Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS
PAMEUNGPEUK
KECAMATAN PAMEUNGPEUK
Jl. Raya cilaut eureun 21/23 Depan alun-alun paameungpeuk-garut
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE (TOR)
KEGIATAN PENYULUHAN KUSTA
A. PENDAHULUAN
1. Masyarakat mengerti tentang penyakit kusta sehingga kasus penyakit kusta dapat
ditemukan secara dini.
2.Perubahan Stigma di masyarakat dari penyakit kutukan / keturunan / menjijikkan
berubah menjadi penyakit menular yang bisa
disembuhkan.
3.Diharapkan mampu menurunkan angka kecacatan tingkat 2 dan mengurangi angka
penemuan kasus baru kusta
B. LATAR BELAKANG
Penyakit Morbus Hansen/Kusta/Lepra adalah salah satu penyakit menular yang sifatnya
kronik dan dapat menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud
bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya,
keamanan dan ketahanan nasional.
Kuman kusta (Morbus Hansen) biasanya menyerang saraf tepi kulit dan jaringan tubuh
lainnya. Penyebab penyakit Morbus Hansen ialah suatu kuman yang disebut Mycobaterium
leprae. Sumber penularan penyakit ini adalah penderita kusta Multi Basiler (MB) atau kusta
basah.
Penyakit Morbus Hansen sampai saat ini masih ditakuti masyarakat, keluarga termasuk
sebagian petugas kesehatan. Hal ini disebabkan masih kurangnya pengetahuan, kepercayaan
yang keliru terhadap kusta dan cacat yang ditimbulkannya.
Dengan teratasinya penyakit Morbus Hansen ini seharusnya tidak lagi menjadi masalah
kesehatan masyarakat. Tetapi sampai saat ini penyakit Morbus Hansen masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan oleh pihak yang terkait, karena
mengingat kompleksnya masalah penyakit ini, maka diperlukan program penanggulangan
secara terpadu dan menyeluruh dalam hal pemberantasan, rehabilitasi medis, rehabilitasi
sosial ekonomi dan permasyarakatan dari bekas penderita Morbus Hansen.
Suatu penyataan bahwa sebagian besar penderita Morbus Hansen adalah dari golongan
ekonomi lemah. Perkembangan penyakit pada diri penderita apabila tidak ditangani secara
cermat dapat menimbulkan cacat dan keadaan ini menjadi halangan bagi penderita Morbus
Hansen dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi mereka,
juga tidak dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara. (drh. Hiswani,
2001)

C. TUJUAN

a. Tujuan Umum
Masyarakat diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit
kusta yaitu pengertian, gejala, penularan, pengobatan dan pencegahannya.
b. Tujuan Khusus
1. Masyarakat diharapkan mampu mendefinisikan pemyakit kusta
2. Menyebutkan gejala-gejala penyakit kusta
3. Menjelaskan cara penularan penyakit kusta
4. Menjelaskan cara pengobatan penyakit kusta
5. Menjelaskan car-cara pencegahan penyakit kusta
1.

Keluaran yang diharapkan 1. Masyarakat mengerti tentang penyakit kusta


2.
Masyarakat
tidal
lagi
fobia/takut
terhadap
penderita
3. Perubahan stigma dari masyarakat tentang penyakit
kusta

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Tahapan kegiatan
Tempat dan waktu kegiatan
Peserta
Narasumber dan moderator :
Jadwal penyelenggaraan

PJ. Kusta dan bina wilayah

Alat dan bahan penunjang kegiatan

Biaya
Laporan
Penutup

: Dengan memberikan pengetahuan tentang penyakit


kusta diharapakan masyarakat tidak lagi fobia,
perubahan stigma di masyarakat, kusta tidak lagi
dikucilkan dan tidak kalah pentingnya yaitu
diharapkan akan menurunkan kasus baru kusta,
dengan penemuan secara dini dapat menueunkan
angka kecacatan tingkat 2 (dua).

Garut,
Kepala UPTD Puskesmas pameungpeuk

H. Dadang Suryana
D,S.IP.M.SI.MM.Kes
NIP. 19760313 200003 1 002

Anda mungkin juga menyukai