gangguan
kepala, tengkuk, mata, daerah dorso
lumbal dan kaki dan serta
ketidaksadaran

BL 32 ciliao ( tonik )
Letak : Satu jari kiri

dan kanan meridian GV,

setinggi titik BL 25.


Fungsi :Untuk

mengatasi gangguan kepala,

tengkuk, mata,

daerah dorso lumbal dan kaki

dan serta

ketidaksadaran

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

16

Terapi akupressur merupakan terapi pendamping atau terapi alnernatif


dari terapi medis dengan cara melakukan pemijatan pada titik-titik akupuntur di
tubuh. Akupresur dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu
penyakit yang bisa diatasi dengan terapi komplementer akupresur adalah penyakit
mengenai sistem persyarafan yaitu kelemahan otot pada stroke.
Untuk terapi akupresur penderita stroke dapat menekan atau memijat
pada titik-titik Large intestine (LI) 15, Large intestine (LI) 15, Small intestine ( SI ) 9,
Triple energizer (TE) 14 , Gallbladder ( GB ) 21 intestine ( SI ) 11, Small intestine (SI)
12 , LI 11 quachi , LI 4 ( sedate ) ,TE 5 waiguan , ST 31 biguan, GB 30 huantiao , SP 10
xuchai, ST 34 liangqiu, ST 36 zusanli, GB 34 yanglingquan, ST 41 jiexi, GB 39
xuanzhong.

4.2 Saran
Dalam melakukan terapi akupresur pada pasien stroke, diharapkan perawat
memperhatikan kondisi umum pasien. Jika pasien merasa kesakitan atau
kelelahan, terapi akupresur dapat segera dihentikan.

17

DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Radyanto Iwan Widya. 2012. Akupresur untuk Berbagai Penyakit. Rapha
Publishing; ; Yogyakarta
Handoko. 2011. Pengobatan Dengan Pijat Refleksi & Herbal. Buku pintar;Jakarta
Gunawan, Dadan. 2015. Teknik Mudah & Lengkap Pijat Refleksi. Media
Pressindo;Yogyakarta
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/115/jtptunimus-gdl-vivijunita-5729-2-bab2.pdf
http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/download/200/pdf_65
http://ahmad-zainal-a-fkh09.web.unair.ac.id/artikel_detail-62718-Kuliah%20kuAkupunktur%20%20JALUR%20ENERGI%20MERIDIAN%20DAN%20TITIK
%20AKUPUNKTUR.html

18