Anda di halaman 1dari 4

Reynaldi Arista Yudha

A21112268

Tugas MID Analisis Informasi Keuangan


1. Jelaskan (dalam bentuk kalkulasi dan deskripsi) akun yang memengaruhi besarnya
kas perusahaan pada tahun 2011!
PT ABC
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2011
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Laba bersih

Rp

968.901

Penurunan Piutang usaha

Rp

45.294

Piutang lain-lain

Rp

37.180

Persediaan

(Rp

145.209)

Uang muka

(Rp

141.991)

Pajak dibayar dimuka

(Rp

33.075)

Uang muka pelanggan

Rp

149.266

Utang usaha

Rp

172.992

Peningkatan Akrual

Rp

7.027

Penurunan Liabilitas pajak tangguhan

(Rp

Kewajiban imbalan kerja

Rp

68.920

Jumlah arus kas dari aktivitas operasi

Rp

1.125.681

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi


Piutang jangka panjang

Rp

5.100

Aset pajak tangguhan

(Rp

41.322)

Tanaman perkebunan

(Rp

611.906)

Peningkatan Aset tetap

(Rp

737.284)

Peningkatan Goodwill

(Rp

2.624)

Perkebunan plasma

(Rp

118.982)

Tagihan restitusi pajak

Rp

34.455

Aset lain-lain

(Rp

104.923)

Jumlah arus kas dari aktivitas investasi

(Rp 1.577.486)

3.624)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan


Hutang pajak

Rp

52.332

Hutang lain-lain

(Rp

Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan

Rp

49.214

Penurunan kas dan setara kas

(Rp

402.591)

Saldo kas dan setara kas awal tahun

Rp 1.240.781

Saldo kas dan setara kas akhir tahun

Rp

3.118)

838.190

Arus kas dari aktivitas operasi pada laporan keuangan PT ABC diatas menggambarkan
adanya peningkatan laba bersih pada ekuitas sebesar Rp 968.901 dari 8.426.158 dikurang Rp
7.457.257. Adanya penurunan piutang usaha sebesar Rp 45.294 dari Rp 50.668 dikurang Rp
5.374 yang menyebabkan adanya kas masuk ke perusahaan. Kemudian penurunan piutang
lain-lain sebesar Rp 37.180 dari Rp 48.164 dikurang Rp 10.984. Kemudian dari segi
persediaan meningkat sebesar Rp 145.209. Uang muka sebesar Rp 141.991 yang bertambah
dari tahun sebelumnya dan pajak dibayar di muka yang meningkat sebesar Rp 33.075. Uang
muka pelanggan sebesar Rp 149.266, dari hutang usaha yang bertambah sebesar Rp 172.992
Kemudian dari liabilitas pajak tangguhan yang berkurang sebesar Rp 3.624 dan kewajiban
imbalan kerja yang meningkat akibat adanya peningkatan pada aset tanaman menghasilkan
dan perkebunan plasma mengurangi kas sebesar Rp 68.920.
Arus kas dari aktivitas investasi menggambarkan adanya penurunan piutang jangka
panjang sebesar Rp 5.100, peningkatan aset pajak tangguhan bersih sebesar Rp 41.322,
kemudian peningkatan pada aset tetap sebesar Rp 737.284, peningkatan goodwill sebesar Rp
2.624, peningkatan perkebunan plasma sebesar Rp 118.982, kemudian adanya penurunan
tagihan restitusi pajak sebesar Rp 34.455 dan peningkatan aset lain-lain sebesar Rp 104.923.
secara garis besar dari arus kas untuk aktivitas investasi mengurangi kas dan setara kas
perusahaan secara keseluruhan aktivitasnya. Kecuali piutang jangka panjang dan tagihan
restitusi pajak yang menghasilkan kas masuk bagi perusahaan.
Arus kas dari aktivitas pendanaan menggambarkan adanya peningkatan pada utang pajak
sebesar Rp 52.332 dari Rp 354.7887 dikurang Rp 302.455, kemudian adanya peningkatan
pada utang lain-lain sebesar Rp 3.118
Jadi kesimpulannya akun-akun arus kas dari segi aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan yang memengaruhi besarnya kas perusahaan yang mengalami perubahan dari Rp
1.240.781 pada tahun 2010 menjadi Rp 838.190 pada tahun 2011.

2. Apakah perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada tahun 2010
dan 2011
Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan dapat memenuhi kewajibannya bisa
diukur dengan menggunakan rasio likuiditas
Rasio likuiditas PT ABC
Menggunakan analisis Quick Ratio
Quick Ratio tahun 2010:
Aktiva Lancar Persediaan
Hutang Lancar
= Rp 2.051.177 624.694
1.061.852
= 1.34
Quick Ratio tahun 2011 :
Aktiva Lancar Persediaan
Hutang Lancar
= Rp 1.886.387 769.903
1.440.351
= 0.77
Dari perhitungan di atas, quick ratio menghasilkan 0.77 yang berarti hanya mampu
menutup 77 persen hutang lancar perusahaan. Dengan begitu, dana likuid perusahaan bisa
diketahui mengalami penurunan di tahun 2011 dibandingkan di tahun 2010 yang sebesar
1.34. Rasio likuiditas dipakai dalam perusahaan untuk mengetahui kecukupan dan
kemampuan sumber dana perusahaan untuk membayar kewajiban dan hutang-hutang jangka
pendeknya.

3. Jelaskan perkembangan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba


Rasio Profitabilitas
2011

2010

Gross Profit
Margin

Laba kotor
Pendapatan bersih

0.37

0.41

Net Profit Margin

EAT
Pendapatan bersih

0.23

0.24

Return on Assets

EAT
Aktiva total

0.24

0.24

Return on Equity

EAT
Total Ekuitas

0.30

0.28

Berdasarkan data di atas secara garis besar PT ABC telah memperoleh peningkatan laba
walaupun tidak terlalu signifikan yang bisa dilihat dari Gross Profit Margin, Net Profit
Margin serta Return on Equity, walaupun pada Return on Assetnya tidak mengalami
perubahan. Apabila trend ini terus berkembang maka akan berdampak sangat baik bagi
kelangsungan perusahaan.

4. Apakah perusahaan telah beroperasi secara efisien pada tahun 2010 dan 2011
Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah beroperasi secara efisien bisa dilihat
dari Rasio Aktivitasnya :
2011

2010

Turnover Inventory

Harga Pokok Penjualan


Persediaan

8.9

8.4

Turnover Assets

Penjualan Bersih
Total Aktiva

1.06

1.01

Tingkat perputaran persediaan perusahaan ABC dari tahun 2010 sebesar 8.4 meningkat di
tahun 2011 sebesar 8.9. Semakin tinggi perputaran menunjukkan modal kerja yang tertanam
dalam persediaan semakin rendah, dan ketika rasionya rendah menandakan ada stok yang
berlebih dalam persediaan perusahaan.
Turnover Aset mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan dalam menghasilkan
penjualan. Peningkatan nilai aset turnover dari tahun 2010 ke tahun 2011 menandakan bahwa
PT. ABC dalam pengelolaan aset perusahaannya sangat efisien sehingga kondisi perusahaan
juga semakin baik.